
Rumah defy...
Namjoon kembali ke rumah defy dengan membawa sekotak makanan.
Kala itu, rumah dalam keadaan sepi, tapi pintu rumah tak terkunci.
Namjoon memasuki rumah dengan terus memanggil defy terus menerus.
" defy.. defy kamu di rumah?"
" iya, aku di kamar, oppa" sahut defy dari kamar nya.
Gadis yang namjoon cari cari, kini tengah duduk di depan meja kerja nya yang sekaligus meja rias nya.
Beberapa lembar kertas ada di sana. Dan sebuah laptop tengah defy perhatikan dengan seksama.
Hal itu pun menarik perhatian namjoon.
Namjoon duduk di samping defy, dan turut memperhatiakan apa yang defy tengah kerjakan.
" apa itu?" Tanya namjoon.
" aku mencari pekerjaan oppa, aku harus mencari pekerjaan secepatnya. Sebelum tabungan ku menipis" jawab defy, tanpa beralih dari layar laptop nya.
" maafkan oppa, oppa belum bisa memenuhi kebutuhan mu. Sekian lama, kita kembali bersama, tapi oppa justru tidak mampu memberikan apapun untuk mu"
" oppa, apa yang kamu katakan? Kita bersodara, aku hanya mempunyai mu, hanya degan kehadiran mu pun aku sudah sangat bersyukur oppa. Aku juga akan bosan jika di rumah terus, itu sebeb nya aku ingin bekerja"
" baiklah, oppa juga akan bekerja keras juga. Kita akan membeli rumah besar. Bersiaplah"
Defy tersenyum mendengar gurauan namjoon. Tapi tawa nya pun tak berlangsung lama, dia teringat akan sikap kasar jessy pada nya. Dan tentu nya hubungan nya dengan jin yang kini harus benar benar berakhir.
Melihat defy yang terdiam dan perlahan memudarkan senyum nya, namjoon pun meraih dagu defy, dan menghadapkan pada nya.
" ada apa? Kamu masih sedih karna kepergian eomma? Apa aku tidak akan bisa mengisi kekosongan itu?" Tanya namjoon.
" bukan oppa, aku hanya terpikir tentang jessy. Ah sudah lah, itu juga salah ku. Aku terlalu ingin ikut campur urusan mereka"
" bukan begitu, kamu tidak salah sama sekali, tapi itu juga bukan kesalahan jessy. Kala itu, jessy tengah mengkhawatirkan listy. Dan ternyata listy mengalami hal buruk. Itu sebeb nya mereka cukup sensitif saat ini. Tidak perlu di ambil hati"
" apa yang terjadi pada listy?"
" ah itu.. hmm lebih baik kita jenguk listy nanti malam. sekarang, ayo sarapan dulu, oppa sangat lapar. Oppa membelikan roti isi, Ayo makan"
" baik lah. Oh ya oppa, bagaimana dengan grup kalian?"
Sembari menyiap kan sarapan mereka, namjoon menjelaskan rencana perkembangan grup nya.
" grup kami akan segera debut. Lagu, rekaman, sudah siap semua. Kami tinggal proses pembuatan MV dan kami akan sibuk promosi nanti nya. Semua anggota sudah menandatangi persetujuan BTS, jadi apapun yang terjadi, kami harus tetap debut bertujuh. Maafkan oppa, oppa akan sering menghabiskan waktu dengan jin. Oppa tau itu akan membuat mu kurang nyaman"
" tidak papa oppa, aku senang jika kalian bekerja secara profesional. Aku baik baik saja"
" baiklah, itu bagus, kamu adik oppa yang sangat dewasa ternyata. Sudah, ayo habiskan makanan mu"
Kedua sodara itu menghabiskan makanan mereka dengan penuh kasih sayang, dan sesekali bersenda gurau.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jalanan gank..
Jungkook pulang dengan berjalan kaki, dia terlihat lebih banyak diam dan hanya tertunduk sepanjang jalan.
Jungkook POV.
Ada apa dengan teman teman ku, kenapa cobaan kami tak ada habis nya?
Kenapa terasa susah sekali untuk debut, mereka mempunyai masalah sendiri, dan itu pun bukan masalah kecil bagi mereka.
Apa aku egois?karna aku ingin segera debut? Aku terlalu takut kalau mereka enggan melanjutkan grup ini, padahal kami semua telah bekerja keras untuk mendapatkan agensi.
Meski pun telah menandatangani kontrak, tetapi tetap saja pasti akan berat jika kami debut dengan suasana seperti ini.
Sepanjang jalan, pikiran itu selalu mengganggu ku. Sampai akhir nya, perhatian ku teralihkan saat ponsel di kantong celana ku terasa bergetar.
__ADS_1
Nama yang selalu ku tunggu berada di layar ku, kini telah muncul, ya.. sindy.
Tanpa basa basi, aku mengangkat panggilan telefon dari sindy.
Tentu nya senyum ku mulai menggembang, karna pasal nya, sudah cukup lama kami tak berbincang santai, Karna kesibukan kami masing masing.
" hallo sin"
" kookie? Kamu dimana? Ada kejutan untukmu, pulanglah sekarang"
" aku di jalan, kejuatan apa?"
Sebelum aku selesai dengan ucapanku, suara telefon terputus lebih dulu membuat ku terdiam.
Ada apa dengan sindy? Kejutan apa yang ia maksud?
Sudahlah, aku juga harus segera pulang, dan kekantor.
Sial,
Aku sudah terlambat.
Aku pun mempercepat langkah ku, karna jarak yang tak terlalu jauh, aku pun sampai.
Awal nya perhatian ku teralihkan oleh sebuah mobil yang terparkir di depan rumah ku.
Tapi ku pikir, mungkin saja tamu panti. Aku pun kembali melangkah ke rumah,
Namun aku kembali terhenti saat melihat seorang gadis yang beranjak dari duduk nya ketika mendengar suara langkah ku.
Senyum ku pun mengembang dengan lebar nya ketika gadis itu melambaikan tangan nya padaku.
" sindy.."
" kookie. Kenapa lama sekali?" Protes nya.
Aku tak perduli dengan keuhan nya, saat ini aku hanya ingin mendekap nya dengan erat. Aku sangat merindukan gadis berlesung pipi ini.
Tentu saja dia melakukan yang selalu ia lakukan saat ku peluk. Dia menepuk pelan punggunggku dan mencium dada bidangku.
Harum nya aroma rambut yang selalu ku rindukan. Aroma coklat yang menelusup ke hidung ku, membuatku tak mampu untuk melepas gadis ini.
" kookie kamu sangat merindukan ku?" Tanya nya.
" tentu saja"
Dia terdengar terkekeh kecil, tanpa melepas pelukan nya.
Skip.
Dalam pangkuan nya aku tenggelam dalam kenangan manis yang kami alami selama ini. Hanya dengan menatap senyum nya yang mengembang, rasa rindu ku pun perlahan terasa terobati.
Jari lentik nya menguntai rambut ku dengan penuh kasih sayang, belaian yang hangat ini yang selalu ku rindukan.
" kookie, bagaimana dengan debut mu?"
" dalam waktu dekat kami akan debut. Harus nya minggu ini, tapi aku pikir, akan di undur, kami mengalami masalah masing masing, itu sebab nya harus kami undur"
" iya, defy sudah cerita banyak padaku. Aku turut sedih atas apa yang mereka alami"
" bahkan listy juga mengalami hal buruk. Setelah masalah kami berakhir, minimal reda. Kami akan debut"
" listy? Kenapa?"
" kita ke rumah listy saja nanti malam, listy dari kecelakaan. Tapi ngomong ngomong kenapa kamu mendadak ke sini? Kamu bahkan tidak memintaku menjemput mu di bandara"
" ah itu, hmm sudah ku bilang aku ingin memberimu kejutan. Ayo kita habiskan hari ini berdua, kookie aku sangat merindukan mu"
" mau kemana?"
" udh ikut saja"
Gadis nakal itu menarikku dan kami pun pergi berkeliling taman hiburan, dan bermain permainan di time zone.
__ADS_1
Kami bahkan berlomba makan di kedai pinggir jalan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SORE HARI..
Rumah jhope...
Author POV.
Setelah berganti baju dengan di bantu oleh jessy, listy duduk bersandar di sandaran ranjang nya.
Masih dengan wajah yang sama, datar dan tanpa cahaya.
" eonnie butuh sesuatu?" Tanya jessy pelan.
" tidak jessy. Aku ingin sendiri" jawab listy sembari tertunduk.
Mendengar jawaban listy, jessy pun pergi dari kamar listy. Meninggalkan gadis rapuh yang tengah patah sayap nya.
Tepat setelah jessy menutup kamar listy, jessy terhenti ketika melihat suga yang datang dari arah kamar mandi, dengan wajah yang basah dan mata yang memerah.
" oppa baik baik saja?" Tanya jessy.
" aku harus baik baik saja. Apa listy sudah memakan sarapan nya?"
" eonnie menolak sarapan nya. Dia hanya meminum segelas susu hangat tadi. Dan eonnie memintaku keluar. Dia bilang ingin sendiri dulu"
" mana bisa aku membiarkan dia sendiri. Aku akan masuk. Jessy, sebaiknya kamu temani jhope. Dia juga belum sarapan kan? Kamu juga harus sarapan. Jaga kesehatan mu. Agar listy tidak khawatir"
" iya oppa"
Suga pun masuk ke kamar listy, dan duduk diranjang listy, tepat menghadap listy yang masih saja tertunduk.
Satu tarikan bibir suga, memulai percakapan mereka.
" hmm ayo sarapan. Gadis ku harus gemuk, biar aku mudah mencubit pipi mu" rayu suga dengan gummy smile yang ia tunjukan sembari meraih dagu listy.
Tatapan mereka bertemu, namun lagi dan lagi, mata listy mulai menggenang.
" oppa, aku tidak ingin makan. Bisakah kamu membiarkanku sendiri dulu?" Pinta listy dengan suara yang amat lirih.
" tidak. Aku tidak akan membiarkan mu sendiri"
Suga meletakan tangan kiri nya, di atas tangan listy, dan mengusap nya perlahan.
" Dengar, jung listyara, kekasih ku yang mungil, bukan kah kita sudah saling mengungkapkan perasaan kita. Kamu tau kan aku sangat sangat mencintaimu. Jadi apapun yang ada di dirimu, itu adalah hal yang harus dan akan aku terima. Jadi aku tidak akan pernah meninggalkan mu. Apa lagi kamu belum sarapan. Ayo aku suapi" lanjut suga
" tapi aku bukan listy yang dulu. Aku tidak pantas lagi untuk mu"
Suga menghentikan ucapan listy dengan mendaratkan jari telunjuk nya di bibir tipis listy.
" sst, nama mu masih listy kan? Wajah mu juga masih sama, bahkan aku yakin sikap ceriamu masih sama. Gadis cerewet yang selalu membuat ku tertawa karna kekonyolan nya. Kamu masih listy yang sama. Kamu masih listy ku, dan tak akan ada yang berubah sedikit pun"
" oppa, harus bagaimana aku berterimakasih dan meminta maaf padamu? Aku sangat malu padamu" tangis listy.
" yang pertama, berhentilah menangis, aku benci air mata. Dan yang kedua, jika kamu ingin meminta maaf padaku, maka menikahlah dengan pria bodoh ini" ujar suga degan mata yang penuh degan keyakinan.
Mendengar hal itu, listy pun langsung membulatkan mata nya, seakan tak percaya akan apa yang ia dengar.
" maafkan aku listy, yang sebenar nya yang kamu alami, itu karna aku. Jinan ingin membalas dendam padaku"
" cukup oppa, aku tau yang terjadi. Dan aku tau itu bukan salah mu atau pun ahjuma. Dia juga mengatakan yang terjadi"
" jadi, menikahlah dengan ku. Ijin kan aku membayar apa yang terjadi padamu. Aku berjanji akan melindungi mu"
Listy terdiam sejenak, sebelum satu hembusan nafas nya mengawali perkataan nya.
" oppa, itu bukan salah mu, jadi kamu tak perlu melakukan itu hanya untuk membuat ku kembali mendapatkan harga diri ku. Aku memang sangat mencinta mu, dan aku pun ingin bisa menghabiskan hidup ku dengan mu. Tapi tolong beri aku waktu. Aku butuh waktu untuk meyakinkan diriku, setelah apa yang aku alami"
" hmm baiklah.. tapi sekarang habiskan dulu makanan mu. Aku akan menyuapi mu"
Dengan tekun, suga menyuapi listy dengan semangkok bubur yang jessy buat.
__ADS_1