SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy's 2 Episode 14


__ADS_3

Rumah sakit..


Tak lama setelah namjoon dan ayanna pergi, jungkook dan tata sampi di rumah sakit dan langsung menuju ruang ICU.


Saat sampai di depan ruang ICU tata langsung menghampiri jimin yang kala itu tengah tertunduk, dan jhope terus mengusap bahu jimin mencoba menenangkan jimin.


" jimin ssi" panggil tata.


Seketika, jimin langsung menatap tata yang berdiri di depan nya. Jhope pun bangun setelah melihat tata.


" tata ssi, duduk lah" suruh jhope.


" iya oppa" jawab tata.


Tata duduk di samping jimin. Sedangkan jhope dan jungkook berbincang dengan defy.


" Jimin ssi, kau baik baik saja"


Jimin menatap tata dengan mata merah nya yang sembab.


Tanpa berkata apa pun jimin langsung memeluk tata dengan erat nya.


Tata begitu kaget ketika mendapat pelukan dari jimin secara tiba tiba.


Tapi tata sadar bahwa jimin sangat membutuhkan nya saat ini. Perlahan tata mengusap bahu jimin.


" bagaimana kalau jin hyung tak bisa melewati masa kritis nya" tangis jimin.


" jangan katakan itu, berpikirlah positif, maka hal positif lah yang akan terjadi. Dia akan segera sadar"


" ini semua salah ku. Kenapa begitu ceroboh harus nya akulah yang tertembak, bukan jin hyung. Sstt jimin berhenti mengeluh. Kuat kan dirimu. Aku ada di sini untukmu"


Jimin terus saja menangis di pelukan tata. Dan tata pun mencoba membuat jimin tenang dengan berada di sisi nya.


Tak lama, dokter masuk ke ruang ICU. Jimin, tata, jhope, jungkook dan defy, segera berdiri melihat dokter memeriksa jin dari balik pintu kaca ruang ICU.


Setelah beberapa menit dokter pun keluar dari ruang ICU.


Ketika dokter keluar, jimin segera menanyakan keadaan jin pada sang dokter.


" bagaimana dok? Kenapa jin hyung belum juga bangun?" Tanya jimin.


" masih butuh waktu, peluru itu cukup dalam dan saat itu tubuh jin tidak dalam keadaan yg baik. Tubuh nya masih belum bisa menahan rasa sakit. Jadi kami menambah dosis obat bius nya. Salah satu di antara kalian bisa masuk untuk memantau perkembangan nya" jelas sang dokter.


" kami bisa menemui nya dok?" Tanya jimin kembali.


" hanya satu orang saja. Jin masih sangat sangat butuh ketenangan"


Mereka terdiam, sementara defy hanya fokus pada jin yang berbaring di ranjang tanpa berkutik.


" defy, masuklah" ucap jimin.

__ADS_1


" aku?"


" Iya, kamu pasti sangat ingin menemui nya. Dan dia pun pasti ingin kamu di sisi nya"


" jimin.."


" pergilah. Tolong jaga jin hyung"


" iya"


Defy masuk ke ruang ICU setelah memekai baju khusus, defy duduk di samping ranjang jin yang tengah terbaring dengan berbagai alat yang menempel di tubuh nya.


Perlahan, defy mulai mengusap tangan jin yang tertempel infus pada punggung tangan nya.


" oppa, kenapa seperti ini. Kamu bilang setelah rekaman dan mengantar file penting, kamu akan mengajakku makan malam. Sejak semalam aku terus menghubungimu. Aku menunggumu. Bahkan sindy terus meledekku. Aku sangat kesal pada nya" defy bercerita dengan uraian air mata nya.


" saat kamu kecelakaan waktu itu, aku sangat sedih melihat kepalamu terluka. Tapi sekarang luka mu tidak telihat. Kamu baik baik saja, jadi bangun lah. Kau tau? Aku sangat ingin memelukmu saat ini. Setelah belasan tahun kini aku tau siapa pembunuh appa ku. Dan joon oppa masih hidup. Bantu aku menemukan nya. Oppa.. bangunlah.." lanjut defy dengan air mata yang semakin deras mengalir membasahi pipi nya.


Defy terus menangis dengan wajah tertunduk. Pemandangan itu terlihat jelas oleh jhope, jungkook, jimin dan tata.


" dia terlihat begitu terpukul" ucap jungkook.


" defy sangat mencintai jin oppa" sambung tata.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bandara..


" nayeon? Kamu dimana?"


" oppa, sudah berapa kali aku bilang, panggil aku Naya. Aku baru saja keluar dari toilet bandara" jawab nayeon.


" baiklah naya, tunggu oppa di sana"


" di toilet? Yang benar saja.. oppa.. oppa.."


Nayeon terus memanggil namjoon tetapi namjoon justru telah memutuskan telefon nya.


Namjoon dan ayanna kembali berjalan mencari nayeon. Dan lagi lagi, namjoon tetap enggan melepas genggaman tangan nya.


Tak lama, mereka pun sampai dan melihat seorang gadis berambut panjang dengan wajah cantik nya, tengah duduk di sebuah kursi dan menikmati permen karet nya.


Namjoon dan ayanna menghampiri nya dengan senyum lebar, tanpa melepas tangan mereka.


" naya ssi, tuan putri ku" panggil namjoon.


" oppa"


Nayeon tersenyum melihat namjoon, tetapi senyum nya berubah saat ia melihat kaitan tangan namjoon dan ayanna.


" oppa, siapa dia?" Tanya nayeon.

__ADS_1


" dia calon kakak ipar mu" jawab namjoon dengan menunjukan dimple nya.


" kekasih oppa?"


" iya"


Seketika wajah nayeon menjadi sangat datar dan terlihat acuh.


" hai naya. Aku kim ayanna, yang tadi menerima telfonmu"


" iya hai" jawab nayeon singkat.


" oppa, aku sangat lelah, ayo cepat kita pulang sekarang" lanjut nayeon.


Mereka pulang menggunakan mobil namjoon. selama perjalanan, nayeon terus diam sembari memperhatikan namjoon dan ayanna dengan tatapan sinis.


" kamu mau ku antar ke toko atau kita ke rumah saja. Kita habiskan waktu bertiga" tawar namjoon.


" maaf oppa, banyak sekali pesanan bunga untuk hari ini, lusa ada pesanan untuk pernikahan. Kami harus menyiapkan nya dari hari ini" sesal ayanna.


" kamu tukang bunga?" Tanya nayeon.


Suasana pun hening seketika. Namjoon juga sempat melirik wajah ayanna. Karna pertanyaan kasar nayeon. Tapi justru ayanna tertawa mendengar nya.


" haha, iya nay. Aku punya sebuah toko kecil di ujung jalan sana. Kamu bisa mampir saat kamu ada waktu" jawab ayanna.


" apa kami perlu membantu mu mengurus pesanan bunga juga?" Tanya namjoon.


" tidak, tidak. Aku sudah membayangkan berapa bunga yang akan kamu rusak nanti nya dengan tangan penghancur mu itu. Bukankah semua yang kamu pegang akan rusak" ledek ayanna.


" kamu ikut meledekku? Kamu sama saja dengan mereka. Lihat tanganmu ada apa?" Tanya namjoon.


" apa?"


Ayanna menatap tangan nya dan membolak balikkan tangan nya.


Tapi justru namjoon meraih tangan ayanna dan membuat tangan mereka terkait.


" aku selalu menggenggam tanganmu. Tapi tidak pernah hancur bukan?" Tanya namjoon.


Ayanna tersenyum malu mendapat rayuan dari namjoon sembari fokus mengemudi.


" oppa, aku ada di sini. Jangan buat aku seperti pajangan. Lepaskan tangan kalian" sindir nayeon.


" tidak. Aku tidak akan melepaskan tangan nya"


Ayanna menatap nayeon dari kaca sepion dan terlihat jelas bahwa nayeon tak suka dengan suasana tersebut.


Perlahan ayanna melepas tangan nya dari namjoon dan memulai percakapan dengan nayeon, meski nayeon terus saja menjawab pertanyaan ayaanna dengan singkat, ayanna tetap menanggapi nayeon dengan kasih sayang.


Awal nya namjoon menolak melepas tangan nya dari ayanna tetapi setelah melihat ayanna dengan sabar menghadapi sikap nayeon, namjoon pun memahami bahwa ayanna ingin mengambil hati nayeon.

__ADS_1


__ADS_2