Serpihan Hati Yang Disia-siakan

Serpihan Hati Yang Disia-siakan
Bab 23


__ADS_3

Nadira masih menahan dirinya yang sudah merasa jijik terhadap layar ponsel milik suaminya. Dia ingin mengetahui lebih dalam apa-apa saja yang ada di sana. Meskipun Nadira sadar kalau hal itu akan membuat hatinya semakin sakit, tapi dia tetap ingin mengetahui apa yang sudah Danu lakukan terhadapnya selama ini.


Aplikasi pertama yang Nadira tuju adalah galeri. Dia ingin mengetahui foto siapa saja yang ada di sana. Nadira juga yakin kalau di sana tidak ada fotonya ataupun Tiara karena selama ini meskipun Danu pernah mendekati putri mereka, tetapi pria itu sepertinya tidak pernah terlihat memotret satupun gambar tentang Tiara. Tangan wanita itu bergetar saat deretan foto wanita cantik terpampang begitu ia membuka aplikasi galeri tersebut.


"J–jadi benar Mas Danu berselingkuh dengan adik sepupunya sendiri? Bia*ab! Apa tidak ada wanita lain selain dia yang bisa didekatinya untuk menyakitiku? Keterlaluan sekali!" geram Nadira dengan mata yang menyorot tajam. Seandainya dia mempunyai kekuatan magis, mungkin ponsel itu sudah meledak di tangan akibat tatapan mautnya.


Nadira memilih untuk keluar dari aplikasi galeri itu karena di sana hanya ada foto selingkuhan suaminya dan beberapa foto menjijikkan yang diperlihatkan oleh keduanya. Bukan sakit hati lagi yang Nadira rasakan, melainkan rasa jijik dan juga benci. Wanita itu langsung mengingat-ingat kapan terakhir kali dirinya menghabiskan waktu bersama Danu. Namun, setelah mengingat semuanya, Nadira bersyukur karena hal itu sudah tidak pernah mereka lakukan selama berbulan-bulan.


Untung saja aku dan dia sudah tidak pernah tidur bersama lagi, kalau sampai aku memaksakan diri untuk terus melaksanakan kewajibanku, mungkin aku akan merasa jijik pada diriku sendiri setelah mengetahui semua ini, batin Nadira.


Kini tujuan kedua wanita itu adalah aplikasi hijau yang biasa dipakai orang-orang untuk mengirim, pesan, panggilan telepon, ataupun melakukan panggilan video. Meskipun Nadira tidak pernah sekalipun menjalankan smartphone itu, tetapi instingnya cukup kuat untuk memainkan ponsel milik suaminya.


Awalnya tidak ada yang aneh di aplikasi itu karena banyak pesan yang masuk ke sana, hingga tangannya bergulir ke bawah dan menemukan sebuah nama kontak bertuliskan 'My Love'. Nadira langsung tertarik untuk membuka dan membacanya. Berbagai pesan singkat serta rayuan gombal yang dikirimkan oleh Danu terhadap wanita itu membuat Nadira kembali merasa jijik dan geli.


Bagaimana tidak, rupanya mereka membicarakan hal vulgar tanpa menyaring kata-katanya. Begitu pula dengan sang wanita yang tampak biasa saja saat menanggapi pesan dari Danu.


Ya Tuhan ... ternyata mereka berdua sama saja. Ya, mereka memiliki kesamaan yang sangat mirip sekali. Pantas saja mereka tampak cocok, gumam wanita itu.


Sekarang Nadira sudah membulatkan tekadnya untuk berpisah dengan Danu. Dia tidak ingin lagi merajut benang kasih bersama pria itu. Apalagi mahligai rumah tangganya juga sudah tak bisa mereka bangun.


Sepertinya permintaan Ibu kemarin sore karena hal ini. Ya, sepertinya dia sudah mengetahui kalau putranya lah yang bersalah. Kalau memang seperti itu, aku akan mengabulkan keinginan mereka dan setelahnya mari kita lihat kehidupan masing-masing. Aku ingin melihat bagaimana kehidupan kalian selanjutnya tanpaku! ucap Nadira sambil menggenggam erat ponsel itu.


Ponsel itu sudah termasuk menjadi milik Nadira karena dibeli dengan menggunakan mas kawin yang diberikan oleh Danu saat menikahinya. Dia akan mengambil ponsel itu dan menjadikannya sebagai bukti pengajuan perceraian. Nadira juga bertekad akan pergi dari rumah kontrakannya yang ada dekat sang mertua. Tidak mungkin untuknya tetap berada di sana karena dia juga tidak ingin diolok-olok oleh ibu mertua dan tetangga yang mendukung Danu.

__ADS_1


Nadira segera mengeluarkan akun Google milik suaminya dari smartphone itu agar tidak bisa dilacak oleh siapapun. Setelahnya ia pun menonaktifkan ponsel itu dan menyembunyikannya di suatu tempat agar Danu tidak menemukannya.


Selesai menyembunyikan ponsel milik Danu, Nadira segera kembali naik ke atas tempat tidur dan membaringkan dirinya di samping Tiara. Nadira harus bersiap untuk menyambut besok pagi yang mungkin akan lebih berat dari biasanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suara gedoran pintu yang memekakkan telinga memaksa Nadira untuk kembali membuka matanya. Teriakan Danu dari luar yang meminta dibukakan pintu membuat Nadira mau tidak mau harus menurutinya karena ini masih pukul 04.00 pagi, tidak mungkin Nadira membiarkannya seperti itu karena pasti akan membuat sebagian tetangga yang berada di dekat mereka merasa terganggu.


"Nadira, buka pintunya! Apa kamu sengaja tidak mau membukakan pintu ini untukku? Istri macam apa kamu!" teriak Danu tanpa menghentikan tangannya yang sedang menggedor pintu.


'Cklek'


Pintu terbuka dengan Nadira yang berpura-pura baru bangun tidur. Wanita itu menampakan wajah sayu serta matanya yang masih tertutup. Bahkan Nadira juga tidak segan-segan menguap lebar di depan Danu agar membuat pria itu ilfil padanya.


"Ada apa?" tanya wanita itu tanpa menggubris ucapan Danu. Bagi Nadira semua yang dikatakan Danu itu sudah tidak berarti. Dia tidak akan memberikan kesempatan lagi untuk pria itu bisa bersamanya.


"Mana ponselku?" tanya Danu sambil menengadahkan tangannya.


"Ponsel? Bukankah benda itu tidak pernah jauh-jauh dari tanganmu? Bahkan saat tidur ataupun ke kamar mandi pun kamu selalu membawanya. Kenapa sekarang kamu malah menanyakannya padaku?" sindir Nadira.


"A–aku–"


"Aku sama sekali tidak mengetahui di mana letak benda itu. Aku juga tidak pernah melihatnya sama sekali. Jadi, kamu pergi saja dari sini karena barang itu tidak ada di sini!" usir Nadira sebelum ia menutup pintu kontrakannya.

__ADS_1


Danu segera menghalangi pintunya yang hendak tertutup. "Tunggu, Nadira! Sikap apa itu yang kamu tunjukkan padaku, hah? Apa kamu lupa aku adalah kepala keluarganya di sini?"


"Maaf? Aku sudah tidak menganggapmu sebagai imamku. Silakan pergi dari sini dan jangan pernah mengganggu keluargaku lagi!" perintah Nadira dengan nada tegas sehingga membuat Danu terkesima sesaat. Di saat itu pula Nadira segera menutup pintunya dengan kasar.


"Si*l!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo man readers 👋👋👋 Mimin ada bawa rekomendasi novel lain untuk hari ini. Jangan lupa mampir ke sana, ya!


Berharap pada pernikahan dengan Derald seorang aktor muda yang terkenal atas dukungan moril darinya, membuat Aline di butakan cinta oleh pria tersebut.


Derald hanya memanfaatkan kebaikan Aline. Tak ada cinta tulus dari Derald untuk gadis berkacamata dengan jerawat di wajahnya itu.


Hatinya sudah di butakan oleh cinta. Aline tak bisa membedakan mana itu cinta sejati dan cinta palsu hingga perselingkuhan Derald dengan Chyntia yang sama-sama bekerja di dunia entertainment itu sudah menyadarkan Aline. Tersimpan rasa ingin mengalahkan mereka berdua.


Kehadiran pria berpenampilan preman bermata elang itu membawa perubahan untuk Aline. Gadis itu bermetamorfosa menjadi seorang artis yang cantik dan bisa mengalahkan ketenaran kedua orang yang menghina dirinya.


Kedekatan Aline dan Galen menumbuhkan perasaan di antara mereka.


Bagaimana kisah Aline selanjutnya setelah perubahan terjadi dalam dirinya?


Lalu siapa yang memenangkan cintanya?

__ADS_1



__ADS_2