SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy's 2 Episode 69


__ADS_3

Ruang rawat listy..


Suga membuka pintu tanpa mengetuk nya lebih dulu.


Sontak listy terkejut melihat suga dan perlahan ia melepas pelukan nya dari jinan.


Senyum Suga yang awal nya terlukis di wajah nya pun mulai pudar dari wajah nya.


" suga oppa, kamu mengagetkan saja. Masuklah, dimana jhope oppa dan jessy?" Tanya listy yang mencoba mencair kan suasana.


Suga masuk ke ruangan listy, di saat jinan sibuk menyeka air mata nya tanpa menghadap suga.


" jinan, kamu sudah lama? Sejak kemaren kamu tak nampak?" Tanya suga.


" oh iya, aku sibuk dengan pekerjaanku. Aku mendapat kabar listy kecelakaan jadi aku berkunjung"


" oh begitu" jawab suga singkat.


" oppa, kamu belum menjawab pertanyaan ku" rengek listy.


Suga hanya menarik sedikit bibir nya tanpa menjawab listy, suga membelai rambut panjang listy.


Sepersekian detik, jhope, jessy dan yuri pun masuk ke ruang rawat listy.


Mereka duduk sambil berbincang setelah sebelum nya saling menyapa.


Tetapi suasana berubah saat suga menanyakan sesuatu pada yuri.


" yuri ssi, kenapa jin dan jimin tidak datang tadi. Aku yakin pasti mereka tau kabar ini bukan?" Tanya suga.


" sebenar nya, mereka.."


" eomma jin adalah dalang di balik meninggal nya tuan park do geum. appa namjoon dan defy" potong jhope.


Seketika listy, jessy, suga dan jinan terperanga mendengar kebetulan yg begitu sial seperti ini. Yuri menceritakan semua yang ia tau dan ia dengar malam tadi.


Mereka tak habis pikir bahwa nyonya park melakukan hal itu.


" nyonya park pasti punya alasan kenapa ia sampai melakukan hal itu. Aku pernah bertemu dengan nya. Dia wanita yang ramah" elak listy.


" aku lebih sering bertemu dengan nya. Dan dia memang orang yang kurang baik. Sikap nya kasar" potong suga.


" tidak oppa, nyonya park mungkin dalam keadaan yg buruk, jadi dia kasar. Tapi aku melihat kasih sayang yang lebih untuk jin oppa. Dia tulus menyayangi jin oppa. Dia punya sisi lembut. Pasti dia punya alasan kuat melakukan hal itu. Bahkan kamu juga sering bersikap kasar"


" kenapa kamu malah mengomentari ku? kenapa kamu terus membelanya? Bahkan dia saja sering menghina oppa mu"


" hey, kenapa membawa ku? Kenapa kalian justru bertengkar?" Tegur jhope.


" sudah sudah. Yang penting kita beri dukungan untuk defy, namjoon, jimin dan jin. Kita harus bersatu, jangan bertengkar seperti ini" sahut yuri.


" aku mau mencari udara segar" ucap suga sembari berlalu dari ruangan rawat listy.


Listy pun terlihat kesal setelah perdebatan kecil antara dia dan suga.


Tetapi yuri dan jessy langsung membuat listy tenang dengan obrolan mereka.

__ADS_1


Sedangkan jinan dan jhope sibuk bercerita berdua.


Sementara suga, duduk di bangku taman rumah sakit dengan melipat tangan nya. Pikiran nya terus melayang mengingat pelukan listy dan jinan. Meski begitu, wajah suga masih saja datar tanpa ekspresi, bahkan ia tak berkutik sedikitpun dari posisi duduk nya selama beberapa menit terakhir.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah defy..


Setelah para tamu mulai berangsur pulang, defy terbaring di ranjang nya dalam keadaan lemah. Namjoon terus menggenggam tangan defy, dan mengusap dahi defy.


" istirahatlah. Oppa akan tetap disini menemanimu. Percayalah, oppa akan selalu bersama mu. Oppa berjanji" ujar namjoon tanpa sekejap pun berpaling dari tatapan defy.


" nee oppa"


Beberapa menit kemudian, defy benar benar memejamkan mata nya dan mulai terlelap.


Di saat itu pula, perlahan namjoon melepas tangan nya dari genggaman defy.


Namjoon menyelimuti defy dengan selimut tebal berbulu, lalu ia berlalu dari kamar defy.


Dengan wajah tertunduk dan sesekali ia menyeka air mata nya,


Namjoon mengeka air mata yang mengalir di pelupuk mata nya, dan tentu saja air yang mengalir dari hidung nya karna menahan tangis.


Meski kala itu semua tamu telah pergi, tapi tidak dengan ayanna, ayanna masih duduk diam di ruang tamu.


Ayanna langsung beranjak dari duduk nya saat melihat namjoon keluar dari kamar defy.


Ayanna mengikuti namjoon tanpa berani menegur nya.


Tetapi dia berhenti saat jari nya tersayat pisau. Ayanna langsung menghampiri namjoon dan menarik jari namjoon yang terluka. Ayanna menadahkan jari namjoon di bawah air kran, lalu ayanna menghisap jari namjoon dan meniup nya berulang kali.


" ayo aku plester dulu, kenapa kamu begitu ceroboh. Harus nya kamu memintaku melakukan nya"


Tanpa menjawab makian ayanna, namjoon membungkuk dan menyandarkan kepala nya di bahu ayanna dalam keadaan berdiri.


Tentu saja ayanna tau benar saat ini ia begitu hancur, dan hanya pelukan yang ia butuhkan sekarang.


Ayanna meraih kedua bahu namjoon dan memeluk nya dengan erat.


Tangisan namjoon pun pecah, ketika mendapat kenyamanan dan rasa aman di bahu ayanna.


" menangislah oppa. Tumpahkan semua kesedihamu tak akan ada yang melarangmu. Tapi setelah itu, tolonglah jadi lebih kuat, untuk menjaga defy" bisik ayanna.


Beberapa menit namjoon menumpahkan segala keluh kesah dan luka batin nya, dalam dekapan ayanna.


Gadis bertubuh tinggi semampai itu tak henti nya memberi usapan hangat di bahu namjoon.


Sesekali ia pun mengusap air mata nya sendiri yang mengalir tanpa persetujuan nya.


Dengan suara bergetar, ia terus mencoba memberi ketenangan pada namjoon dengan nasehat nasehat lembut nya.


Keberadaan ayanna tentu saja membuat namjoon lebih tenang dan lebih baik dari sebelum nya.


Sayang nya di saat itu pula, sesosok gadis berambut panjang terurai, tengah berdiri mematung di balik tembok dapur, Dengan mata yang telah memerah dan menggenang air mata.

__ADS_1


Dia adalah naya, berkali kali naya mengedipkan mata nya, dan berharap air mata itu kembali kedalam mata nya.


Tetapi air mata nya tak mampu ia tahan, tetes demi tetes air mata mulai turun membasahi pipi nya.


Itu sebeb nya ia memutuskan pergi dari rumah defy. Tetapi di pintu rumah defy, naya berpapasan dengan tuan dan nyonya kim.


" naya, kamu mau kemana? Namjoon di dalam kan?" Tegur nyonya kim.


" eomma, hmm aku.."


Sebelum naya melanjutkan perkataan nya, entah dari mana, jungkook masuk dalam perbincangan anak dan emma nya itu.


" maaf nyonya, aku meminta naya keluar sebentar, karna aku ada urusan sedikit dengan nya. Bolehkan aku mengajak naya berbincang sebentar" potong jungkook.


Seketika, semua perhatian tuan dan nyonya kim tertuju pada jungkook. Bahkan naya yang semula tertunduk, kini menatap sayu pada jungkook.


Dengan senyum kecil nya, jungkook berhasil membujuk nyonya kim, dan membawa naya pergi dari sana.


" baiklah, pergilah naya. Tapi jangan terlalu lama, kamu baru pulang dari rumah sakit. Kamu masih harus menjaga kesehatan mu" nasehat tuan kim.


" iya appa, eomma. aku akan memastikan nya"


Lagi lagi, jungkook mewakili naya untuk menjawab perkataan yang tuan kim lontarkan.


Tuan dan nyonya kim tersenyum melihat sikap ramah yang jungkook tunjukan.


Tuan dan nyonya kim masuk ke dalam rumah defy, sedangkan jungkook membawa naya duduk di depan mini market dengan dua kotak susu kemasan yang tersaji di meja.


Tanpa menatap jungkook, naya mengutak atik kotak susu di depan nya.


" aku baik baik saja. Aku sudah sembuh sekarang. Kenapa kamu memberiku susu" tanya naya yang sebenarnya pertanyaan yang sungguh tak penting.


Jungkook kembali menarik bibir nya, melukiskan senyum manis dengan sedikit gigi yang mengintip manja dari bibir tipis nya.


" aku tau kamu tak baik baik saja? Aku melihat nya. Aku rasa tak perlu aku jelaskan. Itu lah yang aku pernah jelaskan padamu, Cinta yang di butuhkan. Mungkin kadar cinta bisa sama, tapi kenyamanan dan ketenangan di butuhkan juga dalam cinta"


" jadi maksudmu, bukan cintaku yang namjoon oppa butuhkan?"


" bukan begitu phabo, cinta itu bukan hanya sekedar antara pria dan wanita. Jadilah adik yang menghujani oppa nya dengan cinta kasih sebagai adik. Dia akan mendapatkan 2 Cinta yang ia butuhkan"


Hembusan nafas panjang berhembus dari bibir manis naya. Meski masih dengan senyum yang setengah hati, tak bisa di pungkiri, suasana hati naya mulai membaik karna perkataan jungkook yang ringan dan mudah di pahami.


" phabo" bisik jungkook.


" yeah! Kamu memanggilku phabo?"


" tidak, aku memaki diriku sendiri"


" kenapa?"


" karna aku tak bisa membuatmu tersenyum"


Naya mulai mengembangkan bibir nya setelah mendapatkan hiburan kecil dari jungkook. Begitupun dengan jungkook, gigi kelinci nya terlihat melebar setelah berhasil membuat naya tersenyum malu dan mulai meminum susu kotak yang jungkook berikan.


Mereka berbincang santai di siang hari itu dengan di temani susu pisang dalam kemasan kotak.

__ADS_1


__ADS_2