SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy's 2 Episode 35


__ADS_3

Rumah jhope..


Mereka pun berjalan ke mobil. Tetapi jessy menghentikan langkah nya, saat melihat taehyung yang masuk ke tempat parkir cafe.


" taehyungie, kamu datang di waktu yang tepat. Ayo, cepat. Kita ke kantor polisi sekarang" ajak jhope.


" oppa, aku rasa, aku tidak bisa ikut, aku akan menjaga cafe. Kalian pergi saja, sampaikan salamku pada suga oppa" ucap jessy.


" kamu yakin? Baiklah. Jaga dirimu. Oppa dan listy tidak akan lama. Kami akan langsung pulang setelah selesaikan urusan ini"


Taehyung terus menatap jessy, meski jessy sama sekali tak memperdulikan keberadaan taehyung.


Pandangan itu pun listy sadari benar, bahwa taehyung dan jessy tengah mengalami masalah di hubungan mereka.


" baiklah. Ayo cepat masuklah,  ayo taehyung" ajak namjoon.


" hmm hyung, Ada sesuatu yang tertinggal di rumah. Pergilah dulu, aku akan menyusul" elak taehyung.


" ambil saja, kami akan menunggu" usul jhope.


" ahhh sudah ayo, kita terlambat. Taehyung akan menyusul nanti. Cepat cepat cepat" ucap listy sembari mendorong jhope masuk ke mobil namjoon.


" akan lebih baik mereka berbicara berdua" batin listy.


Mereka pun berlalu menuju kantor polisi. Sepanjang jalan, listy dan naya saling berbincang tanpa ada kendala. Bahkan sesekali naya tertawa bersama listy. Tentu itu membuat namjoon merasa sedikit aneh, karna tingkah naya sangat berbeda jauh ketika dia bersama ayanna.


Jessy masuk ke cafe tanpa melihat ke arah taehyung yang berdiri diam di depan cafe.


Taehyung segera berlari dan meraih tangan jessy, untuk menghentikan langkah jessy.


" kita harus bicara" ucap taehyung.


Jessy melepas genggaman tangan taehyung perlahan, dan lagi lagi tanpa menatap mata taehyung.


" kita bicara di dalam saja" usul jessy.


Jessy dan taehyung pun masuk ke ruang tamu. Jessy terus terdiam dengan memunggungi taehyung.


Taehyung terlihat bingung dan resah. Dia terus menatap jessy, lalu ia berjalan perlahan mendekati jessy dan mendekap jessy dari belakang.


Taehyung membenamkan wajah nya di sela rambut jessy.


Tetapi jessy masih saja enggan membuka suara nya.


" maafkan aku. Ini salahku, tidak seharus nya aku membentakmu. Hukumlah aku dengan apapun aku mengakui kesalahanku"


" saat aku menghukummu, aku lah yang akan terluka" jawab jessy yang kini tak dapat membendung aliran air mata nya.

__ADS_1


" maafkan aku. Aku mohon, jangan diamkan aku lagi. Mulai sekarang aku akan berbagi semua suka duka ku dengan mu. Kemaren hari yang buruk bagiku, jadi aku sangat pusing dan tidak bisa berpikir jernih. Tapi sekarang satu persatu masalahku sudah selesai. Suga hyung dan oppa defy"


" kenapa kamu terus menyebut oppa defy, apa kamu benar benar harus membantu defy mencari nya? Kenapa harus kamu. Dia bahkan punya kekasih" protes jessy dengan melepas dekapan taehyung.


Kini mereka saling berhadapan dan saling menatap. Mata jessy yang memerah dah berair mengisyaratkan betapa marah nya ia, saat mendengar nama defy.


Tentu itu membuat taehyung sedikit bingung karna jessy tak pernah memperlihatkan raut wajah seperti sekarang ini.


" kamu kenapa? Aku membantu defy karna appa lah yang menyebab nya oppa nya belum di temukan sampai sekarang. Cerita nya panjang, aku akan menceritakan nya padamu"


Seketika jessy tertunduk malu dan mulai mengusap air mata yang membasahi wajah nya.


Taehyung kembali memeluk jessy dan mengecup rambut jessy berulang kali.


Jessy dan taehyung duduk berdampingan di ruang tamu, bahkan jessy terus bersandar di bahu taehyung. Taehyung pun menceritakan semua hal yang terjadi pada oppa defy, yaitu park joon.


" dan yang paling penting penting, aku mencurigai bahwa park joon itu namjoon hyung. Asal desa yang sama, adik perempuan yang mungkin saja seusia dengan nayeon yang nyonya jung ceritakan"


" itu mungkin saja oppa, tapi kita tidak bisa langsung menanyakan hal itu pada mereka. Ini hal yang sensitif"


" makan nya aku bingung harus mulai dari mana. Appa sudah pergi ke ilsan untuk mencari tau tentang keluarga yang mengadopsi park joon. Tolong Bantulah aku untuk mencari tau semua hal tentang mereka" pinta taehyung.


" pasti. Aku akan membantumu. Aku berharap namjoon oppa memanglah park joon"


" aku juga harap begitu. Baiklah, ayo kita jemput suga hyung. Mereka pasti menunggu kita"


" hagh. Baiklah. Aku akan kembali malam ini. Kita pergi ke bioskop?"


" baiklah"


" oke deal"


Taehyung pergi meninggalkan jessy setelah menunjukan box smile nya. Sementara jessy mulai mengurus cafe, setelah kepergian taehyung.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kediaman park..


Nyonya park dan yuri tengah menikmati sarapan mereka. Beberapa hidangan mewah tersaji di sana. Dan beberapa maid terus mengurus keperluan mereka saat makan.


Bahkan perabotan makan mereka terlihat mewah, tak di ragukan lagi, keluarga park ini memanglah keluarga dengan kelas tinggi. Terutama nyonya park yang selalu berdandan rapi dengan di hiasi berbagai perhiasan dan busana busana rancangan desainer ternama di korea.


Jin berjalan menghampiri meja makan dan duduk di tempat duduk dimana ia selalu duduk setiap kali makan.


" eomma, dimana appa?" Tanya jin.


" appa masih tidur, dia bilang sedang tidak enak badan. Eomma sudah memberi appa mu bubur tadi. Nikmatilah makanan mu, lalu minumlah obatmu" jelas nyonya kim.

__ADS_1


" oppa, mulai besok, aku akan masuk ke kantormu. Aku akan menjadi sekertarismu menggantikan sindy. Aku sudah mengirim formulirku. Dan aku tidak mau tau, kamu harus menerimaku" ucap yuri manja.


" kamu ingin merampokku pagi pagi?" Tanya jin.


" sudah lah jin, terima saja. Yuri sangat berbakat. Kam tidak akan mendapatkan sekertaris sebaik dia" puji nyonya park.


" kalian berdua. Aku sendiri. Baiklah kalian menang" jawab jin.


Yuri dan nyonya park pun terlihat begitu gembira. Tetapi kegembiraan mereka tak berlangsung lama, setelah terjadi nya kebisingan.


Salah satu maid berlari dan berteriak memanggil nyonya park.


" nyonya, nyonya.. tuan kambuh.  Tuan kambuh" ucap nya dengan terbata bata.


Sontak jin, yuri dan nyonya park pun langsung berlari ke kamar tuan park.


Yuri segera mengambil telefon dan menghubungi dokter dengan panik.


Begitupun jin dan nyonya park, mereka begitu panik dan terus mencoba menyadarkan tuan kim dan terus memegangi dada kiri nya.


" appa, apaa tenang lah, tarik nafas panjang, atur nafasmu appa" tuntun jin.


Skip.


Dokter telah datang dan telah selesai memeriksa tuan park.


Dokter menuliskan beberapa resep yang harus di tebus di apotek dan memberikan nya pada jin.


" tuan park kembali mengalami serangan jantung, seperti nya tuan park harus kembali menjalani oprasi. Sebeb beberapa bulan ini, tuan park sering sekali kambuh"


" appa, lakukan lah oprasi itu appa" pinta jin.


" tidak, appa tidak apa apa. Appa hanya kurang istirahat ajah"


" kita ke rumah sakit saja, suamiku, kita lakukan pemeriksaan lebih lengkap" usul nyonya park.


" tidak tidak. Akhir akhir ini. Aku hanya sedang terlalu banyak pikiran saja" elak tuan park.


" apa ini soal jimin? Appa merindukan jimin?" Tanya jin pelan.


Air mata tuan park pun membanjiri pelupuk mata nya. Dengan tersedu sedu, taun park meraih tangan jin. Dan jin pun segera memeluk tuan park.


" appa, kendalikan dirimu. Jantungmu masih butuh istirahat appa" ucap jin.


" bagaimana keadaan putra appa itu? Dia pria kurang ajar. Tapi dia tetap anak ku. Aku yang membesarkan nya, meski pun tidak dengan kasih sayang yang sempurna" tangis tuan park.


" jimin baik baik saja appa, aku sudah menemui nya. Dia sehat dan dia juga lebih gemuk sekarang" terang jin.

__ADS_1


__ADS_2