
Rumah sakit...
Jimin dan tata datang ke rumah sakit dan segera masuk ke ruang rawat jin.
Jimin terus tersenyum dan itu membuat tata tak dapat mengalihkan pandangan nya pada jimin.
" rasa nya begitu tenang melihat tawa mu, jimin. Aku bahkan sangat bahagia dengan hanya melihat senyummu" batin tata tanpa sedetik pun berpaling dari wajah jimin yang tersenyum manis saat mereka berjalan menuju ruang rawat jin.
Jimin menatap tata yang masih saja berjalan dengan tatapan kosong.
" tata ssi, ayo. Kamu melamun? Ayo cepat" ajak jimin sembari menggandeng tangan tata.
Tentu saja tata semakin tak bisa menahan kebahagiaan nya saat jimin meraih tangan nya dan menarik nya untuk berjalan lebih cepat.
" jimin. Aku tidak bisa berjalan secepat itu"
" ah aku minta maaf, aku sangat tidak sabar menemui jin hyung. Apa harus aku gendong? Ayok"
" tidak" jawab tata dengan senyum nya yg mengembang.
" ayo aku ini kuat, otot ku banyak" ledek jimin dengan memperlihatkan otot lengan nya.
" jimin hentikan itu"
Tata terus tertawa melihat tingkah jimin saat ini. Mereka terus bercanda gurau selama berjalan di koridor rumah sakit.
Saat mereka sampai di depan ruang rawat jin, jimin dan tata menemui jungkook dan V yang tenga duduk di depan ruang rawat jin.
" kenapa kalian di luar?" Tanya jimin.
" jin hyung sedang melakukan pemeriksaan biasa oleh dokter" jawab taehyung.
" oo bagaimana keadaan nya sekarang?" Sahut tata.
" dia sudah sembuh sekarang. Cuma luka bekas oprasi nya saja yang masih pedih kata nya" jawab jungkook.
" terimakasih kalian sudah menjaga jin hyung semalaman" ucap jimin.
" iya hyung. Kita keluarga. Tidak perlu berterima kasih" jawab jungkook.
" oya satu lagi jungkook, tolong buat laporan agar junhoo bisa masuk penjara lagi. Aku tidak mau penjahat yang sudah melukai jin hyung bisa bebas berkeliaran seperti itu" pinta jimin.
" hmm hyung, jin hyung sudah sembuh sekarang. Apa tidak lebih baik jika kita akhiri semua nya saja. Junhoo akan kembali berulah kalau kita mengusik nya" ucap jungkook.
" jungkook, itu tidak adil untuk jin hyung. Dia terluka parah, bahkan sampai koma kemaren. Bagaimana bisa kita biarkan hal itu" sangkal taehyung.
" tapi itu hanya akan menambah masalah bagi kita. Sudah lah hyung. Kita.. kita tidak perlu berurusan lagi dengan nya" jawab jungkook dengan wajah yang mulai panik.
" jungkook, kamu ini kenapa? Apa yang terjadi padamu?" Tanya jimin
" jungkook, kamu seorang polisi, sudah tugasmu untuk memberikan keadilan pada jin" tambah tata.
Jungkook terdiam dan hanya bisa tertunduk, lalu ia duduk di kusi tunggu.
__ADS_1
" keadilan untuk jin hyung. Selain junhoo akan terkena masalah, suga hyung juga akan mengalami masalah besar hyung. Tolong jangan lakukan hal ini" selal jungkook.
" suga hyung?? Kenapa dengan nya???" Tanya taehyung.
" apa maksud mu??" Tambah jimin.
" suga hyung.. hmm setelah min hyuk menembak jin hyung, mereka.. mereka berkelahi. dan suga hyung menarik pelatuk pistol, lalu minhyuk tewas. Hyung, tolong jangan perpanjang masalah ini, suga hyung akan terkena masalah nanti nya" jelas jungkook dengan suara bergetar.
" jadi.. suga hyung membunuh nya?" Tanya taehyung.
" itu ketidak sengajaan, suga hyung hanya ingin melindungi kami. Tapi, dia tak sengaja mengarahkan pistol nya pada min hyuk" tambah jungkook.
" aku terlalu mengkhawatirkan jin hyung sampai aku tak memperhatikan suga hyung. Dia pasti sangat tertekan saat ini" sesal jimin.
" dia bahkan demam tinggi tadi malam, listy dan jhope hyung merawat nya semalaman. jhope hyung memintaku ke sana sekarang. Aku harus pergi dulu" ucap jungkook.
" tunggu, biar aku yang akan menjaga suga hyung" usul jimin.
" tapi jin hyung?" Tanya taehyung.
" jin hyung sudah sehat sekarang. Suga hyung lebih membutuhkankku sekarang. Aku harus menemani nya" ucap jimin.
" jimin benar. Tidak papa, aku akan menjaga jin hyung, defy dan yuri juga akan segera sampai" sahut tata.
" baiklah. Aku juga ikut hyung. Aku ingin melihat keadaan nya" ucap jungkook
" aku juga ikut" sambung taehyung.
" tidak papa kalian pergilah. Aku bisa mengurus semua dengan baik, Percaya lah. Sampaikan salam ku pada suga oppa" ucap tata.
" tata ssi, terimakasih, kami pergi dulu" pamit jimin.
Ketiga pria itu pun pergi dari hadapn tata, dan mereka segera menuju rumah suga.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah namjoon...
Namjoon membereskan kamar tamu di rumah nya. Dia bahkan membereskan barang barang nyeon. Sementara nayeon hanya duduk diam dengan wajah cemberut nya.
" nayeon ssi.."
" Naya oppa, panggil aku naya. Berapa kali harus aku katakan" protes nayeon
" baiklah naya yang cantik. Tuan putri ku, jangan cemberut terus dong. Sudah hampir 2 tahun kamu kuliah di jepang, dan saat kamu menemui oppa mu, kamu justru cemberut seperti ini? Kemarilah peluk oppa. Oppa sangat merindukan mu"
Namjoon merentangkan tangan nya di depan nayeon dan nayeon pun langsung memeluk namjoon dengan erat nya.
" oppa, bagaimana keadaan eomma dan appa di kampung?" Tanya nayeon.
" mereka baik baik saja, 2 bulan lalu oppa sempat pulang ke kampung tapi tidak lama"
" appa sempat menelfonku. Dia bilang rumah kita akan di jual untuk melunasi hutang appa. Apa itu benar? Aku terus menelfon mereka tapi tidak tersambung"
__ADS_1
" rumah kita memang sudah di jual, appa dan eomma sekarang tinggal di rumah ahjuma. Mungkin dalam minggu ini mereka akan kesini. Kita akan tinggal di rumah ini sementara. Saat oppa punya uang kita bisa membeli rumah yang lebih besar"
" kenapa kalian tidak memberitahuku oppa? Biaya kuliahku di jepang sangat mahal, apa itu sebab nya appa menjual rumah kita?"
" tidak usah di pikirkan. Kuliahmu lebih berarti dari apapun. Kalau oppa memberitahumu, kamu pasti menolak untuk kuliah kan?"
" oppa..."
" sudah, istirahatlah. Banyak yang harus oppa kerjakan. Katakan kalau kamu butuh sesuatu"
Namjoon tersenyum dan keluar dari kamar nayeon. Namjoon duduk di depan piano nya di ruang musiknya. Namjoon duduk menengadahkan kepala nya pada kursi.
" dari mana aku mendapatkan uang dengan cepat? Rumah ini sangat kecil, eomma dan appa akan segera datang, mereka pasti kurang nyaman dengan rumah kecil ini, apa lagi nayeon dia pasti akan mengeluh setiap hari nya karna rumah yang sempit dan termakan ruang latihan kami" pikir namjoon.
Namjoon menatap alat alat musik di ruangan itu, dan kaca besar yang menempel di dinding ruangan itu. Kaca untuk berlatih kekompakan dance mereka.
" aku tidak bisa berhenti di sini. Meski pun aku tak punya uang sepeserpun. Aku tidak akan menjual alat alat musik ini. Apa lagi tinggal selangkah lagi kami akan debut" gumam namjoon.
Namjoon terdiam dan terus mengusap wajah nya dengan kedua tangan nya.
" tapi aku butuh uang untuk membeli rumah baru, demi kenyamanan keluargaku. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Lanjut namjoon.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ruang rawat jin..
Setelah dokter memeriksa jin, dokter dan suster keluar dari ruang rawat jin. Di saat itu pula, tata masuk ke ruang rawat jin. Meski sedikit canggung, tata tetap mendekat dan duduk di samping ranjang jin. Tata dan jin pun saling melempar senyum.
" apa yang kamu rasakan sekarang oppa? Kamu merasa lebih baik?"
" iya, jauh lebih baik. Bahkan aku sudah bisa duduk sekarang, hanya sedikit pedih karna luka oprasi"
" syukurlah, aku senang mendengar nya. Jimin begitu menghawatirkan mu dan itu membuat mu khawatir juga. Tapi sekarang kamu baik baik saja, itu bagus"
" dimana pria bodoh itu sekarang?"
" dia ke rumah suga hyung. Hm ada sedikit urusan, dia akan segera kembali"
Jin terdiam mendengar bahwa jimin pergi ke rumah suga, tanpa menemui nya lebih dulu.
" jimin menemui suga? Kenapa dia tidak menjengukku lebih dulu" batin jin dengan raut wajah yang sedikit kecewa.
Melihat perubahan wajah jin, tata tau benar kalau dia kecewa karna jimin tak menemui nya.
" oppa, kau tau? Saat kamu kritis, jimin terus menangis seperti bayi. Dia bahkan tidak mau pulang. Semalaman dia menunggu mu di depan ruang ICU. Dia sangat menghawatirkan mu"
" benarkah? Tata ssi, aku tau kamu mengatakan nya untuk menghiburku. Maafkan aku, aku sangat malu telah menentang pernikahan kalian. Jimin telah memilih wanita yang terbaik untuk nya" sesal jin.
" oppa, kamu tidak salah sama sekali. Semua orang pasti keberatan saat adik nya menjalani pernikahan palsu, apa lagi dengan wanita dengan status seperti ku"
" tunggu, tunggu, pernikahan palsu?"
Tata dan jin sama sama terkejut, karna tata sama sekali tidak tau bahwa jimin merahasiakan pernikahan palsu nya selama ini. Dan jin tentu saja sangat terkejut karna yang jimin sampaikan padanya, bahwa dia dan jimin saling mencintai.
__ADS_1