Secret Married With My Ex Boyfriend

Secret Married With My Ex Boyfriend
ke cafe brain


__ADS_3

Sekitar dua puluh menit setelah pulang dari sekolah.Kini Brain dan tasya sudah tiba di salah satu Mall terbesar di jakarta.Sebelumnya mereka sudah mengganti seragamnya dengan pakaian jalan.Sambil berpegangan tangan Brain mengikuti langkah istrinya.


Kemanapun Tasya berbelok,brain senantiasa menemaninya.Seperti saat ini tasya mengajaknya ke sebuah toko pakaian wanita.Para pegawai bukanya melayani pembelinya malah berfokus dengan ketampanan Brain.


Tasya mendengus sebal karena di mana-mana selalu saja ada yang menatap genit pada suaminya.Tasya langsung merangkul tangan brain,menunjukan kepada mereka semua bahwa cowok ini adalah miliknya.Brain mengulum senyum melihat wajah istrinya yang nampak cemburu.


"Sayang,apakah aku cocok memakai gaun ini?coba kamu pilihkan untuku."ucap tasya bersikap manja menbuat brain heran.Pasalnya istrinya tidak pernah bersikap semanja ini.


"Sayaaaaang,cepat pilihin."Lagi-lagi tasya bersikap manja.


"Kulitmu putih halus,memakai warna apapun tetap akan cantik,sayang."Sahut brain lembut membuat tasya bersorak senang dalam hati.


Tasya melirik para gadis yang mencuri pandang pada suaminya.Dan ternyata para gadis itu adalah para fans brain sekaligus langganan di cafe brain.


"Eh bukanya kak brain ya?teman-teman sini,,,lihat ada kak brain di sini."


"Ya ampun kak,minta foto bareng dong kak."


Para gadis itu berteriak hiateris meminta foto pada brain.Seolah brain adalah actor terkenal yang di gandrungi para gadis.Teriakan mereka membuat orang-orang yang berlalulalang berhenti karena penasara.Di kira mereka ada diskon,nyatanya cowok tampan yang jadi rebutan cewe.


Tasya bertambah kesal karena suaminya hanya diam saja di tarik-tarik cewek lain.Saking kesalnya Tasya ikut-ikutan menarik suaminya.Karena tarikan para fans brain sangat kuat membuat Tasya terjengkang ke lantai karena ada yang mendorong.


"Sya,"Brain respek langsung menghampiri istrinya yang terjengkang di lantai.Brain langsung menggendong tasya karena tasya mengeluh sakit di pinggangnya.


Gadis-gadis yang menjadi fans brain menatap tidak suka pada tasya.Brain menggendong tasya keluar dari toko pakaian wanita.Mereka berdua menjadi pusat perhatian orang-orang di dalam mall.


"Turunin."rengek tasya karena malu


"Katanya pinggangmu sakit?"


"Tapi aku malu,"ucap tasya sambil menenggelamkan wajahnya di bahu brain.Brain tetap tidak mau menurunkan istrinya.Malahan Brain sekarang membawa Tasya ke toko perhiasan.Semenjak menikah,Brain belum membelikan perhiasan kepada istrinya kecuali mas kawinya.


"Lhoh kok kesini?"tanya tasya heran saat brain menurunkanya di toko perhiasan.


"Pilih perhiasan yang kamu sukai,karena selama ini aku belum pernah membelikanmu perhiasan."


Tasya tersenyum riang,ia langsung melihat-lihat perhiasan yang sangat cantik di matanya.Para pegawai yang melihat mereka yang sangat serasi menjadi iri.

__ADS_1


"Mbak,keluarkan semua perhiasan model terbaru yang cocok untuk pacar saya."


Tasya hanya menganga menatap suaminya yang sok kayak sultan.Pandanganya berpindah pada para pegawai yang mengeluarkan perhiasan keluaran terbaru dengan semangat.


"Mas,jangan sok jadi sultan deh."


"Memang aku sultan,kan?"


"Sombongnya!"bagaimana jika aku memborong semua perhiasan ini?"ucap tasya menantang dan di jawab Brain enteng.


"Silahkan asala kamu suka dan senang."


"Ya ampun pacarnya so sweet banget mbak."ucap salah satu pegawai yang menyaksikan obrolan kedua pasutri itu.


"Oke!"mana atmnya,sayang?"


Tasya mengulurkan tanganya meminta kartu Atm brain.Brain hanya tersenyum sambil berkata "Bukankah sudah ku beri black cardnya ke kamu,sayang."


"Oh,jadi ini termasuk nafkah buat aku?"bisik tasya ke telinga suaminya.Brain hanya menggeleng sambil mengelus rambut tasya.Keromantisan mereka membuat menangis para jomblo yang menyaksikanya.


"Abis ini kita makan?"tanya brain


"Bolehkah aku makan di cafe atau restauranmu?kamu belum pernah sekalipun mengajaku ke sana."


Brain mengangguk mengiyakan permintaan tasya.Sehabis dari Mall dan puas berbelanja kebutuhan mereka.Brain langsung mengajak tasya ke salah satu cabang cafenya yang dekat dari Mall.


Sesampainya mereka berdua di depan cafe yang saat ini sedang padat pengunjung.Brain dan tasya yang sengaja memakai topi hitam dan masker hitam langsung nyelonong masuk ke dalam ruangan brain.


Untung saja para fans brain tidak mengenali mereka berdua.Cukup para pegawai brain saja yang sudah hafal dengan penyamaran bos mereka.Hanya saja mereka heran saat ada cewek yang mengikuti bosnya dari belakang.Karena saking keponya mereka mencari alasan untuk berpura-pura menemui bosnya.


"Selamat siang bos,mau minum apa bos dan teman bos?"tanya diko pegawai cowok yang cukup lama bekerja di situ.


"Sya,kamu mau minum apa?"


"Apa aja asal bikinan kamu,mas."jawab tasya sambil membuka topi dan maskernya.Para pegawai lain yang mengintim merekapun di buat kagum dengan kecantikan teman bosnya.


"Ehmmm,ceweknya ya bos?"tanya diko sambil mecuri pandang ke arah tasya.

__ADS_1


"Iya."jawab brain singkat


"Wah sangat cantik dan serasi dengan bos yang cakep."


"Digo."panggil brain dengan suara datar membuat digo takut.Dia kira bosnya marah karena ia mencuri pandang pada kekasihnya.


"Ya,bos."


"Gaji kamu ku tambah."ucap brain membuat digo kaget kemudian bersorak gembira.Digo sempat tidak percaya dengan ucapan brain.Ia merasa tindakanya memuji bosnya itu benar.Cukup dengan pujian mampu menambah gajinya.


Digo langsung berterimakasih kemudian ia kembali kepada segerombolan pegawai lainya.Digo dengan percaya diri memamerkan kenaikan gajinya.Para pegawai lainya menyesal karena lebih keduluan digo.


"Mas,kasian yang lain tidak kamu naikan juga gajinya."Ucap tasya


Mendengar para pegawainya yang mengeluh brainpun menghampiri mereka.Seketika mereka terdiam bersama'an melihat bosnya ada di antara mereka.


"Karena permintaan pacarku,gaji kalian ku naikan semua."


Mereka bersorak gembira bersama lalu bermodus ingin melihat pacar bosnya secara dekat dengan mengucapkan terimakasih.Setelah melihat tasya,mereka makin terpesona karena di lihat dari dekat,pacar bosnya lebih terlihat sangat cantik.


"Sudah cantik,baik lagi."


Tasya hanya tersenyum mendengar pujian dari mereka.Tasya mengikuti arah langkah suaminya yang hendak membuatkan makanan dan minuman untuknya.Di mata tasya brain bertambah kadar ketampananya setelah mengenakan apron.


"Kamu tahu sayang,kamu makin tampan sepuluh kali lipat saat memakai apron."puji tasya mendapat ciuman di pipinya dari brain.


"Ya elah bos,kasihan mata kami yang melihat keromantisan kalian."


"Iya nih,kasihan yang jomblo tahunan,bos.


Brain tertawa mendengar rengekan para pegawainya.Bukanya berhenti,mereka malah mengumbar kemesra'an di depan para pegawainya.


"Tuh tinggal pilih di depan banyak para pelanggan yang cakep-cakep."ucap brain mendapat cubitan dari tasya.


"Oh,jadi mereka cakep?"


"Gak kok sayang,kamu lebih segalanya dari mereka."gombal brain kepada istrinya yang mulai merajuk.

__ADS_1


__ADS_2