
Rumah namjoon...
Semua orang tertawa dengan sikap tuan kim.
" ayanna, jangan dengarkan appa, dia memang sangat manja" ledek nyonya kim.
" tidak apa apa eomma, bahkan namjoon juga mempunyai sikap yang sama. Aku sudah terbiasa" jawab ayanna.
" baguslah kalau begitu. Kedua pria ini telah merepotkan ku selama ini. Kini giliranmu" lanjut nyonya kim.
" eomma" protes namjoon.
" hmm appa, eomma, bolehkah aku bicara dengan namjoon sebentar saja?"
" ada apa?" Tanya namjoon.
" sudah pergilah sana" sahut tuan kim.
Namjoon dan ayanna masuk ke kamar namjoon dan namjoon mulai mengunci pintu kamar nya.
Namjoon mendekati ayanna dan memeluk nya.
" kamu sekarang nakal, bahkan kamu menculik ku di depan eomma dan appa"
" oppa, ini serius. Dengarkan aku dulu"
" baiklah, aku akan mendengarkan mu sambil memelukmu"
" lepaskan dulu, Dengarkan, ini soal rumah ini. Aku sudah bicara pada pemilik apartemen di dekat bioskop light. Dekat rumah jin oppa dan jimin"
" lalu?"
" mereka setuju untuk menjadikan rumah ini sebagai DP apartemant. Mereka bahkan memberikan diskon dan cicilan rumah nya tidak terlalu besar. Liatlah brosur nya" jelas ayanna sembari mengambil brosur dari tas nya.
Namjoon begitu senang mendengar penjelasan ayanna.
Dengan senyum nya yang mengembang, namjoon membaca brosur dari ayanna.
Lalu namjoon menatap ayanna dengan penuh kebahagiaan, begitupun ayanna.
Namjoon kembali memeluk ayanna, dan mencium lembut kepala ayanna.
" aku merasa sangat lega. Lagi lagi kamu membantuku menyelesaikan masalahku"
" tidak oppa, aku hanya sedikit bertanya, dan sedikit bertindak, selanjutnya giliranmu. Buatlah mimpi mu memjadi nyata. Belilah rumah yang lebih besar untuk kalian"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kantor polisi...
Setelah mendapatkan ijin untuk menjenguk suga. Listy duduk di ruang tunggu untuk menemui suga.
Dengan wajah tertunduk, listy menguatkan hati nya, dengan mengatur nafas nya. Tak lama kemudian, suga datang dengan di kawal satu opsir polisi.
Dengan tangan yang terborgol, suga duduk di depan listy.
Tak sedetikpun tatapan mereka berpaling. Mereka saling menatap dengan tatapan sendu.
" kamu sangat kurus. Padahal baru dua hari kamu disini"
__ADS_1
" benarkah? Padahal aku hanya makan dan tidur saja. Aku benar benar menjalani hobiku disini"
Listy tak dapat menahan air matanya, karna melihat keadaan suga, yang nampak lebih kurus dan tangan terborgol.
Air mata listy jatuh membasahi wajah nya setelah susah payah listy tahan.
" jangan kesini kalau kami hanya ingin menangis di depanku" ucap suga.
" oppa, kamu laki laki macam apa? Bukan nya mengusap air mataku dan menghiburku. Kamu malah memarahiku?" Maki listy dengan air mata yang semakin deras mengalir.
" pulanglah! Kamu kesini hanya untuk mengajak ku bertengkar?"
" aku tidak mau pergi"
" kalau begitu jangan menangis. Kamu tau aku tidak bisa dan tidak ingin melihatmu menangis"
" makan nya jangan buat aku menangis"
" keras kepala. Sudahlah. Kamu baik baik saja? Jimin bilang kamu pergi dengan jhope untuk mencari minhyuk"
" kamu menghawatirkanku?"
" tentu saja. Kamu pikir apa? Kamu wanita bersikaplah seperti wanita. Jangan pergi ke tempat berbahaya. Aku tidak ingin kamu terluka"
" oppa, saat ini jimin dan jungkook sedang mencari minhyuk. Kami yakin mereka bisa menemukan minhyuk. Kamu akan segera bebas"
" aku mohon jangan terlibat dengan masalahku"
" aku tidak bisa diam saja melihatmu seperti ini"
" aku juga tidak bisa melihatmu menghadapi masalah lagi. Listy, jaga dirimu untukku"
Dengan kedua tangan nya, suga menghapus air mata listy. Listy pun menutup mata nya, dan kini, ia meraih tangan suga.
Listy mencium tangan suga dengan air mata nya yang kembali mengucur deras.
" aku harus pulang. Aku akan kembali untuk menjemputmu. Kamu akan keluar dari sini secepatnya oppa" ucap listy sembari mengusap air mata nya.
" jaga dirimu"
" kamu juga oppa"
Listy beranjak dari duduk nya dan keluar dengan langkah yang amat sangat berat bagi nya.
Bahkan sesekali listy berhenti, hanya untuk melihat suga yang kini kembali di masukan ke penjara.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kompleks perumahan...
Jimin dan jungkook sampai di tempat yang listy maksudkan.
Mereka berdiam diri di dalam mobil untuk menyusun rencana mereka.
" bagaimana? Kita masuk saja?" Tanya jimin.
" yang benar saja hyung. Kita cuma berdua, dan anak buah minhyuk begitu banyak. Kita butuh rencana yang matang"
" tapi kita tidak punya banyak waktu. Bisa saja wanita yang kita sekap memberi tahu minhyuk. Kita tidak bisa mengambil resiko"
__ADS_1
" iya kamu benar hyung. Hmm aku punya rencana. Akan meminta listy menyadap telefon minhyuk dan dan anak buah nya"
" cepatlah"
Jungkook mengambil ponsel nya dan menghubungi listy. Tapi sayang nya, siang itu listy tak sengaja meninggalkan ponsel nya di kamar.
Di saat yang sama, jhope melewati kamar listy dan mendengar ponsel listy berdering. Jhope segera menghampiri telefon listy dan mengangkat panggilan telefon dari jungkook.
" hallo listy. Kamu butuh bantuan mu secepatnya" ucap jungkook saat nada sambung terdengar.
" ini aku. Jhope. Ada apa? Bantuan apa?"
" hyung? Kamu sudah bangun. Hmm dimana listy?"
" entahlah. Listy tidak di rumah, dan ponsel nya tertinggal di kamar nya. Ada apa?"
" hyung kamu butuh bantuanmu. Tolong sadap nomer telefon minhyuk dan anak buah nya. Aku akan mengirim ID polisi ku, agar kamu mudah menyadap nomer mereka" ucap jungkook.
Jhope pun segera berjalan ke komputer nya, dan memulai penyadapan.
Jimin dan jungkook begitu gelisah menunggu kabar dari jhope.
Sedangkan jhope terus saja bergelut dengan komputer nya.
Dan satu jam lama nya, jhope berhasil menyadap nomer mereka.
Jhope memnghubungkan panggilan telefon yang keluar dari ponsel minhyuk dan anak buah nya.
" pemanas rumah kami rusak, tolong cepat datang dan perbaiki mesin nya" ucap salah satu anak buah minhyuk melalui telefon.
Jhope, jimin dan jungkook mendengar percakapan telefon nya dan mulai terpikir untuk menjadi tukang service.
" tukang service?" Tanya jimin.
" apa kamu bisa menyervice pemanas ruangan hyung?" Tanya jungkook.
" aku? Suga hyung yang padai memperbaiki. Tanganku hampir mirip namjoon hyung. Hey kamu polisi, apa kamu tidak bisa membenarkan pemanas?"
" tidak ada pelatihan menservice pemanas hyung. Aku bukan pemadam kebakaran yang harus bisa semua hal"
" hey kenapa kalian berdebat. Kalian hanya perlu masuk dan merekam. Soal pemanas, kalian kabur saja saat mendapat bukti. Cepatlah" tegur jhope.
" baiklah ayo kita mulai hyung. Pakai samaran ini" ucap jungkook sembari memberikan sekantung wig, topi dan kumis palsu.
" kamu membawa peralatan seperti ini kemana mana?" Tanya jimin terheran heran.
" kita tidak tau kapan akan berguna hyung. Aku seorang polisi. Penyamaran itu selalu berguna untukku. Dan kamera kecil ini akan ku tarus di koper kita. Jhope hyung, kamu mendengarku?"
" iya, aku mendengarmu jungkook"
" hyung sambungkan kamera ini pada laptopmu. Jadi kalau pun aku dan jimin hyung tertangkap, vidio sudah kamu simpan" ucap jungkook.
" wah canggih sekali kameramu jungkook" puji jimin.
" kalian harus berhati hati. Dan pergilah secepatnya saat bukti sudah kita dapat" potong jhope
" iya hyung. Ayo cepat jungkook" ajak jimin.
Jimin dan jungkook masuk dengan penyamaran lengkap. Dengan wig, topi, kumis dan jenggot palsu. Sementara jhope menghubungi tukang service agar mereka tak jadi datang untuk menservice pemanas ruangan.
__ADS_1