SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven boy's 2 Episode 81


__ADS_3

Jhope POV.


Apa lagi yang harus ku keluh kan sekarang? Hati ku hancur, bahkan aku merasa ini lebih menyakitkan dari kepergian appa dan eomma. Tangisan yang tertumpah bertahun tahun lalu, semakin menghantuiku.


Sungguh pilu mengenang masa lalu, tetapi kekalutan ku kini lebih membuat ku patah arah.


Listy, gadis yang selalu ceria, yang ku anggap paling kuat, bahkan aku selalu mengabaikan nya dan lebih memperhatikan jessy, karna ku pikir dia mewarisi keteguhan dan kekuatan appa, tapi justru kini dia hancur lebur. Tangisan nya lebih menyayat hati ku kini.


Setiap isak yang ku dengar dari lisan listy, terasa menusukku dengan ribuan jarum.


Gadis yang selalu bisa menghibur ku dan jessy, kini tak mampu ku hibur. Semua kata kata indah tak akan mampu menyembuhkan luka diri nya, luka hati nya.


Sebagai seorang kakak, aku merasa begitu gagal. Sebagai seorang anak laki laki, aku merasa begitu buruk.


Maafkan aku appa, eomma, kalian pasti kecewa padaku.


Kedua anak gadis kalian, tak mampu ku jaga, tak mampu ku lindungi. Maafkan aku karna tak mampu membendung air mata mereka.


Eomma, beri tahu aku, ajari aku bagai mana mengatasi hal ini, seperti mu selalu kembali membuat mereka tertawa setelah menangis.


Bagaimana aku membendung air mata mereka?


Cukup,


Untuk saat ini, hanya ada satu hal dalam pikiran ku. "Aku akan membunuh jinan!"


Ya..


Setelah membuka pesan dari suga di jalan tadi. Detik itu juga, aku ingin menghabisi pria bernama jinan itu. Bagaimana bisa dia tega menodai listy?!


Tetapi saat itu listy tengah terluka, baik secara batin maupun secara fisik.


Itu sebab nya aku menahan diri untuk tidak menunjukan emosi ku, yang sebenar nya tengah begitu memuncak.


Tapi kali ini tidak lagi. Aku tidak akan menahan nya lagi.


Dengan tangan mengepal kuat dan wajah yang pasti kini telah memerah padam, aku berjalan ke kamarku. Ku ambil pistol peninggalan appa, yang memang seorang tentara.


Hanya satu yang ku ingin kan "kematian jinan" hanya itu. Aku tak peduli apapun yang akan terjadi padaku nanti nya.


Yang jelas, aku tak bisa berdiam diri saja, saat adikku menangisi nasib buruk nya.


Author POV.


Melihat jhope yang telah membawa pistol di tangan nya.


Namjoon segera masuk dan menghalangi jhope. Namjoon segera menutup kamar jhope dan mengunci nya.


Tentu nya namjoon terlihat bingung, melihat pria yang selalu penuh dengan keceriaan kini berwajah merah padam.


Lalu, mulailah perdebatan sengit namjoon dan jhope.


" yakk! Namjoon. Buka pintu nya!" Ucap jhope dengan mata yang membulat.


" jhope hyung, apa yang terjadi padamu. Letakan pistol mu!"


" tidak. Hari ini, jinan harus habis di tangan ku"

__ADS_1


" apa yang kamu katakan? Apa listy..? Hagh?"


Namjoon menghentikan pertanyaan nya, karna ia menyadari, apa yang telah listy alami hanya dengan melihat kemarahan jhope pada jinan.


" namjoon, buka pintu nya!"


" tidak, hyung. Aku tau ini pasti sangat berat bagimu. Tapi ini bukan cara yang benar. Kita bicarakan dulu, pelan pelan. Kamu sedang emosi hyung. Ayo kita bicara dulu"


" apa lagi? Aku harus apa? Mana bisa aku diam melihat listy hancur? Masa depan listy telah hancur. Oppa macam apa aku ini? Aku bahkan tidak mampu menjaga adikku sendiri. Hanya ada satu orang yang akan hidup. Aku? Atau jinan. Minggir!" Tangis jhope.


" hyung! Ini bukan dirimu. Tololah.."


Satu tarikan nafas menghela dari hidung namjoon, yang tengah membulatkan mata nya.


Tatapan jhope pun mulai ia turunkan, ia memahami apa yang namjoon coba jelaskan pada nya.


" apa yang akan terjadi pada listy jika itu yang kamu lakukan? Jika jinan mati, kehormatan listy tak akan kembali. Justru semua orang akan tau hal itu. Dan jika kamu yang mati, apa kamu tega melihat listy terpuruk lagi dan lagi? Kamu pikir listy akan bahagia jika kamu mengorbankan nyawamu?"


Makian namjoon benar benar membuat jhope tersadar akan kesalahan nya. Tangan yang awal nya menggenggam postol dengan erat nya kini telah pudar. Bahkan pistol itu terlepas dari tangan nya.


Perlahan namjoon menghampiri jhope dan memeluk jhope.


Tangis jhope pun pecah di bahu namjoon. Pria yang selalu terlihat tegar, kini menangis tersedu sedu dalam pelukan sahabat nya.


Air mata itu tak henti nya membasahi wajah jhope.


Suara isak tangis jhope pun menggema dalam kamar jhope yang terkunci rapat.


Hanya usapan namjoon pada bahu jhope yang perlahan mampu membuat jhope mampu melepas segala benan yang ia rasakan setalah ia tahan dan pendam.


" menangislah sesuka mu hyung. Listy tak akan mendengar nya. Lepaskan semua nya. Tapi saat ini, yang listy butuhkan, adalah dukungan orang terdekat nya. Bukan pembalasan dendam"


" tidak hyung, selama ini kamu lah seorang kakak panutan ku. Aku ingin menjadi kakak yang baik seperti mu, untuk defy dan naya. Kamu seorang kakak yang rela melakukan apapun untuk adik adik nya"


" apa yang harus aku lakukan sekarang? Mana bisa aku diam melihat listy hancur"


" hyung. Yang harus kamu lakukan adalah menghujani listy dengan cinta. Jangan sampai listy merasa sendiri. Dukunglah dia dengan caramu"


Meski namjoon terus berusaha menghibur jhope. Tetapi hati jhope yang tengah hancur itu tak semudah itu terobati. Jhope terus saja menangis tampa henti. Bahkan ia menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.


Di kamar listy pun. Listy terlihat begitu menyedihkan. Ia menangis di bawah deras nya air shaower yang mengalir di kamar mandi nya.


Listy duduk menekuk kaki nya, dengan tatapan kosong. Dan sesekali terlihat wajah nya menangis.


Sementara jessy pun turut menangis melihat sikap listy yang kini tak seperti biasa nya.


Jessy menangis sembari duduk di ranjang kamar listy, dengan segelas penuh susu hangat di tangan nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Suga dan jungkook telah sampai di rumah jhope. Dengan wajah nan panik, suga berlari masuk ke dalam rumah setelah jungkook mematikan mesin mobil nya.


"Jhope.. listy.." panggil suga.


Mendemgar panggilan suga, jhope pun mengusap airmata nya, dan melangkah menuju pintu.


Dengan di dampingi namjoon, jhope keluar dari kamar dan menghampiri suga yang tengah berdiri dengan mengatur nafas nya.

__ADS_1


" jhope, kamu membuka pesan ku? Kenapa tidak membalas? Tadi malam aku juga menghubungi mu. Kenapa tidak mengirim pesan? Mana listy?"


Bertubi tubi pertanyaan suga berikan pada jhope. Tapi jhope masih saja diam dengan wajah tertunduk.


" apa yang terjadi? Di.. mana.. listy?"


" hyung. Tenangkan dirimu. Listy baik baik saja di kamar. Dia sedang beristirahat di kamar nya" potong namjoon.


" apa yang terjadi? Jhope? Kenapa?!" Tanya suga kembali. Seolah tak percaya dengan perkataan namjoon setelah melihat wajah datar jhope.


" kenapa kamu terlambat memberi tahu ku hyung? Kamu membuat ku gagal sebagai seorang kakak. Kamu pun telah gagal sebagai seorang kekasih" ucap jhope pelan.


Melihat senyum miring jhope dengan mata yag merah dan berkaca kaca, suga menyadari bahwa tak ada yang baik baik saja.


Suga segera berlari ke kamar listy, untuk memastikan ke adaan listy.


Suga membuka pintu dengan keras, sampai membuat jessy pun tersentak.


Kala itu, listy masih saja setia berdiam diri di dalam kamar mandi dengan pintu terkunci.


" eonnie di kamar mandi" jelas jessy pelan.


Bahkan mata jessy pun masih penuh degan air mata kala itu.


Dengan sekuat tenaga, suga mendobrag kamar mandi dengan beberapa kali tendangan.


Setelah pintu terbuka, suga mendapati listy yang terduduk di lantai kamar mandi dengan wajah pucat dan mata yang kosong.


Suga POV.


Sial!


Melihat listy seperti ini, ingin rasa nya ku robohkan rumah ini.


Seorang gadis dengan tatapan kosong, wajah pucat dan mata memerah, yang kini tengah mengguyur diri nya di bawah air, apa lagi?


Tentu saja aku menyadari apa yang telah terjadi pada gadisku ini.


Berkali kali ku pukul pintu, dan ku raup wajah ini, tetap saja keadaan ini tak berubah.


Listy yang terdiam tanpa suara, tanpa bergerak sedikit pun, membuat ku semakin hancur.


Tapi ini bukan saat nya aku memperdulikan luka hati ku. Saat ini, listy pasti jauh berkali kali lipat hancur nya dari ku. Aku tak bisa egois dengan membiar kan listy menghadapi ini semua sendiri.


Ku tekuk kaki ku di samping nya, dan Ku matikan air yang mengguyur tubuh nya, tetapi listy kembali mencoba menyala kan nya.


Di situ aku dan listy bergulat untuk menghentikan listy menyala kan air.


Dengan sekuat tenaga, ku dekap tubuh nya yang basah. Meski ia terus berontak, tetapi aku tau benar ia membutuhkan pelukan ini.


Semakin ia berusaha melepaskan diri, semakin kencang pula dekapan ku pada nya.


Sampai akhirnya, dia pun meyerah dan mulai menangis di pelukan ku.


" lepaskan aku... aku kotor..." tangis listy


Rasa nya sungguh menyakit kan. Bayangan seorang gadis yang selalu membuat ku tertawa dengan kekonyolan nya, candaan nya, kini tengah terisak di pelukan ku.

__ADS_1


Tubuh nya lemas dan raungan nya memenuhi kamar mandi ini.


Bagaimana aku bisa menahan air mata ku kini? Bagaimana bisa aku menghibur gadis ini? Sedangkan aku pun hancur bersama setiap isak yang menggema di telingaku.


__ADS_2