
Kediaman keluarga park...
Yuri dan jin menyambut kedatangan jimin, tata dan sujin dengan ramah. Tapi tak nampak tuan dan nyonya park di sana.
" eomma dan appa di kamar appa" jelas jin.
" aku ingin menemui mereka hyung" ucap jimin.
" ayo" ajak jin.
Mereka semua masuk ke kamar tuan park. Pertemuan mereka pun penuh haru, tuan park menumpahkan air mata nya saat melihat putra bungsu nya yang selama satu tahun terakhir tak ia lihat.
Jimin segera menghampiri appa nya, dan mememluk nya dengan erat sembari menangis tersedu sedu.
" appa merindukan mu jimin" tangis tuan park.
" aku juga sangat merindukan appa"
" maafkan appa, appa membuatmu terpisah dari keluargamu"
" tidak appa, aku lah yang bersalah, harus nya aku tetep menemui appa, harus nya aku datang menjenguk appa lebih awal"
Percakapan penuh tangis itu membuat jin, tata, yuri dan nyonya park turut berlinan air mata.
Saat tuan park melihat ke arah sujin, tuan park tersenyun padanya, dan menyapu air mata nya.
" jimin, dia anak mu?" Tanya tuan kim.
" iya appa, dia sujin tuan putri ku" jawab jimin sembari mengulurkan tangan nya, agar sujin mendekat padanya.
Sujin pun menuruti jimin dan bersandar di pangkuan jimin.
" tuan putri, ini grand pa sayang. Beri salam padanya" pinta jimin.
" selamat pagi grand pa, sujin harap grand pa cepat sembuh" ucap sujin.
" grand pa akan cepat sembuh kalau sujin di sini merawat grand pa, sujin mau merawat grand pa?" Tanya tuan park sembari membelai lembut wajah sujin.
" tentu saja grand pa, saat sujin besar nanti, sujin akan menjadi dokter, sujin akan berlatih dari sekarang" ucap sujin dengan manja.
" baikalah tuan putri sujin, pergilah bermain di taman belakang dengan aunty yuri" ucap jimin.
" iya appa"
Sujin pergi dengan yuri, Lalu tata mulai menghampiri tuan park. Tuan park pun tersenyum pada tata.
Tata duduk di samping ranjang tuan park dan tersenyum pada nya.
" tuan park, bagaimana keadaan anda"
Tuan park meraih tangan tata dan menggenggam nya, Tanpa memudarkan senyum nya.
" apa kata seperti itu yang akan di ucap seorang putri pada appa nya? Park taerin, Saat kamu memutuskan menikahi jimin. Maka mau tidak mau, kamu harus menjadi putri dari pria tua ini. Panggil aku appa" pinta tuan park.
" appa, maafkan kami. Harus nya kami datang lebih awal"
" tidak aku yang harus meminta maaf"
" kami tidak akan memaafkan appa, kecuali kalau appa mau melakukan oprasi" sahut jimin sembari menyapu air mata nya.
" belum apa apa anak kurang ajar itu mulai memeras emosi appa" protes tuan park.
__ADS_1
" appa, demi aku, demi sujin" tambah tata.
" baiklah kalau begitu. Terserah kalian saja. Tapi dengan satu syarat"
Tuan park menatap tata dengan tatapan dalam.
" biarkan appa menghabiskan masa tua dengan kalian. Dengan sujin" lanjut tuan park.
Tata sempat tertunduk, karna kenyataan nya, tata dan jimin tidaklah menikah dengan rasa cinta. Tata sempat menatap jimin, tapi jimin hanya tertunduk seolah menyerahkan segala keputusan pada tata.
" yang penting appa sehat kembali" jawab tata.
Jawaban tata membuat jimin dan jin tersenyum bahagia, tapi tidak dengan nyonya park.
Nyonya park pergi dari kamar tanpa berpamitan pada semua orang.
" anak haram itu akan kembali menguasai rumah ini. Apa lagi istri dan anak tiri nya kini sudah mulai mengambil hati suami ku" gumam nyonya park sembari menyapu air mata nya.
Hal itu pun di sadari benar oleh tata, karna memang jimin telah bercerita pada tata soal ketidak sukaan nyonya park pada jimin, karna jimin adalah anak tiri nya.
Meski begitu, tata tetap bersikap biasa di depan tuan park, jimin dan jin.
Bahkan tata dan tuan park terus berbincang saat jin pergi mrngurus persiapan oprasi dan jimin kembali ke kamar nya.
" baiklah appa, aku akann menelfon rumah sakit untuk menyiapkan oprasi appa" ucap jin
" tata, appa, aku mau ke kamar ku dulu" pamit jimin
" iya" jawab tata
" tata, anggap ini rumah mu sendiri, jangan sungkan meminta tolong maid atau pun penghuni rumah ini. Kita semua keluarga"
" iya appa, aku tidak akan sungkan. Bahkan aku tidak akan sungkan memarahi appa kalau appa tidak mau minum obat" gurau tata.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah sakit..
Pagi itu mata bulat naya mulai terbuka. Namjoon dan nyonya kim berdiri di samping ranjang naya sembari mengusap tangan halus naya.
Dengan tatapan sendu, nyonya kim terus memanggil nama putri kesayangan nya itu.
" nay, nayeon putriku. Apa yang kamu rasakan sekarang nak?"
" eomma.." rintih naya.
" iya eomma di sini sayang" jawab nyonya kim.
" eomma aku baik baik saja. Aku sangat sehat sekarang" ucap naya.
" eomma dengar? Naya baik baik saja. Sekarang pulang dan tidurlah dulu. Aku akan menjaga naya dengan baik" ucap namjoon.
" eomma ingin tetap disini" bantah nyonya kim.
" eomma, pulanglah. Eomma bisa kesini lagi setelah beristirahat" tambah naya.
" baiklah kalo kalian memaksa. Eomma akan meminta appa kalian mengantar eomma. Appa sedang ke toilet"
" iya eomma" jawab naya.
Setelah nyonya kim pergi dari ruang rawat naya. Namjoon mulai duduk di samping naya.
__ADS_1
Awal nya, namjoon hanya diam dan merunduk, tetapi naya tak membiarkan suasana hening terlalu lama.
" oppa, kalau oppa mau tidur, tidurlah dulu, aku akan membangunkan mu saat aku butuh sesuatu" ucap naya.
Namjoon pun menatap naya.
" kenapa kamu merahasiakan hal ini? Penyakitmu bukan hal yang kecil nay" tanya namjoon.
" lalu harus bagaimana? Apa aku harus merengek pada kalian? Bahkan saat aku flu, kalian terlalu panik dan sangat menghawatirkanku. Kalau aku katakan penyakitku. Kalian akan menangis, aku tidak suka melihat hal itu"
Naya mulai berlinan air mata, tentu saja namjoon pun segera mengusap lembut pipi naya.
" kamu masih kecil. Jangan menyimpan hal seperti ini sendiri. Aku oppa mu bukan? Harus nya kamu merengek padaku"
" aku hanya ingin di cintai, bukan di kasihani. Oppa, soal pernyataanku kemaren. Aku serius mengatakan hal itu"
" sudah lah jangan pikirkan hal itu. Oppa ingin kamu sembuh. Jangan terlalu banyak pikiran"
" oppa"
" naya, hentikan. Kita bahas ini lain kali saja. Saat keadaanmu pulih"
" baiklah" ucap naya
Mereka pun berbincang dan saling bercanda, tanpa memikirkan kejadian tempo hari.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kantor Listy..
Hari ini, hari pertama listy menempati kantor kecil nya. Listy mempersilahkan jinan masuk. Dan mereka masuk ke ruang kerja listy.
Tak ada seorang pun di sana. Karna listy baru memulai usaha nya. Bahkan belum banyak barang atau pun peralatan kantor listy di sana.
Hanya beberapa kursi, sofa, meja kerja dan beberap almari berisi buku buku besar.
Ada pula beberapa tempelan gambar, figura dan lukisan lukisan seputar psikolog manusia.
Saat sampai, listy segera membereskan meja kerja nya dan meletakan beberapa alat tulis di meja nya.
Sedangkan jinan duduk melipat kaki di sofa panjang dengan warna coklat yang selaras dengan meja nya.
" oppa ingin minum sesuatu? Aku juga punya dapur kecil di belakang" tawar listy.
" baiklah, mungkin segelas teh panas"
" oke, segera meluncur" jawab listy sembari berlalu ke dapur nya.
Tak butuh waktu lama, listy datang membawa dua cangkir teh panas, dan meletakan nya di meja.
" minumlah teh mu oppa"
" iya"
" jadi hal penting apa yang ingin kamu beritahu padaku oppa?" Tanya listy, usai menyeruput teh panas dari cangkir porselen berlukiskan bunga.
" aku ingin meminta tolong padamu"
" minta tolong apa? Apa yang bisa aku bantu?"
" eomma dan appa ku akan datang dari jepang. Mereka mendesak ku untuk menikah. Tapi aku ingin berkarir lebih dulu. Kamu tau kan, grup ku sudah cukup terkenal sekarang. Aku tidak bisa meninggalkan teman teman grup ku begitu saja"
__ADS_1
" lalu?"
"Hmmmm"