
Kediaman park...
" apakah appa bisa menemui nya sebelum appa pergi?" Tangis tuan park.
" appa, apa yang kau katakan. Appa akan sembuh. Lakukan oprasi nya. Dan appa akan kembali sehat. Aku akan membujuk jimin dan tata untuk pulang"
" appa yang bersalah, harus nya appa tidak terlalu keras padanya. Cepatlah jemput mereka. Seokjin"
" iya appa, sekarang appa istirahatlah. Aku berjanji akn membawa jimin pulang"
Tuan park terus menangis dan di ikuti oleh isak tangis nyonya park.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kantor polisi.
Listy, jhope, namjoon dan naya telah sampai di kantor polisi.
Tentu nya, wajah listy mulai merona memerah malu, dan tak sabar untuk menemui suga.
Dan ternyata, jungkook pun sudah ada di kantor polisi, untuk mengurus surat surat pembebasan suga.
" jungkook bagaimana?" Tanya jhope saat menghampiri jungkook di meja kerja nya.
" semua sudah lengkap hyung, suga hyung bisa bebas sekarang, jimin dan temanku sedang menjemput nya di sel" ucap jimin.
Semua orang terlihat begitu lega dan kini mereka tertawa dan saling memeluk.
" akhir nya selesi juga. Aku sangat lega mendengar hal ini" ucap namjoon.
" apa kita akan merayakan nya?" Tanya jhope.
" ayo kita rayakan di cafe mu" sahut namjoon.
" tidak tidak, ini hari spesial. Grup kita kembali bersatu jadi kita rayakan di cafe dekat danau saja. Ada pertunjukan musik di sana" usul jhope.
Jhope dan namjoon terlihat begitu gembira, tapi tidak dengan jungkook, senyum nya nampak tak selepas jhope dan namjoon.
Sedangkan listy terus saja menatap pintu dalam menuju sel penjara. Dan naya, seperti biasa nya, dia di sibukan dengan ponsel nya.
Tak butuh waktu lama, jimin dan suga keluar dari sel penjara dan menghampiri jhope, namjoon, jungkook, listy dan naya.
Mendadak kuping listy menuli, dan hanya suara langkah kaki suga yang ia dengar.
Hembusan angin yang cukup kencang membuat kedua sejoli itu semakin tak memperdulikan semua yang terjadi di sekitar nya.
Listy dan suga terus saling menatap dengan senyum kecil di wajah mereka berdua.
Suga berjalan menghampiri listy, dan listypun melangkah menyambut langkah kaki suga.
Kini mereka berhadapan, air mata listy pun tak dapat ia bendung lagi. Tetes demi tetes air mata listy mulai mengalir dari manik nya. Dengan perlahan, suga pun meraih wajah listy dan menyapu air mata yang mulai membasahi wajah listy.
Di tengah kegaduhan antara jimin, jungkook, namjoon dan jhope. Listy dan suga hanya saling melempar senyum kecil. Sepersekian detik, dunia ini seperti berhenti menyaksikan tatapan hangat antara listy dan suga.
Tetapi hal itu tak berlansung lama, ketika jimin merangkul suga, lamunan mereka pun buyar.
" baiklah ayo kita pergi sekarang hyung" ajak jimin.
" hey, kemana?" Tanya suga.
" kita ke cafe. Ayo cepat" sahut namjoon.
Mereka pun keluar dari kantor polisi dan menuju mobil jungkook dan mobil namjoon yang tengah terparkir.
__ADS_1
" tunggu, listy, kamu ikutlah mobil kami" usul jimin.
" kenapa? Listy bersama ku saja" sahut jhope.
" hey hyung, di mobil kalian sudah ada adik nya namjoon. Biar kan satu gadis yang lain ikut di mobil kami" sambung jungkook.
" sudah sudah. Listy pergilah. Ayo hyung, masuk mobil" ajak namjoon.
" heyy, tunggu, listy.. listyy" panggil jhope.
" sudah masuklah" potong namjoon sembari mendorong jhope masuk ke mobil nya.
Jungkook dan jimin saling memberi isyarat jempol, Dan dan saling tersenyum
" suga hyung, duduklah di belakang. Di belakang lebih nyaman" usul jimin.
Jimin dan jungkook sengaja membuat listy dan suga lebih banyak waktu untuk bersama.
Bahkan saat mereka sengaja mengantar suga ke rumah nya terlebih dahulu, mereka pun kembali memojokan listy dan suga.
" hyung gantilah bajumu dulu, aku akan menjemput sindy dan noona. Aku akan segera kembali"
" tidak perlu, aku akan menyusul dengan motorku" jawab suga.
" listy, bantulah suga hyung memilih baju nya. Dia sangat buruk dalam memilih pakaian" ledek jimin.
" yeah! Jiminie!" Teriak suga.
" baiklah. Aku akan membantunya" sahut listy.
Listy dan suga keluar dari mobil, mereka berjalan masuk ke rumah suga.
Sedangkan jungkook dan jimin pergi menjemput tata dan sindy, untuk bergabung dalam pesta kecil mereka.
" iya hyung, ada apa?" Tanya jimin.
" kamu dimana sekarang?"
" kami di jalan. Oh ya hyung, suga hyung telah bebas, kita akan merayakan hal ini di cafe dekat danau. Bergabung lah dengan kami kalau kamu merasa lebih baik"
" hmm iya aku akan datang, defy juga akan ku jemput"
" baiklah hyung, aku tutup dulu"
Jimin menutup panggilan telefon dari jin dan beralih mengirim pesan pada taehyung agar langsung menuju cafe.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cafe...
Jhope, namjoon dan naya telah sampai di cafe yang mereka tuju.
Mereka memesan tempat dan mulai duduk menatap sekeliling, Karna pemandangan di cafe itu juga memang menarik perhatian.
" naya, ayo kita berfoto" ajak namjoon.
" oke oppa"
Naya dan namjoon terus saja berswa foto di berbagai tempat. Tetapi jhope justru terus memperhatikan pintu masuk cafe.
Hal itu membuat namjoon memperhatikan perubahan sikap jhope yang biasa nya terlihat ceria.
" hyung, ayo berfoto bersama kami" ajak namjoon.
__ADS_1
" tidak kalian saja"
Namjoon meninggalkan naya yang masih sibuk dengan kamera ponsel nya, dan duduk di depan jhope.
" hyung, kamu kenapa?"
" tidak aku hanya. Hmm.. ach dimana mereka? Kenapa belum juga sampai" keluh jhope.
" mungkin suga hyung pulang lebih dulu untuk berganti baju. Tenang lah, kamu menghawatirkan listy? Listy susah dewasa dan dia tidak pergi dengan orang asing"
" kamu tidak tau kekhawatiran seorang kakak. Listy itu,.. aku.. hmm sudahlah"
" kamu tidak menyetujui hubungan listy dan suga?"
" bukan begitu, aku hanya menghawatirkan masa depan nya. Suga hyung pria yang sangat baik, dan bertanggung jawab, aku tidak meragukan hal itu. Tapi latar belakang suga hyung tidak lah baik untuk masa depan listy. Nanti nya listy akan menjadi menantu, ipar dan lain lain. Aku hanya ingin listy mendapatkan hal yang terbaik"
" hmm aku mengerti hyung. Tapi kalau listy dan suga memang saling mencintai, apa menurutmu lebih baik menyakiti mereka dari pada mempercayakan semua itu pada suga hyung? Suga hyung memang mempunyai latar belakang yg buruk, tapi aku yakin dia tidak akan membiarkan wanita yang ia cintai terpengaruh dengan hal itu"
" itu sebuah kompromi, sebuah dugaan yang belum pasti. Dan seorang saodara laki laki tidak mengenal hal itu"
" aku juga punya adik perempuan hyung, aku juga mengalami kekahawatiran itu, tapi kebahagian naya lebih penting bagiku. Aku rela memberikan apapun pada nya. Termasuk mengalah agar dia hidup bersama pria yang ia cintai. Aku sangat menyayangi nya, meski dia bahkan bukan adik kandungku" terang namjoon sembari melihat ke arah naya, dan tersenyum pada nya.
" naya bukan adik kandungmu?"
" iya, cerita nya panjang. Tapi keluarga naya yang sudah memberi ku kebahagiaan dan ketenangan selama ini. Itu sebab nya aku akan melakukan apapun untuk mereka"
Keributan menghentikan perbincangan jhope dan namjoon.
Keributan antara jimin, taehyung dan jungkook membuat tatapan semua pengunjung cafe tertuju pada mereka.
" kenapa kalian memberitahuku terlambat? Aku terus mengelilingi seoul gara gara kalian" maki taehyung.
" hey salah sendiri kamu yang terlalu lama menyusul kami. Jungkook, katakan sesuatu" sangkal jimin.
" apa? Kalian berdua memang bersalah" sahut jungkook.
" kalian hentikan, semua mata tertuju pada kita sekarang" tegas tata.
" mereka di sana, ayo kesana" ajak sindy sembari menunjuk namjoon dan jhope.
Sindy dan jungkook terus saja bergandengan tangan saat di cafe. Hal itu membuat jimin dan tata sesekali saling melirik tanpa saling menegur.
Tetapi mereka tetap saling berdekatan, bahkan saat mereka duduk di meja yang telah namjoon pesan.
" hey kalian, diaman listy dan suga?" Tanya jhope.
" suga hyung berganti baju di rumah nya" jawab jimin.
" Lalu listy?"
" membantu suga hyung berganti baju" celetuk jungkook dengan wajah polos nya.
" yeah!" protes jhope.
" maksud ku, memilih baju" jelas jungkook.
" mobil kami sempit, jadi listy akan pergi kesini dengan suga hyung" tambah jimin.
Mereka semua saling menyapa, dan namjoon mengenal kan naya pada semua nya.
Tawa dan canda mereka terus membuat meraka semakin akrab satu sama lain. Bahkan naya juga menujukan sisi baik nya pada semua orang.
Tak lama, jin, yuri dan defy pun turut bergabung dengan mereka.
__ADS_1