SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy's 2 Episode 44


__ADS_3

Depan kantor PG undustri..


" syal ini selesai ku buat sehari sebelum eomma dan appa kecelakaan. Sayang sekali, aku tidak sempat melihat eomma memakai syal ini" lanjut jhope dengan senyum palsu nya.


" oppa.."


" eomma dan kamu, adalah wanita yang aku sayangi, bagiku kalian sama. Aku akan merasa eomma memakai syal ini, jika kamu memakai nya. Syal ini selalu mengobati rasa rinduku pada eomma. Aku tidak bisa memberikan nya pada listy ataupun jessy. Mereka pasti akan sedih jika melihat syal ini"


" oppa, aku berjanji akan menjaga syal ini baik baik, dan aku akan sering memakai nya. Terimakasih, semoga aku bisa selalu mengisi kekosongan di hatimu"


" lee yuri, aku mencintaimu"


" aku juvlga mencintaimu oppa, aku akan selalu berjalan di sisi mu, aku akan selalu menjadi sandaran mu"


Mereka tersenyum dan saling menatap dengan penuh kasih sayang.


Skip.


Wajah yuri yang awal nya ceria dan sumpringah, kini cemberut dan mulai mebenarkan sepatu nya sesekali.


" kamu kesal? Maafkan aku, hemh?" Bujuk jhope


Yuri mengangkat tas nya tinggi tinggi dan memukuli jhope dengan tas nya itu.


" tentu saja oppa, hari ini hari pertama ku bekerja dan di jemput oleh mu. Bahkan ini hari pertama kita jalan berdua sebagai pasangan kekasih. Kenapa kamu memakai motor! Kenapa motor listy harus mogok pula!" Maki yuri sembari terus memukul jhope.


" hentikan hentikan. Iya maafkan aku"


Yuri hampir saja terjatuh karna hak sepatu nya yang tinggi, tetapi dengan cepat jhope menarik yuri dan menenggelamkan kepala yuri dalam pelukan nya.


" maafkan aku. Aku tidak akan pernah sengaja untuk membuatmu kesusahan"


Jhope melepas pelukan nya dan menatap yuri dengan memegang kedua bahu yuri.


" lepas sepatu mu" ucap jhope


" Kenapa?"


" lepas saja. Sudah dekat panti, kita ke panti dulu. Aku akan meminta jessy menjemput kita"


Yuri pun menuruti permintaan jhope dan melepas sepatunya.


Tanpa dia duga, jhope membelakangi nya dan sedikit menekuk lutut nya.


" ayo naiklah, aku akan menggendongmu sampai panti" ujar jhope.


Meski sedikit ragu, tapi yuri tersenyum dan menuruti perintah jhope. Sepanjang jalan, jhope menggendong yuri, mereka berbincang dan saling bercanda. Bahkan yuri dengan nakal nya, sempat mencium pipi jhope sekilas.


Jhope terus tersenyum setelah mendapatkan kecupan manis dari yuri di pipi nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah sakit..


Namjoon dan tuan kim duduk di depan ruang dokter yang menangani penyakit naya.


Dengan wajah tegang, namjoon dan tuan kim mendengar penjelasan dokter.


" naya sudah dalam kondisi yang cukup parah, karna penanganan kanker yang kurang baik. Aku rasa naya mengabaikan penyakit nya, itu sebeb nya penyakit kanker nya berkembang. Dan aku rasa naya tidak bisa bertahan, jika dia enggan melakukan kemo terapi" jelas dokter.


" kemo terapi?" Tegas tuan kim.

__ADS_1


" iya tuan, kondisi naya suda di stadium akhir. Kemo terapi adalah jalan satu satu nya untuk naya. Jika kalian setuju, tolong tanda tangani pernyataan persetujuan ini, lalu kami akan memulai kemo terapi " lanjut dokter.


" appa, naya akan baik baik saja. Ijinkan naya menjalani kemo terapi" tambah namjoon.


" tapi itu akan sangat berat untuk naya. Kemo terapi itu.."


" appa, aku akan selalu ada untuk naya. Naya kan baik baik saja. Ini demi naya appa, tolong tanda tangani persetujuan itu"


Dengan berat hati, tuan kim menandatangani surat persetujuan itu.


Setelah keluar dari ruang dokter, namjoon masuk ke ruang rawat naya. Kala itu, nyonya kim tengah menyuapi naya dengan buah segar sembari bercanda ria.


" eomma, dokter ingin menemui eomma, eomma harus menandatangani surat" ucap namjoon lirih.


" surat apa?" Tanya nyonya kim.


" datang saja eomma, dokter akan menjelaskan semua nya"


Melihat wajah namjoon dan mendengar suara namjoon yang terdengar begitu lemah, suasana pun menjadi lebih tegang.


Bahkan naya mulai tersenyum sinis dengan mata yang mulai berkaca kaca.


Setelah nyonya kim pergi, namjoon duduk di samping ranjang naya dan menatap wajah pucat naya.


" jadi kapan aku akan mati oppa?" Tanya naya, tanpa menatap ke arah namjoon.


" apa yang kamu katakan ini. Jangan bicara sembarangan"


" oppa, sudahlah. Tidak perlu menutupi ini dariku. Aku sudah mengetahui sebelum nya dari dokterku di jepang. Umurku tidak lama lagi kan oppa?"


Tangis naya pun pecah, dan namjoon segera memeluk naya.


" tidak naya. Doktermu salah. Kamu masih bisa melakukan kemo. Dan kamu akan kembali sehat"


" aku tidak mau melakukan kemo oppa, jangan paksa aku melakukan nya. Aku tidak mau, wajahku akan pucat, dan rambutku akan rontok. Pasti itu rasa nya sakit sekali oppa, aku tidak ingin terus menerus mengkonsumsi obat obatan oppa" rengek naya sembari terus berusaha melepas pelukan namjoon.


Tetapi namjoon enggan untuk melepaskan naya. Namjoon terus mendekap naya dalam pelukan nya.


" tolong lakukan itu demi oppa, tolong bertahanlah. Eomma dan appa akan sedih jika kamu menolak melakukan hal ini"


Naya sempat terdiam dan menyapu air mata nya. Perlahan namjoon melepas pelukan nya.


Namjoon membantu naya menyapu air mata yang membasahi pipi naya.


" lakukan kemo" pinta namjoon.


" baiklah oppa, tapi dengan satu syarat" ucap naya.


" syarat apa? Oppa akan melakukan apa pun demi kesembuhan mu nay"


" aku ingin kita menikah" ucap naya.


Namjoon begitu terkejut mendengar pernyataan frontal naya.


Dan ternyata, tuan dan nyonya kim telah kembali dari ruang dokter, dan tengah berdiri di depan pintu.


" naya!" Bentak nyonya kim.


Sontak, naya dan namjoon langsung menengok ke arah nyonya kim yang berdiri dengan tangan gemetar nya.


Nyonya kim menghampiri naya dan menampar wajah naya saat itu juga.

__ADS_1


" eomma" teriak namjoon.


" naya, apa yang kamu katakan ini nak? Eomma selalu memaklumi kenakalanmu. Tapi ini keterlaluan, bagaimana bisa kamu berpikir untuk menikahi oppa mu" maki nyonya kim dengan air mata yang telah berderai.


Naya terus menangis dengan wajah tertunduk. Namjoon menatap naya dan sesekali menatap eomma dan appa nya itu.


" eomma, aku akan menikahi putri mu" ucap namjoon dengan menatao nyonya kim yang terus menangis melepas kesedihan nya.


" namjoon. Apa kamu sudah gila?" Tanya tuan kim.


" appa, kita semua tau, aku bukanlah anak kandung kalian. Sudah saat nya aku membalas kebaikan kalian. Kalian yang menyelamatkan ku belasan tahun lalu, jika tidak ada kalian, jika naya tidak menghampiriku dan memintaku, hidupku pasti sudah berakhir saat aku berumur 11 tahun. Sebelum kalian datang, hanya ada park joon yang tak berdaya. Tapi setelah kalian memberi nama kalian padaku, hidupku benar benar lengkap. Jadi aku hanya ingin naya bahagia" jelas namjoon.


Tuan dan nyonya kim pun tak dapat menjawab pernyataan namjoon. Mereka hanya menangis sembari mengusap air mata mereka.


Di sisi lain, jin dan defy mendengar semua yang terjadi di ruangan naya. Tanpa berkata apapun, defy berlari menjauh dari ruangan naya, Dan jin pun segera mengejar defy.


Defy berhenti di koridor rumah sakit dan terus menunduk.


Defy turut menangis mengetahui bahwa namjoon memanglah park joon, oppa nya.


Jin segera memeluk defy, dan mengusap rambut defy perlahan.


" joon oppa, dia oppa, dia benar benar joon oppa ku. Jin oppa, katakan padaku. Aku harus bahagia atau bersedih? Pria itu terlalu baik, sampai dia mengorbankan cinta nya demi membalas kebaikan mereka. Dia menangis, oppa ku menangis, bagaimana aku bisa menghapus air mata nya? Selama belasan tahun aku mencari nya, aku sangat merindukan nya. Tapi bahkan saat ini aku tak bisa meluk nya untuk sekedar menghapus air mata nya. Adik macam apa aku ini" Tangis defy.


" stt tenang lah. Jadilah adik yang baik, meski dia tidak mengingatmu. Tapi kamu harus tetap memberi dia semangat. Hiburlah dia, tapi biarkan dia melakukan apa yang ia kehendaki. Semua nya akan berakhir baik bagi kalian"


Setelah setengah jam lama nya, defy merasa lebih tenang, dan mereka pun masuk ke ruangan naya, dengan senyum palsu mereka.


Bahkan namjoon, naya, nonya dan tuan kim pun melakukan hal yang sama dengan defy.


Senyum palsu menghiasi wajah mereka.


" hay naya, bagai mana keadaanmu?" Tanya defy.


" sudah lebih baik" jawab naya.


" apa ada barangmu yang tertinggal defy?" Tanya namjoon.


" tidak oppa" jawab defy.


" sebenar nya, appa ku akan di oparasi di rumah sakit ini juga. Aku baru selesai mengurus nya" lanjut jin.


" oh begitu. Terimakasih karna kalian menyempatkan mampir ke sini lagi" sahut tuan kim


" namjoon, pulanglah dengan mereka. Kamu butuh istirahat nak" usul nyonya kim.


" tidak eomma, aku akan tetap di sini. Aku akan tidur di sofa. Lagi pula aku bosan di rumah" jawab namjoon.


" kamu ini keras kepala. Tidur di sofa tidak bagus untuk badanmu nak" tambah tuan kim.


" oppa, pulanglah ke rumahku, eomma ku akan membuatkannmu kue beras lagi. Dan eomma ku juga pandai sekali memasak. Kamu tidak akan merasa bosan. Kamu akan tidur dengan nyaman. Kamu bisa kesini lagi besok pagi" sahut defy.


" defy benar namjoon. Eomma defy sangat pintar memasak. Temuilah beliau" sambung jin.


" namjoon, pergilah. Eomma dan appa akan menjaga naya. Kamu kembali ke sini besok pagi, kita bergantian menjaga naya" tambah nyonya kim.


" pergilah joon, naya akan baik baik saja. Kami akan menjaga nya" tuan kim pun angkat bicara.


"Baiklah, naya, oppa pulang dulu, oppa akan kembali besok pagi" ucap namjoon.


Akhir nya, namjoon pun pulang ke ruamh defy, bersama jin dan defy.

__ADS_1


__ADS_2