Secret Married With My Ex Boyfriend

Secret Married With My Ex Boyfriend
Mencintainya


__ADS_3

Minggu paginya brain dan tasya bersiap-siap untuk ke panti hari ini.Sesuai janji brain akan menemani tasya mengunjungi anak panti dan mengenalkan baby cessa dan jerry pada anak-anak panti.Brain yang baru tahu selama ini tasya sering berkunjung ke panti asuhan merasa kagum pada istrinya.Ternyata ia tidak salah menikahi sosok istri yang berjiwa besar dan penyayang anak.Brain tidak menyesal menjadikan tasya sebagai ibu sambung bagi putrinya.


Entah kenapa kebencian yang dulu timbul pada dirinya kini memudar entah kemana.Brain yang sejatinya cowok baik tidak sanggup membenci tasya.Mungkin kebencianya dulu hanya emosi sesaat.


Brain memandang pantulan penampilan istrinya dari pantulan cermin.Brain baru sadar telah mengabaikan gadis secantik tasya selama ini.Brain tersenyum merutuki kebodohanya.


Ia juga sadar rasa nyaman yang ia rasakan tadi malam.Dan juga getaran pada hatinya itu karena telah tumbuh rasa cinta pada dirinya untuk tasya.Tapi ia belum bisa memberitahu tasya karena ia harus memantapkan hatinya terlebih dulu.Tak bisa ia bohongi,,,saat ini posisi almarhumah mona dan tasya sama di hatinya.Ia tak bisa menghilangkan sosok mona di hatinya.Bagaimanapun mona adalah wanita yang banyak berkorban untuk dirinya.Sahabatnya yang melahirkan putri cantik untuknya.


Brain memandang photo mona dan dirinya di dalam layar handphonya.Ia tersenyum memandang wanita tomboy yang sangat manis dengan tingkahnya.


"Maafkan aku jika aku mengingkari janjiku untuk tetap setia kepadamu,mon.Seperti halnya permintaanmu kepadaku untuk menikah dengan tasya.Saat ini aku juga mencintainya sebesar cintaku padamu.Kalian punya tempat tersendiri di hatiku.Terimakasih telah memberikanku kehidupan seindah ini.Hingga kau mengorbankan kehidupanmu hanya untuku.Terimakasih aku mencintaimu sama besarnya aku mencintai tasya saat ini.'


"Ehemmmm,,,apa kau merindukan mona?apa perlu aku menemanimu ke makamnya?"


Pertanyaan tasya membuyarkan fokus brain pada foto mona.Ia tersenyum kepada tasya,,,kali ini senyuman brain berbeda karena saat ini ia telah mencintai tasya.


Namun lain hal dengan tasya yang menyembunyikan kesedihanya.Ia mengira kalau di hati brain hanya ada mona seorang.


"Begitu besarnya cintamu pada mona,brain.Andaikan aku juga bisa mendapatkan hatimu.Tapi sepertinya mustahil mengingat betapa besarnya rasa cintamu pada mona."


"Apa lo sudah siap?"


"Ya ,,aku sudah siap,,anak-anak juga sudah siap."


"Kakak,,,kita mau kemana?"tanya jerry


"Kita akan ke panti asuhan bertemu banyak teman di sana,jerry."


"Apa kalak akan meninggalkanku di sana?"


"Tidak sayang,,,!kita hanya akan bermain di sana membagikan mainan,baju dan makanan untuk teman-teman yang ada di panti."


"Hore,,,jadi jerry akan punya banyak teman,kak?"


Tasya mengangguk tersenyum melihat wajah ceria jerry.Interaksi keduanya dari tadi tak lepas dari penglihatan brain.Brain semakin di buat tasya menjadi kagum pada istrinya.


"Kasian banget ya,,,anak seperti itu harus terpisah dengan orang tuanya.Aku masih bersyukur setidaknya meskipun sangat sibuk,,,kedua orang tuaku masih menyempatkan diri untuk melihatku meskipun seminggu sekali."


Brain mengangguk membawa tasya ke dalam pelukanya.Tasya tersenyum karena akhir-akhir ini suaminya sering memeluknya.Mentransfer enegri yang membuatnya merasa nyaman di pelukanya.

__ADS_1


"Oh ya,,,apa kau sudah menemukan tanda-tanda keberadaan orang tua jerry?Bukankah kau pernah bilang kak Axel ahli di bidang IT.Kenapa kita tidak minta tolong kak Axel saja,brain?"


"Ah ,,,lo benar sya,,,kenapa gua sampai lupa memiliki saudara sejenius dia.Gua akan menemuinya sebentar sebelum kita berangkat."


"Ya temuilah,,,!semoga kak Axel bisa membantu kita."


Brain mengangguk dan segera keluar menemui kakaknya.


Brain mengetok pintu kamar kakaknya hingga tiga kali.Namun belum ada satu orangpun yang mencul membukakan pintu.


"Kak,,,!kak Axel."


"Woy,,,buka pintunya kak."


"Ckrek,,,"


Pintu terbuka menampakan Axel yang hanya memakai kaos dalam dan boxer.Fikiran brain setelah melihatnyapun menjadi traveling.


"Astaga,,,dasar adik tak beradab,,!ada apa pagi-pagi udah gangguin orang?"


"Hehehe maaf kak,,,!bantuin aku dong kak.Kakak kan jenius banget nih dan ganteng banget walaupun masih gantengan aku."


"Ya deh,,,gini kak,,,si tasya kan nemu anak di taman."


"Nemu?"tanya Axel


"Ya,,,dia nemuin anak di taman,,,dan kondisi dia sekarang lagi lupa ingatan.Jadi kami kesusahan mencari identitas dia.Maka dari itu aku minta tolong sama kak Axel."


"Ya nanti saja,,,kakak lagi sibuk sekarang."


"Bilang saja sedang sibuk bikin adeknya Anxel,,,!Oops,,,keceplosan hehehe."


"Brain,,,,


"Iya deh iya gak ganggu deh,,,asal di bantu beneran ya.Dan nitip salam sama kakak ipar,,,jika adeknya Anxel jadi jangan ngidamnya ke aku lagi."


Brain langsung berlari meninggalkan kamar kakanya setelah melihat Axel melototinya.


Sesampainya di kamar brain masih tertawa cekikikan membuat tasya menaikan alisnya penuh tanya.

__ADS_1


"Gimana udah ngomong sama kak Axel?dia mau bantu kita kan?"


"Sudah sya dan dia mau bantu kita."


"Beneran brain?syukurlah kak Axel mau bantu kita."


"Itupun matanya tadi hampir keluar asal lo tau."


"Kok bisa?"tanya Tasya heran


"Soalnya gua gangguin mereka lagi program adeknya Anxel hahahahaha."


"Astaga brain,,,!kamu nakal ya."


"Salah mereka sendiri gituan jam segini.Matahari saja sudah terbit,,,ya bukan salah gua dong."


Tasya hanya heran dengan keusilan suaminya ini.Sepertinya keusilan brain dan ngomong blak-blakan sudah menjadi cirikas dirinya.


"Makanya sya,,,kita entar kalau program adeknya baby Cessa malam aja biar gak ada yang ganggu.Terus baby cessa kita titipkan pada grandma dan grandpanya."Bisik brain pas di telinga tasya membuat tasya geli.


"Itu lagi yang di bahas,,,!sepertinya fikiranmu isinya itu terus."


"Nah gua cowok normal,sya,,,!lo sih jadi istri gak peka'an.Seharusnya suaminya di kasih jatah biar gak kefikiran terus."


"Plakkkkkkkkk."


Tasya memukul paha brain karena suaminya ngoceh mulu.


"Aduh sya,,,hampir saja lo mukul masadepan kita."


"Maksud kamu apa sih?"


"Lo hampir saja mukul senjata tempur gua buat bikin adeknya baby cessa."


"Braiiiiiiiin,,,,!bisa diam gak sih?itu terus yang kamu bahas."


"Makanya kasih jatah dong sya,,,biar gua gak ngomong aja.Biar gua bisa langsung praktek gak perlu lagi teorinya."


Tasya semakin setres jika terus-terusan menanggapi suaminya.Ia segera menggendong baby cessa dan menggandeng tangan jerry untuk di ajak turun ke ruang makan.Sebelum berangkat ke panti,tasya memastikan anaknya dalam kondisi kenyang.

__ADS_1


Sedangkan brain setelah menggoda istrinya ia langsung memanasi mobilnya dan mengecek semua barang yang akan di bagikanya kepada anak-anak panti.


__ADS_2