
panti asuhan...
Suga dan listy membagikan makanan ringan dan beberapa potong baju untuk anak anak panti.
anak anak panti terlihat begitu bahagia saat listy dan suga memberikan mereka hadiah, begitu pun listy dan suga. Mereka tersenyum lepas sembari berbincang dengan anak anak panti.
Suasana panti sangat riuh, terutama saat suga berceletuk meremehkan listy.
" noona listy itu tidak bisa apa apa, aku lah yang membawa ini semua, dia hanya sibuk berkomentar saja" sombong suga.
" heyy, apa yang kamu katakan? Aku bahkan membawa lebih banyak dari mu. Aku lebih kuat dari mu" protes listy.
" benarkah? Apa perlu kita buktikan?"
" aku tidak takut"
" rey, tolong ambilkan bola basket" panggil suga pada salah satu anak panti.
Skip.
Listy dan suga telah berhadapan di lapangan basket, dengan rambut yang terikat dan jaz yang terikat di pinggang nya, listy memegang bola basket dan memulai permainan.
Listy dan suga bermain basket berdua, dengan di soraki oleh anak anak panti.
Awal nya listy dan suga bermain biasa, sampai akhir nya listy tertinggal angka jauh dari suga. Karna memang listy tidak pandai bermain basket.
Listy mulai berbuat curang dengan perpura pura mengalami sakit di kaki nya.
Tapi saat suga menolong nya, listy justru mengambil bola dari suga dan berhasil mencetak angka.
Dari situ, listy dan suga terus melakukan kecurangan demi kecurangan. Bahkan suga sempat membohongi listy dengan tipuan kecepatan tangan nya memainkan bola basket.
Dan disaat listy lengah, suga mengecup pipi listy di depan semua orang. Tentu saja listy sangat malu dan terdiam sembari menutupi wajah nya.
Suga pun mencetak angka terakhir dengan mudah dan berhasil memenangkan pertandingan.
Karna kesal, listy mengampiri suga dan mulai saling perperang pendapat.
Bahkan mereka saling menarik rambut. Hal itu membuat anak anak tertawa terbahak bahak. Lalu, listy dan suga pun berhenti dan turut tersenyum melihat anak anak panti.
Listy dan suga saling menatap, lalu suga merentangkan tangan nya.
Listy pun memeluk suga dengan senyum manis yang masih terlukis di wajah mereka.
Tetapi senyum itu pudar saat listy melihat jhope dan yuri yang berdiri di depan pintu gerbang.
" oppa"
Listy segera melepas pelukan nya pada suga.
__ADS_1
Jhope melepas tautan tangan nya dengan yuri dan Jhope langsung menghampiri listy.
Dengan kasar, jhope mendorong suga untuk menjauhi listy.
" oppa, jangan kasar seperti itu" tegur listy.
Listy menatap jhope dengan penuh keheranan. Sementara mata jhope mulai memerah menahan emosi.
" kamu ini perempuan. Bisa bisa nya kamu memeluk dia di depan semua orang. Oppa kan sudah bilang, oppa tidak suka kamu berhubungan dengan suga hyung. Maafkan aku hyung, Aku menghormati mu dan menyanyangimu, tapi tidak untuk menjadi kekasih listy"
" iya, aku mengerti maksudmu. Tapi ini bukan salah listy. Aku lah yang mendekati listy. Aku minta maaf. Dan jangan salahkan listy" jawab suga.
" oppa, oppa tidak berhak memutuskan kehidupan ku. Aku berhak memilih pria mana yang aku cintai"
Listy dan jhope mulai saling menatap dengan tatapan tajam mereka.
Sampai akhir nya, jhppe melirik leher listy yang terdapat noda merah yang nanpak di belakang telinga listy bagian bawah.
Jhope segera meraih bahu listy dan memperhatikan baik baik noda merah itu.
" apa ini?" Tanya jhope.
Listy pun meraba noda merah yang jhope tanyakan dan sesekali listy melirik suga.
" oppa, ini. Hmm aku.."
Ppplllaacckk
Di sisi lain, yuri dan nyonya jiwook mengantar anak anak untuk kembali masuk ke panti.
" aku lah yang bersalah. Aku yang melakukan ini. Jangan salahkan listy. Lakukan apapun yang kamu mau padaku. Listy sama sekali tidak bersalah. Tapi percayalah, listy masih suci" jelas suga.
Tetapi penjelasan suga justru membuat jhope semakin marah, jhope menarik kerah kemeja suga dan mulai memukuli suga di depan listy.
Listy mencoba menghentikan jhope dengan menarik tangan jhope, tetapi suga hanya diam.
Suga menerima pukulan demi pukulan dari jhope tanpa sedikitpun melawan ataupun sekedar menghindar.
Listy terus menangis dan berteriak mencoba mengentikan jhope, tetapi jhope sama sekali tidak memperdulikan listy.
Sampai akhir nya, yuri datang dan membantu listy melerai jhope dan suga.
Suga jatuh tersungkur dan yuri mendorong jhope sekuat tenaga nya.
Yuri berdiri tepat di depan jhope yang masih sibuk mengatur nafas nya.
Sementara listy menangisi suga sembari mengusap noda darah yang mengalir di bibir suga.
" maafkan aku" tangis listy.
__ADS_1
" tidak papa, aku baik baik saja" jawab suga dengan senyum kecil nya.
Yuri menatap tajam pada kekasih nya itu. Dengan nafas yang tak beraturan, yuri mendekati jhope dan membulatkan mata nya.
" siapa kamu? Kamu bukan jhope yang aku kenal sebelum nya. Dimana sifat manis mu?" Teriak yuri.
" tidak perlu ikut campur. Aku tidak bisa memaafkan pria itu, dia menyentuh adikku. Aku tidak akan membiarkan nya"
" cukup oppa! Pikirkan lah perasaan listy. Hentikan perkataan konyolmu itu. Mereka saling mencintai, dan tanda itu tidak bisa menjelaskan apa pun. Dimana jhope yang aku kenal? jhope yang aku cintai. Kenapa kamu begitu kasar? Jika kamu bisa melakukan ini pada listy. Apa yang akan kamu lakukan padaku jika aku membuat kesalahan?"ujar yuri.
" keadaan nya berbeda. Dan aku tidak akan melakukan hal ini, tanpa alasan yang kuat"
Jhope menghampiri listy dan menarik tangan listy.
" ayo pulang"
Listy sempat menatap suga dan menahan tangan nya. Tetapi suga tersenyun dan menganggukkan kepala nya. Seakan mengisyaratka bahwa ia baik baik saja, dan menyuruh listy turut pulang bersama jhope.
Listy pun akhir nya menuruti ajakan jhope, mereka pulang ke rumah mereka dengan berjalan kaki.
Sementara yuri membantu suga bangun dan mengajak nya masuk ke panti.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah defy...
Namjoon dan defy masuk ke rumah defy, dan langsung disambut oleh nyonya park.
" eomma, aku pulang. Lihatlah siapa yang bersama ku" ucap defy.
Nyonya park menatap pria bertubuh kekar dan tinggi di depan nya itu tanpa berkedip, bahkan nyonya park sempat melamun menatap pria berlesung pipi itu, sebelum namjoon menyapa nyonya park.
" selamat malam ahjuma, aku namjoon, teman defy" sapa namjoon.
" oh iya masuklah" ucap nyonya park.
Mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu rumah defy yang terbilang kecil.
" maafkan aku oppa, rumah ku sangat kecil. Kami hanya tinggal berdua, jadi kami rasa tidak perlu menyewa rumah yang terlalu besar" ucap defy
" tidak papa, aku merasa nyaman di sini. Entah kenapa aku merasa tenang. Hmm nyonya park, aku ingin Berterimakasih atas kue beras yang anda kirim tadi pagi. Kue beras buatan anda sangat enak" puji namjoon.
" oh jadi kamu meminta eomma membuat kue beras untuk namjoon, def? Kalau eomma tau, eomma akan membuat lebih banyak untuk pria manis ini" jawab nyonya park.
" iya eomma" jawab defy.
" ah nyonya bisa saja. Tapi aku juga tidak akan menolak. Karna nyonya sangat pandai membuat nya. Hmm kalian hanya sendiri, lalu dimana appa defy dan kerabat kalian? Maaf aku lancang"
" appa sudah bersama tuhan dan oppa ku. Ada di dekat ku" jawab defy dengan senyum nya yang melebar.
__ADS_1
" maksud mu?" Tanya namjoon.