
Kini mereka berlima sudah berada di kantin.Brain duduk mepetin istrinya,sedangkan Benny duduk di samping Boy.Melihat Debby yang duduk sendirian,Bennypun mendorong Boy untuk lebih dekat duduk di samping Debby.Ellen yang masih terpesona dengan Benny,melangkah ikut bergabung dengan mereka.Niat hati ingin mendekati Benny,malah Debby yang berdiri hendak pergi.Debby mengira,Ellen ingin berdekatan dengan Boy.Boy segera mencekal pergelangan tangan Debby,menyuruhnya duduk kembali.
Ellen mencuri pandang pada wajah Benny yang terlihat cuek.Boy menangkap ketidak beresan pada sepupunya dan sahabatnya.Sedangkan Debby berfikiran lain ketika melihat Boy sedang memperhatikan Elen.Sampai saat ini,Debby masih mengira,Ellen adalah pacarnya Boy.
"Sepertinya si Ellen naksir sama,lo."Bisik Boy membuat Benny langsung melirik Ellen singkat.Namun memang dasanya Benny cuek,tidak menanggapi ucapan Boy.
"Lo mau makan apa?biar gua pesanin."Tanya Boy,membuat Debby tersadar dari lamunanya.Dia sedang memikirkan antara Boy dan Ellen.Jika mereka pacaran,tetapi kenapa terlihat biasa saja sikapnya.Malahan,Ellen mencuri pandang ke arah Benny.
"Sama'in saja,Boy."Jawab Debby
Boy menarik kerah seragam Benny dan Brain,mengajaknya untuk memesan makanan untuk mereka semua.Kini tersisa Tasya,Debby dan juga Ellen.Debby masih memperhatikan Ellen,yang di perhatikan menoleh balik menatap Debby.Merasa ada sesuatu yang mengganjal,Ellenpun langsung bertanya kepada Debby.
"Kak Deb,kenapa ngeliatin aku terus?apakah ada yang salah dengan penampilanku?"tanya Ellen
"Eh,gak kok!Aku perhatikan,kamu cantik bangel,El."Ucap Debby asal,sedangkan Tasya yang faham,hanya diam saja.
"Eh kak,kak Benny orangnya emang cuek gitu ya?"Tanya Ellen sambil melihat-lihat jika yang dia bahas tiba-tiba datang.
"Kenapa,kamu suka sama dia,ya?"tanya Tasya,Ellen hanya tersenyum malu-malu.
"Makanan tiba,tuan putri."Ucap Brain yang baru datang membawa banyak makanan,di ikuti Boy dan Benny di belakangnya.Tasya tersenyum menyambut makananya yang di bawa suaminya.
"Eh,minggu besok ke pantai,yuk."Ucap Benny,membuat mereka semua menatapnya termasuk Ellen.
"Ayo,siapa takut!Asal harus bawa pasangan masing-masing."Tawar Brain,membuat Benny yang tidak punya pasangan mendengus kesal.
"Kita berdua sama nyet,biarin Brain dan Tasya pacaran.Kita jomblo mah harus sadar diri,kata orang jawa harus legowo."Ucap Boy
"Siapa bilang lo sama gua,lo sama si Debby sono.Gua gak masalah sendiri,lagian gua sudah terbiasa."
"Kak Benny,bagaimana kalau kakak sama aku saja.Aku juga pengen ikut kalian,kebetulan aku tidak ada pasangan."
__ADS_1
Benny langsung menganga mendengar tawaran Ellen.Debbypun tak kalah kaget,pasalnya ia mengira Ellen adalah pasanganya Boy.
"Lhoh,bukanya kamu sama Boy,,,
"Kak Boy sama kamu kak Deb."Jawab Ellen semakin membuat Debby bingung.Debby terus memastikan,karena jawaban Ellen masih membuatnya penasaran.Sebenarnya Ellen siapanya Boy,dan apa hubungan Boy dan Ellen.
"Bukanya kamu pacarnya,Boy?"Tanya Debby memastikan
"What?ya ampun kak Debby,kak Boy itu sepupunya aku.Tunggu,,,tunggu,jadi kak Debby mengira aku pacarnya kak Boy?"
Debby merasa malu karena pertanya'an bodohnya.Dia merutuki dirinya sendiri,saat semua temanya berfokus memperhatikanya.Debby menundukan wajahnya saat Boy juga memandangnya.Entah apa yang Boy fikirkan tentangnya.Yang jelas,saat ini Debby hanya ingin pergi dan bersembunyi di manapun itu.
"Lo tuh mikir aneh-aneh banget sih Deb,mana mungkin si kutil kerbau bisa move on sebegitu cepatnya dari,lo.Lo lihat saat inipun dia masih gagal move on dari,lo."Sahut Benny,segera mendapatkan tendangan di kakinya dari Boy.Boy langsung berdiri,karena posisinya akan terdesak jika dia tetap bersama teman-temanya.Brain segera melarang Boy,dan menyuruhnya duduk kembali ke tempatnya.
"Lo jangan seperti anak kecil Boy,kalau masih suka,bilang aja."Ucap Brain,membuat Boy memalingkan muka,enggan menatap Debby.Sedangkan Debby sudah tersudut di antara teman-temanya.
"Apa yang musti gua bilang?jawabanya pasti sama saja.Lagian,gua bukan tipe dia,gua tidak akan bilang untuk ke tiga kalinya."Ucap Boy,membuat Debby segera memandangnya.Debby merasa bersalah,dan merutuki dirinya yang selalu menolak Boy.Kini,saat dia menginginkan Boy,Boy malah ingin melupakanya.
"Deb,lo jangan diam aja!Sebenarnya,lo suka atau tidak sama,dia?"Kali ini adalah Tasya yang bertanya kepada sahabatnya.
"Maaf Boy,jika tempo hari aku melukai perasa'anmu.Mungking kesempatan itu sudah hilang,dan aku merasa tidak pantas mengucapkanya.Tetapi,aku telat menyadari jika aku juga suka sama kamu."Ucap Debby,seketika Boy langsung menatap Debby tak berkedip.
Sedangkan teman-temanya dan seluruh penghuni kantin,mendukung mereka untuk jadian.Boy dan Debby saling tatap,tanpa bicara sepatah katapun.Itu karena Boy masih belum sepenuhnya mencerna ucapan Debby barusan.
"Woy,kuping lo budek?Debby bilang suka sama elo.Kok,lo malah diam saja,cepetan tembang,geblek."Teriak Benny yang sudah geram karena sahabatnya yang lelet bertindak.
"Tembak."
"Tembak."
"Tembak."
__ADS_1
Semua berteriak menyemangati Boy,untuk mengungkapkan perasaanya kembali kepada Debby.Tetapi yang di semangati malah mendadak di serang kegugupan.Sehingga sebotol air mineral di depanya,kandas ia teguk habis saking gugupnya.
Debby merasa jengkel,melihat Boy hanya diam saja.Akhirnya Debbylah yang menembak,Boy duluan.
"Boy,lo mau jadi pacar aku?"
Semua orang meneriaki Boy payah,karena di tembak Debby duluan.Tidak terima dikatakan payah,Boypun angkat bicara.
"Yang seharusnya nembak duluan itu gua,Debby."
"Habisnya,lo diam terus dari tadi."
"Gua masih kaget,dan masih ngumpulin kata buat nembak,elo."
"Ya kan,sudah gua tembak."
"Gak bisa,tarik kata-kata lo tadi,seharusnya gua yang nembak,elo."
Boy menarik nafas dalam-dalam,kemudian menghembuskanya pelan.Di raihnya kedua tangan Debby.Hal itu membuat jantung Debby,tidak baik-baik saja.Mereka saling menatap,bahkan semua orang mengabadikan moment romantis itu,dalam sebuah rekaman vidio.
"Maaf jika gua bukan cowok idaman bagi,elo.Tapi gua benar-benar tulus mencintai elo,dari dulu sampai sekarang.Rasa itu tetap utuh hanya untuk,elo.Maukah kali ini,elo terima perasaan gua?maukah kamu jadi pacar gua?"
"Bagaimana jika elo gua,jadi kamu dan aku saja?"pinta Debby
"Aku bersedia jadi pacar kamu,Boy."
Boy langsung menarik tubuh Debby kedalam pelukanya.Meskipun rasanya seperti mimpi,sungguh Boy sangat bahagia hari ini.Kali ini cintanya terbalaskan padan gadis yang selama ini ia cintai.
"Kiss jadianya,mana?"tanya Brain,langsung di lempar pakai kacang atom,oleh Boy."
"Sekolahan woy,ya kali gua harus ciuman di sekolahan."Protes Boy yang masih setia memeluk Debby.Bahkan dia tidak ingin melepaskan pelukan mereka.
__ADS_1
"Kampret,jadi hanya gua yang jomblo,sekarang?"tanya Benny
"Makanya,lo coba jatuh cinta sama cewek.Siapa suruh,elo gak mau pacaran.Kalau jomblo sendiri,rasa'in aja,pilihan-pilihan lo."Sahut Brain,sedangkan Ellen berharap bisa mendapatkan hati Benny.Pastinya,dengan meminta bantuan Boy,sepupunya.