SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy's 2 Episode 32


__ADS_3

Rumah jin...


Jin, defy dan yuri sampai di rumah jin. Meski masih belum 100% membaik, jin telah di perbolehkan pulang.


Mereka masuk ke kediaman park, tetapi tepat di depan pintu rumah jin, defy menghentikan langkah nya.


" ada apa?" Tanya jin.


" tidak ada oppa, aku hanya berpikir aku harus kembali ke kantor. Kemaren aku masuk setengah hari. Dan sekarang setengah hari lagi. Pekerjaanku banyak, lagi pula sindy sudah tidak masuk kantor lagi. Aku harus pergi sekarang" terang defy.


" apa karna eomma? Tidak papa, aku akan bicara padanya. Defy, sudah satu tahun kita menjalin hubungan, eomma akan memahami perasaanku. Ayo, masuklah"


" tidak oppa, aku sungguh harus ke kantor. Hmm aku tau nyonya park berhati lembut. Bukan hal itu yang aku permasalahkan. Tapi, mereka pasti sangat ingin berbincang hangat dengan putranya. Aku hanya akan mengganggu saja. Baiklah aku pergi dulu. Dah yuri?"


" dahh"


" defy,... yeah park dong in!" Teriak jin saat defy berlari menjauhi nya.


" oppa, tenanglah. Kamu baru sembuh. Jaga stamina mu" tegur yuri.


" ah gadis itu. Aku ingin menghabiskan hari ku dengan nya. Malah dia kabur"


" uthu uthu, remaja yang di mabuk cinta. Bagaimana kalau menghabiskan waktu denganku saja" ledek yuri sembari memainkan alisnya naik turun.


" tidak mau. Kamu seperti wanita sekarang. Bagaimana kalau aku bergairah padamu" jawab jin dengan di iringi tawa khas nya.


" yeaahhh! Oppa, aku memang wanita. Jadi selama ini kamu pikir aku apa?" Maki yuri. Bahkan yuri mengangkat tangan nya tinggi tinggi untuk memukul jin.


" hey kamu mau memukul orang sakit? Tega sekali"


Di tengah canda gurau yuri dan jin, nyonya dan tuan park menghampiri mereka.


" putra ku. Bagiamana keadaanmu nak? Eomma sangat menghawatirkanmu" ucap nyonya park.


" eomma aku baik baik saja. Bahkan aku berjalan dengan normal"


" kamu membuat eomma jantungan. Kenapa ini terjadi? Sudah dua kali membuat eomma hampir pingsan mendengar kabarmu" tutur nyonya park dengan uraian air mata.


" eomma, aku baik saja. Sudah lah jangan menangis" hibur jin.


Jin memeluk nyonya park dan nyonya park terus saja menangis di pelukan jin.


" tidak sopan. Kenapa kamu melarang eomma dan appa ke rumah sakit untuk menjemputmu?"


" appa, aku sudah di perbolehkan pulang, jadi lebih baik kalian menunggu di rumah. Kalian kan baru pulang dari australia. Kalian pasti lelah. Maafkan aku appa, aku tidak ada maksud lain"


" baiklah, pergi kekamar mu. Yuri, jaga oppamu. Dia satu satu nya pewaris ahjushi" ucap tuan park sembari berlalu pergi dari hadapan jin.


" siap ahjushi. Ayo oppa" sahut yuri


Jin terus memperhatikan tuan park, terlihat sesekali tuan park sesekali mengusap air mata nya. Bahkan suara nya pun terdengar bergetar saat menyinggung soal pewaris.


" oppa, kenapa melamun? Ayo masuk ke kamarmu" ajak yuri.


" hmm iya, eomma, aku istirahat dulu" pamit jin.


" pergilah. Eomma akan membuat jus untukmu" jawab nyonya park.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sebuah cafe..


Listy duduk di cafe, dengan dua gelas minuman dingin di depan nya. Sesekali gadis berambut panjang itu memperhatikan jam tangan nya. Dan mengaduk minuman dingin yang tersaji di meja nya.


Nampaknya listy tengah gelisah menanti seseorang. Dan benar saja, Sosok pria yang listy tunggu tunggu telah sampai di sana.


Senyum nya mengembang saat listy dan diri nya saling menatap.


" listy, maafkan aku, aku membuatmu menunggu lebih lama"


" tidak papa oppa, duduklah. Aku memesankan jus jambu untuk mu. Aku ingat, kamu menyukai jus jambu"


Pria itu pun duduk di depan listy. Senyum nya begitu ramah dan menenangkan. Pria itu tidak lain adalah jinan.


" bagaimana keadaanmu? Harusnya kamu istirahat. Kamu bisa memintaku ke rumah mu"


" aku baik baik saja. Hmm oppa, aku ingin bertanya.."


" soal pingsanmu tadi malam?" Potong jinan.


Listy hanya mengangguk lembut, tanpa mengalihkan tatapan nya pada pria tampan di depan nya itu.


" tadi malam aku berkendara sendiri. Karna sopirku pulang kampung. Tanpa sengaja aku melihat mu di halte bis. Aku pikir kamu menunggu bis sampai kamu tertidur. Saat aku turun, ternyata kamu pingsan. Dan Jadi aku langsung membawamu pulang"


" apa ada seseorang atau sesuatu di tempat kamu menemukanku?"


" tidak ada apapun. Hanya tas kecilmu. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu sampai pingsan di halte bus? Tadi malam aku harus kembali ke kantor agensi karna ada pekerjaan mendadak, jadi aku tidak sempat menunggumu tersadar"


" hmm ceritanya panjang oppa, tapi tidak papa. Semua baik baik saja. Oh ya, kamu bilang kamu akan pergi ke eropa"


" lalu kemana kamu selama beberapa hari ini?"


" kamu sedang mengintrogasiku? Dengar ya listy pinky, kami di singapur. Tadi nya kami hanya transite di sana, tapi karna jadwal kami di undurkan. Kami berlibur di singapur. Ada apa sebenarnya?"


" kenapa kamu memanggilku listy pinky?"


" karna kamu selalu terlihat lebih cantik saat memakai warna pink seperti sekarang"


" oppa, hentikan. Aku tidak mudah di rayu. Baiklah aku pergi dulu"


" tidak ada yang lebih memahami nya dariku"


" oppa.."


" iya iya, mau ku antar?"


" tidak oppa, makasih. Aku akan pergi kesuatu tempat. Kembalilah berlatih. Maaf, aku mengganggu waktumu"


Listy beranjak dari duduk nya, dan pergi dari hadapan jinan.


Sementara jinan hanya tersenyum menatap listy yang mulai menjauh.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Persembunyian minhyuk..

__ADS_1


Jimin dan jungkook mengetuk pintu rumah, dimana minhyuk bersembunyi.


Beberapa pengawal berdiri di depan pintu untuk berjaga.


Tapi di sana tak nampak minhyuk ataupun anak buah minhyuk yang biasa nenemani nya.


" kami mendapat telefon untuk menservice pemanas ruangan" ucap jimin.


" kenapa berdua? Aku memesan satu tukang service" tanya salah satu pengawal.


" hmm dia adikku. Yah dia masih belajar, jadi aku membawanya ikut denganku, untuk melihat cara service" elak jimin.


" baiklah selesaikan cepat. Dan segeralah pergi" lanjut nya.


Jungkook dan jimin mulai membongkar mesin pemanas dan berpura pura mengutak atik nya. Kedua pengawal nampak terus memperhatikan jimin dan jungkook tanpa berpaling. Itu membuat jimin dan jungkook semakin gelisah.


" bagaimana hyung? Kita harus mencari minhyuk" bisik jungkook.


" dia pasti di salah satu kamar ini. Pergilah cari dia, bilang saja mau ke toilet. Aku akan mengurus dua penjaga ini" jawab jimin.


" baik hyung"


Jungkook berdiri, dengan membawa koper nya.


" aku mau ke toilet dulu. Hmm dimana toilet nya?" Tanya jungkook.


" lurus belok kanan" jawab salah satu pengawal dengan menunjuk ke arah dalam rumah tersebut.


Jungkook berjalan ke arah yang di tunjukan. Tetapi setelah beberapa langkah, pengawal itu kembali memanggil jungkook.


" tunggu"


Sontak jimin dan jungkook langsung terdiam saat pengawal itu memanggil jungkook.


" apa?"


" kenapa membawa koper?"


" hmm ini, haha ini, di dalam nya ada sabun dan anti septik. Hmm iya, aku mengalami iritasi pantat, jadi tidak bisa buang air sembarangan" elak jungkook.


" apa yang ku katakan ini, ah apa itu iritasi pantat. Kenapa aku mengatakan hal konyol itu" batin jungkook.


Kedua pengawal itu terdiam dan saling menatap dengan wajah serius. Tetapi sepersekian detik kemudian, mereka justru tertawa terbahak bahak.


" hahahaha penyakit macam apa itu?" Ledek salah satu pengawal.


" jangan meledek nya. Mungkin dia akan mendekatimu dan menularkan nya hahahhaaha" sahut pengawal yang lain.


Mereka terus mentertawakan jungkook. Bahkan jimin juga tak dapat menahan senyum nya, tapi senyum jimin berhenti saat Jungkook membulatkan mata nya pada jimin. Meski jimin kembali tersenyum karna kebohongan jungkook yang terdengar sangat konyol.


Dengan wajah memerah karna malu, jungkook kembali berjalan ke arah dalam rumah itu, dengan langkah yang penuh pertimbangan, bahkan mata dan telinga yang fokus, jungkook melewati beberapa kamar di rumah itu.


Samapai akhir nya jungkook menemukan kamar dengan suara suara lirih yang terdengar dari luar kamar.


" aku yakin itu kamar minhyuk. Aku harus memulai merekam nya" gumam jungkook.


Jungkook mendekati kamar itu dan mencoba merekam dari lobang kunci.

__ADS_1


Rumah itu memang rumah kuno, itu sebabnya, kuci pintu nya sedikit terbuka.


Sayangnya, di saat yang sama, seseorang membuka pintu dan jungkook pun jatuh karna terkejut.


__ADS_2