SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy's 2 Episode 39


__ADS_3

Rumah jungkook.


Jin, jimin dna tata telah sampai di rumah jungkook. Jimin mempersilahkan jin duduk di ruang tamu, sedangkan tata membuat minuman untuk jin.


" ada hal penting apa hyung?" Tanya jimin.


" jimin, ini soal appa, beberapa bulan terakhir, jantung apa kambuh, dan semakin sering. Tapi sayang nya appa tidak mau menjalani oprasi" jelas jin.


" benarkah?"


Meski jimin dan tuan park sering sekali berdebat dan beradu argumen, tetapi sebagai seorang anak tentu jimin akan sedih mendengar kabar kurang baik soal kesehatan appa nya.


Mata jimin mulai berair dan jimin terus saja menunduk, untuk menyembunyikan kesedihan nya.


" hanya kamu yang bisa membujuk appa untuk menjalani oprasi. Appa ingin menemuimu" ujar jin.


Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut jimin. Bibir nya bergetar dan hanya terdengar isak tangis manja dari mulut jimin.


Mata jin pun berkaca kaca melihat adik nya menangis di depan nya.


Jin segera menghampiri jimin dan memeluk jimin dengan mengusap bahu jimin perlahan.


Di saat yang sama, tata datang membawa teh dan cemilan untuk jin.


Tata begitu terharu melihat jin dan jimin yang tengah saling memeluk.


Tata bahkan tak dapat membendung air mata nya yg mulai menggenang di pelupuk mata nya. Tetapi tata segera mengusap nya dan menegur jimin dan jin.


" ekhem, oppa, minum lah teh buatanku"


" maafkan aku, aku terbawa emosi. Ini semua gagara jimin" ucap jin


" kenapa aku?" Protes jimin dengan suara sumbang nya.


" ingat, jangan pernah menangis di depan ku. Sekarang bersiaplah. Kita pulang ke rumah" ajak jin.


" tidak hyung. Aku akan menemui appa, tapi tidak untuk pulang"


" kenapa? Tata dan sujin juga akan ikut dengan mu. Appa sudah menerima hubungan kalian" lanjut jin.


" tapi oppa, kamu tau kan bagaimana hubungan kami? Mungkin kami akan kembali mengecewa kan tuan park jika tuan park tau yang sebenar nya" sangkal tata.


" kamu benar. Tapi appa akan sedih jika kamu dan sujin tidak ikut dengan jimin. Datang lah dan menginap beberapa hari. Hanya sampai appa pulih" pinta jin


" tata, aku mohon. Hanya untuk beberapa hari" tambah jimin.


" baiklah, aku akan berkemas" ucap tata.


Dengan sedikit ragu, tata masuk ke kamar nya, dan di susul jimin yang masuk ke kamar tata.


" tata, maafkan aku, aku membuatmu repot. Tapi aku janji, kalau kamu tidak nyaman, aku tidak akan memaksamu tetap tinggal"


" tidak jimin. Kamu sudah banyak membantuku. Aku tidak keberatan untuk tinggal disana. Aku hanya akan pergi saat kamu pergi. Saat kamu rasa sandiwara kita cukup"


" tata, kenapa kata sandiwara itu tidak bisa lepas dari hubungan kita?"


" jimin, hmm oppa jin menunggu kita. Ayo cepatlah berkemas. Hmm aku akan memanggil sujin. Sujin pasti di panti sekarang"


" kita akan ke sana besok pagi"


" oh begitu, hmm baiklah. Aku aka  memanggil sujin untuk berkrmas untuk besok"


Tata pun pergi meninggalkan jimin sendiri di kamar nya.

__ADS_1


Jimin hanya terdiam dan menatap tata menjauh dari nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bandara..


Semua orang berdiri di pintu masuk bandara. Suasana kini mulai lebih senyap. Tak ada candaan mereka atau pun hanya sekedar berbisik.


Jhope, yuri, listy, suga, defy, taehyung dan tentu nya tuan dan nyonya song terus terfokus pada sindy dan jungkook.


Jungkook dan sindy terus berpegangan dan sesekali saking menatap.


Sampak akhir nya song taemin datang dengan menyered koper besar nya.


" sindy, kamu sudah siap?" Tanya taemin.


" iya oppa" jawab sindy pelan.


Kini sindy dan jungkook slaing menatap. Mereka saling memeluk untuk beberapa saat.


Tak ada lagi kata yang terucap dari bibir jungkook. Hanya sedikit belaian lembut di rambut sindy, untuk mengisyarat kan betapa ia akan merindukan sosok wanita di depan nya itu.


Sindy pun hanya tersenyum dengan memejamkan kedua mata nya.


Lalu sindy mulai berpamitan pada semua orang, memeluk mereka satu persatu, lalu tiba lah saat nya sindy benar benar harus pergi.


Lambayan tangan memgiringi perpisahan mereka.


Setelah berpamitan pada tuan dan nyonya song, jhope, yuri, listy, suga, jungkook, defy dan taehyung pun menuju kendaraan mereka yang terparkir di luar bandara.


" yuri, defy, ayo, aku dan listy akan mengantar kalian pulang" ajak jhope"


" hmm hyung. Aku ada sedikit urusan dengan defy. Biarkan dia pulang bersama ku. Kamu tidak keberatan kan defy?" Tanya taehyung.


Defy dan taehyung pun menghampiri sepeda motor taehyung, dan berlalu pergi.


Begitu pun suga dan jungkook pun berlalu dengan kendaraan mereka masing masing.


Lalu di susul jhope, yuri dan listy dengan mobil jhope.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Taman...


Taehyung menghentikan laju sepeda motor nya di depan sebuah taman di dekat rumah mereka. Taman dimana dia dan jessy sering menghabiskan waktu berdua.


" kenapa ke taman?" Tanya defy.


" ada yang ingin ku bicarakan. Tapi aku tidak bisa membicarakan di rumahku ataupun di rumahmu" jawab taehyung.


Defy hanya mengangguk dan mereka pun berjalan menuju bangku panjang di taman tersebut.


" baiklah hal penting apa yang ingin kamu bicarakan tae?" Tanya defy.


" seperti nya, aku menemukan park joon. Oppa mu"


Defy nampak begitu terkejut sampai ia langsung membulatkan mata nya, menatap taehyung.


" aku belum terlalu yakin. Tapi kemungkinan nya 50%. Aku mengatakan ini karna aku butuh bantuanmu untuk meyakinkan hal itu" lanjut taehyung


" dimana dia sekarang?" Tanya defy dengan mata yang penuh harap.


" di sekitar kita. Park joon, aku pikir, dia tidak lain adalah Kim namjoon"

__ADS_1


Dugaan yang taehyung katakan selanjut nya justru membuat defy terheran heran dan mengerucutkan alis nya.


Taehyung pun menjelaskan berbagai kesamaan yang ia curigai.


Defy terdiam dengan wajah datar nya.


" bagaimana menurutmu?" Tanya taehyung.


" itu mungkin saja. Namjoon oppa, benarkah dia oppa ku? Benar kah dia joon oppa?" Gumam defy dengan senyum kecil nya.


" jangan terlalu banyak berharap dulu, aku takut kamu kecewa"


" tidak, aku yakin kalau dia joon oppa. Setiap kali dia di dekatku aku merasa aman dan tenang, aku menyadari hal itu. Aku akan berusaha membuat dia ingat masa kecil kami"


" terserah kamu saja. Tapi jangan katakan hal ini dulu pada nyonya park, aku takut akan mengecewakan nya" pinta taehyung


" baiklah taehyung ssi, ayo pulang. Kamu memberiku berita yang menyenangkan. Aku sungguh berharap namjoon oppa adalah oppa ku. Aku tidak sabar"


Defy menarik tangan taehyung dan mengajak nya pulang.


Sepanjang jalan defy terus tersenyum dan membayangkan kedekatan nya dengan namjoon selama ini


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah jhope...


Listy dan jhope sampai di rumah nya, setelah mengantar yuri sebelum nya.


Senyum terus merekah di wajah mereka. Jessy pun menyadari ada hal yang berbeda di wajah eonnie dan oppa nya itu.


" apa semua nya berjalan lancar?" Tanya jessy.


" iya, suga oppa sudah bebas" jawab listy.


" tapi wajah kalian terlihat lebih dari lancar" ledek jessy.


" sudahlah oppa mau mandi dulu" pamit jhope.


Jhope berlalu menuju kamar nya. Dan listy pergi ke dapur cafe di ikuti oleh jessy dengan gaya manja nya.


" eonnie. Ceritakan" rengek jessy.


" apa yang harus di ceritakan. Setelah kami pulang dari kantor polisi, kami pergi ke cafe untuk makan siang"


" bernarkah hanya itu saja? Tapi wajah kalian mengatakan ada hal istimewa di sana. Oppa juga terlihat berbeda"


" itu bagus bukan? Sudah pergi sana. Aku akan membantu mengurus cafe malam ini"


" baiklah eonnie. Aku akan menemui taehyung oppa, ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan nya aku pergi dulu" pamit jessy.


Jessy berlalu tanpa mendengar jawaban listy yang tengah sibuk memberskan peralatan masak di dapur cafe.


Setelah jessy pergi, listy hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya, karna seran dengan sikap manja jessy yang selalu berjalan sembari bersenandung.


Sepersekian detik kemudian, listy teringat bahwa taehyung tengah pergi dengan defy.


" astaga, aku lupa. Taehyung pergi dengan defy. Apa tidak akan menjadi masalah nantinya. Ah seperti nya aku harus membuat jessy sibuk" gumam listy.


Listy kembali meletakan peralatan masak nya dan mencuci tangan nya, lalu dia segera berlari mengejar jessy.


Listy mencoba mengejar jessy yang berlalu dengan sepeda nya.


Tetapi sayang nya, listy terlambat.

__ADS_1


Jessy telah melihat defy dan taehyung berboncengan dengan sepeda Motor taehyung. Dan berhenti di depan rumah defy.


__ADS_2