
Gedung pinggir dermaga...
Jhope berjalan kesana kemari memeriksa semua ruangan yang ada di sana. Tapi beberapa ruangan yang jhope periksa sama sekali tidak terkunci, bahkan tak ada seorang pun di sana.
Lalu perhatian jhope mulai teralihkan saat melihat satu pintu yang terantai.
Jhope segera menghampiri pintu itu. Dan mengetuk nya.
" ada orang di dalam?"
Setelah mengdengar suara jhope. Yuri begitu panik dia terus berusaha memberi tahu jhope bahwa dia ada di dalam ruangan itu.
Yuri terus menggerakan badan dan kaki nya, tapi yuri berhenti setelah mengingat rakitan bom yang menempel di baju nya.
Yuri terdiam dan hanya bisa menangis tanpa suara.
Karna merasa tak ada suara sama sekali, jhope pun melangkah menjauhi ruangan itu.
Tetapi setelah beberapa langkah, jhope kembali mendekat ke ruangan itu, jhope menembak gembok rantai yang mengait di pintu tersebut.
Dengan sekali tembakan, jhope berhasil membuka rante itu dan masuk ke ruangan di mana yuri di sekap.
Jhope begitu terkejut melihat yuri yang terikat di sudut ruangan dengan air mata yang berlinan, dan tentu saja bom yang terakit di badan yuri.
" yuri ssi" panggil jhope.
Jhope segera menghampiri yuri dan melepas lakban di mulut yuri.
" oppa, pergilah dari sini, cepat pergi"
" kita akan pergi bersama"
" oppa, mereka mengawasi kita. Ada kamera di sana, mereka akan meledakan bom ini oppa" jelas yuri sembari melirik ke arah kamera di sudut ruangan.
Jhope bangun dan menghampiri kamera yang yuri tunjukan. Jhope menhancurkan kamera itu dengan satu kali pukulan, lalu jhope kembali menghampiri yuri dan memeriksa rangkaian bom di badan yuri.
" oppa, ini tidak bisa di lepas. Aku mohon pergilah oppa" pinta yuri dengan air mata yang terus mengucur deras.
" aku sama sekali tidak memahami kabel kabel ini" keluh jhope dengan wajah panik.
Tangan jhope bergetar saat memeriksa kabel kabel yang terangkai di bom tersebut. Keringatnya pun terus mengucur di wajah nya.
" oppa, pergilah"
" aku akan tetap di sini bersama mu"
" bom ini akan meledak. Pergilah"
" diam! aku sedang berpikir, kabel mana yang harus aku potong"
" jangan ambil resiko ini. Pergi!" Bentar yuri.
" aku tidak akan meninggalkanmu!"
" kenapa?" Tanya yuri pelan, dengan tatapan sendu.
Jhope terdiam saat tatapan mereka bertemu. Jhope menghapus air mata yuri tanpa melepas tatapan mereka.
" aku, aku sudah berjanji pada listy. Aku akan membawamu pulang dengan selamat"
Yuri pun tertunduk dan kembali menangis.
Sedangkan jhope kembali memeriksa kabel kabel di bom itu.
__ADS_1
Jhope memilih satu kabel dan menutup matanya.
" yuri ssi, aku akan memotong kabel yang ini. Aku sedikit ragu. Tapi aku pikir kabel ini lah yang akan menghentikan waktu di bom ini"
" eemmmh"
Yuri terus menutup mata nya rapat rapat dan menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.
Dengan tangan bergetar, jhope memotong satu kabel dengan besi di belt nya.
Kabel itu berhasil jhope potong, tapi menitan dalam bom itu tetap terus berjalan mundur.
Sedangkan bom itu menununjukan angka 07.58
" hagh? Kenapa tidak berhenti?" Gumam jhope
" setidak nya bom ini tidak meledak"
" itu kabel yang terbuhung dengan remot kontrol nya"
" oppa, masih ada 7 menit lagi, tolong pergilah"
" tidak, aku bilang tidak ya tidak"
Jhope kembali memeriksa kabel kabel di bom tersebut, setelah menatap yuri dengan tatapan tajam nya.
Benar yang jhope pikirkan. Kabel yang ia potong adalah kabel yang terhubung dengan remot kontrol yang di pegang oleh minhyuk.
Dia terus menekan remot kontrol itu tapi ledakan tak juga terjadi.
Saat itu, suasana masih begitu kacau, jimin dan jin terus berlarian dan memukuli para penjahat. Mereka berdua bekerja sama melumpuhkan beberapa penjahat yang berniat menangkap mereka.
" jin hyung ini sangat melelahkan" keluh jimin sembari mengatur nafas nya dalam keadaan siap dengan kuda kuda nya.
Di saat yang sama, suga datang bersama jungkook. Kali ini mereka telah bertukar posisi, jungkook lah yang mengendarai Motor suga.
Jungkook mengendarai motor suga melewati tumpukan kayu.
Mereka terbang layak nya dua orang pahlawan, bahkan angin pun memihak mereka. Hembusan angin membuat jungkook dan suga semakin terlihat begitu gagah nya. Motor suga berhenti di tengah tengah antara jimin, jin dan para penjahat yang berjumlah 7 orang.
Sayang nya, jungkook terlalu cepat menekan rem, dan membuat jungkook dan suga jatuh dari motor nya.
Semua orang di ruangan itu pun tertawa, termasuk jimin dan jin.
Sedangkan suga terus memaki jungkook dan memukul bahu nya.
" bodoh, apa kamu tidak bisa mengendari motor" maki suga.
" maaf hyung, tapi kita terlihat keren kan tadi?" Ucap jungkook.
" keren apa nya? Kita baru saja jatuh dari motor" lanjut suga.
" sudah sudah. Berhentilah bertengkar" sahut jin.
" hyung, apa kami datang di waktu yang tepat?" Tanya jungkook dengan memperlihatkan gigi kelinci nya.
" kalian datang tepat waktu, cepat urus mereka, aku sangat lelah" sahut jimin.
Ayo kita mulai saja.
Jimin duduk di sebuah kursi dan hanya melihat jin, jungkook dan suga yang tengah berkelahi dengan para penjahat. Bahkan tangan kanan junhoo juga ikut berkelahi dengan mereka, setelah melihat anak anak buah nya satu persatu mulai tumbang.
" hey mochi, kamu hanya akan diam saja? Cepat bantu kami" maki suga.
__ADS_1
Di saat itu pula, suga hampir saja terkena pukulan salah satu penjahat, saat tengah berbicara pada jimin, Tapu jimin melepas sepatu nya dan melemparnya tepat di wajah pria itu.
Seketika pria itu langsung terjatuh dan pingsan. Suga begitu terheran heran melihat pria itu dengan mudah nya pingsan terkena sepatu jimin.
" ayo kita lanjutkan hyung" ajak jimin dengan memakai sepatu nya kembali.
" wah jimin, sepatumu beracun?"
" sembarangan, pukulan ku sangat keras hyung, itu sebab nya dia pingsan" jawab jimin.
" hey kalian hanya akan berbincang saja?" Sahut jungkook.
Mereka pun kembali berkelahi dan melumpuhkan semua penjahat yang melawan mereka.
Mereka pun saling tersenyum meski wajah mereka terkena luka, dan lebam di sana sini.
Bahkan bibir jimin dan pipi suga berdarah karna perkelahian itu.
Tanpa mereka sadari, minhyuk masih menyimpan senjata di balik jas nya.
Diam diam, ia mengarahkan senjata nya pada jimin.
Saat itu memang jimin membelakangi nya, bahkan suga dan jungkook pun tak menyadari hal itu.
Untung saja, jin melihat pria itu dan begitu terkejut saat melihat tangan kanan junhoo tersebut menarik pelatuk pistol nya.
Dengan cepat, jin menarik jimin dan memeluk nya. Mereka saling berbalik sehingga jin lah yang terkena peluru tersebut.
Dengan mata telanjang, jimin melihat dengan jelas bahwa tangan kanan junhoo menembak hyung nya.
Jimin hanya bisa terdiam dan menatap punggung hyung nya yang kini mengalirkan darah, dan membasahi tangan nya.
" jin hyung" teriak jungkook.
Suga segera berlari menghampiri pria yang telah menembak jin.
Suga kembali menghajar nya, dan dalam pergulatan mereka, suga tak sengaja menembak pria itu. Seketika, pria itu tewas di tempat, karna peluru yang di tembakan suga langsung menembus jantung nya.
Suga begitu syok menyadari bahwa ia telah membunuh seseorang. Suga terus menatap tangan nya yang penuh darah.
Bahkan suga jatuh terduduk dengan wajah pucat, air mata nya pun mengalir.
" aku, aku membunuh nya.. aku.. aku seorang pembunuh" gumam suga.
Jin jatuh dalam pelukan jimin. Jimin pun membaringkan jin di pangkuan nya.
" jin hyung, apa yang kamu lakukan?" Tangis jimin.
" jimin, hyung baik baik saja. Tidak perlu menangis begitu" ucap jin lemah.
" jin hyung, bertahanlah. Ayo cepat kita ke rumah sakit" ajak jungkook.
Jungkook mencoba menggendong jin, tapi jin menghentikan tangan jungkook.
" jungkook, temukan jhope dan yuri. Mereka dalam bahaya, cepatlah. Mereka ada di gedung sebelah" pinta jin.
Jungkook pun menatap jimin yang masih saja menangisi hyung nya.
" jimin hyung, tenanglah. Jin hyung akan baik baik saja. Aku pergi dulu. Aku akan mencari jhope hyung dan yuri" ucap jungkook.
Jungkook pun beranjak dan berlari menuju gedung sebelah, setelah beberapa saat menatap suga yang menangis dengan tangan yang berdarah.
" suga hyung.." gumam jungkook.
__ADS_1