
Semua mata sahabatnya melirik ke arah Boy dan Debby.Mereka tidak habis fikir,di saat Debby mulai tertarik dengan Boy.Tetapi malah Boy yang terlihat dingin dan cuek.Daripada saling diam,akhirnya Benny yang membuka suara.
"Ehemm,Baytheway kalian semua setelah kelulusan,mau lanjut kuliah ke mana?"
"Gua mau ke akademi militer."Timpal Boy,membuat semua menatap Boy."
"Serius lo?terus kalau lo,Brain?"
"Gua mau lanjut pendidikan supaya jadi master chef di Culinary arts academy,swiss."
"What?jadi lo mau ninggalin kita semua?"
"Gak usah lebay nyet,gua juga bakal kembali."
Saking asiknya,tiga cowok itu tidak menyadari tatapan dari Tasya dan Debby.Tasya yang merasa kaget dengan ucapan suaminya barusan.Karena sebelumnya,Brain tidak mengatakan rencananya padanya.Benny yang menyadari tatapan aneh dari dua cewek itu,segera memberi kode pada Brain dan Boy.Brain segera menoleh memperhatikan wajah sedih istrinya.
"Sayang,kamu kenapa sedih,hah?"Tanya Brain,menatap dalam mamik mata Tasya yang telah berkaca-kaca.''
"Kenapa kamu gak bilang sama aku,jadi kamu bakalan ninggalin aku?"
"Hey,cup-cup!Jangan nangis ya,maafkan aku,aku salah.Kamu takut aku tinggal ya?jangan takut,aku tidak akan pergi."
"Jangan!Itu adalah impian kamu kak."
"Kenapa kalian tidak pergi bersama saja?siapa tahu kalian jadi couple chef."Timpal Benny
"Gak Ben,aku akan setia menunggunya kembali.Aku akan kuliah di sini saja,ada seseorang yang harus ku jaga."
Ucapa Tasya barusan hanya di fahami oleh Brain dan Benny.Secara tidak langsung Tasya berkata,ada anak yang harus ia jaga.Brain terharu dengan ucapan istrinya.Sebegitu sayangnya Tasya dengan anak yang bukan anak kandungnya.Di rengkuhnya tubuh Tasya,membawanya di Brain.
"Terimakasih sayang,aku berjanji akan secepatnya pulang.Kita akan membuat pesta besar-besaran pernikahan kita.Agar semua orang tahu,kamu dan aku saling memiliki."Bisik Brain di telinga istrinya
Tasya memeluk erat tubuh Suaminya,tubuh yang pasti akan sangat ia rindukan.Padahal ini masih rencana,merekapun belum lulus SMA.
"Udah jangan berpelukan melulu,kalian gak merasa ada aroma joblo terbakar?"celetuk Benny
__ADS_1
Tasya segera melepas pelukanya dan menghapus segera air matanya.Sedangkan Boy dan Debby sedari tadi hanya diam.Mereka sedang berada di dalam fikiran masing-masing.
"Woy kutil sapi,sakit gigi,lo?"
"Apa'an sih,Ben."
"Serius lo mau masuk ke dunia militer?entar lo ikutan perang dong.Terus kalau lo mati,gua sama siapa dong?"
"Pletak."
"Sialan lo,belum apa-apa sudah berharap gua mati.Dasar sahabat gak punya adab,gua tendang sampai monas,mau."
"Sabar Boy,tapi gua demen lo balik ceriwis kayak gini.Tapi gua juga ragu jika lo ikut akademi militer."
"Bacot lo,memangnya lo sendiri mau ngapain setelah lulus?"tanya Boy
"Gua kuliah di sini lah,sekalian gantikan peran bokap gua jadi Ceo di perusaha'anya."Ucapnya sombong
"Buset,serius lo mau jadi seorang Ceo?bakalan mirif kayak di novel-novel dong?judulnya "Ceo Jomblo Yang Tidak Pernah Jatuh Cinta",iya kan?"
"Gua ke kelas duluan ya,sya."Ucap Debby pergi begitu saja.Entah kenapa ada rasa tidak rela saat Boy mengucapkan niatanya.Dia sendiri bingung dengan hati dan fikiranya.Daripada hanya diam saja memikirkan semua yang tiba-tiba masuk di fikiranya.Akhirnya Debbypun memilih masuk ke dalam kelas.Tasya yang menangkap glagat aneh pada sahabatnyapun segera menyusul.Kini di kantin hanya tersisa threeo B yang masih diskusi soal masa depan mereka.Sampai-sampai mereka bertiga tidak mendengar bell masuk kelas telah berbunyi.
"Hey kalian bertiga,apa kalian tidak dengar bell masuk?"teriak pak Beno guru tergalak
"Eh bapak,kami juga rencana mau masuk ke kelas pak.Kami juga sedang ngobrolin soal kuliah setelah lulus."Sahut Boy
"Nah bagus,itu baru murid yang patut di contoh.Kalau begitu lanjutkan obrolan kalian."
"Serius pak?jadi kita tidak perlu masuk ke kelas."Timpal Benny
"Maksudnya,lanjutkan ngobrolnya setelah pulang sekolah.Cepat kalian masuk,atau mau saya hukum keliling lapangan."Mereka bertiga segera berlari setelah mendapat ancaman dari gurunya yang super galak.
Sedangkan di kelas lain Debby sembunyi-sembunyi berbalas chat dengan Reno.Tasya yang melihat perubahan sahabatnya menjadi kesal.Biasanya Debby rajin mendengarkan gurunya saat pelajaran berlangsung.Bagi Tasya,Reno membawa pengaruh tidak baik bagi sahabatnya.
Tasya sengaja mengintip chatingan Debby dengan pacarnya.Matanya langsung membola kala di lihatnya dengan jelas isi chatingan mereka.
__ADS_1
Reno:Nanti malam temui aku di kost
Filling Tasya ada yang tidak beres dengan Reno.Tasya segera memberi kabar kepada Brain.Brain yang baru saja membuka handphonenyapun langsung berteriak.
"Gilaaaaaaa."
Semua teman-temanya langsung menoleh ke sumber suara.Brain langsung duduk kembali sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Pak Beno langsung mendatangi Brain,membuat Brain langsung salah tingkah.
"Kamu ngatain saya gila?"tanya pak Beno
"Bukan pak!Saya hanya teringat tadi pagi melihat orang gila di depan gerbang sekolah."
"Jadi kamu tidak fokus dengan pelajaran yang saya terangkan tadi?jangan mentang-mentang kamu anak pemilik sekolah,Brain.Bapak tetap akan memberi hukuman pada kamu."
"Berdiri di depan,cepat."Perintah pak Beno
"Sial,mimpi apa gua semalam."Gerutu Brain melangkahkan kakinya lalu berdiri di depan papan tulis.Boy dan Benny menahan tawa,sesekali Benny mencuri-curi untuk mrngambil photo Brain.Pasti sangat keren,jika idola sekolah di hukum berdiri.Apa lagi dalam posisi menjewer telinganya dan kaki kanan di angkat satu ke atas.Melihat kelakuan Benny,Brainpun melotot sambil mulutnya komat kamit.
"Awas lo Ben,gua sentil ginjal lo,entar."
Benny pura-pura tidak melihat Brain,membuat Brain bertambah kesal.Brain berdiri sampai pelajaran pak Beno selesai.Karena kakinya dan tanganya yang pegal-pegal.Membuat Brain misuh-misuh tidak jelas,bahkan menyuruh Benny memanggilkan Tasya untuknya.
"Lo tadi ngapain sih bos?Siapa yang lo maksud gila?"Tanya Boy
"Cewek yang lo taksir,noh."Sahut Brain dengan wajah sewot.
Boy menaikan alisnya,berfikir maksud perkata'an sahabatnya.Setelah faham yang di maksud Brain,Boypun acuh tidak lagi bertanya kepada Brain.
"Nanti malam,lo harus datang di kostnya si Reno."
"Ngapain gua harus datang?kurang kerja'an."Timpal Boy
"Si Reno nyuruh Debby datang ke kostnya,lo tahu maksud gua,kan?"
"Brakkkk."Suara meja yang di gebrak Boy,membuat murid lain yang masih di kelas di buatnya kaget.
__ADS_1
Boy langsung menyambar tasnya hendak menemui Reno.Selama ini dia sudah diam,dia tidak bisa diam lagi jika Reno memperlakukan Debby kelewat batas.Brain langsung mencekal tangan Boy,bersama'an dengan Benny yang baru masuk kelas bersama Tasya.