
Setelah dua hari izin,kini Brain dan Tasya kembali pada rutinitas mereka di sekolah.Keada'an Tasya yang sekarang jauh lebih baik.Ia telah berhasil menerima keada'an.Mengiklaskan yang sudah pergi dan menata kehidupan yang di jalaninya saat ini.Meskipun Tasya sudah mengiklaskan kepergian kedua orang tuanya.Untuk saat ini tetap saja ia merasa ada yang hilang pada dirinya.
Bahkan Brain dan teman-temanya tak hentinya menghibur Tasya.Mencoba membuat tasya melupakan kesedihanya karena mengingat kedua orang tuanya.
Beberapa canda'an dari treeo B (Brain,Benny,Boy) kadang membuat Tasya tersenyum.Debby sahabat Tasya pun selalu menemaninya.Entah sejak kapan kini mereka semua kompak untuk menghibur Tasya.Bahkan Benny,Boy dan juga Debby yang biasanya adu mulut terlihat akur.
Bahkan saat sepulang sekolahpun mereka berlima di ajak mampir dan makan sepuasnya di cafe milik brain.Tentu saja kalau soal makan memakan yang paling semangat adalah Boy dan Benny.Debbypun sangat antusias akhirnya bisa secara langsung datang ke cafe prince idolanya.
Mereka semua di ajak masuk ke ruangan private khusus pengunjung pribadi.Karena di luar sana begitu banyak fans brain sekaligus pelanggan tetapnya.
"Wih ternyata keren banget cafenya."Ucap Debby kagum
"Ini belum seberapa!"setelah lo ngrasain masakan chef kita,baru lo akan tambah terkagum-kagum."Timpal Boy
"Duh beruntung banget sih lo sya,cowok lo keren banget."
"Eh Deblong,lo tuh jangan muji cowok orang terang-terangan di depan ceweknya,dong.Entar sungutnya keluar baru tahu rasa lo."Sahut Benny
"Udah gak papa,asal jangan di ambil cowok aku ya,Deb."Ucap Tasya
"Ya gak lah Sya,gua bukan teman makan teman.Asalkan kenalin gua sama Haikal sepupu lo yang ganteng maksimal itu."
"Gak janji ya!"soalnya dia playboy,Deb."
"Gak papa,gua kan tahlukin kalau perlu,sya."
Boy menyentil kening Debby setelah mendengarkan ucapan Debby barusan.Debby mengaduh hendak membalas Boy.Namun tanganya langsung di tangkap oleh Boy.
"Udah-udah,kalian tuh berantem melulu lama-lama berjodoh baru tahu rasa."
__ADS_1
"Amit-amit,najis."Sahut mereka berdua serempak
"Tuh udah kompak,berarti berjodoh deh."
Debby dan Boy saling lirik kemudian memalingkan muka.Selama ini Boy menyukai Deddy,namun Debby selalu saja menolaknya.Apalagi mendengar Debby menyukai Haikal sepupu Tasya.Membuat Boy makin kesal di buatnya.
"Awas saja lo Deb,gua gak bakalan biarin lo suka sama cowok lain selain gua."Gumam boy dalam hati sambil tersenyum melirik Debby yang sedang tertawa dengan Tasya.
"Wah gila sya,cowok lo makin keren kalau pakai apron.Sudah persis kayak chef-chef terkenal yang biasanya mangkring di tv."
"Enak banget lo entar kalau sampai nikah sama prince Brain.Gak usah repot-repot mikir masakan udah tersaji tinggal makan."
"Siapa bilang?kita malah biasanya gantian masak kok."Celetuk Tasya tanpa sadar
"Maksud lo?"Tanya Debby merasa curiga
"Eh maksud aku,pas Brain main ke rumah aku,Deb."
Pandangan Benny kini berganti ke arah Boy yang tiba-tiba diam saja.Benny samapi-sampai mengernyitkan dahinya melihat Boy yang tiba-tiba diam.Biasanya dia yang paling active dan ceriwis,kini mendadak diam.
"Nyet,lo ketularan gua sakit gigi?"tanya Benny hanya mendapat lirikan dari Boy.
"Astaga nyet,lo beneran sakit gigi?"Benny bertanya sekali lagi untuk memastikan duga'anya.Dia malah dapat sentilan di keningnya dari Boy."
"Lo tadi makan apa sih kutil sapi,cerewet betul.Gua lagi sakit hati bukan sakit gigi."Timpal Boy
"Astaga ternyata lo bisa sakit hati juga!"kirain hati lo terbuat dari besi."
"Besi juga bisa rusak,begok."
__ADS_1
Bennypun menarik Boy menjauh dari teman-temanya.Dia menangkap bahwa ucapan sahabatnya itu serius.Dia ingin memastikan hal apa yang bisa bikin Boy sakit hati.Boypun akhirnya menceritakan sumber yang bikin hatinya sakit adalah Debby.Bahkan Boy mengatakan bahwa ia akan membuat rencana agar Debby dan dirinya bisa bersatu.Sontak saja fikiran Benny sudah negative mendengar ucapan sahabatnya.
"Nyet,lo boleh cinta sama siapapun itu hak lo.Tapi jangan menghalalkan segala cara untuk mendapatkanya.Apa lagi untuk merusak dirinya dan masa depanya."
"Pletak."
Boy menonyor kepala Benny agar tidak berfikiran negative terlebih dahulu.Belum juga Boy mengatakan rencananya.Benny sudah berasumsi sendiri jauh dari yang Boy rencanakan.
"Gini nih,otak lo kalau gak pernah ngrasain rasanya jatuh cinta.Maksud gua,gua pengen minta ortu gua untuk jodohin gua sama Debby."
"Sama saja intinya pemaksa'an,kalau Debby menolak bagaimana?"
"Udah lo cukup dukung gua,selebihnya biar jadi urusan gua."
Setelahnya Boy mengajak Benny masuk karena mencium aroma harum masakan Brain.Mereka menikmati hidangan istimewanya hari ini.Sesekali Boy juga memperhatikan Debby dengan mengambilkanya lauk.Yang di perhatikan malah menghindar karena risih.Melihat penolakan dari Debby membuat Boy merasa kesal.Lebih kesal lagi ketika melihat keromantisan Brain dan Tasya di depanya.
Benny hanya menjadi penyimak tingkah kedua sahabatnya yang berbeda nasipnya.Lain dengan Boy yang cintanya bertepuk sebelah tangan.Benny malah tidak pernah merasakan perasa'an cinta.Keusilanya menggoda cewek-cwek di sekolahanya hanya sekedar keisengan semata.Buktinya dia tidak pernah tertarik dengan teman-teman wanitanya.Bahkan dia bercita-cita menjadi sigle Man.
Selesai makan-makan mereka kini pulang masing-masing.Boy yang berniat mengantar Debby ,lagi-lagi hanya mendapat penolakan.Di mata Debby,perasa'an boy hanya lawakan semata.Tanpa dia tahu perasa'anya pada Debby benar-benar tulus.Mungkin karena tingkah keusilan Boy yang membuat Debby menilai demikian.
Akhirnya Boy pulang sendiri membawa motor sportnya.Benny pulang dengan membawa mobilnya yang sempat di pinjam Brain.Debby pulang naik taxi.Sedangkan Tasya dan Brain masih berada di cafe.Mereka menikmati kebersama'an di ruang private tanpa seorangpun yang mengganggu.
Bahkan Brain yang sudah mengedipkan sebelah matanya membuat Tasya merinding seketika.Tasya sudah hafal arti kedipan mata suaminya.Pasti ada udang di balik mangkok,jika suaminya bersikap begitu.Apa lagi tubuhnya semakin mendekati tubuh Tasya yang sedang duduk di atas sofa.
"Stop,jangan macam-macam deh,Mas."
"Satu macam aja ya?dari kemarin gak dapat asupan nutrisi nih."
"Gak!"ini cafe mas,banyk orang aku gak mau."
__ADS_1
"Cup,"cium aja deh,nutrisinya entar malam di rumah."