
Seperti penguntit ulung,,Boy dan Benny masih saja mengikutin Brain dan Tasya secara diam-diam.
"Duh sial,,,ternyata begini ya rasanya jadi nyamuk."
"Bukan nyamuk begok,,,!lebih tepatnya seperti maling."
Puas berbelanja mainan,kini Tasya menggiring suami beserta anaknya mencari toko pakaian anak-anak.Manik mata tasya dan brain terus melihat lihat ke seluruh penjuru Mall.Saat yang mereka cari-cari telah ketemu.Mereka langsung masuk dan melihat koleksi pakaian anak-anak yang sangat bagus.
"Jerry,,,coba lihat ini bagus untukmu,,,apakah kamu suka?"
"Ya kak,,,jerry suka."
"Sya coba lihat ya ini lucu banget kan jika Beby cessa yang pakai?"
"Wah cantik banget bajunya,,,selera fashionmu untuk anak-anak lumayan bagus juga,brain."
"Jangankan anak-anak,,,suruh milihin bajumu saja gua sanggup."
"Ya udah,,,sana cari'in baju untuku."
"Ya nanti dong sya sama-sama,,,,!sekarang kan masih milih-milih baju buat anak-anak."
Mereka berdua memilih baju anak-anak sambil sesekali tertawa lepas.Mereka masih belum sadar jika di buntuti oleh dua temanya.Sedangkan benny yang sedari tadi telah merekam moment kebersama'an brain dan tasya.
"Lo percaya Boy,,,jika si tasya tunangan sepupunya brain?kalau gua gak percaya.Ada kali tunangan orang tapi jalanya dan dekatnya sama sepupunya."
"Gua udah curiga dari dulu Ben,,,kayaknya ada yang mereka tutupin dari kita."
"Dan lo perhatikan benar-benar tuh baby cessa.Mirip banget sama brain kan?gak ada miripnya sama kak Axel.Kak Axel wajahnya kebule-bulean kayak om jonatan.Sedangkan tuh anak mirip banget kayak brai wajahnya oriental seperti tante callista.
"Wah jeli juga mata lo Kunyuk,,,berarti fix kita selama ini di bodoi sama brain?"
"Lo aja kali yang selama ini bodoh,,,!gua mah akhir-akhir ini doang di bodoin sama tuh brain."
"Emang kadal beranak tuh si brain,,,kita grebek aja sekarang gimana?"
"Jangan gegabah nyet,,,!kita kumpulin bukti-bukti yang akurat dulu."
__ADS_1
"Kampret banget sih si brain,,,!dia enak-enakan sama tasya.Nah kita berdua kayak maling gini Ben.Kayaknya benar deh mereka sudah kawin."
"Hust,,,!nikah bodoh,,,bukan kawin."
"Noh coba lihat di KTP emak sama bapak lo,,,tulisanya setatus Kawin bukan nikah,tolol."
"Serah lo dude."ucap Benny yang masih fokus pada tasya dan Brain.
"Udah ah gua gak sabaran,,,samperin aja langsung.Pinggang gua berasa di perut kalau jongkok dan sembunyi kayak gini terus.
"Woy Braaaaain"
Boy meneriaki nama brain membuat brain dan tasya langsung menoleh kebelakang.
"Hah,,,ngapain duo monyet di sini."bisik brain pada tasya,,,yang di tanya hanya menggeleng karena sama-sama tidak mengerti.
"Jelasin pada kita,,,ini apa maksudnya?kalian berdua ada hubungan kan?"
Boy menatap Brain dan Tasya secara bergantian sambil menyipitkan matanya karena curiga.
"Lalu apa ini?dan anak siapa lagi ini?jangan bilang anaknya sepupu lo juga."
"Tanya tuh pada tasya,,,dia dapat anak ini dari mana?"
Boy dan Benny menatap tasya penuh tanya.Membuat tasya semakin gugup tapi mencoba tetap bersikap seperti biasa.
"Hai Boy,,,hai Benny."sapa tasya basa basi
"To the poin aja sya,,,!tuh anak siapa lagi?"tanya boy yang gak sabaran.
"Oh ,,,jerry perkenalkan ini kak Boy dan ini kak Benny.Aku gak tau dia anak siapa,,,kemarin aku nemuin dia di taman.Ini kita mau meriksain dia ke dokter.Lain kali aja ya introgasinya,,,yuk brain kita ke rumah sakit sekarang."
Tasya mengambil alih baby cessa untuk ia gendong,,,sedangkan Brain menggendong jerry.Tasya segera menarik tangan brain menuju tempat parkir mobilnya.Tasya tidak ingin terlalu lama dan di introgasi berkepanjangan oleh sahabat suaminya.
"Woy,,,kita ikut."teriak Boy dan Benny menyusul Brain dan Tasya.
"Gak boleh,,,!ini sangat urgent,,,kalian malah bikin kacau entar."timpat brain segera menutup mobilnya dan menjalankanya.
__ADS_1
Mereka bernafas lega setelah terlepas dari dua temanya yang sangat menyebalkan.Dengan kecepatan sedang tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat brain melajukan mobilnya.
Hingga tak terasa kurang lebih lima belas menitan mereka telah sampai di rumah sakit.Brain dan tasya mencari pediatrician atau dokter specialis anak untuk memeriksakan kondisi jerry saat ini.
"Permisi sus,,,tempat Ahli saraf anak merawat dan menangani gangguan saraf pada anak-anak di mana ya?"tanya tasya cekatan
"Maaf apa sebelumnya anda sudah buat janji?"
"Belum sus,,,!kami langsung dari rumah ke mari."
"Baiklah kalau begitu silahkan mengisi identitas pribadi sebagai data awal dalam pembuatan rekam medis pasien."
_______________
Tasya merasa sedih dengan keadaan Jerry saat ini.Setelah memeriksakan kondisi jerry di dokter specialis anak.Ternyata bocah usia lima tahun ini pernah mengalami benturan di kepalanya sehingga membuat ia lupa ingatan.
Tasya yang pada dasarnya sangat peka'an terhadap anak-anak terus murung memikirkan kondisi jerry.
"Sya,,,lo gak usah terlalu memikirkan jerry,,,kita cari sama-sama siapa orang tua jerry."
"Aku gak tega brain,,,!anak sekecil itu harus mengalami hal semacam ini."
"Sudah tenangkan diri lo,,,bagaimana besok jadi ke panti asuhan kan?kita ajak jerry dan cessa agar mereka bisa bermain dengan anak-anak panti lainya.Tapi lo jangan sedih lagi,,,kasian anak-anak liat lo sedih.
Tasya menganggukan kepalanya membenarkan ucapan brain.Tanpa sadar tasya bersandar di bahu brain membuat lelaki itu tersenyum dan mengelus rambut panjang nan lembut milik tasya.
"Rambut lo lembut dan wangi,sya."
Ucapan brain barusan menyadarkan tasya bahwa saat ini ia sedang bersandar di bahu brain.Tasya segera duduk tegap kembali dalam keadaan canggung.
"Hei ngapain lo kayak gitu,,,bahu gua nganggur kok.Kalau lo ingin bersandar lagi sialahkan,,,gua gak keberatan.Asal lo jangan murung lagi,,,gua bingung harus gimana nngadepin cewek kalau murung.
Tasya tersenyum malu-malu dan menyandarkan kepalanya lagi di bahu brain.Gimana perasaanya saat ini?tentu saja dia merasa senang dan sangat nyaman.Ini kali pertama tasya bersandar di bahu cowok yang ia cintai.
Tasya tak akan menyia-nyiakan moment seperti ini.Berharap hari-hari esok brain masih mau meminjamkan bahunya untuk ia bersandar.Bahkan kalau boleh meminta ia ingin selamanya bisa seperti ini dengan suaminya.
Sedangkan brain saat ini mersakan getaran di dadanya.Entah apa itu diapun tak tahu karena rasanya sama seperti saat ia berada di sisi almarhumah mona.Rasa nyaman yang lama tak ia rasakan kini ia rasakan lagi pada diri tasya.
__ADS_1