
Jinan POV.
Ragu, kalut..
Itu yang tengah memenuhi kepala ku kini. Ingin rasa nya aku berhenti dan berlari dari sini.
Aku benar benar merasa lelah dengan berbagai topeng yang selalu aku gunakan di kehidupan ku ini.
Aku lelah, aku ingin melupakan semua nya, dan hidup tenang bersama wanita yang aku cintai, listy.
Aku memutuskan untuk menelfon listy, untuk terakhir kali nya. Aku harap dia bisa memahami keadaan ku.
Tut tut..
Berkali kali ku coba menghubungi listy, tetapi masih belum listy angkat juga.
Author POV.
Kala itu, listy memang tengah sibuk dengan ponsel nya, dengan suara yang masih sangat pelan, listy membatal kan beberapa janji temu dengan para klaien nya.
Listy terhenti ketika nama jinan muncul di layar ponsel nya. Bahkan listy tanpa sengaja melempar ponsel nya, dan langsung menutup kuping nya.
Beberapa menit berlalu, tetapi jinan masih saja mencoba menghubungi listy.
Setelah mengatur nafas nya berkali kali, listy akhir nya memutuskan untuk mengangkat panggilan telefon dariĀ jinan, meski dia masih diam, tanpa mampu membuka mulut nya.
" listy.. listy mendengarku? Baiklah listy, aku tau kamu tidak ingin berbicara padaku, tapi tolong dengar kan aku. Aku serius listy, aku tak akan bosan dan akan lelah untuk meminta mu pergi dengan ku. Aku berjanji, tak ada lagi balas dendam ku lagi. Aku tak akan mengganggu suga atau pun teman teman mu lagi. Tapi jika kamu menolak ku lagi, Foto foto yang aku perlihatkan waktu itu, akan ku kirim pada agensi oppa mu. Satu hal lagi yang harus kamu tau, junhoo adalah hyungku. Kamu tau benar apa yang bisa ia perbuat kan? Listy mengertilah kekalitan ku. Aku ingin hidup dengan mu, hidup tenang bersama mu" ucap jinan dari ujung telefon.
Air mata listy kembali terurai mendengar ancaman jinan. Listy bahkan mengepalkan jari nya kuat kuat sampai ponsel nya terjatuh kembali di pangkuan nya.
Sambungan telefon pun terputus.
Listy menghapus air mata nya saat mendengar pintu kamar nya terbuka.
Suga masuk di ikuti oleh jungkook dan sindy di belakang nya.
" listy, lihat siapa yang datang" ucap suga.
Dengan senyum yang mengembang, sindy melambaikan tangan nya pada listy.
Meski masih sedikit kaku, listy tetap menunjukan senyum nya.
" hai listy. Aku sangat merindukan mu"
Listy dan sindy saling menyapa, pelukan hangat dan ciuman di pipi membuat mereka melepas rindu.
" aku juga merindukan mu" ucap listy.
" kamu sangat pucat. Aku turut sedih dengan apa yang kamu alami. Maafkan aku, aku tak bisa menghiburmu dengan cara apapun" sesal sindy.
" tidak sin. Aku sangat senang kamu datang ke sini"
Percakapan kedua wanita berparas ayu itu terus membuat suga lebih tenang, terutama melihat listy yang terlihat telah bisa tersenyum ketika berbincang dengan sindy.
" baiklah, aku akan membuat minuman untuk kalian. Jessy masih mengantar pesanan. Dan soni sibuk di dapur" pamit suga.
" ayo ku bantu hyung" sahut jungkook.
__ADS_1
" hmm jungkook. Bisakah aku bicara denganmu sebentar? Tidak papa kan sin?" Tanya listy.
" tentu saja. Biar aku yang membantu suga oppa" jawab sindy.
Skip.
Listy dan jungkook duduk berhadapan, dengan mata terpejam, listy menguatkan hati nya untuk membuka suara.
" jungkook, bisakah kamu membantuku?"
" tentu saja lis. Apa yang bisa ku bantu?"
" jungkook, tolong siapkan potongan cctv di cafe dan hotel blue night" pinta listy.
" tunggu, tempat kamu..?"
" iya.."
" apa kamu yakin?"
" aku punya sebuah rencana. Aku punya alasan khusus"
" listy, sebenar nya, aku dan suga berniat untuk merahasiakan hal ini. Tapi aku pikir kamu harus tau, jinan itu, punya seorang kakak laki laki,.."
" junhoo. Min junhoo kan?"
" kamu sudah tau?"
" itu sebab nya aku ingin melakukan ini jungkook. Aku punya beberapa bukti dan beberapa rencana. Kamu hanya perlu mendapatkan rekaman CCTV itu, dan siapkan surat penangkapan atas nama Min junhoo. Satu lagi. Tolong rahasiakan ini dari suga oppa atau pun jhope oppa"
" tidak listy. Aku tidak akan membiarkan mu terlibat dalam bahaya ini"
" apa maksudmu? Apa hubungan nya dengan BTS?"
" sasaran mereka adalah grup kalian. Baik suga oppa, jhope oppa, jimin dan jin oppa akan hancur jika grup kalian tidak bisa debut"
Jungkook terdiam dan hanya tertunduk lesu. Dia teringat kembali susah nya mereka latihan dan tampil di cafe cafe.
Sepanjang hari mereka membagi waktu untuk pekerjaan mereka dan latihan berat mereka.
" jungkook.., demi BTS" Lirih listy.
Jungkook mengangguk pelan dan memejamkan mata nya.
" lakukan lah secepat nya. Selebih nya aku yang akan bergerak. Tolong katakan pada semua nya, kalau aku tidur dan tidak ingin di ganggu. Aku akan pergi sekarang, lewat jendela" ucap listy.
" listy, apa kamu bisa melakukan nya? Kamu masih sakit. Aku ragu kalau.."
" jungkook. Aku bukan mau berperang. Percayalah, jinan tidak akan membiarkan aku terluka"
" baiklah, aku akan segera mendapat rekaman cctv nya dan langsung ku kirimkan padamu"
" jungkook, aku harap, sebelum setengah jam. Aku butuh vidio nya kurang dari setengah jam"
Jungkook mengangguk dan mereka memulai rencana mereka.
Listy menumpuk beberapa bantal cadangan dan menutup nya dengan selimut, agar nampak seperti diri nya yang tengah tertidur.
__ADS_1
Jungkook keluar kamar listy, dan benar saja, suga telah siap dengan segelas jus buah untuk listy.
Jungkook pun membuat alasan agar suga tidak memaksa masuk dan mencurigai mereka.
" hmm hyung. Listy sudah tidur. Dia bilang ingin tidur beberapa jam, dan tidak ingin di ganggu kata nya. Di suasana hati nya yang seperti ini, aku rasa kita harus membiarkan nya sendiri dulu"
" ohh baiklah. Ayo kita berbincang dengan jhope juga. Sindy sedang berbincang degan jhope di cafe" ajak suga.
" nanti saja hyung. Ada sedikit pekerjaan yang harus aku lakukan. Tolong katakan pada sindy, aku akan menjemput nya lagi nanti. Aku cuma pergi sebentar saja"
Jungkook bergegas pergi tanpa mendengar jawaban suga. Bahkan jungkook memacu mobil nya dengan kecepatan tinggi.
Tak butuh waktu lama, jungkook lagsung meminta salinan rekaman cctv, dimana listy dan jinan duduk di cafe.
Meski awal nya jungkook mendapat kan penolakan dari pemilik cafe, namun jungkook kembali menggunakan identitas nya sebagai polisi, untuk mendapat kan salinan itu.
Di sisi lain.
Rumah singgah jinan..
Listy POV.
Dengan langkah kaki yang begitu pelan. Mungkin karna Rasa ragu, rasa jijik atau rasa benci aku pun tak tau. Aku melangkah dengan begitu pelan.
Pikiran ku tengah kalut, hanya ada satu dalam pikiran ku kini. Menyelamatkan debut BTS.
Tanpa aku minta, seorang pria penjaga gerbang membukakan pintu untukku. Dia bahkan terlihat menelfon jinan dari post jaga.
Aku berjalan menuju arah pintu utama rumah jinan. Tetapi sebelum aku sampai, nampak pria brengsek itu keluar dari rumah nya.
" listy? Kenapa kamu kesini? Ayo masuk lah. Biar ku bantu" ajak jinan.
Tetapi tangan kotor itu segera ku tampik keras keras.
" jangan sentuh aku. Aku kesini hanya ingin membuat perjanjian dengan mu"
" baiklah, ayo masuk dulu" ajak nya lagi dengan sedikit mengarah kan tangan nya ke arah pintu.
" kita bicara di luar"
" baiklah, ayo duduk di bangku"
Aku menuruti ajakan jinan dan duduk dengan tenang di bangku taman jinan.
Meski aku sungguh tak ingin melihat pria ini lagi, tapi aku harus menguatkan diriku. Berkali kali ku ataur nafasku sampai aku siap untuk membuat kesepakatan dengan jinan.
" langsung saja. Tadi di telefon, kamu mengancam ku dengan foto jhope oppa kan?"
" aku tidak akan melakukan nya, jika kamu mau pergi dengan ku. Sejauh mungkin dari sini. Kita hidup berdua saja"
Aku terus menunduk untuk memastikan vidio yang jungkook cari telah dapat dia kirim ke ponsel ku.
" ayolah jungkook. Aku tidak bisa menunggu terlalu lama" batinku.
Pria berlesung pipi itu terus saja menatap ku dengan tatapan sendu, namun aku masih tak mampu membalas tatapan mata nya.
Sampai akhir nya,
__ADS_1
Klung,
Pesan yang ku tunggu dari jungkook telah masuk, satu vidio mulai ku unduh.