
Pagi hari.
Rumah sakit...
Defy dan sindy datang ke rumah sakit. Mereka terus saja bergandeng tangan. Dan sesekali mereka saling menatap.
Bahkan saat di lorong rumah sakit, defy menghentikan langkah nya dan memeluk sindy dengan erat nya.
" dengan siapa aku makan siang, berbelanja dan saling berbagi cerita saat kamu pergi" tangis defy.
" defy ssi, aku hanya ke jepang, kita masih bisa saling menelfon. Lagi pula ada jin oppa, dia pasti selalu menemanimu" ucap sindy.
" tapi aku pasti akan tetap merindukanmu"
" kamu pikir aku tidak?" Tanya sindy sembari melepas pelukan mereka.
" kamu disini dengan teman teman kita, dengan keluargamu dan pacarmu, sedangkan aku? Aku hanya sendiri. Pasti akan sangat berat melewati hari tanpa kalian, terutama jungkook"
" kamu benar. Maafkan aku, harus nya aku memberimu semangat. Oh ya apa kamu sudah memberitahu jungkook?"
" aku akan kerumah nya pulang dari sini, sekalian berpamitan pada tata eonnie, sujin dan jimin oppa"
" hmm. Baikalah, ayo kita temui jin oppa" ajak defy.
" ayo"
Defy dan sindy masuk ke ruang rawat jin, kala itu jin dan yuri tengah menyiapkan kepulangan jin ke rumah nya.
" oppa, hari ini kamu pulang? Kenapa tidak memberitahuku?" Tanya defy.
" aku tau kamu sibuk, jadi aku sengaja tidak memberitahumu. Tapi kenapa kalian kesini pagi pagi sekali?" Tanya jin.
Defy menatap sindy yang kini diam mematung dengan amplop di tangan nya.
" sindy, bicaralah" ucap defy
" ada apa?" Tanya jin.
" seokjin oppa, aku akan mengundurkan diri dari kantor. Aku akan kejepang, mengejar impianku, cita citaku" terang sindy.
Jin hanya diam dan perlahan tertunduk, tapi lalu dia tersenyum dan menatap sindy.
" aku akan kehilangan sekertaris ku yang berbakat, tapi kamu pergi untuk tujuan yang baik. Aku berharap tujuanmu tercapai, dan kamu bisa melalui setiap rintangan di depan mu song do eun"
" jin oppa.." ucap sindy
" kami semua akan merindukanmu" lanjut jin.
" sindy ssi, aku juga akan merindukanmu" sambung yuri, sembari menghampiri sindy untuk memeluk nya.
Yuri dan sindy saling memeluk, dan ikuti pelukan hangat pula dari defy.
Sementara jin hanya duduk dengan infus yang masih menempel di punggung tangan nya.
Jin berniat turut memeluk ketiga gadis tersebut, tetapi selang infus menghambat nya.
" hey kalian curang. Apa tidak ada yang mengajakku berpelukan?" Protes jin.
" tidak perlu pedulikan dia. Pria galak itu belum mandi selama 4 hari. Bayangkan saja bau nya" ledek yuri.
" yyyeeaahhh lee yuri!" Teriak jin.
" itu kenyataan kenapa oppa teriak?"
" kamu benar juga si, tapi aku worldwide handsome. Meski 1 bulan tidak mandi, aku akan tetap wangi. Tanya saja pada defy"
" kenapa aku?" Protes defy.
" bukan kamu senang menciumi ku?" Ledek jin dengan memainkan alisnya naik turun.
__ADS_1
Hal itu membuat defy sangat malu, dan wajah nya mulai memerah seperti kepiting rebus.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah jhope..
Pagi ini listy terbangun dan mendapati jessy tertidur di kursi depan jendela nya.
Perlahan listy bangun dan mendekati jessy, mengelus rambut nya dan berbisik lirih di telinga nya.
" jessy.."
" hmmm iya eonnie, kapan eonnie bangun? Eonnie merasa lebih baik sekarang? Maaf, harus nya aku menjagamu, tetapi aku malah tertidur" Tanya jessy sembari menggeliatkan badan nya.
" kamu ini cerewet sekali. Pergi ke kamarmu, dan tidurlah dengan baik. Aku baik baik saja"
" tapi eonnie"
" sudah sana pergi"
" baiklah"
Setelah berhasil mengusir jessy dari kamar nya, listy berjalan menuju kamar jhope.
Pagi itu, jhope masih terlelap di ranjang nya, dan jimin pun masih tertidur di sofa kamar jhope.
Listy memutuskan untuk tidak mengganggu kedua laki laki itu, dan kini dia pergi ke dapur untuk memasak sarapan.
Dan begitu terkejutnya listy, saat tersandung tubuh jungkook yang terbaring di depan kulkas.
" jungkook!" Teriak listy.
" hemh?"
" kenapa kamu tidur disini? Kamu mengagetkan ku saja!"
" pergilah ke kamarku. Tidur di sana saja"
" hagh listy, kamu sudah sadar? Kamu sudah bangun? Ayo kita bicara" ajak jungkook dengan penuh semangat.
" apa?"
" duduk lah. Hmm dimana jessy?" Tanya jungkook sembari duduk di depan listy.
" aku disini, ada apa?" Sahut jessy santai. Bahkan jessy terus berjalan ke arah kulkas untuk mengambil air minum.
jessy begitu santai, bahkan listy juga hanya diam memperhatikan jessy.
" kalian ini, seriuslah. Aku ingin bertanya sesuatu pada kalian"
" tanyakan saja. Kamu membuat ku khawatir saja" keluh listy.
" bagaimana kamu pulang tadi malam?" Tanya jungkook.
" jinan oppa yang mengantar eonnie pulang tadi malam?" Sahut jessy.
Gadis itu kini berdiri di depan listy dan jungkook. Seribu pertanyaan mulai memenuhi otak jungkook dan listy, saat mendengar penjelasan singkat jessy.
" jinan oppa? Bukan kah dia di eropa? Dan kenapa dia bisa mengantarku pulang?" Tanya listy.
" entahlah, jinan oppa tidak mengatakan apapun, dia hanya bilang eonnie pingsan dan dia mengantar eonnie pulang" lanjut jessy.
" tunggu, listy, ingat ingatlah lagi bagaimana kamu bisa pingsan. Urutkan semua kejadian yang kamu ingat" ucap jungkook.
Listy mulai mencoba mengingat setiap detail kejadian yang ia ingat. Tapi lagi lagi, kepala listy kembali berputar dan listy terus memegangi kepala nya.
" eonnie.. eonnie kenpa?" Tanya jessy panik.
" aku.. aku tidak bisa mengingat nya. Kepala ku sakit saat mengingat nya"
__ADS_1
" hagh. Sayang sekali. Baiklah, tidak usah di paksakan" ucap jungkook.
" yang aku ingat, saat aku meminum minuman dari pelayan, aku mulai merasa pusing, dan aku berjalan keluar. Hmm ada satu pria. Aku, aku jatuh di pelukan nya. Iya.. itu yang aku ingat"
" apa dia jinan oppa?" Tanya jessy.
" tapi kenapa dia di club itu?" Tanya jungkook.
" entahlah. Aku tidak ingat wajah nya. Aku tidak melihat wajah nya. Setelah itu aku pingsan, aku tidak mengingat apapun"
" tidak papa, aku akan bertanya pada jinan hyung nanti" ucap jungkook.
Tiba tiba, ponsel listy berdering dan nama tata lah yang tertera di ponsel listy kini.
Listy mengangkat panggilan vidio dari tata.
" listy. Apa aku membangunkanmu?" Tanya tata.
" tidak eonnie. Aku sudah bangun dari tadi. Ada apa eonnie?"
" aku menghawatirkan mu. Jungkook bilang kamu pingsan. Apa yang terjadi?"
" tidak eonnie. Aku baik baik saja. Aku hanya sedikit pusing"
" syukurlah. Hm apa jungkook masih di sana?"
" dia di depan ku"
Listy menggeserkan ponsel nya, agar tata bisa melihat jungkook yang duduk si depan listy.
" iya noona" ucap jungkook.
" kenapa ponselmu mati? Sindy bilang dia tidak bisa menghubungimu"
" batrai ponselku habis. Aku sedang mencarger nya sekarang. Sindy bilang, dia akan kerumah"
" iya noona aku akan pulang"
Jungkook terlihat begitu lemas saat berbicara dengan tata. Tapi mendadak perhatian jungkook teralihkan, saat tidak sengaja melihat seorang wanita. Di belakang tata.
Wanita itu tengah memilih beberapa buah di toko buah.
Saat itu memang tata tengah duduk menanti taksi di depan swalayan. Dan seorang gadis terlihat memilih beberapa buah.
" listy, kemarikan ponsel mu" teriak jungkook sembari meraih ponsel listy.
" jungkook, ada apa?" Tegur tata.
Listy dan jessy hanya terdiam mematung memperhatikan sikap jungkook yang mulai terlihat panik.
" noona, noona dengarkan aku. Gadis di belakangmu, yang sedang memilih buah, itu anak buah junhoo. Noona, tolong, sebisa mungkin ulur waktu, agar wanita itu tidak pergi. Aku akan segera kesana. Noona bisa melakukan nya?" Tanya jungkook.
" hmm iya, aku akan melakukan nya" ucap tata.
Jungkook mengembalikan ponsel listy dan bergegas pergi.
" listy, jessy aku pergi dulu" ucap jungkook setelah meraih kunci mobil nya.
" jaga dirimu jungkook"
Jungkook pun memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tata begitu bingung, apa yang harus ia lakukan untuk menghambat wanita itu. Apa lagi saat tata menyadari bahwa wanita itu di ikuti dua pengawal yang selalu mengawasi wanita itu.
Tata tetap mencoba duduk tenang dan memperhatikan wanita itu dari pantulan kursi besi di depan nya.
Tata pun menyadari kalung nya bisa ia gunakan. Perlahan tata melepas kalung manik nya, dan memutuskan tali pengait nya.
Tata menggenggam manik di tangan nya, lalu ia dengan sengaja memaburkan nya, saat wanita itu melewati diri nya.
__ADS_1