
Yuri terus meledek listy dan akhir nya mereka kembali berlarian.
Mereka tertawa lepas tanpa tau mereka terus di perhatikan oleh ketiga pria tampan di dekat bebatuan karang.
Ya.. jhope, jinan dan suga terus saja memperhatikan kedua gadis yang tengah berlarian kesana kemari itu.
Bahkan mereka terus tersenyum kecil melihat keceriaan listy dan yuri.
" listy dan yuri terlihat sangat bahagia" ucap suga.
" iya. Tawa yang lepas dan tulus. Aku harap mereka terus tertawa seperti itu. Dan hanya akan ada tangisan kebahagiaan saja yang membasahi pipi mereka. Hmm jinan, berjanjilah satu hal. Pastikan listy selalu tersenyum saat kalian sudah menikah nanti nya" sahut jhope.
Jinan sempat terdiam dan saling menatap dengan suga.
" ahh iya tentu saja" jawab jinan dengan senyum yang mengembang.
" diamlah, mereka datang" potong suga sembari menatap listy dan yuri yang berjalan mendekati mereka.
Jhope dan jinan pun langsung menatap kedua gadis itu.
" oppa, aku sangat haus, ayo ikut aku mencari minum" ajak yuri sembari menarik tangan jhope.
" lihatlah kesana, jimin dan jin hyung sudah menyiapkan minuman untuk kita. Ayo kita kesana" ajak jhope.
" ah tidak mau, aku ingin kelapa. Ayo cari" paksa yuri.
" kalian pergi duluan saja. Kami akan menyusul. Dahhh.." sahut listy sembari meringis kegirangan.
Setelah jhope dan yuri pergi, kedua pria di depan listy menatap tajam pada listy.
" apa lagi rencana mu sekarang, gadis licik?" Tanya suga sembari melipat tangan nya.
" berhenti memanggilku licik. Aku melakukan nya untuk kita, embul" protes listy.
" sudah hentikan. Jadi kalian akan pergi ke daegu sekarang?" Tanya jinan.
" kita harus pergi sekarang kan? Aku takut kita pulang terlalu malam, perjalanan nya 3 jam kan oppa?" Tanya listy pada suga.
" iya, 3 jam lebih"
" baiklah kalian pergilah sekarang aku akan membuat alasan pada jhope. Kebetulan aku juga ada urusan" sahut jinan.
Suga mengulurkan tangan nya pada listy dan tentu saja listy segera menyambut uluran tangan suga di depan jinan.
Jinan pun sempat melirik ke arah tangan listy dan suga yang tengah saling terpaut itu.
" oppa, kami pergi dulu, terimakasih banyak banyak atas bantuanmu. Setelah ahjuma datang dan bicara pada jhope oppa, kita tak perlu bersandiwara lagi"
" ah iya. Iya iya pergilah, nanti kalian terlambat" sahut jinan.
__ADS_1
Setelah listy dan suga berlalu, jinan berjalan ke arah mobil nya.
Di sisi lain nampak jungkook yang terus berusaha menelfon seseorang. Siapa lagi kalau bukan sindy.
Tanpa sadar, jungkook duduk di depan mobil jinan yang tengah terparkir. Jungkook terus menghubungi ponsel sindy berulang kali, tapi masih saja tak sindy jawab. Bahkan jungkook telah menyerah dan meletakan ponsel nya di atas mobil jinan.
Tapi jungkook kembali mengambil ponsel nya setelah nada panggilan masuk ke ponsel nya.
Ternyata sindy lah yang menelfon balik dengan panggilan vidio. Tapi bukan sindy yang ada di layar ponsel jungkook, tetapi song taemin.
" hai jungkook, ada apa? Kamu menghubungi sindy berulang kali. Apa ada masalah?" Tanya taemin.
" ah tidak hyung. Aku hanya ingin bicara santai dengan nya" jawab jungkook.
" maaf aku lancang mengambil ponsel kekasih mu, soal nya dia sedang berlatih dan aku mendengar ponsel nya terus berdering, itu sebeb nya aku angkat" ucap taemi. Sembari memperlihatkan kamera ke arah sindy yang tengah berlatih ballet dengan beberapa teman perempuan nya.
" tidak apa apa hyung. Dia sudah mahir sekarang. Dia benar benar berbakat" ucap jungkook ketika melihat tarian yang sindy lakukan.
Di saat yang sama, jinan datang dari arah belakang jungkook.
" jungkook, apa yang kamu lihat" tegur jinan
" hyung, kamu mengagetkanku saja. Lihatlah ini sindy, dia berlatir keras dalam dua bulan terakhir, tarian nya sudah begitu indah" puji jungkook sembari memberikan ponsel nya.
Jinan mengambil ponsel jungkook dan melihat sindy dengan seksama.
" dia sangat hebat, sampaikan salam ku untuk nya ya. Sayang nya aku harus pergi sekarang, aku ada urusan penting" pamit jinan
" oh baiklah hyung, maaf aku tidak sadar menduduki mobil mu. Hati hati di jalan hyung"
" iya.."
Setelah jinan pergi dengan mobil nya, jungkook kembali menatap layar ponsel nya. Tapi yang ia dapati bukan sindy tapi justru wajah taemin yang terlihat memenuhi layar ponsel nya. Jungkook sangat terkejut melihat hal itu, sampai hampir menjatuhkan ponsel nya.
" hyung! Apa yang kamu lakukan? Aku sangat terkejut ponsel ku penuh dengan wajah mu" protes jungkook.
" maaf maaf. Hmm pria itu teman mu?" Tanya taemin.
" kamu kenal dia? Dia teman kami. Sindy juga mengenal nya. Kenapa memang?"
" aku mengingat wajah nya. Nampak tidak asing. Dia dari keluarga kim kan? Kim jinhwan?"
" entahlah. Tapi kami memanggil nya jinan. Nama panggung nya"
" tidak salah lagi. Dia itu putra dari perusahaan besar di jepang. Keluarga nya sangat terkenal di sini. kabar nya memang putra sulung nya memilih berkarir di korea. Aku yakin dia orang nya"
" benarkah? Tapi dia tidak pernah bercerita tentang keluarga nya yang sangat kaya itu"
" mungkin karna dia sangat rendah hati"
__ADS_1
" iya mungkin juga. Dia memang sangat baik" jawab jungkook.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah berjalan jalan berduaan dengan terus bergandeng tangan dan bercanda sepanjang jalan, yuri dan jhope kembali bergabung dengan yang lain nya di meja yang telah mereka pilih.
Di bawah pohon nan rindang dengan pemandangan yang langsung mengarah ke pantai, jin, jimin, tata dan jessy terus berbincang berbagai hal sebari tertawa riang. Bahkan jungkook pun telah bergabung dengan lain nya.
Setelah kedatangan jhope dan yuri pun mereka tak menghentikan canda tawa mereka. Justru mereka membuat yuri dan jhope turut larut dalam candaan mereka.
Tapi di tengah perbincangan mereka, jhope teringat pada listy, suga dan jinan yang tak ada di sana.
" eh dimana listy, jinan dan suga hyung?" Tanya jhope.
" suga hyung bilang dia akan ke daegu, entah ada urusan apa. Dia tidak bilang" sahut jimin.
" hmm listy juga mengirim pesan padaku, dia bilang ada klaien yang mendesak, dia pasti pergi dengan jinan oppa" sambung yuri.
" tapi aku lihat tadi jinan hyung pergi sendiri" sahut jungkook dengan polos nya.
Karna sangat kesal, yuri memelototi jungkook sembari menginjak kaki jungkook yang kebetulan duduk di seberang nya.
" haha, pasti listy pergi ke toilet dulu atau membeli sesuatu saat jinan oppa mengambil mobil nya. Kenapa harus di bahas. Sudahlah. Eh itu taehyung dan defy datang" elak yuri mencoba menutupi alasan kepergian listy dan suga.
Memang kebetulan di saat itu pula, defy dan taehyung tengah memarkirkan motor nya tak jauh dari mereka.
Seketika senyum jessy pudar melihat defy turun dari motor taehyung.
Tapi tidak dengan jin. Jin justru tersenyum lebar pada gadis yang ia cintai itu.
Tak butuh waktu lama, taehyung dan defy bergabung di meja yang telah terjejer berapa cemilan dan minuman mereka.
Mereka pun saling menyapa dan jin langsung menghampiri defy dan memeluk nya dengan erat.
" heyy jin hyung, kasihanilah aku yang menjalani LDR" protes jungkook.
" sorry jungkook, kali ini tak ada toleransi. Kekasihku ini telah bertemu dengan sodara kandung nya yang selama ini hilang. Sebenar nya kami sudah tau 2 bulan lalu. Tapi baru hari ini defy mengungkapkan kenyataan itu. Dan yang paling megejutkan adalah, namjoon lah orang itu. Sodara kandung defy" jelas jin.
Semua orang begitu terkejut mendengar pernyataan jin. Sedangkan defy hanya tertunduk malu dengan senyum dan air mata haru yang menghiasi wajah merah nya.
" hyung, kamu tidak bercanda kan? Benarkah itu defy?" Tanya jimin.
" semua yang jin oppa katakan itu benar. Aku butuh waktu untuk mengumpulkan semua bukti, jadi baru hari ini ku katakan pada kalian. Ini semua berkat taehyung. Dia dan tuan kim terus berusaha keras mengumpulkan semua bukti yang kami perlukan" ucap defy.
" ah tidak, kami hanya melakukan tugas kami" jawab taehyung.
" jadi selama ini namjoon hyung adalah oppa mu?" Tanya jimin dengan wajah melongo.
" iya. Itu benar. Aku sangat lega setelah mengungkapkan kebenaran itu" jawab defy.
__ADS_1