SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy's 2 Episode 3


__ADS_3

Cafe jhope...


Selama bekerja, jimin lebih banyak terlihat muram dan sesekali melamun.


Tentu saja, perkataan tata semalam membuat hati nya hancur.


Bahkan beberapa kali, jimin salah mengantar pesanan. Hal itu membuat jhope terus memperhatikan perubahan sikap dan wajah jimin.


Saat jimin ke dapur, jhope menghampiri jimin untuk menanyakan apa terjadi pada nya.


" jimin ssi, ada apa? Ada yang mengganggu pikiranmu?" Tanya jhope.


" tidak hyung, aku baik baik saja" elak jimin.


" tapi dari wajah mu, dan kesalahan yang kamu buat, tidak menunjukan kalau kamu baik baik saja"


" maafkan aku hyung, aku hanya kurang fokus. Aku akan lebih fokus lagi. Maafkan aku"


" kamu bisa pulang kalau kamu merasa kurang enak badan"


" tidak hyung. Aku baik baik saja. Aku akan kembali bekerja"


Jimin kembali bekerja setelah menarik nafas panjang dan mencoba fokus dalam pekerjaan nya.


Sedangkan jhope terus memperhatikan jimin dari jauh.


" oppa, kenapa? Ada apa dengan jimin oppa?" Tegur jessy.


" tidak papa, aku hanya menghawatirkan dia. Sejak pagi dia lebih banyak melamun. Eh kamu mau kemana?"


" hmm aku mau pergi dengan taehyung"


" kalian mau kencan?"


" hanya berjalan jalan di taman. Kami akan langsung ke rumah namjoon oppa nanti. Oppa tidak perlu menungguku"


" baiklah. Jaga dirimu"


" iya oppa. Aku pergi dulu"


Dengan wajah berbinar, jessy pergi berjalan kaki menuju rumah taehyung.


Saat sampai, taehyung tengah tersenyum menatap jessy dari depan rumah nya.


" aku baru akan menjemputmu" ucap taehyung.


" apa aku datang terlalu awal"


" tidak, ayo pergi sekarang"


" kita mau kemana?"


" ketempat biasa?"


" baiklah, ayo"


Jessy dan taehung pergi ke taman di dekat danau, mereka bersenang senang berdua, memberi makan bebek dan bersepeda.


Mereka juga berjalan jalan di pinggir danau tanpa melepas pegangan tangan mereka.


Taehyung begitu memperhatikan jessy.


Mereka terus tertawa dan saling meledek, mereka terlihat begitu bahagia.


Tawa selalu mengembang di wajah mereka.


Setelah lelah berjalan memutari danau, mereka duduk di sebuah bangku.


Jessy bersandar pada bahu taehyung dan Mereka menatap jauh ke langit sore itu.


" jessy ssi, saat aku debut nanti pasti akan sangat sulit untuk kita menghabiskan waktu berdua seperti ini. Apa kamu akan tetap mencintai ku, meski kita tak bisa sering bertemu?"


" tentu saja. Kalau oppa tidak bisa menemuiku, aku yang akan datang padamu. Dan kalau pun kita tidak punya waktu berdua, hati kita akan selaku dekat bukan?"


" jessy ssi, berjanjilah, jangan pernah tinggalkan aku. Jangan pernah kurangi kepercayaanmu padaku"

__ADS_1


" aku berjanji oppa, kita akan selalu bersama, meski di tempat yg berbeda"


Mereka saling menatap dan perlahan, taehyung mengusap wajah lembut jessy.


Dan makin lama, jari jemari taehyung mulai membelai bibir jessy.


Tangan taehyung kini mulai melingkar di bahu jessy, dan satu tangan lain nya menarik dagu jessy ke arah wajah nya.


Perlahan, perlahan, dan perlahan.. taehyung mulai mengecup bibir jessy dengan menutup matanya, dan begitupun dengan jeessy.


Mereka terhanyut dalam suasana romantis sore itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kantor PG industri..


Jin tengah bekerja sangat keras di kantor nya. Berbagai file berserakan di meja kerja jin.


Mata dan jari jemari jin terus bekerja beriringan mengetik laptop nya.


Tak lama, defy membawa secangkir teh untuk jin.


" oppa, kamu tidak pulang lagi?"


" aku harus menyelesaikan ini sebentar. Aku akan pulang nanti. Maaf defy, aku tidak bisa mengantarmu, kamu pulanglah dengan sindy"


" sindy sudah pulang, jungkook menjemput nya, dan mereka langsung ke rumah namjoon"


" ada apa? Kenapa ke rumah namjoon?"


" mereka akan debut. Malam ini, mereka akan membicarakan debut mereka yg pertama kali ini"


" wah itu berita yang sangat bagus"


" jimin juga akan debut oppa, tidak kah kamu ingin menemui dia, dan memberi selamat pada nya?"


Jin sempat terdiam, mendengar pertanyaan defy. Jin tertunduk dengan wajah muram nya.


" sebenar nya aku sangat merindukan jimin. Tapi entahlah, mungkin jimin tidak bisa menerimaku. Di saat dia membutuhkan dukungan dari hyung nya, aku malah menjauhi nya"


" ini belum terlambat oppa. Jimin mempunyai hati yang lembut sepertimu. Jimin pasti akan memaafkanmu. Temuilah dia, Kamu tidak akan tau reaksi jimin, kalau kamu juga enggan menemui nya. Aku tau, jimin juga pasti sangat merindukanmu"


" oppa, sebenar nya, mereka butuh satu anggota lagi. Dan taehyung bilang, mereka ingin kamu bergabung" ucap defy ragu.


" dengan kesibukanku sekarang? Kamu ingin aku bergabung dengan mereka?"


" mereka juga punya pekerjaan masing masing, mereka hanya berlatih di malam hari, itu tidak akan mengganggu pekerjaan mu oppa"


" kamu ada ada saja, jangan bicarakan hal konyol. Sekarang keluarlah, aku akan menyelesaikan pekerjaanku, lalu kita ke rumah namjoon. Aku rasa aku akan menemui jimin"


" hmm baiklah"


Defy pun keluar dari ruangan jin. Dan jin kembali menyelesaikan pekerjaan nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sebuah cafe...


Sindy dan jungkook berada di sebuah cafe. Mereka memesan dua cangkir kopi. Dengan di temani beberapa piring cemilan yang tersedia di meja mereka. Dengan terus bergandeng tangan, mereka berbincang sembari menikmati cemilan sore mereka.


" jungkookie bukankah ini sudah satu tahun? Apa tata eonnie akan bercerai dengan jimin?"


" entahlah. Lagi pula mereka tidak menjalani kehidupan normal, layak nya suami istri"


" iya juga si, tapi aku melihat cinta yang tulus di mata mereka. Aku rasa mereka memang saling mencintai"


" mereka berdua memang orang yg sangat tulus. Ketulusan yang kamu liat di mata mereka bukan cinta, tapi kasih sayang sebagai sahabat"


" tidak, aku yakin mereka saling mencintai"


" aku harap itu tidak akan pernah terjadi"


" kenapa?"


" noona bukanlah wanita yang pantas untuk jimin. Dia memang noona ku, dan aku ingin yang terbaik untuk nya, tapi jimin juga pantas mendapatkan yang lebih dari noona"

__ADS_1


" apa karna penyakit yang eonnie derita? Tapi noona masih bisa sembuh kan?"


" Noona tidak bisa mempunyai anak. Rahim nya lemah. Aku rasa itu tidak akan bisa sembuh. Sedangkan jimin, dia pria yg sempurna. Dan Dia pasti ingin mempunyai anak suatu saat nanti. Aku tidak ingin noona tertekan karna keinginan jimin itu"


" ini sangat sulit. Kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka"


" benar, kita hanya bisa mendukung apa pun yang akan mereka putuskan. Entah itu perpisahan, atau menikah secara sungguhan. Hmm lalu bagaimana denganku? Apa kamu melihat ketulusan cinta di mataku"


" hagh? Kenapa kamu menanyakan nya?"


" bukan kah kamu bisa membaca ketulusan cinta, nona song?"


" kamu meledekku? Hmm yang aku lihat, di mata mu, hanya lah makanan. Aku rasa kamu selalu lapar"


Jungkook dan sindy terus tertawa dan saling mengejek. Mereka menghabiskan waktu dengan penuh canda tawa.


bahkan sindy dan jungkook terus berpegangan tangan selama perbincangan mereka.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah namjoon..


Listy sampai di rumah namjoon, dan saat itu, hanya suga yang sudah datang di rumah namjoon.


Namjoon menyambut listy dengan baik dan sangat ramah.


Sementara suga hanya diam memainkan ponsel nya, tanpa memperhatikan listy.


" listy ssi, awal sekali kamu datang, bahkan oppa mu juga belum datang. Kemari, Duduklah dulu" sambut namjoon.


" aku dari kantorku, terus langsung kesini oppa" jawab listy.


" lama kita tidak bertemu, jhope bilang kamu sudah membuka kantor psikolog di depan gang"


" hanya kantor kecil"


" tapi itu sangat berarti. Setidak nya, ijazah S2 mu tidak sia sia. Hmm aku akan mengambil minum untuk mu"


" tidak perlu repot repot oppa"


" tidak papa. Duduklah dengan tenang. Suga hyung, ajak listy berbincang"


" hagh? Kenapa aku?" Tanya suga.


" karna cuma kamu manusia di ruangan ini. Kamu pikir listy akan berbincang dengan vas bunga" ledek namjoon.


" iya iya, pergilah sana"


Setelah namjoon pergi menuju dapur, suasana menjadi begitu canggung antara listy dan suga. Sesekali tatapan mereka bertemu, lalu saling berpaling kemudian.


" hmm selamat atas kantormu. Aku senang kamu sudah sukses sekarang" ucap suga memecah kecanggungan.


" aku baru akan memulai nya. Kantorku bahkan belum di buka secara resmi"


" maksudmu ilegal?"


" bukan, maksudku, aku masih menyiapkan peralatan di kantorku"


" oh, hmm kalau kamu butuh bantuan, katakan saja. Aku akan senang bisa membantumu"


" iya, terimakasih tawaranmu"


" hmm bagaimana dengan jinan?"


" dia juga sering membantuku. Dia yang merekomendasikan kantor ku saat ini"


" maksudku. Hubungan kalian? Hmm aku pernah melihat kalian pergi berdua"


" kami memang sering pergi berdua, tapi.."


" minuman datang" potong namjoon dengan nampan berisi minuman dingin yang tertata di nampan yang ia bawa.


Namjoon memberikan mereka minuman dingin, di saat yang sama, jessy dan taehyung datang, bahkan jimin dan jhope kini telah menyusul mereka masuk ke rumah namjoon.


Suasana Pun menjadi ramai dengan celotehan jhope, V dan namjoon.

__ADS_1


Mereka terus bercanda dan membuat lelucon. Bahkan jimin yang semula murung, ikut larut dalam candaan mereka.


Jessy dan listy pergi ke dapur untuk membuat minuman untuk para pria. Sedangkan para pria, membahas persiapan debut mereka sembari beceloteh sesekali.


__ADS_2