
Siang ini Danu berencana untuk mencari keberadaan Nadira dan Tiara, dia yakin istrinya itu belum pergi jauh karena Nadira juga masih harus bekerja di pabrik. Sebelumnya Danu sudah mendatangi kediaman sang mertua, Ibu Amira. Akan tetapi, bukannya disambut, Danu justru dicecar oleh Faisal karena sudah membuat Nadira kabur dari rumah kontrakan mereka. Danu yang merasa malu pada Ibu Amira dan Faisal memilih untuk pergi begitu saja setelah mengetahui kalau istri serta putrinya tidak ada di sana.
Ke mana lagi aku harus mencari perempuan itu? Kenapa dia bersembunyi seperti ini? Kekanak-kanakan sekali! geram Danu sambil terus memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dia tidak peduli kalau saat ini dirinya sedang berada di jalan raya yang cukup padat dengan kendaraan lain.
Tadi pagi Danu sengaja mengantarkan Anita ke pabrik dengan harapan istrinya ada di sana. Akan tetapi sesampainya di pabrik, Danu sama sekali tidak menemukan istrinya itu.
Sebenarnya kemana lagi Nadira bisa pergi dariku? Seharusnya dia tidak mempunyai tempat yang bisa ditujunya selain rumah ku dan orang tuanya, tapi kenapa dia tidak ada di tempat itu? gumam Danu sambil terus mengira-ngira kemana Nadira pergi.
Danu ingi bertemu Nadira bukan untuk meminta maaf, melainkan untuk menyeret istrinya itu dan mungkin akan mengurungnya agar tak bisa kembali melakukan pemberontakan seperti ini. Nadira yang dulu selalu menuruti ucapannya, sudah berubah menjadi Nadira yang pembangkang, itulah yang dipikirkannya saat ini terhadap istrinya.
Cukup lama Danu berkeliling mencari keberadaan Nadira dan Tiara, tetapi meskipun dia sudah menghabiskan waktu sampai sore pun, istrinya itu belum ditemukan.
"Si*l. Kemana lagi aku harus mencari Nadira? Dasar wanita yang benar-benar menyusahkan! Lihat saja apa yang akan aku lakukan jika aku sampai menemukannya nanti," geram Danu sambil kembali melajukan kendaraannya menuju pabrik untuk menjemput Anita.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nadira sendiri sengaja menyewa rumah yang letaknya tak jauh dari kontrakan Anita karena Danu pasti tidak akan berpikiran untuk mencarinya di sekitaran sana. Namun, meskipun seperti itu, Nadira harus tetap berhati-hati karena Danu bisa saja menemukannya sewaktu-waktu.
Sore ini Nadira pulang dengan menggunakan masker, anggap saja ini sebagai penyamaran karena mungkin Danu tidak akan menyadari keberadaanya.
"Nad, kamu sungguh sudah pindah dari kontrakan lamamu?" tanya Emma saat mereka sedang jalan pulang bersama ribuan karyawan pabrik dari gedung yang lain.
__ADS_1
Hari ini di pabrik sedang tidak mengadakan lemburan, jadi karyawan semua gedung akan pulang bersama-sama dan tentu saja ini adalah kesempatan bagus untuk Nadira karena ia tak perlu merasa cemas Danu akan melihatnya.
"Iya, Em. Aku pindah kontrakan dekat sini." Nadira membenarkan pertanyaan Emma.
"Sungguh? Kamu benar-benar nekad, Nad. Bukankan mungkin saja kamu akan melihat suamimu di sekitaran sini?" tanya Emma lagi yang merasa kalau nyali Nadira terlalu besar.
"Kalau aku yang melihat, sungguh tidak apa-apa. Tapi kalau mereka ... aku harap tidak akan pernah menemuiku," jawab Nadira. Dia pun turut berdoa agar Danu dan Anita tidak pernah menemukannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seminggu telah berlalu. Danu sudah benar-benar frustasi karena dia masih tidak bisa menemukan keberadaan istri serta putrinya. Bahkan, dia ingin mengojek karena ponselnya hilang dan Danu juga tidak mau kalau hanya berdiam diri di pangkalan. Belum lagi Ibu Susan yang terus-menerus menekan meminta uang padanya dengan dalih untuk makan, padahal di rumah itu ada Erhan yang hanya berdiam diri.
Seperti pagi ini. Danu memilih pulang ke kontrakannya setelah tiga hari lalu dia meminta kunci rumah kontrakan lain pada Bu Midah selaku pemilik rumah. Awalnya Bu Midah menolak memberikan kunci itu karena Nadira berpesan untuk tidak menyerahkannya pada Danu, tapi setelah pria itu memohon dan berjanji akan segera membawa Nadira pulang, barulah dia memberikannya.
"Mau pulang ke kontrakan, Mas," sahut Danu tanpa melirik suami kakaknya itu.
"Tunggu dulu, Dan!" Erhan menghentikan langkah adik iparnya. "Aku minta uang untuk jajan Vino. Kasian dia dari kemarin mau jajan martabak yang di depan gang, masih belum kesampaian sampai sekarang!" ucapnya sambil menodongkan tangan.
Danu melirik wajah kakak iparnya sesaat, sebelum kembali menjawab, "Tidak ada. Aku tidak punya uang!"
"Oh, ayolah, Dan .... Apa kamu tega melihat keponakanmu sendiri tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkannya?" tanya Erhan yang seakan tidak percaya kalau Danu tidak mempunyai uang.
__ADS_1
Mendengar kakak iparnya berkata demikian, Danu langsung melayangkan tatapan tajam padanya. Kilatan amarah itu kembali terlihat di matanya.
"Mas, bukankah Vino adalah putramu?"
Erhan menganggukan kepalanya. "Iya. Tentu saja dia adalah putraku satu-satunya," jawab pria itu.
"Lalu, kenapa aku yang harus memikirkan uang jajannya? Bukankah kamu ayahnya yang sudah selayaknya memberi apa yang diinginkannya? Kenapa harus aku?"
"Tentu saja karena kamu adalah pamannya. Dan lagi pula ... kamu orang yang berpenghasilan, tidak sepertiku yang hanya menganggur diam di rumah," jawab Erhan tanpa rasa malu.
"Sepertinya aku harus lebih tegas lagi terhadapmu, Mas," ucap Danu tanpa menurunkan tatapan matanya dari Erhan.
"Apa maksudmu, Danu?" tanya Erhan yang masih belum menyadari kondisinya sekarang.
"Maksudnya adalah ... Mas pergi dari rumah Ibu sekarang juga, bahwa Kak Nia dan Vino sekalian. Aku sudah tidak mau lagi mengetahui apapun tentang keluargamu!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rekomendasi novel hari ini, Man teman! Jangan lupa mampir dan kasih like, ya! Novelnya juga seru lho 👍🏻👍🏻
Kanaya Khairunnisa terjebak dalam sebuah pernikahan yang tidak bisa ditolaknya dengan abang dari tunangannya sendiri, Kei Hasan. Kehidupan pernikahan mereka tidak berjalan baik karena Kei hanya menjadikan Naya sebagai alat untuk membalas sakit hatinya. Naya yang sedang melaksanakan studi di Perancis harus menelan pil pahit saat mengetahui bahwa sang suami ternyata telah menikah lagi dengan seorang model dan bintang iklan terkenal, Nadia Jefferson. Sang mertua yang sangat menyayangi Naya berusaha untuk menjauhkan Naya dari Kei. Setelah beberapa tahun ternyata takdir malah mempertemukan mereka dalam banyak situasi. Akankah pertemuan demi pertemuan mampu menghangatkan kembali hati Naya yang sempat membeku? Akankah Kei mengungkapkan cinta yang ternyata telah dimilikinya sejak lama? Mari ikuti alur ceritanya.
__ADS_1