Secret Married With My Ex Boyfriend

Secret Married With My Ex Boyfriend
Mimpi


__ADS_3

"Jaga putri kita baik-baik,sayang!Aku pergi untuk kembali."


Tasya menangis histeris mengantar kepergian suaminya ke bandara internasional.Di temani kedua mertua,putri dan juga kakak iparnya.Brain melambaikan tanganya sebagai tanda selamat tinggal.Tasya menatap kepergian suaminya dengan tatapan sendu.Di dalam mobilpun,tasya terus-terusan menangisi kepergian suaminya.Sepulang dari bandara,Tasya hanya melamun memikirkan suaminya.Mengabaikan putrinya yang terus saja memanggil-manggil namanya.Satu tetes,dua tetes air mata yang terus saja mengalir tak terhenti.Jika biasanya ada Brain yang menemaninya.Maka hari ini dan beberapa tahun mendatang,hanya kerinduan yang ia dapati.


"Mas,jangan tinggalkan aku,aku dan putri kita menginginkanmu."


"Sya,sayang bangun!Kamu mimpi,ya?"


Mendengar suara suaminya,seketika membuat mata Tasya terbuka.Ia langsung menangis memeluk tubuh Brain.Di tatapnya dan di rabanya wajah suaminya yang terasa nyata.


"Jadi itu tadi hanya mimpi?"


"Kamu mimpi'in apa sih?kok sampai nangis gini?"


"Bukan apa-apa mas,hanya mimpi gak jelas."


Tasya sengaja tidak memberi tahu suaminya tentang mimpinya.Dia tidak ingin,hanya karena mimpinya,membuat suaminya mengurungkan niatnya.Tasya harus mendukung cita-cita suaminya menjadi seorang master chef.Sebagai seorang istri,dia hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik.


"Aku sangat menyayangimu,mas."Ucapnya memeluk erat tubuh Brain.Seolah besok ia tidak bisa memeluknya lagi.


"I love you more,honney"


"Cup."


Brain mencium lembut kening Tasya,lalu menatap manik mata istrinya dalam-dalam.Tanganya mengelus lembut pipi istrinya.Tak puas hanya mencium keningnya saja.Kini ciumanya berpindah ke bibir ranum istrinya.Ciuman yang lembut lama kelama'an menjadi ciuman yang menuntut.Bahkan suhu ruangan yang terasa dingin karena Ac,berubah menjadi panas.H@sr@t keduanya semakin tidak bisa di kontrol lagi.

__ADS_1


"Aku menginginkanmu malam ini,sayang."Bisik Brain


Brain menatap dalam manik mata istrinya.Brain menunggu reaksi istrinya akan ucapanya barusan.Hingga beberapa saat berlalu,tiada penolakan yang Brain dapatkan.


Brain mendekatkan kembali wajahnya ke wajah Tasya.Hingga di rasakanya saat nafas halus Tasya seperti membelai wajahnya.Bahkan posisi mereka saat ini tidak lagi berjarak.Bahkan bibir keduanya sudah menempel dan saling m3lum@t lembut.Tasya pun terbuai dengan sentuhan suaminya.Tak hanya saling menyatukan bibir,bahkan t@ng@n Brain sudah m@suk kedalam kaos dalam Tasya.mencari sesuatu yang sudah menjadi kesukaanya.hingga terdengar d3s@han yang cukup keras terdengar dari mulut Tasya.Untung saja kamar mereka kedap suara,jadi tidak akan terdengar sampai ke luar.


T@ngan Brain semakin meraba di sekujur tubuh Tasya.Hingga terjadilah malam p@nas di antara mereka berdua.Selesai dengan kegiantan suami istri.Brain menarik tubuh istrinya masuk ke dalam pelukanya.Lagi dan lagi,Brain menciumi kening Tasya penuh cinta.


"Mas,nanti kalau aku hamil sebelum lulus,bagaimana?"


Lagi-lagi Tasya menghawatirkan hal yang sama.Kadang Brain sampai merasa geli karena sering mendengarnya.


"Gak bakalan hamil,kan aku selalu pakai pengaman.Nih buktinya satu kotak isinya dua belas,jadi kita bisa sampi dua belas ronde."Ucanya sambil menaik-naikan alisnya.Tasya yang mendengarnya saja sudah merasa ngeri.Apa lagi jika benar terjadi sampai dua belas ronde.Yang ada dia tidak akan bisa berdiri ke esokan harinya.


"Beneran itu aman?gak bakalan hamil?"


"Enak banget ya,jadi anak pemilik sekolah,bisa se enaknya sendiri."


"Tentu saja,apa lagi kalau ada yang deketin kamu ataupun nyakitin kamu.Bakalan aku keluarkan dia dari sekolah."


"Dulu aja ketus dan cueknya minta ampun sama aku.Untung saja aku dulu gak pindah ke hati cowok lain."


"Emangnya kamu mau sama cowok selain aku?kamu saja gagal move on bertahun-tahun."Brain berucap dengan sombongnya,Tasya hanya mengedikkan bahu.


"Kepedean banget kamu,mas."

__ADS_1


"Kalau waktu itu kamu gak ngasih kesempatan buat aku.Terus kamu masih tetap benci sama aku,gak berubah.Aku pasti mundur dan cari yang lain pastinya.Lagian dulu banyak banget cowok-cowok gnteng yang ngrebutin aku."


"Apa?jadi kamu ngelirik cowok ganteng selain aku?"Brain tampak tidak terima


"Ya bagaimana lagi,aku juga gak sengaja lihat.Lagi pula sayang banget kalau gak di lihatin,mas."Ucap Tasya menggoda suaminya.Tasya terkikik geli melihat rahang Brain yang mengeras.


"Termasuk Mike,jadi kamu senang di sukai,Mike.Gak sya,gak bakalan ku biarkan,jangankan Mike.Bahkan Mike dan yang lainya tidak akan ku biarkan mendekatimu."


Brain meraih tubuh Tasya kedalam dekapanya.Seolah Tasya hanya miliknya,dan tidak mengizinkan cowok lain memilikinya.


"Maafkan aku,aku gak bisa bayangin jika kamu dengan cowok lain."


Tasya terkekeh membalas pelukan suaminya tak kalah erat.Sesekali mengelus punggung Brain dengan penuh kehangatan.


"Iya sayang,kita jadikan masalalu sebagai pelajaran untuk kedepanya.Yang terpenting kita sekarang saling mencintai.Meskipun caraku salah demi mendapatkanmu.Apa lagi rasa bersalahku tidak bisa hilang kepada almarhumah Mona."


"Hussss!Jangan gitu,gak boleh sedih lagi.Bagaimana jika besok setelah pulang sekolah kita ke makan Mona.Kita belum pernah ke sana semenjak kita menikah."Usul Brain di angguki Tasya


"Aku sayang banget sama kamu,Sya."Ucap Brain sambil menciumi kening Tasya berkali-kali."


"Me too,aku selalu cinta dan sayang sama kamu,Mas."


"Terimakasih ya,karena kesabaran kamu selama ini menghadapiku.Terimakasih telah menjadi bunda yang baik untuk putri kita."


"Iya mas,kita istirahat lagi,besok kita harus sekolah."Ucapnya,kemudian menutup mata saat Brain akan menciumnya lagi.Kali ini ciumanya terasa sangat dalam di bagian kening.

__ADS_1


"Mimpi indah,jangan mimpi buruk lagi,sayang."


Karena kelelahan,Tasyapun langsung memejamkan matanya.Brain sengaja menunggu hingga istrinya terlelap.Di pandangnha wajah Tasya penuh cinta.Sesekali Brain tersenyum mengingat sikapnya pada Tasya tempo dulu.Puas memandang wajah cantik istrinya.Brainpun ikut memejamkan matanya yang sebenarnya juga merasa lelah.Mereka saling berpelukan,menjadikan lengan Brain sebagai bantalan kepala Tasya.Kini Mereka menyelami alam mimpi bersama.Jika dulu kamu adalah kamu.Kini,kamu dan aku telah menjadi kita.Melewati liku-liku demi untuk terus bersama.Tangis,ke egoisan,amarah dan kebencian yang pernah ada,telah mereka hilangkan.Menyisihkan puing-puing kenangan buruk di masalalu.Meskipun tak semua masalalu mereka buruk.Menyambut hari esok dan seterusnya.Mengarungi bahtera rumah tangga yang baru mereka bangun.Menyambut masa depan berdua sampai maut yang memisahkan.


__ADS_2