
Pagi hari..
Rumah suga..
Seperti biasa nya, suga membersihkan kedai nya, dan menyiapkan segara keperluan pembuatan tato nya.
Di tengah kesibukan nya, suga terhenti saat melihat sosok yang tak asing bagi nya.
Ya
Jinan lah yang melewati pintu kedai nya.
" jinan ssi? Wah ini kejutan" ucap suga.
" suga hyung, lama tidak bertemu, kedaimu semakin besar sekarang"
" ah tidak masih sama seperti dulu, hanya berubah tata ruang nya saja. Hmm kamu perlu sesuatu?"
" ya tentu saja. Ada tato yang ingin kubuat. Aku menyiapkan desain nya sendiri"
" hm coba ku lihat"
Jinan dan suga memeriksa desain tato yang ingin jinan buat. Setelah itu mereka pun memulai pembuatan tato di punggung jinan.
Mereka berbincang untuk mengisi kekosongan di antara mereka.
" apa kegiatanmu sekarang?" Tanya suga.
" biasa, latihan dan pemotretan. Grup kami akan meluncurkan album baru. Aku dengar grup kalian juga akan debut" jelas jinan.
" kami masih menyiapkan nya. Butuh banyak persiapan. Karna kami belum mempunyai agensi. Kami harus melakukan semua nya sendiri"
" kenapa tidak mencari agensi?"
" kalau kami masuk agensi, waktu kami akan tersita oleh peraturan peraturan agensi. Sedangkan kami semua mempunyai pekerjaan di siang hari. Tapi kami sedang mencari agensi yang tidak terlalu mengekang artis nya"
" semoga kalian berhasil. Suatu saat, kita bisa satu panggung. Hmm suga hyung, aku dan grupku akan pergi ke eropa untuk shooting MV kami. Mungkin kami di sana satu bulan lebih"
" wah itu pasti menyenangkan"
" tapi ada sedikit masalah hyung"
" apa? Kamu butuh bantuanku?"
" iya, aku membutuhkanmu untuk menjaga listy"
Wajah suga berubah saat nama listy keluar dari mulut jinan, wajah gadis itu pun mulai mengganggu pikiran nya.
" listy? Kenapa?"
" hmm, listy membutuhkanmu. Ya... Meskipun dia selalu bersama ku, tapi hati nya membutuhkan mu hyung. Dia mencintaimu"
" kenapa kamu mengatakan itu. Aku dan listy tidak bisa bersama"
" tapi kalian juga tidak bisa berpisah"
" ah sudahlah. Kami hanya akan berteman"
" suga hyung. Sebenar nya, junhoo sudah bebas dari penjara. Aku takut dia akan membalas dendam. Dan aku takut, listy yang akan menjadi sasaran nya. Karna listy adik dari jhope, dan listy juga terlibat dengan masalah kemaren"
Suga pun lagi lagi terdiam.
" kamu benar juga"
" untuk itu, aku ingin kamu selalu di sisi listy"
" hmm apa jin hyung dan jhope sudah tau soal ini?"
" jhope sudah tau soal ini. Aku rasa jin hyung juga pasti sudah tau juga"
__ADS_1
Setelah perbincangan mereka, kini suga terus terpikir akan listy.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kantor listy...
Listy membersihkan kantor nya, di temani oleh satu orang pekerja yang tengah mengecat pintu kantor listy.
Dengan tekun, listy merapikan meja kerja nya, dan merapikan vas bunga di meja nya.
" sebentar lagi selesai. Ah aku tidak sabar" gumam listy.
Tak lama, ponsel listy berdering, nomer yang tertera di ponsel listy bukanlah nomer yang ia kenal.
Tapi tanpa curiga, listy mengangkat panggilan telfon nya.
Begitu terkejut nya listy, saat mendengar suara yang sangat tak asing di telinga nya.
" hai listy. Kamu ingat suaraku?"
" Lee yuri? benarkan ini yuri?" Tanya listy dengan penuh antusias.
" kamu masih mengingat suaraku?"
" tentu saja. Bagaimana keadaan mu?"
" aku baik baik saja. Apa yang sedang kamu lakukan hari ini?"
" tidak banyak, aku hanya membereskan kantor kecilku. Lee yuri, aku sangat merindukanmu"
" benarkah? Kalau kamu merindukanku, sambut aku dong"
" sambut? Kamu di korea?"
" aku di kantormu"
Kejutan yuri begitu membuat listy tercengang, lee yuri sahabat nya, kini masuk ke kantor nya.
Setelah satu tahun lama nya, mereka tak bertemu, kini mereka bertemu tanpa mereka rencana kan.
" kapan kamu kembali dari australia?"
" tadi malam. Tadi pagi, jin oppa memberitahu alamat kantor mu, jadi aku langsung ke sini"
" lee yuri, sekarang kamu begitu berbeda. Kamu terlihat begitu cantik" puji listy.
Dengan dress pink dan rambut yang terurai, lee yuri terlihat begitu anggun.
Tentu saja, selama ini yuri selalu memakai pakaian yang terkesan cuek.
Hanya celana jins dan kaos oblong biasa. Tapi kini, lee yuri telah berubah menjadi wanita yang rapi dan anggun, dengan polesan wajah yang sederhana.
Yang tentu saja menambah kecantikan yuri terpancar alami.
Listy dan yuri terus berbincang. Mereka bercerita kehidupan mereka selama satu tahun terakhir.
Tak terasa, mereka berbincang sampai sore hari. Mereka terus bersenda gurau, dan yuri juga membantu listy membereskan kantor nya.
Setelah sore hari, listy dan yuri berniat untuk pulang.
Dengan bergandeng tangan, mereka keluar dari kantor.
Tapi listy berhenti saat merasa bahwa ponsel nya tertinggal.
" yuri ssi, ponsel ku tertinggal, aku akan segera kembali"
" baiklah aku akan menunggu mu. Jangan terlalu lama"
__ADS_1
" iya iya"
Listy kembali ke dalam kantor nya, dan melihat panggilan telefon dari suga.
Listy pun mengangkat panggilan dari suga.
" hallo, ada apa oppa?" Tanya listy.
" kamu dimana? Masih di kantor?"
" aku masih di kantor, aku dan yuri akan pulang sekarang"
" tunggu disana, aku akan menjemput kalian?"
" tidak perlu, kenapa kamu harus repot menjemput kami?" Tanya listy sembari berjalan ke luar kantor nya
" tunggu di sana, jangan banyak bicara"
" tidak perlu, aku dan yuri... yuri..! Yuri, lepaskan yuri"
Listy berteriak sambil berlari, listy bahkan menjatuhkan ponsel yang ia pegang, saat melihat lee yuri di tarik paksa masuk ke sebuah mobil, oleh beberapa orang pria.
Setelah panggilan telefon listy terputus, dan suga mendengar teriakan listy memanggil yuri, suga pun menyadari ada sesuatu yang terjadi pada mereka. Suga segera mengambil kunci motor nya, dan pergi ke kantor listy.
" listy tolong aku, listy" teriak yuri.
Listy pun segera membantu yuri melepaskan diri dari ke empat pria bertubuh besar tersebut.
Sayang nya, salah satu dari pria pria itu memukul bahu listy dengan sebilah kayu, Dan membuat listy hampir kehilangan kesadaran nya.
" listy, listy kamu baik baik saja?" Tanya yuri.
Tetapi listy tak dapat menjawab pertanyaan yuri karna pukulan di leher bagian belakang listy.
Bahkan listy jatuh terduduk di pinggir jalan.
Sore itu memang suasana tengah sepi. Tak ada satu pun kendaraan yang lewat di jalan tersebut. Dan tetangga kantor listy juga tengah sepi. Beberapa toko yang berjejer di sana terlihat sepi. Hanya beberapa motor yang berjejer di depan toko toko tersebut.
Yuri di paksa masuk ke mobil. Meski yuri sempat meronta, tapi tenaga nya tak dapat melawan pria pria yang memegangi nya.
Yuri hanya bisa menangis melihat listy yang hampir kehilangan kesadaran nya.
" apa kita harus bawa juga wanita ini?" Tanya salah satu pria.
" jangan, dia bisa bela diri, itu akan merepotkan kita. itu sebabnya aku langsung memukul nya. Dia adik nya jhope. Kita gunakan dia untuk memberitahu jhope dan jin" jawab pria berjas.
" bagaimana?" Tanya salah satu pria tersebut.
" heyyy gadis bodoh, katakan pada oppa mu dan jin. Kami akan membebaskan gadis di mobil itu, kalau mereka datang ke gedung tua di pinggir dermaga. Dan ingat, jangan hubungi polisi, atau gadis itu akan celaka"
Meski setengah sadar, listy tetap dapat mendengar apa yang para pria itu katakan. Bahkan listy sempat berusaha mengejar mobil yang membawa yuri, tapi tentu saja, listy tak dapat berbuat banyak.
Beberapa orang mulai menghampiri listy, dan menanyakan keadaan listy.
" eonnie, apa eonnie baik baik saja? Apa yang terjadi?" Tanya salah seorang wanita.
" tadi ada keributan, apa yang terjadi eonnie?" Sambung salah satu wanita lain nya.
Beberapa orang mulai mengerumuni listy, tapi listy tak menjawab pertanyaan mereka.
Listy justru berusaha mencari ponsel nya dengan kesadaran yang masih belum 100% sadar.
" eonnie mau ke rumah sakit?" Tanya wanita tadi.
" tidak tidak, aku baik baik saja. Aku baik"
Listy meninggalkan kerumunan dan mengambil ponsel nya yang terjatuh di depan kantor nya tadi.
Listy duduk di lantai, dan melakukan panggilan telefon pada jhope.
__ADS_1
Denga uraian air mata, listy terus berusaha menghubungi jhope.