SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy's 2 Episode 10


__ADS_3

Jhope, yuri dan jungkook keluar dari gedung tempat yuri di sekap.


Bekas ledakan itu masih terlihat, beberapa barang di sana juga masih terbakar.


Bau gosong dari beberapa ban mobil dan kayu kayu yang terbakar masih menyengat hidung mereka.


Hal itu membuat yuri terbatuk batuk menghirup asap dari sana.


Jhope pun melepas jaket yang ia kenakan, dan mengalungkan nya di leher yuri.


" tutupi hidungmu, kamu akan merasa lebih baik" ucap jhope.


Yuri dan jhope terdiam sembari saling menatap tanpa berkedip, Seolah dunia terhenti.


Rasa rindu selama setahun membuat mereka teringat kembali masa masa indah yang mereka lalui, Saat mereka saling tertawa, berkejar kejaran, saling menggenggam tangan, dan saat mereka berciuman.


Tapi lamunan mereka buyar saat jungkook mulai mengganggu mereka.


" Uhuk uhuk, jhope hyung aku juga batuk" sindir jungkook.


" hegh, aku tidak peduli, sobek saja bajumu sendiri" jawab jhope ketus.


Jhope pun berjalan lebih cepat meninggalkan jungkook dan yuri yang tengah tertawa.


" hyung, tunggu mereka masih di gedung itu" panggil jungkook sembari berlari kecil mengejar jhope.


" lihatlah dengan jelas, mobil jin sudah tidak ada, mereka pasti sudah pergi" teriak jhope.


" iya juga" jawab jungkook.


" mereka pasti langsung membawa jin hyung ke rumah sakit" ucap jhope


" iya, hyung, motor suga hyung masih di gedung itu, kunci nya masih ada padaku. Kamu dan yuri pulanglah dulu. Aku akan pulang dengan motor suga hyung" usul jungkook.


" baiklah"


Jungkook pun berlari ke gedung tua, untuk mengambil motor suga.


Sedangkan jhope dan yuri pulang dengan mobil jhope.


Jungkook memang beralasan untuk mengambil motor suga. Tapi tentu saja itu hanya alasan.


Jiwa polisi jungkook membuat nya ingin mencari bukti kuat untuk kembali menjebloskan junhoo ke jeruji besi.


Dan ada satu hal lagi yang mengganggu di pikiran jungkook, soal suga yang telah membunuh tangan kanan junhoo.


Jungkook terus mencari kesana kemari, dan menemukan pistol yang telah di gunakan anak buah junhoo untuk menembak jin dan suga gunakan untuk menembak nya.


Bahkan sidik jari dan bercak darah masih berada di pistol itu. Jungkook menyimpan nya dalam jaket yang ia kenakan.


Tetapi saat itu para penjahat itu sudah tak ada lagi di sana, termasuk tangan kanan junhoo.


" dimana mereka? Apa mereka semua sudah pergi?" Gumam jungkook.


Jungkook berlari keluar saat mendengar suara mobil dari belakang gedung.


Saat melihat para pendahat itu di dalam mobil, jungkook langsung bersembunyi di balik tumpukan kayu.


" aku yakin junhoo berada di sini juga. Hanya junhoo yang bisa melakukan hal menjijihkan ini" pikir jungkook.

__ADS_1


Jungkook pun pergi dengan mengendarai motor suga. jungkook pergi ke rumah sakit tempat jin di rawat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mobil jhope..


Suasana begitu sunyi, antara jhope dan yuri. Mereka sama sama merasa bingung, apa yang harus mereka katakan untuk membuka percakapan.


Sampai akhir nya, jhope membuka suara.


" hmm bisakah kita ke rumah ku dulu? maksud ku, listy sangat menghawatirkanmu. Dia akan tenang jika sudah bertemu denganmu. Setelah itu, aku akan mengantarmu ke rumah jin" usul jhope.


" hmm iya tidak papa, aku juga ingin melihat keadaan listy. Bukankah ia terluka?"


" kepala nya berdarah, tapi tidak terlalu parah"


" syukurlah"


Dan lagi lagi, suasana kembali sepi. Mereka terus menatap ke arah jendela dan sesekali saling menatap.


" hmm oppa, bagaimana kabarmu. Kamu tidak menghubungiku selama satu tahun lama nya" tanya yuri, dengan wajah tertunduk.


" hmm aku selalu sibuk di cafe dan boy grup kami. Maafkan aku"


" tidak, kenapa harus minta maaf. oppa, apa kamu makan dengan baik? Kamu terlihat lebih kurus sekarang?"


" ah iya, aku sering melewatkan makan siangku karna terlalu sibuk. Tidak ada lagi yang mengajakku makan siang sekarang" sindir jhope.


Ya, memang satu tahun lalu, yuri lah yang sering mengajak jhope makan siang di luar, atau pun hanya sekedar mengirim pesan agar jhope menikmati makan siang nya.


" yuri ssi, kamu terlihat berbeda sekarang. Australia telah banyak mengubahmu ternyata"


" tidak semua, kepribadian dan hatiku masih sama seperti satu tahun lalu"


Tentang bagaimana mereka menghabiskan hari mereka tanpa satu sama lain.


Tanpa mereka sadari, mereka telah sampai di rumah jhope.


Jhope membuka kan pintu mobil untuk yuri. Dengan perlahan yuri turun dari mobil sembari menatap jhope sesekali.


" terimakasih oppa"


" ayo masuk lah. Listy menunggu mu"


Merekapun masuk, dan benar saja, listy dan jessy telah berdiri di balik pintu, menanti yuri.


Jessy membuka pintu, dan mereka pun masuk.


Listy dan yuri langsung saling memeluk, begitu mereka bertemu.


" listy ssi" tangis yuri.


" yuri ssi, kamu baik baik saja?" Tanya listy dengan air mata yang mengalir dari manik nya.


" aku baik baik saja. Bagaimana lukamu?" Tanya yuri.


" ini hanya luka kecil. Yuri mereka tidak melukaimu kan?" Tanya listy kembali dan melepas pelukan nya dari yuri.


yuri kembali menangis tersedu sedu mengingat apa yang terjadi pada nya.

__ADS_1


" listy, aku mengalami hari yang sangat buruk. Aku begitu takut membayangkan nya" keluh yuri.


Listy terus mengusap rambut yuri dan membantunya mengusap air mata yuri.


" listy, sebaik nya kalian istirahat. Ini sudah larut. Jessy temani mereka ke kamar listy. Tolong jaga mereka malam ini" ucap jhope.


" iya oppa. Aku akan menjaga mereka" jawab jessy.


" hmm kalian pergilah lebih dulu" ucap listy pada yuri dan jessy.


Setelah yuri dan jessy pergi ke kamar listy, listy menghampiri jhope yang tengah duduk menengadahkan kepala nya di sofa ruang tamu.


" oppa, ada apa? Ada yang mengganggu pikiranmu? Bagaimana dengan suga oppa, jimin oppa dan jin oppa? Mereka baik baik saja kan?" Tanya listy yang mulai panik melihat wajah jhope yang masih terlihat gelisah.


" tidak papa, oppa hanya lelah. Pergilah tidur"


" oppa, jangan berbohong padaku. Apa suga oppa terluka lagi?"


" hmm, suga hyung dan jimin baik baik saja. Tapi jin tertembak saat menyelamatkan jimin. Dan satu hal lagi, suga hyung tak sengaja membunuh anak buah min junhoo" jelas jhope


Listy hanya bisa menutup mulut nya, seakan tak percaya apa yang telah terjadi. Hanya dalam hitungan jam, kejadian buruk bertubi tubi menghampiri mereka.


" sekarang jin hyung pasti di rumah sakit. Suga dan jimin yang mengantarkan nya. Jungkook bilang luka nya cukup dalam. Semoga dia baik baik saja"


" oppa, kenapa hal buruk ini terjadi. Aku harap jin oppa bisa bertahan. Dan suga oppa, apa yang akan terjadi padanya oppa? Apa dia akan di penjara?"


" kalau junhoo melaporkan hal ini, mungkin saja itu akan terjadi. Itu terus mengganggu pikiranku. Ah aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. Aku lah yang menyeret mereka pada junhoo. Kalau saja aku tidak berniat menyelamatkan back hye, mungkin mereka tak akan mengalami hal buruk ini. Bahkan yuri hampir saja tewas karna junhoo"


" oppa, apa yang oppa katakan? Kewajiban kita sebagai teman itu sudah benar. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menolong back hye eonnie. Jangan pernah sesali hal itu. Yang oppa lakukan sudah benar"


" tapi sekarang jin dan suga hyung yang harus membayar nya"


" mereka akan baik baik saja. Oppa tenaglah, jangan salahkan dirimu. Itu sama sekali bukan salahmu"


" tolong tinggalkan oppa sendiri. Pikiranku sangat kacau saat ini"


" baiklah oppa, istirahatlah di kamarmu"


" listy"


" iya oppa?"


" maafkan oppa, bahkan kamu terluka. Tapi oppa tak bisa melakukan apapun untukmu"


" lakukan satu hal, jaga diri oppa, agar oppa bisa selalu menjaga kami. Aku akan ke kamar sekarang"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah sakit..


Jin segera di larikan ke ruang IGD. Sepanjang jalan, jimin selalu menggenggam tangan jin dengan erat, bahkan air mata nya pun tak kunjung kering.


Jimin hanya melepaskan tangan jin saat jin memasuki ruang oprasi.


" jin hyung.." panggil jimin lirih.


Jimin duduk di kursi tunggu dengan tangan yang gemetar, tangan dan baju nya di penuhi dengan darah jin.


Sementara suga, ia duduk di lantai di sebuah ruangan kosong di rumah sakit tersebut. Suga terus memegangi kepala nya.

__ADS_1


Bayangan saat ia tak sengaja menembak anak buah junhoo terus menghantui nya.


Bahkan suga mulai menjambak rambut nya sendiri sembari menangis.


__ADS_2