
Dan benar saja apa yang jimin kata kan. Jungkook bahkan telah sampai di rumah sakit.
Jungkook terus berjalan, sampai ia berhenti di depan sebuah ruangan untuk mengikat tali sepatu nya.
Setelah dia selesai dengan tali sepatu nya, jungkook berdiri dan tanpa sengaja ia menoleh ke pintu kaca di samping nya.
Jungkook melihat naya yang duduk di ranjang nya sembari sibuk mencoret coret di sebuah kertas.
Tanpa basa basi, jungkook pun masuk ke ruangan naya.
" hai naya" sapa jungkook.
" haii, hmm kamu teman nya namjoon oppa kan?"
" iya, kamu lupa namaku? Aku jungkook"
" oh jungkook, masuklah. Kamu mencari namjoon oppa? Dia sedang membeli kopi di kantin"
" tidak, aku kesini untuk menjenguk listy, tapi aku tidak sengaja melihat mun jadi aku kesini"
" ah iya, aku turut sedih dengan apa yang listy alami. Besok oppa akan mengantarku menjenguk listy"
" hmm iya. Bagaimana keadaan mu sekarang?"
" dari pada sakit, aku lebih merasa bosan di sini. Dua bulan lebih aku harus berada di ruangan ini. Sangat membosan. Aku juga sedih melihat oppa, eomma dan appa terus saja bolak balik bergantian menjagaku"
" stt jangan begitu. Kamu harus nya senang, mereka menunjukan betapa mereka menyayangi mu. Itu hal yang bagus. Jangan bersedih karna hal itu. Hmm apa yang kamu buat itu?"
" aku mencoba melukis wajah namjoon oppa. Wajah yang begitu ceria dengan senyum tulus yang begitu hangat" jelas naya sembari menatap selembar kertas di tangan nya.
" kamu berbakat ternyata"
" hanya iseng saja. Aku sedikit terpikir, senyum nya kini sedikit pudar. Sekarang dia jarang tersenyum. dia pasti terlalu lelah, itu sebab nya dia jarang tersenyum"
" naya, aku pikir namjoon hyung bukan tipe orang yang akan kehilangan senyum hanya karna lelah. Aku dan dia sudah banyak menghabiskan waktu bersama. Bahkan kadang 24 jam kami berlatih bersama. Tapi aku tau apa yang bisa membuat nya kembali tersenyum seperti dulu"
" apa?"
" cinta"
" apa maksudmu? Jungkook, aku tidak ingin membicarakan wanita itu lagi" sahut naya yang langsung berpaling dari tatapan jungkook.
" kenapa? Siapa maksud mu? Ayanna?"
Naya tak menanggapi pertanyaan jungkook. Dia hanya dian tertunduk tanpa suara.
" yang aku bicarakan bukan ayanna, tapi cinta. Tapi aku tidak mengerti, kenapa kamu menyangkutkan nama ayanna saat aku menyebut kata cinta untuk namjoon"
Naya mulai berpikir apa yang ia katakan sebelum nya. Dia menatap jungkook yang kini memasang senyum hangat nya.
" kamu pun bisa memberi cinta untuk namjoon. Hujani lah dia dengan cinta mu. Jika cintamulah yang namjoon butuhkan, namjoon hyung akan mengembalikan senyum tulus nya itu ke wajah nya lagi"
__ADS_1
Suara pintu terbuka, seketika membuyarkan percakapan jungkook dan naya. Pria yang sedari tadi di bicarakan oleh naya dan jungkook pun masuk ke ruang rawat naya.
" jungkook kenapa kamu di sini?" Tanya namjoon heran.
" jimin hyung memintaku ke sini. Dia bilang listy kecelakaan. dan aku tak sengaja melihat naya sendirian" jelas jungkook.
" kecelakaan listy cukup serius. Dia bahkan belum sadar juga. Ayo ku antar ke sana. Naya, oppa tinggal sebentar tidak papa kan?" Ucap namjoon pada naya yang masih sedikit melamun.
" ah iya oppa"
" dah naya. Cepatlah pulih" sahut jungkook.
" iya terimakasih" jawab naya.
Jungkook dan namjoon keluar dari ruang rawat naya dan menuju ICU.
" apa yang sebenar nya terjadi hyung?"
" entahlah. Suga hanya bilang kalau listy tertabrak mobil"
" tapi yuri bilang listy pergi dengan jinan"
" kamu sama saja seperti jhope. Listy dan jinan tidak lah benar benar beepacaran. Lihatlah tatapan listy dan suga jelas sekali ada hal yang berbeda"
" kamu benar juga, bahkan listy dan jinan tidak pernah menunjukan kemesraan nya. Aku memang tidak pandai menilai tatapan mata. Tapi aku tau benar, tidak ada cinta antara kamu dan naya"
" kami akan menikah dalam waktu dekat. Sekarang naya sudah mulai pulih. Naya mencintaiku. Dan aku juga nyaman di samping nya. Itu sudah cukup"
" sudah lah, aku lelah menjelaskan pada semua orang. Aku hanya akan mengikuti takdirku. Entah naya atau ayanna, itu sama saja. Aku menyayangi mereka berdua. Itu dia jimin dan suga" elak namjoon.
Mereka menghampiri jimin dan suga yang tengah duduk diam di depan rang ICU.
" hyung, listy belum juga sadar?" Tanya jungkook.
" belum" jawab suga singkat, bahkan tanpa menatap jungkook.
" jhope masih di dalam?" Tanya namjoon.
" iya, aku sudah membujuk nya berkali kali tapi dia masih tetap keras kepala. Dan pria batu ini juga terus diam tidak mau membujuk jhope hyung" sindir jimin.
" apa masih kritis?" Tanya jungkook.
" kalau listy belum juga siuman sampai besok pagi, listy masih harus di oprasi lagi. Oh ya jungkook, cari tau lah rekaman CCTV di tempat listy kecelakaan. Kita tidak bisa membiarkan pelaku itu bebas berkeliaran kan?"
" iya pasti hyung. Besok aku akan mulai pemeriksaan di tkp. Suga hyung jelaskan apa saja yang kamu lihat dan kamu tau saat terjadi kecelakaan itu" pinta jungkook.
Perlahan suga menjelaskan semua yang ia tau tentang kecelakaan yang menimpa listy.
Sementara suga memberi keterangan pada jungkook, jhope terus saja menitikan air mata nya sembari mengusap tangan listy.
" kamu selalu mengeluh karna oppa selalu lebih memperhatikan jessy kan? Oppa selalu menganggap mu sebagai wanita yang sangat kuat. Lebih kuat dari jessy. Itu sebab nya oppa lebih memperhatikan jessy. Lagipula dia lebih kecil darimu. Buktikan kalau kamu memang gadis yang sangat kuat. Jangan biarkan aku menyesal karna terlalu mengabaikan mu. Listy, bangunlah, oppa janji kalau kamu sadar nanti, oppa akan lebih memperhatikan mu. Bahkan oppa akan selalu menuruti permintaan mu"
__ADS_1
Keajaiban pun terjadi, listy mulai tersadar dari koma nya. Listy menggerakan jemarinya dan sedikit membuka kelopak mata nya.
" oppa.." panggil listy yang masih begitu lemah.
Jhope melihat jemari listy dan ia pun langsung tersenyum lebar melihat hal itu. Apa lagi mendengar listy memanggil nya.
" listy, listy kamu mendengarku?" Tanya jhope dengan setengah teriak, bahkan dia bangun dari duduk nya dan mengusap wajah listy.
" iya. Tidak usah berteriak" ucap listy pelan.
Jhope tersenyum dan segera memanggil dokter. Dari panggilan otomatis yang terdapat di ranjang listy.
" oppa, kepalaku pusing" rintih listy.
" tidak papa, dokter akan memeriksa mu dan pusing mu akan hilang"
Dokter dan suster yang berjaga di malam itu segera menuju ruangan ICU, melihat dokter dan suster masuk, suga, jimin, jungkook dan namjoon langsung menghentikan percakapan mereka dan bangkit dari duduk.
" apa apa dok?" Tanya suga.
" pasien sudah siuman, aku akan memeriksanya" jawab dokter singkat
Wajah mereka terlihat lebih tenang sekarang. Tapi tidak dengan suga. Suga masih saja menatap listy dengan tatapan haru dari balik pintu kaca.
Setelah dokter memeriksa listy sekitar 20 menit lama nya, dokter pun keluar dari ICU.
" suster siap kan ruang rawat pasien. Pindahkan pasien besok pagi. Dan tuan, tolong bergantian menjaga pasien. Agar pasien lebih tenang tanpa keributan. Pasien masih perlu banyak istirahat" ucap dokter.
" iya dok" jawab jhope.
" oppa.." panggil listy dengan suara yang masih sangat lemah.
Jhope segera duduk kembali di samping ranjang listy dan mengusap rambut listy.
" iya oppa disini, kamu butuh sesuatu?" Tanya jhope.
" aku ingin bicara pada suga oppa. Dia pasti di sini kan?"
" ada apa? Bicaralah, oppa akan mengatakan nya pada suga hyung"
" oppa, aku mendengar jelas janjimu tadi. Jangan ingkari janji mu yah"
Jhope tersenyum mendengar omelan listy.
" bahkan saat kamu sakit, kamu masih bisa memaki oppa mu ini? Baiklah. Dia di luar, aku akan memanggil nya"
Jhope keluar dan menatap suga yang masih saja diam mematung melihat listy dari balik pintu kaca.
" aku akan tetap disini. Aku tidak keberatan kalau kau melarangku menemui listy. Tapi aku akan tetap menatap listy dari jauh, sampai listy benar benar pulih" ucap suga tanpa sedikit pun mengalihkan pandangan nya pada listy.
" listy ingin bicara dengan mu, masuklah hyung" ucap jhope sembari tertunduk.
__ADS_1
Tanpa menjawab apapun, suga segera masuk untuk menemui listy.