
Minimarket..
Jessy duduk di depan minimarket tempat taehyung bekerja. Tetapi taehyung masih saja tak nampak di sana. Sekotak susu menemani jessy dalam penantian nya. Tetapi sosok taehyung yang jessy tunggu masih saja tak nampak di sana.
Jessy terlihat gelisah dan segera mengambil ponsel nya.
Dia mengetik pesan untuk taehyung.
" oppa, kamu tidak bekerja? Aku menunggumu di depan minimarket"
10 menit
20 menit
Jessy menatap kembali ponsel nya, tetapi masih saja taehyung belum membaca pesan jessy.
Jessy memutuskan berlalu pergi dari minimarket, tanpa menunggu taehyung.
Di sisi lain,
Taehyung tengah duduk diam di samping defy. Sesaat tak ada perbincangan antara mereka, hanya sapaan umum di awal kedatangan mereka.
Taehyung duduk berdampingan dengan defy. dengan mata sendu nya menatap gadis ayu yang kini tengah layu.
" defy.. kamu butuh udara segar? Aku bisa membawa mu keliling sebentar. Kamu pasti bosan di kamar terus kan?" Tawar taehyung.
Bibir defy masih enggan membuka, dia hanya menarik bibir nya sedikit dan menatap lemah pada taehyung.
Satu anggukan pelan menandai persetujuan nya. Sebelum mereka pergi, mereka lebih dulu berpamitan pada namjoon dan naya yang tengah berbincang santai di ruang tamu.
" namjoon hyung, aku ingin mengajak defy mencari udara segar. Itu pun jika kamu mengijinkan" ucap taehyung.
Sontak namjoon menatap wajah lesu gadis yang berdiri di samping taehyung. Wajah nya masih tertunduk menyembunyikan mata sebeb nya.
" oppa, biarkan mereka pergi. Udara segar akan baik untuk defy" sahut naya.
" kalau defy bersedia, tidak masalah" jawab namjoon.
" tidak papa oppa. Aku akan pergi dengan taehyung"
" baiklah ayo" ajak taehyung.
Tanpa risih, taehyung menggandeng tangan lembut defy dengan tangan besar nya.
Mereka berlalu dengan sepeda motor taehyung.
Dengan kecepatan tinggi, taehyung memacu sepeda motor nya.
Tinggalah naya dan namjoon berdua di rumah defy.
Naya POV.
Semenjak mendengar berbagai nasehat dari jungkook, mata ku kini mulai terbuka. Hati ku mulai menyadari tatapan mata, senyum tulus dan sentuhan mesra itu bukan untuku.
Hancur...
__ADS_1
Pedih...
Itu memang ku rasakan, tetapi aku belajar dari pria bergigi kelinci, Bahwa nama cinta, tidak selalu, dan tidak hanya untuk pasangan kekasih.
Aku benar benar mencintai namjoon oppa. Cinta ku ingin melihat senyum tulus nya. Bukan keberadaan palsu nya seperti selama ini.
Dengan pemikiran itu, ku kumpulkan semua keberanianku dan ku tatap wajah lelah nya dengan penuh keyakinan.
" oppa, are you oke?"
" hemgh?"
Gumam nya menandakan ia baru saja kembali dari pemikiran jauh nya.
" oppa, mungkin aku tak bisa banyak membantu mu, aku juga bukan wanita yang pandai berbicara. Tapi aku hanya ingin memastikan sesuatu. Dan aku harap itu bisa mengurangi bebanmu"
" apa maksud mu nay. Aku sedang tidak ingin menebak nebak"
" maafkan aku oppa, seperti nya selama ini aku bukan lah adik yang baik, apa lagi kekasih yang baik untuk mu. Aku sempat egois, ingin memiliki mu seutuh nya. Tapi aku sadar kamu bukan lah barang yang bisa di miliki. Aku pikir karna kedekatan kita, kita bisa berbagi apapun, termasuk cinta. Tapi aku salah. Yang kamu butuhkan bukan cinta ku"
" maafkan aku, aku memang bukan kekasih yang baik untuk mu. Tapi aku pun selalu berusaha memenuhi kewajibanku sebagai kekasih"
" itu lah masalah nya oppa, cinta itu tak ada kewajiban. Hak dan kewajiban dalam cinta hanyalah mencintai dan di cintai. Dan itu mengalir dari hati, bukan perilaku, dan tidak bisa di paksakan. Yang ku lihat, kamu terlalu memaksakan diri untuk membalas cintaku. Aku belajar dari seseorang, dan aku akan tetap mencintai mu sebagai adik kecil mu. Hemh?"
" naya.."
" ssttt oppa, tenangkan dirimu. Aku harap ini mengurangi satu beban mu. Jangan pikirkan aku. Aku kim nayeon, aku dengan mudah mendapatkan pria yang lebih tampan dari mu" ledekku.
Syukurlah, satu candaan kecil ku membuat dia tersenyum meski ia memalingkan wajah nya. Rasa nya begitu melegakan setelah melihat dia tersenyum. Aku memang sakit hati, sungguh ini sangat menyakitkan. Tetapi aku rasa ini yang terbaik untuk kami.
" oppa, aku ada janji penting, maafkan aku, aku tidak bisa menemanimu saat ini"
" iya tidak papa. jaga dirimu"
Senyum ku mengakhiri perbincangan kami saat itu, ku ambil tas kecil ku dan segera berlalu dari rumah defy.
Langkah demi langkah, mengiringi air mata ku yang terurai.
Pedih..
Hancur...
Dan sungguh menyakitkan..
Rencana pernikahan kami bahkan tah di buat. Beberapa undangan tah ku pikirkan. Tapi akhir nya nihil. Itu semua tak ada arti nya lagi.
Berkali kali ku ketuk dada ini agar sakit nya berkurang, tetapi masih saja terasa menusuk.
Aku berhenti di sebuah bangku di pinggir jalan. Tertunduk sempurna sembari mengusap air mata ku yang terus mengalir di tengah isakku.
Brukk
Sebuah benda tebal menutupi kepala ku. Apa itu? aroma nya begitu harum tetapi ini sedikit menakutkan, apa aku akan di culik?
Ku tarik benda tebal yang ku pikir adalah sebuah jaket kulit.
__ADS_1
Tetapi tangan ku tertahan oleh sebuah tangan besar. Dan suara itu semakin membuat ku tak lagi berniat mengalihkan jaket yang menutupi kepala ku.
" biarkan saja. Tutupi wajah mu saat menangis, jangan pernah tunjukan tangisanmu di depan orang lain. Jangan tunjukan kelemahanmu di mana pun. Lagi pula kamu tidak terlihat cantik saat menangis"
Dalam tangisku aku tertawa kecil mendengar ejekan nya, ejekan yang ku tau benar adalah suara si gigi kelinci, Yang jungkook.
" lanjutkan tangisan mu. Aku hanya akan berpura pura menjadi vas bunga" lanjut nya.
" jangan buat orang tertawa saat menangis"
" kalau begitu tidak usah menangis. Tertawa saja"
" jungkook..."
" iya?"
" terimakasih"
" untuk?"
" semua nya. Terutama karna menyelamatkan ku dari beban besar"
" apa kamu mulai menyukaiku? Aku mohon jangan. Aku sudah punya kekasih"
Pengakuan jungkook membuat ku semakin terkekeh. Pria ini begitu berbeda. Dia terbuka, santai dan apa adanya. Dan satu lagi, dia pasti pria yg setia.
" apa kamu juga selalu melakukan ini pada kekasih mu? Atau pada semua wanita yang kamu temui?"
" tidak. Hanya kamu. Kekasihku tidak pernah menangis di depan ku. Kami sedang LDR, tapi memang dia wanita yag sangat kuat. Dia tidak pernah menunjukan kelemahan nya di depanku. Tapi akhir akhir ini kami sama sama sibuk, itu sebab nya kami jarang komunikasi"
" itu pasti sulit. Tapi aku tau kalian bisa melewati nya. Jangan patah semangat. Semakin jauh perpiahan, kalian akan semakin mesra saat bertemu nanti nya"
Kini giliran jungkook yang terkekeh kecil. Suara lembut nya terdengar dari balik jaket tebal yang masih menutupi kepala ku.
Pagi itu kami berbincang santai di sana, tanpa memperdulikan apapun. Kami hanya bertukar pikiran dan menceritakan kehidupan masih masing.
Tetapi saat asik berbincang, sebuah mobil berhenti di sebrang kami. Pria yang ku kenal dengan nama suga oppa memanggil jungkook dengan lambaian tangan nya. Di saat itu pula, perbincangan kami berakhir.
Aku pergi ke tujuanku dan jungkook pergi degan suga oppa, tanpa aku tau arah tujuan mereka dan apa yang mereka bicara kan saat aku berlalu dari sana.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Author POV.
Taman...
Di sebuah taman di dekat deretan gedung gedung besar taehyung dan defy duduk menatap langit cerah pagi itu.
Taehyung memang membiarkan defy menghirup udara taman yang penuh dengan pohon pohon indah nan rindang. Bahkan beberapa bunga menambah apik hiasan di taman itu.
" tenangkan dirimu di sini untuk beberapa saat. Aku tak akan mengganggu mu dengan pertanyaan atau pun nasehat. Lepaskan saja semua nya. Hembuskan sebayak mungkin dan hiruplah kesegaran nya sepuas mu"
Defy menengadah menghadap langit sembari mengatur nafas nya dengan teratur.
Cahaya matahari pagi itu menyinari wajah sensual defy, bibir nya yang berlekuk indah, bulu mata yang lentik, dengan hidung yang kecil tapi menjulang apik membuat taehyung tak dapat berpaling menatap indah nya ciptaan tuhan yang satu ini.
__ADS_1