
Setelah pulang dari kerja, namjoon langsung ke rumah sakit dimana naya di rawat.
Tanpa pulang, tanpa beristirahat bahkan tanpa membersihkan diri.
Nampak peluh nya masih sedikit menghiasi wajah nya.
Wajah nya begitu lusuh karna kelelahan setelah bekerja berat si cafe.
Namjoon langsung menuju apotik rumah sakit dan menebus beberapa kantong obat untuk naya.
Setelah itu ia berjalan melewati ruang oprasi di mana suga dan nyonya min tengah menunggu listy.
Namjoon pun segera menghampiri suga dengan wajah bingung nya.
" suga hyung, kamu berdarah. Ada apa? Siapa di dalam?" Tanya namjoon.
Suga kembali membanjiri pipi nya dengan air mata, dan hanya satu kata saja yang keluar dari bibir tipis nya.
" listy" ucap suga.
Tentu saja namjoon sangat terkejut dan langsung menghampiri suga untuk memeluk nya agar suga sedikit merasa lebih tenang.
" listy pasti bisa melalui nya. Sabarlah hyung" hibur namjoon.
Tak lupa, namjoon juga mencoba menghibur nyonya min yang masih saja menangis.
Sudah satu jam lama nya dokter dan suster melakukan oprasi pada listy. Tapi mereka tak kunjung keluar untuk memberi tahu keadaan listy.
Bahkan saat jhope sampai pun pintu oprasi masih belum terbuka.
Jhope segera menghampiri suga dan menanyakan keadaan listy.
" apa yang terjadi pada listy?" Tanya jhope dengan wajah pucat pasi.
" listy tertabrak mobil saat kami pulang dari daegu. Kami keluar dari cafe dan listy tertabrak oleh sebuah mobil" terang suga.
" kenapa listy bersama mu? Apa yang listy lakukan! Kenapa bisa sampai tertabrak!" Jhope meraih kerah kemeja suga yang masih basah oleh darah listy.
Sementara itu suga hanya diam tertunduk tanpa perlawanan.
Namjoon segera menghampiri kedua pria itu dan mencoba melerai jhope dan suga.
" hyung, hyung ini rumah sakit. Tolong kendalikan emosi mu" ucap namjoon sembari melepas genggaman tangan jhope yang kini mulai lemas tanpa daya.
Ya, kaki dan tangan jhope telah lemas, terutama melihat noda darah di kemeja suga.
" listy,.. itu darah listy.." celoteh jhope yang kini benar benar lemas. Bahkan namjoon harus merangkul nya untuk duduk.
" maafkan aku. Aku tidak bisa menjaga listy dengan baik" ucap suga dengan wajah tertunduk.
Jhope terus menangis dalam pelukan namjoon. Jhope teringat kembali bagaimana appa dan eomma nya meninggal karna kecelakaan mobil. Itu sebeb nya jhope dan jessy sangat mengkhawatirkan keadaan listy.
__ADS_1
" listy, aku mohon jangan tinggalkan oppa, apa yang akan oppa dan jessy lakukan jika kamu pergi. Cukup eomma dan appa. Kami tidak ingin kehilangan mu" tangis jhope.
" huss jangan katakan itu hyung. Listy tidak akan membiarkan kamu dan jessy sendiri. Kamu harus tenang dan menata emosimu. Kamu juga harus membuat jessy tenang. Kalau jessy melihat mu seperti ini, dia akan semakin kawatir" ujar namjoon.
Tak lama, dokter keluar dari ruang oprasi dan di ikuti oleh seorang suster di belakang nya.
" pasien masih dalam keadaan kritis. Kalau dia belum juga sadar besok pagi, aku rasa pasien mengalami tauma di bagian kepala. Kami tidak bisa mengoprasi di bagian itu karna dalam rongsen, kondisi kepala pasien baik baik saja. Kami harus menunggu respon yang di tunjukan pasien. Kami akan kembali melakukan oprasi, kalau pasien belum juga sadar"
" apa aku bisa menemui nya dok?" Tanya jhope.
" silahkan" ucap sang dokter.
Jhope dan suga langsung melangkah menuju pintu ruang ICU, tapi suster menghantikan suga, bahkan jhope pun turut berhenti mendengar ucapan susuter tersebut.
" maaf tuan, anda harus ikut denganku untuk suntik penambah darah dan vitamin. Ada mendonor lebih dari kapasitas yang di anjurkan. Itu bisa berakibat buruk pada tubuh anda" saran sang suster.
" benarkah itu hyung? Kamu harus segera pergi, wajah mu sudah mulai terlihat pucat" usul namjoon.
" tapi listy.."
" pergilah hyung. Aku disini, kamu tidak perlu menghawatirkan nya" sahut jhope.
Suga dan jhope saling menatap dan tatapan mereka kini terlihat canggung dan berbeda setelah jhope tau bahwa listy pergi dengan suga.
Tapi namjoon langsung menarik tangan suga dan membawa nya mengikuti suster itu.
Sementara jhope masuk ke ruang ICU menemui listy yang terbaring lemas di ranjang dengan persban yang menghiasi beberapa bagian tubuh nya. Bahkan listy juga masih memakai alat bantu pernafasan.
" Nona psikolog, kenapa kamu diam begitu. Kenapa kamu tak lagi memarahi oppa saat oppa menangis hagh? Bagunlah sekarang juga, dan mulai lah berceramah. Dengar, oppa tidak akan memaafkanmu. Kamu membohongi oppa, sejak kapan kamu pergi tanpa mengatakan dulu pada oppa" tangis jhope.
Di sela tangisan jhope, jessy dan yang lain telah sampai di rumah ICU dan masuk menemui jhope.
Dalam keadaan lemas dan penuh air mata, jessy bediri di smaping ranjang listy dengan di rangkul oleh defy.
Melihat jessy yang begitu lemas, jhope menghampiri jessy dan langsung memeluk nya dengan erat.
Usapan hangat terus jhope berikan di bahu jessy, agar jessy merasa lebih tenang.
Yuri pun turut menangis melihat keadaan listy. Apalagi setelah melihat jhope berurai air mata.
" oppa, kamu harus kuat, listy dan jessy sangat membutuhkanmu sekarang, jangan sampai listy melihat mu lemah seperti ini" ucap yuri.
" permisi semua, pasien masih dalam masa kritis dan butuh ketenangan, dokter hanya mengijinkan satu orang saja untuk menunggu pasien" potong seorang suster.
" taehyung, tolong antar jessy dan nyonya min pulang. Aku akan menunggu listy" usul jhope.
" iya. Kuat kan dirimu. Jaga kesehatanmu juga. Listy pasti bisa melewati ini dengan mudah" hibur jin.
Yuri, tata, dan defy membantu jessy keluar dari ruang ICU.
Jin dan taehyung pun mengikuti mereka setelah memberi pelukan hangat pada jhope.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jalanan..
Sebuah mobil terparkir di pinggir jalan nan sepi. Mobil yang sama dengan mobil yang telah menabrak listy.
Seorang pria duduk di dalam mobil dengan kondisi berkeringat dan tangan yang tengah bergetar hebat.
Pria itu perlahan melepas masker di mulut nya dan topi hitam yang menutupi rambut nya.
Pria itu tak lain adalah
KIM JINHWAN ATAU JINAN
ya.. jinan lah yang telah berusaha menabrak nyonya min dengan mobil nya. Tetapi justru listylah yang menjadi korban.
Tangan jinan begitu bergetar dengan mata merah menahan tangis, sesal dan amarah.
" sial! kenapa listy! Kenapa dia harus menyelamatkan wanita itu. Tidak, tidak papa, listy akan baik baik saja. Dan itu salah nya sendiri. Listy,... listy... Sial!!" Maki jinan pada diri nya sendiri
Jinan bahkan sempat memukuli kemudi mobil nya berkali kali dan mengacak acak rambut nya.
Setelah beberapa jam duduk gemetar di dalam mobil nya, jinan melaju begitu cepat nya dengan mobil sewaan nya itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam telah begitu larut, suga masih setia menunggu listy di luar ruang rawat nya.
Hanya jhope pun enggan melepas tangan listy. Jhope tetep duduk berjam jam di samping listy yang masih belum sadarkan diri.
Tak lama, jimin datang dengan sebuah kantong belanja di tangan nya.
" hyung, ganti lah baju mu dulu, aku membeli baju dan handuk untukmu"
" Aku pikir kamu pulang dengan mereka"
" mana mungkin aku meninggalkan kalian berdua saja"
" hagh?"
" kamu dan jhope hyung. Aku tau, setelah masalah ini, pasti jhope hyung kembali lebih protektif pada listy. Jadi selama ini kamu dan listy menjalin hubungan di belakang jhope hyung?"
" kamu benar. Jhope sangat mencintai listy, dan listy terluka saat bersama ku. Sebenar nya aku dan listy tidak ingin menyembunyikan hal ini dari jhope. Kami hanya ingin menunggu waktu yg tepat. Tapi setelah hal buruk ini terjadi, aku ragu jhope akan membiarkan listy dekat denganku"
" tenang lah hyung, kalau kamu dan listy di takdirkan untuk bersama, pasti akan ada jalan. Tapi ngomong ngomong, listy tertabrak saat menyebrang atau bagaimana hyung? Aku rasa listy tidak mungkin seceroboh itu"
" itulah yang sedari tadi mengganggu pikiranku. Aku tidak melihat nya secara langsung. Aku masih ada di dalam cafe saat kejadian itu terjadi. Aku belum sempat menanyakan rincian kejadian nya pada eomma"
" kita minta bantuan jungkook saja hyung. Aku sudah meminta jungkook ke mari. Dia pasti sudah ada di jalan. Jungkook pasti bisa memeriksa setiap cctv di lingkungan itu"
" iyah"
__ADS_1