
Gedung tua..
" jin hyung, bertahanlah. Aku mohon bertahanlah" pinta jimin sembari memeluk jin.
" jimin ssi, hyung mu sesak nafas kalau kamu memelukku begini. Aku hanya luka kecil"
Meski pun jin mengelak bahwa luka nya kecil, tetapi dari wajah jin, terlihat jelas bahwa luka di punggung jin sangat dalam.
Wajah jin yang pucat menunjukan ia tengah menahan rasa sakit yang amat mendalam. Bahkan punggung nya terus mengalirkan darah, meski jimin berusaha menutup luka di punggung jin.
" suga hyung, bantu aku hyung" teriak jimin.
Mendengar panggilan jimin, suga tersadar dari lamunan nya.
Suga mengusap air mata nya, dan menghampiri jimin dan jin.
Suga dan jimin mengangkat jin. Mereka membawa jin keluar dari gedung tua tersebut.
Jhope terus tertunduk dengan wajah panik nya. Bahkan air mata nya mengalir dari manik nya.
" oppa, tinggal tiga menit lagi, tolong pergilah. Aku mohon"
" yuri, aku tidak akan meninggalkanmu. Kalau pun harus mati. Aku rela mati bersama mu. maafkan aku, aku tidak bisa mengambil resiko untuk memotong salah satu kabel itu. Aku hanya berharap ada keajaiban yang menolong kita" ucap jhope dengan menggenggam tangan yuri.
" oppa, kenapa kamu melakukan ini?"
" yuri ssi, mungkin ini terlambat. Harus nya aku mengatakan nya satu tahun lalu. Yuri ssi, aku.."
Jungkook sampai di ruangan tempat yuri dan jhope di sekap, setelah memeriksa semua ruangan di gedung itu.
Jungkook menghampiri jhope dan yuri, dan itu membuat jhope tak dapat melanjutkan perkataan nya.
" kalian baik baik saja?" Tanya jungkook dengan nafas yang masih terputus putus.
" jungkook, Bom. 2 menit lagi" ucap jhope.
" kalian tenanglah. Aku akan mencoba menghentikan nya" sahut jungkook.
" kenapa mencoba? Jungkook, bawa jhope oppa pergi. kalian pergilah!" Maki yuri.
" yuri tenang lah. Aku pernah melakukan pelatihan menjinakan bom. Aku rasa aku ingat mana kabel yang harus di potong" jawab jungkook.
" yuri, percayalah pada jungkook" pinta jhope sembari terus menggenggam tangan yuri dan menatap nya.
Meski mengingat cara menjinakan bom, tetapi tetap saja, tangan jungkook bergetar hebat saat memotong kabel itu.
Yuri dan jhope terus menutup mata nya, dan berusaha menguatkan diri untuk semua kemungkinan yang akan terjadi.
Menit yang tertera di bom itu, makin lama makin berkurang dan sekarang menunjukan angka 01.05
Suasana semakin tegang, tetapi ketegangan itu berakhir saat jungkook berhasil memotong kabel yang menghubungkan tali di kaitan baju yuri.
Tetapi menit di bom masih tak juga berhenti, yang arti nya bom akan segera meledak.
" kenapa tidak berhenti juga?" Tanya yuri.
" bom nya akan segera meledak, ayo cepat lepaskan rakitan bom ini" jawab jungkook.
" ayo lepaskan"
__ADS_1
Jhope dan jungkook membantu melepaskan bom itu dan jungkook segera berlari mendekati jendela.
Terlambat beberapa detik saja, bom itu akan meledak di tangan jungkook. Untung saja, jungkook dengan cepat melempar bom itu, dan bom meledak di udara.
Serpihan bom bertebaran, jhope pun segera menutupi yuri dengan badan nya.
Yuri dan jhope saling menatap saat mereka kini begitu sangat dekat.
Dan jungkook pun sampai terpental dan terjatuh karna ledakan dasyat yang terjadi.
Saat ledakan itu terjadi, jimin, jin dan suga telah berada cukup jauh dari dermaga, tapi jimin masih bisa melihat ledakan itu terjadi.
" yuri.. " gumam jimin.
" ledakan itu?" Tambah suga.
" hyung, itu berasal dari gedung itu hyung"
" kita tidak bisa balik arah kesana, jin hyung membutuhkan pertolongan dokter segera"
" iya, aku harap mereka baik baik saja"
" aku juga berharap begitu"
" lebih cepat lagi hyung, jin hyung mulai kehilangan kesadaran nya. Jin hyung, bertahan lah"
Suga pun menaikan kecepatan mobil nya. Mereka pergi ke rumah sakit terdeket.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah taehyung..
Sementara defy dan sindy pun turut tertawa melihat kedekatan taehyung dan nyonya eun soo.
" taehyung ssi, defy bilang kamu tinggal dengan nenek dan appa mu. Dimana mereka"
" hmm ahjuma, nenek ku sudah meninggal. kalau appa ku masih belum pulang bekerja. Mungkin sebentar lagi" jawab taehyung dengan wajah tertunduk, karna teringat nenek nya yang telah tiada.
" maafkan aku taehyung, aku belum mengatakan soal nenek go rae pada eomma" sambung defy.
" ah tidak papa def. Aku baik baik saja. Hmm ayo silahkan di minum teh nya" jawab taehyung.
" taehyung, ahjuma benar benar menyukaimu" ucap nyonya eun soo sembari mengusap rambut taehyung.
" ahjuma, aku juga menyukai anda" sahut taehyung.
" aku juga mempunyai seorang anak laki laki, mungkin sedikit lebih tua dari mu. Dia oppa nya defy. Tapi dia juga sudah tenang di alam sana, bersama appa nya defy" lanjut nyonya eun soo.
Di tengah perbincangan mereka, tuan kim jaemin masuk ke rumah, setelah pulang bekerja.
Taun jaemin, dan nyonya eun soo sama sama terkejut nya, saat bertatap muka.
" kamu.." ucap nyonya eun soo.
" nyonya.." sahut tuan kim jaemin.
Suasana pun menjadi sangat tegang. Defy, sindy dan taehyung pun beranjak dari duduk nya.
" eomma, kalian saling mengenal? Beliau adalah appa taehyung" ucap defy.
__ADS_1
" appa? Kalian saling mengenal?"
Nyonya eun soo tak dapat menjawab pertanyaan defy dan tae. Hanya air mata yang terus membanjiri wajah nyonya eun soo, dan isak tangis yang keluar dari bibir nya.
Sementara tuan jaemin hanya terdiam dan tertunduk malu di depan nyonya eun soo.
Nyonya eun soo menghampiri tuan jaemin dan mulai memukuli nya. Dia meraih kerah kemeja yang tuan jaemin pakai dan terus memukuli nya.
Tentu saja, defy, sindy dan taehyung segera menarik nyonya eun soo untuk menjauh.
" dasar. Penjahat! Kamu masih hidup ternyata? Aku akan membunuhmu. Aku akan menghabisimu!" Maki nyonya eun soo.
" nyonya, aku bisa menjelaskan semua nya. Tolonglah nyonya dengarkan penjelasanku" pinta tuan jaemin.
" eomma, apa yang terjadi, ada apa ini?" Tanya defy.
" defy. Dialah orang nya. Apa kamu tidak mengingat orang ini? Ah mungkin kamu masih terlalu kecil untuk mengingat nya. Dia, dialah orang nya"
" apa eomma? Apa yang ahjushi lakukan?"
" dia yang membawa appa dan oppa mu pergi. Dia yang membunuh mereka" jelas nyonya eun soo yang kini jatuh di lantai, karna kehilangan energi saat mengingat kejadian di waktu dulu.
" ahjushi? Apa yang eomma ku katakan itu benar?"
" defy, memang benar aku lah yang menjemput appa dan oppa mu. Tapi tolong dengar kan penjelasan ku dulu" pinta tuan jaemin.
" ahjushi. Itu sudah cukup. Aku tidak ingin mendengarkan apa pun lagi"
Defy kembali menghampiri eomma nya dan memegang bahu nya.
" eomma, ayo kita pulang" ajak defy.
Tapi, saat itu sindy menghentikan defy dengan memegang bahu defy dengan satu tangan nya.
" defy ssi, dengarkan lah penjelasan ahjushi, baru kamu bisa putuskan, ia bersalah atau tidak" usul sindy.
" kenyataan nya, ahjushi lah yang membawa oppa dan appa ku" jawab defy.
Defy kembali berjalan dengan merangkul eomma nya. Tapi, taehyung kembali menghentikan defy dengan menarik tangan defy.
" lepaskan!" Bentak defy.
" tidak sebelum kamu mendengarkan penjelasan appa ku"
" taehyung, biarkan kami pergi. Atau ini akan berakhir buruk"
Taehyung menarik tangan defy dengan kuat, dan membuat defy jatuh di pelukan taehyung.
" lepaskan!" Ucap defy dengan membulatkan matanya, dan berusaha melepaskan diri dari dekapan taehyung.
" tidak, sebelum kamu mendengarkan penjelasan apa" ucap tae.
Semakin defy meronta, taehyung semakin erat memeluk defy.
" aku tidak mau"
" apa kamu tidak ingin mengetahui siapa pembunuh appa dan oppamu yang sebenar nya?!" Bentak taehyung.
Defy pun terdiam setelah mendengar perkataan taehyung.
__ADS_1