
Jhope dan yuri pergi ke parkiran dan mulai berdebat memilih tempat mereka menyembunyikan mobil.
" nah di sini saja oppa, mereka pasti akan sulit menemukan kita"
" bukan kan di sana pasti lebih susah" sangkal jhope sembari menunjuk ke arah kiri nya.
" di sini saja, matahari terbenam terlihat jelas sekali dari sini. Sangat indah kan?" ucap yuri sembari menatap jauh ke arah pantai pasir putih yang di hiasi taburan cahaya sunset sore itu.
" iya sangat indah" sahut jhope.
Tetapi bukan cahaya sunset yang jhope perhatikan, melainkan wajah yuri yang kini diterangi cahaya orens yang menambah kecantikan alami yuri semakin terpancar.
" tunggu oppa, kamu tadi sangat bersemangat memenangkan pertandingan tadi. Kamu sangat tidak ingin menggendongku?" Tanya yuri.
" heyy aku sudah biasa menggendong mu tapi kalau berduaan seperti ini di pantai, belum pernah kita lakukan kan? Kamu pikir apa? Aku sengaja membuat mereka sibuk mencari mobil kita agar kita bisa lebih lama berduaan" sangkal jhope.
" wah calon suami ku ini sangat romantis dan licik seperti adik nya?"
" apa kamu bilang? Aku pintar, bukan licik. Tapi Tunggu, siapa yang kamu sebut licik? Listy? Kelicikan apa yang listy buat?"
" ah itu, hmm maksudku, listy selalu bermain curang kalau bermain game dengan ku. Kadang dalam taruhan kadang dia.."
Ucapan yuri terjeda saat jari telunjuk jhope mendarat di bibir tipis yuri.
" kita hanya berdua sekarang, kenapa kamu terus membicarakan dia terus. Bicara lah tentang kita, tentang cinta kita" bisik jhope sembari mengusap lembut bibir yuri.
Jari jemari jhope perlahan meraup tengkuk leher yuri dan menarik nya ke arah nya.
Tanpa aba aba, mereka menutup kedua mata mereka dan tenggelam lah mereka dalam suasana romantis sore itu.
Pancaran cahaya sunset semakin membuat suasana sore itu begitu membuat kedua sejoli itu melupakan segala nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jimin, jin dan taehyung mengambil jalan yang berbeda untuk menemukan mobil jhope.
Dengan wajah yang penuh peluh keringat, jin terus menggendong defy kesana kemari. Sesekali defy tersenyum melihat kekasih nya begitu lelah menggendong nya.
" oppa kamu lelah? Istirahatlah dulu. Susah nya punya kekasih seorang model" sombong defy.
" aku tidak lelah. Kamu sudah pintar menyombongkan diri sekarang yah?"
" aku belajar dari mu"
Jin menurunkan defy dari pundak nya, lalu mereka duduk di sebuah bangku panjang.
" bagaimana dengan janjimu sekarang?" Tanya jin.
__ADS_1
" janji apa?"
" setelah kamu bertemu namjoon, kita akan bertunangan. Atau kamu ingin kita langsung menikah saja?"
" ah itu, hmm aku sangat ingin menikah dengan mu oppa, tapi kalau aku menikah dengan mu, aku akan kekurangan waktu ku bersama namjoon oppa" ucap defy dengan wajah polos nya.
" astaga. Kamu benar benar membuatku kesal" protes jin.
" iya iya. Maksud ku, kita bertunangan saja dulu. Aku ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan eomma dan oppa dalam beberapa bulan ini. Aku sangat merindukan suasana keluarga" jawab defy sembari menatap langit sore itu.
" baiklah. Saat kamu siap, eomma dan appa akan datang ke rumah mu untuk melamarmu. Kita bertunangan, dan menikah setelah 2 bulan"
" kenapa cuma 2 bulan?"
" yeah! Park dong in! kamu ingin 2 tahun? Atau 2 abad?" Maki jin sembari berdiri dan membulatkan kedua mata nya.
Seketika defy tertawa terbahak bahak di depan jin. Lalu defy berdiri dan memeluk jin tanpa menghentikan tawa nya.
Meski dengan wajah kusut, karna marah, jin tetap membalas pelukan defy dengan mesra.
Kejailan defy tak berhenti sampai di sana. Dalam dekapan jin, defy menggelitiki jin dan jin pun turut tertawa dan membalas defy.
Sepasang kekasih itu pun kini saling mwnggelitik dan terus tertawa.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Taehyung dan jessy juga terus mencari keberadaan mobil jhope.
" kamu sengaja mengalah kan?" Tanya jessy lirih.
Taehyung tersenyum kecil dan melirik wajah jessy yang kini bersandar di bahu nya.
" Tidak. Aku memang tidak terlalu menyukai makanan pedas, kamu juga tau itu kan. Dari tadi kamu terus diam, itu yang kamu pikirkan, atau kamu kesal padaku?" Tanya taehyung.
" tidak. Aku hanya sedikit merasa bersalah padamu"
" kenapa?"
" kamu membantu defy menemukan sodara kandung nya tapi aku justru terus saja mencurigaimu. Bahkan tadi, jujur aku sempat kesal padamu. Karna kamu menolak pergi dengan ku dan aku mendengar suara defy. Apa lagi tadi kamu datang dengan defy"
" sebenar nya aku bersama namjoon dan ayanna juga. Tapi mereka dalam keadaan buruk, mereka sudah mengakhiri kisah cinta mereka, jadi mereka tidak ikut"
" aku turut sedih untuk mereka, dan aku juga meminta maaf padamu karna sudah meragukan cintamu"
Taehyung menurunkan jessy dan mereka pun saling berhadapan.
Taehyung menyimpan rambut panjanng jessy di sela kuping nya dan mencubit kedua pipi jessy.
__ADS_1
" kamu sangat pencemburu rupanya. Tapi itu berarti kamu sangat menyayangiku kan? Baiklah, aku akan lebih sering dan lebih berani menunjukan cintaku" ujar taehyung dengan tatapan mata nakal nya.
" apa maksud mu dengan lebih berani menunjukaa....aannn"
Jessy mulai terbata bata saat melihat ekspresi wajah taehyung yang begitu mesum dengan smirk nya. Bahkan dia mulai menggigit bibir bawah nya sendiri.
Jessy terus berjalan mundur tanpa melanjutkan pertanyaan nya. Tetapi taehyung pun terus melangkah mendekati jessy.
Lalu jessy berlari dengan tawa khas nya. Tentu saja taehyung pun mengejar jessy yang berlari ke arah pantai lagi.
Dengan tawa canda, jessy dan taehyung berkejaran di pinggir pantai.
Bahkan mereka sampai terjatuh di pasir ketika taehyung berhasil menangkap jessy.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Suasana hening tercipta saat jimin berjalan sembari menggendong tata. Kecanggungan begitu mencekam mereka berdua.
Sampai akhir nya tata membuka percakapan tanpa turun dari gendongan jimin.
" kamu cape? Apa aku turun saja?" Tanya tata.
" kamu pikir aku benar benar kalah dalam permainan tadi? Tata, jangan berpikir sepolos itu. Aku memang sengaja mengalah karna aku ingin menggendong mu. Hanya dengan kompetisi itu aku bisa mendapatkan kesempatan seperti ini bukan?"
" jimin.."
" tata, kamu sudah tau perasaan ku. Tapi aku masih tak mendapatkan jawaban pasti dari mu. Bibirmu memang menyangkal ada nya cinta. Tapi aku tau hatimu, kamu mencintaiku"
" jimin, surat perceraiian kita sudah siap. Jangan buat aku goyah lagi"
" goyah lagi? goyah lagi.. berarti kamu pernah memberiku sedikit perasaan itu kan?"
Jimin menurunkan tata dari pinggang nya. Mereka saling berhadapan dan jimin mulai memegang kedua bahu tata.
" tata. Ayo kita mulai dari awal, buka hatimu lagi untukku. Beri aku kesempatan. Kita berusaha untuk saling mengenal lagi. Aku bahkan siap merubah diriku untukmu" pinta jimin lirih.
" diam! Jangan pernah mencoba merubah dirimu. Aku lebih suka jimin yang apa ada nya seperti sekarang"
" lalu aku harus bagaimana lagi? Bagaimana aku harus membujukmu? Tata mengertilah, aku sudah terbiasa hidup dengan mu, melewati hari hariku dengan mu. Apa yang akan terjadi padaku jika tanpa mu?"
" kamu pikir ini mudah bagiku? Bahkan sujin juga pasti akan sangat terluka karna perpisahan kita. Aku juga sudah terbiasa melihat wajah mu setiap hari. Percayalah jimin, Ini juga sungguh berat bagiku"
Tata mulai menitikkan air mata nya dan tertunduk menyembunyikan kesedihan nya.
" lalu apa masalahmu? Kenapa kamu tidak ingin berkorban? Setidak nya lakukan ini untuk sujin. Dia membutuhkan kita. Aku juga sangat membutuhkan kalian. Tata, jangan buat aku menangis dan memohon. Aku seorang park jimin. Berani nya kamu membuat park jimin menangis" tangis jimin.
" aku melakukan ini semua, karna aku tidak ingin kamu yang berkorban lagi. Sekarang giliran ku dan sujin. Biarkan kami membalas jasamu selama ini. Meski ini sangat tidak sebanding"
__ADS_1
" apa maksudmu?" Tanya jimin.
Tata terdiam menatap kedalam nya mata jimin. Tangisan mereka tak dapat membendung lagi air mata yang telah menggenang di pelupuk mata mereka.