
Tata mulai menitikkan air mata nya dan tertunduk menyembunyikan kesedihan nya.
" lalu apa masalahmu? Kenapa kamu tidak ingin berkorban? Setidak nya lakukan ini untuk sujin. Dia membutuhkan kita. Aku juga sangat membutuhkan kalian. Tata, jangan buat aku menangis dan memohon. Aku seorang park jimin. Berani nya kamu membuat park jimin menangis" tangis jimin.
" aku melakukan ini semua, karna aku tidak ingin kamu yang berkorban lagi. Sekarang giliran ku dan sujin. Biarkan kami membalas jasamu sekarang. Meski ini sangat tidak sebanding"
" apa maksudmu?"
" aku.. aku mengalami masalah di rahimku. Aku tidaklah sempurna, aku tidak bisa memberimu keturunan. keluargamu dari keluarga yang amat sangat terpandang. Aku tidak bisa membiarkan nama keluargamu tercemar dengan berita kalau istri mu mandul. Jimin, mengertilah keadaan ini"
" apa yang harus aku mengerti? Aku tidak peduli dengan keturunan. Kita sudah punya anak. Sujin anak kita, kenapa kita harus mempermasalahkan hal itu"
" kenapa kamu tidak mengerti. Darah dan keturunan itu sangat penting bagi keluargamu. aku tidak ingin kamu dan tuan park berselisih paham lagi"
" Yang taerin. Aku pikir kamu sudah memahami sifat appa. Tapi ternyata belum. Kamu salah menilainya. Kalau dia sangat mementingkan hubungan darah, lalu kenapa dia menganggap sujin sebagai cucu nya sendiri. Kalau kamu masih ragu, kita rahasiakan ini semua dari keluarga. Kita akan mencari cara dan terus berusaha bersama. Percayalah, apapun yang akan terjadi, aku akan menerimanya. Bahkan saat kita benar benar tak bisa punya anak, aku tidak keberatan sama sekali. Aku mohon beri aku kesempatan, untuk membuktikan ucapanku"
Jimin dan tata saling menatap tanpa kata. Suasana begitu sunyi dan hanya ada suara deburan ombak dan kicauan burung di langit sore itu.
Jimin menyapu air mata tata tanpa sedetikpun mengedipkan mata nya.
Perlahan tata meraih tangan jimin yang masih terdampar di wajah nya.
" park jimin, aku mencintaimu. Aku sungguh mencintaimu. Dan aku tak ingin melepasmu sampai kapanpun"
Jimin sangat terkejut dengan kata kata yang baru pertama kali ia dengar dari mulut tata. Sampai sampai jimin membuka mulut nya tanpa sepatah kata pun mampu terucap.
" ayo kita mulai dari awal. Park jimin, maukah kamu menjadi kekasihku?" Tanya tata dengan senyum kecil nya.
" kamu.. kamu serius kan? Apa aku tidak salah mendengar? Kamu..?"
" kamu terus membujukku. Dan itu membuatku bosan. Jadi, ayo kita beri hubungan kita kesempatan"
Tanpa menjawab perkataan tata, jimin langsung memeluk tata dengan erat nya. Tangisan kebahagiaan pun semakin membanjiri wajah sepasang suami istri itu.
Lantunan debur ombak mewarnai kisah cinta tata dan jimin yang sebenar nya. Tanpa sandiwara dan tanpa perjanjian.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Listy, suga dan nyonya min telah selesai menikmati makanan mereka di sebuah kedai makan.
Di saat itu, suga masih sibuk membayar makanan yang meraka makan. Tetapi nampak nya ada sedikit masalah dengan mesin pembayaran di cafe tersebut, itu sebeb nya suga meminta listy dan nyonya min keluar terlebih dahulu.
Saat di pinggir jalan, topi yang listy kenakan tertiup angin dan listy menyebrang jalan untuk mengambil topi nya.
Listy meninggalkan nyonya min di pinggir jalan sendirian.
Di sisi lain, seorang pria berada dalam mobil dengan wajah yang tertutup rapat oleh masker topi dan kacamata hitam.
__ADS_1
Pria itu menekan gas mobil nya dalam dalam dan melaju menuju nyonya min.
Nyonya min sama sekali tak menyadari ada nya mobil yang melaju ke arah nya dengan kecepatan tinggi.
Saat nyonya min mendengar suara mobil, ia pun menolek ke belakang, mobil itu hampir menabrak nya, untung saja listy segera berlari kearah nya dan mendorong nyonya min.
Sayang nya, naas bagi listy, listy lah yang akhir nya tertabrak mobil itu.
Listy terpental ke arah trotoar dengan darah yang bercucuran.
Mendengar suara jeritan listy dan nyonya min, suga pun langsung berlari ke arah mobil nya.
Suga mendapati listy yang terbaring dengan luka lupa yang cukup parah. Terutama kaki dan kepala nya.
Bahkan nyonya min yang semula terjatuh di pinggil trotoar karna dorongan listy pun kini segera bangkit dan menghampiri listy.
" listyy! Listy bertahanlah. sadarlah. Kamu mendengar suara ku? Aku akan membawamu ke rumah sakit. Kamu akan baik baik saja" tangis suga panik.
" listy bangun nak" tambah nyonya min.
" maaf tuan kami berusaha mengejar mobil pelaku, tapi mobil itu menlajut sangat cepat. Kami bahkan tak bisa melihat plat nomer mobil itu" sesal salah satu pria di sana.
" tuan aku hanya ingin segera membawa listy ke rumah sakit. Tolong atar kami, ini kunci mobilku" pinta suga sembari mengulurkan kunci mobil nya sebelum nya berada di saku nya.
" ayo. aku antar" jawab pria itu.
Dengan air mata yang bercucuran dan wajah yang sungguh pucat, suga menggendong listy ke mobil. Darah listy terus mengalir, bahkan membasahi kemeja yang suga pakai.
Sesampai nya di rumah sakit, listy langsung di larikan ke ICU. Beberapa dokter dan perawat segera menangani luka luka di tubuh listy.
Dengan badan gemetar dan penuh darah, suga berdiri di depan ruang ICU menunggu dokter keluar dari sana. Sementara nyonya min hanya duduk dan terus menangis di kursi panjang di depan Ruang ICU
Tak beberapa lama, seorang perawat keluar dari ruang ICU.
" suster bagaimana keadaan listy?" Tanya suga.
" pasien mengalami luka luka yang cukup parah, kami akan melakukan oprasi kecil untuk menutup luka nya. Apa anda keluarga nya? Kami butuh donor darah untuk pasien. Persediaan di bank darah kami tidak mencukupi untuk pasien. Dia kehilangan banyak darah"
" Golongan darah ku O positif sus"
" kebetulan sekali, darah nya sama. Tolong ikuti aku, anda harus melewati beberapa pemeriksaan sebelum donoh"
" baiklah. Ambil darahku seberapa pun banyak nya, aku siap"
Setelah melakukan pemeriksaan, suga mendonorkan darah nya untuk listy.
Suga menandatangani persetujuan oprasi untuk listy, dan setelah itu, oprasi pun segera dokter lakukan pada listy.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah satu jam lama nya, jin, defy, jimin, tata, taehyung dan jessy telah menemukan mobil jhope.
Masih dalam keadaan yang sama. Defy di gendong oleh jin, tata di gendong oleh jimin dan jessy di gondong oleh taehyung.
Saat mereka sampai, jhope terpingkal pingkal melihat wajah jin, jimin dan taehyung yang penuh peluh keringat dan wajah yang merah padam.
" tunggu apa kalian melanjutkan perlombaan seafood pedas tadi?" Ledek jhope.
" puas kamu? Tertawalah, tertawalah terus. Aku akan membalasmu" maki jin.
" oh oh tunggu hyung, kilauan apa di dekat bibirmu?" Tanya jimin sembari mendekatkan wajah nya ke jhope.
" ahhh kilauan nya sama seperti kilauan lipstick yuri" celetuk taehyung
Semua orang pun tertawa. Dan tentu itu membuat yuri begitu malu. bahkan wajah jhope pun kini begitu merah padam. Sama seperti wajah jin, jimin dan taehyung.
" diamlah. Kalian juga kesini terlambat, pasti ada sesuatu yang terjadi kan?" protes jhope.
Di tengah perbincangan mereka. Ponsel yuri berdering. Yuri pun segera mengangkat panggilan dari suga.
Iya, nama suga lah yang tertera di ponsel yuri. Yuri mulai membalikan badan nya dan menjauh dari rombongan.
" iya oppa?" Tanya yuri tanpa memudarkan senyum nya.
" yuri, kamu bersama jhope? Kenapa aku tidak bisa menghubungi nya?" Suara suga mulai bergetar dan air mata suga kembali mengalir dari manik nya.
" oppa, kenapa? Kenapa suara mu bergetar? Batrai ponsel jhope oppa habis. Ponsel nya mati. Ada apa?"
Yuri mulai menatap jhope degan wajah yang mulai terlihat khawatir. Bahkan kini semua terdiam ketika melihat ekspresi wajah yuri.
" listy, listy tertabrak mobil. Dan dia sekarang sedang di oprasi di rumah sakit city dekat rumah namjoon. Tolong beri tahu jhope dan jessy" pinta suga dengan sedikit di selingi isak tangis.
Yuri begitu terkejut sampai wajah nya mulai pucat dan tangan nya bergetar.
" apa? Siapa yang menelfonmu?" Tanya jhope.
" suga oppa, dia bilang listy tertabrak mobil. Dan sekarang dia sedang di oprasi di rumah sakit dekat rumah namjoon oppa" jelas yuri dengan bibir bergetar.
Tanpa berucap apapun, jhope berlari ke mobil nya dan memacu mobil nya dengan kecepatan tinggi.
Seketika tangis jessy pecah dan mulai membuat suasana semakin panik.
" oppa, cepat antar aku kesana oppa" tangis jessy dengan menatap taehyung.
" jessy tenang lah. Listy akan baik baik saja. Ayo aku akan mengantarmu. Kita akan cepat sampai dengan motor. Tapi berjanjilah, tenangkan dirimu dulu" hibur taehyung sembari menyapu air mata jessy.
__ADS_1
" yuri ayo. Kita juga akan ke rumah sakit. Tenanglah, listy akan baik baik saja" ucap jin.
Taehyung dan jessy pergi dengan sepeda motor taehyung, sedangkan yuri pergi bersama jin, jimin, defy dan tata dengan mobil mewah jin.