SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy's 2 Episode 47


__ADS_3

Kediaman keluarga park..


Setelah selesai makan malam, yuri mengajak sujin tidur di kamar nya.


Yuri menyuruh sujin menggosok gigi nya dan mencuci kaki nya.


Lalu, mereka berbaring di ranjang yuri yang bernuansa serba ungu.


Yuri bahkan membacakan dongeng princes kesukaan sujin.


Yuri terlihat begitu ceria dan selalu memperlihatkan senyum nya saat bersama sujin.


Tetapi setelah sujin tidur, yuri kembali teringat perlakuan jhope pada listy dan suga.


Yuri membuka ponsel nya dan memandangi potret jhope dari balik layar ponsel nya.


Dan ternyata, di saat yang sama pun, jhope tengah menatap foto yuri dan listy di ponsel nya.


Tanpa sadar, mereka meneteskan air mata dari manik mereka.


Setelah selesai menikmati makan malam, tata masuk ke kamar jimin setelah membantu maid membereskan meja makan.


Kala itu jimin tengah berganti baju. Tata tak sengaja melihat badan kekar jimin, tetapi seperti biasa, tata selalu menjaga pandangan nya entah di kamar jimin, atau pun di kamar nya.


Jimin segera merapikan baju nya dan mengambil bantal, lalu berjalan menghampiri tata.


" tata, kamu bisa tidur disini bersama sujin. Aku akan tidur di kamar tamu"


Jimin berjalan melewati tata. Tetapi tata menahan langkah jimin dengan meraih tangan jimin yang terayun.


" jimin, tidurlah disini. Ayo kita bicara" ucap tata tanpa menatap jimin.


Tata hanya tertunduk bahkan saat mereka kini duduk di ranjang, tata masih saja tak mampu menatap jimin.


" nyonya park akan curiga dengan hubungan kita jika kita tidur terpisah. Tidurlah disini, kita berbagi ranjang" usul tata.


" kamu benar. Baiklah, apa yang ingin kamu bicarakan?"


" jimin, aku ingin jujur padamu. Sebenar nya aku tidak pernah mencintaimu, dan tak akan pernah bisa mencintaimu. Tadi aku hanya terbawa suasana saja, maafkan aku, tapi aku harap kamu tidak berharap lebih dari ku"


" oh, hmm Apa kamu terganggu karna permintaan jin hyung? Aku akan bicara pada nya kalau kamu tidak nyaman dengan pertanyaan nya tadi"


" tidak, tidak begitu, aku hanya merasa bersalah padamu. Aku seperti memberi harapan padamu saat kita berciuman. Hmm jimin, setelah tuan kim selesai oprasi, aku ingin kita mengakhiri pernikahan kita. Aku akan kembali ke rumah jungkook"


" Tidak papa, itu hak mu. Hmm tata ssi, kamu sudah mengungkapkan perasaanmu, dan aku pun ingin berkata jujur padamu. Aku sudah tak perduli, kamu bisa membalas cintaku atau tidak, tapi aku ingin kamu tau, sejujurnya aku mencintaimu. Bahkan sebelum kita menikah palsu, aku tertarik padamu dan ingin selalu bersama mu. Aku selalu berharap kamu bisa membalas cintaku. Tapi kalau kamu memang tidak bisa bersama ku, aku akan menerima semua keputusan mu"


" kamu sungguh sangat baik, kamu menghujani aku dan sujin dengan kasih sayang, tapi aku tak pantas mendapatkan cintamu jimin. Jangan terlalu baik padaku"


" tata ssi, katakan padaku, apa kamu tidak pernah sedikitpun mempunyai rasa yang lebih dari sekedar teman?"


Tata terdiam dan perlahan mengusap pipi nya yang telah basah oleh air mata nya.


" tidak, aku mengangapmu hanya sebatas teman dan malaikat. Kamu adalah malaikat bagiku. Maafkan aku jimin"


" baiklah, itu cukup. Tidak, tidak papa, aku baik baik saja, ayo kita tidur sekarang. Hmm dimana sujin?"


" dia tidur di kamar yuri"


" oh baiklah"

__ADS_1


Jimin dan tata punn tidur dengan saling memunggungi, meski tanpa suara, tata terus saja menagis mengenang hari hari bahagia yang ia lewati dengan jimin. Dari awal mereka bertemu, sampai hari ini.


Begitupun dengan jimin, dia tak dapat menahan air mata yang menggenang di manik nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi hari..


Rumah jhope..


Pagi itu listy terbagun dari tidur nya, sebuah selimut tebal ia singirkan, dan mulai berjalan ke kamar mandi.


Listy membersihkan wajah nya dan menatap diri nya di cermin.


Lamunan listy buyar saat sebuah ketukan pintu terdengar dari pintu kamar di mana listy tidur.


Listy pun keluar dari kamar mandi dan mendapati jinan yang tengah menyiapkan beberapa potong roti untuk listy di sebuah nampan.


" listy, ayo sarapan dulu" ajak jinan dengan menatap listy.


" oppa, maaf aku terus merepotkanmu"


" tidak, aku senang bisa membantu"


" oppa, aku akan pulang setelah sarapan. Makasih sudah mengizinkanku menginap"


" baiklah aku akan mengantarmu, hmm tapi apa kamu tidak nyaman di sini?"


" tidak oppa, aku hanya berpikir dari sudut pandang jhope oppa, dia seorang kepala rumah tangga, sejak eomma dan appa meninggal, dia lah yang bertanggung jawab atas semua kebutuhanku dan jeesy. Dia menjadi eomma, appa sekaligus oppa untuk kami. Dia menjadi orang tua di usia muda, tentu dia akan lebih protektif pada kami. Harus nya aku memahami posisi jhope oppa. Aku yang salah, aku akan mencari cara lain agar dia bisa merestuiku dan suga oppa"


" iya, kamu benar. Kapanpun kamu butuh bantuanku, aku akan membantumu"


" makasih banyak oppa, oh ya, kapan ahjuma dan ahjushi akan datang? Suga oppa bilang kalau dia tidak keberatan jika aku berpura pura menjadi kekasihmu"


" iya oppa"


" ayo habiskan sarapanmu, aku akan mengantarmu pulang. Jhope pasti menghawatirkanmu"


Listy dan jinan pun menikmati sarapan mereka, lalu jinan mengantar listy kembali ke rumah nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah defy...


Pagi ini, namjoon terbangun dari tidur nya, mata sipit nya mulai menatap kenasa kemari.


Ia pun menyadari bahwa ini bukanlah rumah nya, lalu, ia teringat kembali malam yang ia habiskan dengan defy dan nyonya park.


Ia pun tersenyum mengingat makan malam manis mereka.


Tak lama sebuah keributan terjadi dan mulai mengganggu telinga namjoon.


Ya, pagi itu defy dan nyonya park telah sibuk memasak.


Dengan peralatan lengkap defy berniat membantu nyonya park memasak, tetapi nyonya park justru terus memaki defy karna pakaian yang defy kenakan.


" kenapa kamu memakai pakaian seperti itu? Lihatlah dandanan mu, kamu lebih terlihat seperti dokter yang akan mengoprasi pasien nya" maki nyonya park.


" eomma, ini penting, ini agar rambut ku tidak bau asap, biar kulitku tidak terkena minyak dan tanganku tidak kasar karna nemegang pisau"

__ADS_1


" terserah kamu saja inces"


Defy pun membantu nyonya park memasak, di saat itu pun namjoon memperhatikan defy dan nyonya park dari pintu kamar nya.


Karna baru pertama kali nya memasak, defy terus saja berteriak saat minyak mulai panas dan meletup letup karna ikan yang di goreng.


Bahkan defy terus menutupi diri nya dengan tutup panci besar.


Dan bukan nya menenangkan defy, nyonya park justru terus memarahi defy, sembari terus membuat bola nasi.


" apa kamu tidak pernah memasak sebelum nya? Bagaimana kalau kamu menikah nanti? Apa yang akan di makan suami mu?"


" eomma, jaman sudah maju sekarang, cafe dan restaurant berjejer di pinggir jalan. Jadi jangan salahkan aku kalau aku tidak bisa memasak"


Pemandangan itu membuat namjoon terus tertawa tanpa suara. Bahkan ia memegangi perut nya menahan tawa nya, saat melihat nyonya park dan defy yang terus saja berdebat.


Tawa namjoon terhenti saat ponsel nya berdering dan nama ayanna lah yang tertera di ponsel namjoon.


Wajah namjoon pun berubah serius saat mengingat janji nya pada naya, eomma dan appa nya.


Dengan sedikit ragu ragu, namjoon mengangkat panggilan dari ayanna.


" hallo"


" oppa, aku di depan rumah mu sekarang, kalian pergi kemana sepagi ini?"


" aku di rumah defy, cerita nya panjang, aku.."


" baiklah aku akan kesana. Sudah lama aku tidak berkunjung ke rumah defy. Tunggu aku di sana" potong ayanna.


" tapi"


Sayang nya, ayanna telah memutus panggilan telefon nya sebelum mendengar jawaban dari namjoon.


Namjoon kembali menatap defy dan nyonya park, lalu menghampiri mereka dengan senyum dimple nya.


" boleh aku membantu kalian"


" namjoon, kemarilah, defy hanya bisa membuat dapur berantakan saja. Bantulah aku memasak"


" eomma" protes defy.


" sudah pergi sana, bersiaplah ke kantor"


" defy, pergilah, biar aku dan eomma yang akan mengerjakan nya"


Mendengar panggilan namjoon, nyonya park dan defy terdiam sejenak.


Karna menyadari panggilan nya pada nyonya park terdengar lain, namjoon pun tersenyum memperlihatkan gigi nya.


" maksud ku eomma mu, ahjuma" sangkal namjoon.


" tidak papa oppa, aku juga memanggilmu oppa, kenapa tidak bisa memanggil eomma ku dengan sebutan eomma. Iya kan eomma?"


" defy benar namjoon. Aku akan lebih senang jika kamu memanggil ku eomma"


Namjoon dan nyonya park saling menatap dengan tatapan dalam.


Defy pun menyadari bahwa eomma nya dan namjoon telah mengenali hati satu sama lain.

__ADS_1


Melihat hal itu, defy pun tersenyum dengan mata yang mulai berkaca kaca.


Defy mengusap air mata nya dan pergi ke kamar nya dengan senyum haru nya.


__ADS_2