
Cafe jhope..
Jin, jimin, tata dan yuri datang ke cafe jhope dengan mobil mewah jin.
Dengan senyum yang mengembang, mereka turun dari mobil.
Terutama yuri, senyum yurilah yang paling sumpringah. Apa lagi jhope lah yang menyambut mereka. Tanpa ragu yuri langsung memeluk jhope dan mencium pipi kanan jhope di depan semua orang.
Tetapi jimin langsung menarik kunciran rambut yuri, sembari memaki nya.
" heyy gadis macam apa kamu ini, kamu mencium pria di depan semua orang"
" oppa sangat ketinggalan jaman, lagi pula dia bukan pria biasa, dia calon suamiku" ujar yuri sembari tersenyum malu.
" jimin, kamu syirik ajah, yuri kemarilah" sahut jhope dengan mengulurkan tangan nya pada yuri.
Di saat itu juga, listy dan jinan keluar dari rumah dan menghampiri mereka.
" jhope hyung, contohlah listy dan jinan meski mereka berpacaran tapi tak pernah mengumbar kemesraan" ucap jimin.
Seketika listy dan jinan saling menatap dengan wajah canggung.
" kata siapa? Kami juga selalu mesra" bantah listy yang tiba tiba meraih tangan jinan dan menunjukan kaitan tangan mereka pada semua nya.
" sudah lah jimin, kenapa kamu begitu sensitif" tegur jin.
" jin hyung, yuri itu adik kecil kita. Dia tidak bisa menikah sebelum kita kan? Hmm maksud ku sebelum kamu" elak jimin
" kamu saja menikah melangkahi ku. Kenapa yuri tidak" jawab jin.
" sudahlah kenapa kalian yang bertengkar. Listy, jadi siapa yang akan menikah lebih dulu? Kamu atau jhope oppa?" Ledek tata.
" hmm aku dan jinan oppa belum memikirkan nya eonnie. Iya kan oppa?" Sahut listy.
" hmm iya benar" jawab jinan singkat.
" tentu saja kami duluan eonnie. Listy kan adik nya jhope oppa. Dia harus mengalah" sambung yuri.
Di tengah perbincangan mereka. Mobil jungkook mulai masuk ke tempat parkir cafe. Semua tatapan pun terarah ke mobil jungkook. Terutama saat jungkook, suga dan tuan jang sehan turun dari mobil.
Listy tersenyum pada suga, dan kaitan tangan nya dengan jinan, langsung listy lepaskan. Lalu mulai melambai tangan di belakang jhope.
Hal itu membuat jinan terus menatap jemari nya yang kini terlepas dari kaitan tangan dengan listy. Jinan bahkan menatap listy yang tengah tersenyum sumpringah pada suga, begitu pun suga.
Jungkook mengenalkan tuan jang sehan pada semuanya.
" teman teman ini tuan jang sehan dia yang sudah banyak sekali membantuku selama ini"
" tidak begitu, kamu lah yang telah membantuku jungkook"
Tuan jang sehan pun bertegur sapa dengan semua nya, tetapi tawa tuan jang sehan terhenti saat melihat jinan. Dia bahkan terlambat menyambut tangan jinan yang terulur pada nya.
" aku jinan, senang bertemu dengan anda"
" hmm iya, aku juga senang bertemu kalian. hmm jungkook, maafkan aku nak, seperti nya aku harus ke suatu tempat sekarang. Aku tidak jadi ikut dengan kalian. Lagi pula apa yang akan orang tua ini lakukan di tengah para remaja" ucap tuan jang sehan
" ahjushi.."
" sudah pergilah. Lain kali aku akan ikut"
__ADS_1
" baiklah, aku akan mencari taksi untukmu"
" tidak perlu, kamu nikmati saja liburanmu. Aku bisa mencari nya sendiri"
Setelah berpamitan pada semua nya, tuan jang sehan berlalu dari cafe jhope.
Mereka semua kembali berbincang dan merencana kan liburan singkat mereka.
Setelah jessy datang, mereka semua pun pergi menuju pantai.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Toko bunga ayanna...
Setelah membuat ayanna tenang, namjoon pun berpamitan pada ayanna.
Meski isak ayanna masih terdengar jelas menggema di ruangan itu, tapi ayanna tetap berusaha menguatkan diri untuk menatap namjoon.
" mulai besok, aku bukan siapa siapa mu lagi, aku sangat menyesal ini harus terjadi pada kita. Tolong sampaikan permintaan maafku pada ahjushi. Aku gagal menepati janjiku padanya. Dan aku harap kamu bisa mendapat pria yang 100 kali lebih baik dariku. Satu lagi, aku hanya ingin memberitahumu, bahwa hanya kim Ayanna yang aku cintai selama hidupku. Sampai akhir nafasku. Aku pergi sekarang" pamit namjoon.
" jaga dirimu oppa. Terimakasih sudah menghias hidupku dengan cintamu selama ini" ucap ayanna dengan air mata yang masih deras mengalir, meski namjoon terus menyapu air mata ayanna.
Dengan kecupan manis di kening ayanna, namjoon mengakhiri kisah cinta nya dengan ayanna.
Namjoon melangkah menjauhi ayanna, tanpa mampu menatap ayanna kembali.
Sementara ayanna kini jatuh terduduk di lantai menangisi perpisahan nya.
Namjoon menemui defy dan taehyung yang tengah menunggu nya di depan cafe.
" oppa, kamu baik baik saja?" Tanya defy
" appa harus menjemput pelanggan, taksi nya di pesan untuk ke rumah sakit, makan nya ia buru2 pergi tanpa berpamitan padamu" jelas taehyung.
" oh begitu, tidak papa, hmm taehyung bisakah kamu mengantar defy pulang?" Tanya namjoon.
" oppa, aku bisa pulang sendiri"
" defy, kamu ke sini menggunakan bis kan? Matamu sembab, kamu tidak malu kalau ada yg mentertawakan mu? Pulanglah dengan taehyung"
" oh iya, jessy mengajak kita ke pantai. Kenapa aku bisa melupakan hal ini, semua nya ikut, defy, jin juga pasti ikut"
" benarkah? Aku tidak membuka ponselku dari tadi" sahut defy sembari membuka tas nya dan mengambil ponsel nya.
" mereka pasti terus menelfonmu" ujar taehyung.
" ach iya, jin oppa dan tata eonnie menelfonku berkali kali. Oppa, ayo ikutlah" ajak defy pada namjoon.
" aku harus bekerja. Ini hari gajihanku, aku tidak bisa libur. apa lagi besok aku harus cuti lagi. Kalian pergilah sampaikan salamku pada mereka semua. Oh iya, nanti malam aku akan ke rumah, aku sangat merindukan eomma"
" iya oppa, eomma pasti akan sangat senang bisa bertemu denganmu"
" sudah pergilah mereka pasti menunggu kalian, aku juga harus bekerja" ujar namjoon.
Setelah berpamitan, bahkan defy sempat memeluk namjoon dengan erat, mereka pun pergi.
Defy dan taehyung berkendara dengan sepeda motor taehyung. Sedangkan namjoon menggunakan bis untuk pergi bekerja.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Tepi pantai...
Listy dan yuri bergandengan tangan dan berlari ke arah pantai setelah melepas sepatu mereka.
Sedangkan yang lain mulai sibuk masing masing, jin dan jimin pergi membeli beberapa minuman dingin.
Nampak terlihat jimin dan jin beradu argumen saat memilih minuman dingin.
" tata tidak suka minuman bersoda hyung, kita beli jus buah saja" ujar jimin.
" memang nya cuma tata yang mau minum, para lelaki pasti lebih suka soda. Kita beli soda yang besar saja. Jadi tidak perlu repot" sangkal jin.
" tapi para wanita pasti lebih suka jus buah, pokok nya aku akan tetap membeli jus juga"
" kalau begitu bawa sendiri. Bawa soda nya juga" ucap jin sembari melimpahkan dua botol soda besar.
" lalu apa yang kamu bawa?"
" aku terlalu repot membawa ketampanan ku. Sudah uruslah aku harus mengurus ketampananku"
Jin berlalu meninggalkan jimin sendiri dengan botol botol di tangan nya.
Jimin sangat kesal dan langsung mengambil sendal nya setelah menaruh botol botol besar di tangan nya.
Jimin melempar sendal nya pada jin, tapi tak mengenai jin karna jin langsung menghindar.
Jessy dan tata tertawa melihat tingkah kedua sodara itu, lalu mereka lanjut menyiapkan tempat duduk mereka di bawah pohon, mereka juga menata bekal makanan yang mereka bawa.
" eonnie, apa mereka selalu seperti itu di rumah?" Tanya jessy.
" iya. Begitulah mereka. Saat di waktu santai mereka bercanda, bahkan bertengkar. Tapi saat serius, mereka saling mendukung, mereka saling nyenyayangi satu sama lain. Oh ya, kenapa taehyung tidak ikut?"
" Dia sedang ada urusan penting, kalo sempat, dia bilang akan menyusul. Lalu sujin kenapa dia tidak ikut?"
" sujin pergi bersama grandpa nya dan appa nya yuri. Mereka sangat dekat sampai sujin lebih memilih pergi dengan mereka" jelas tata.
Tata dan jessy terus berbincang mengenai berbagai hal.
Lain pula dengan yuri dan listy. Mereka lebih terlihat seperti anak kecil yang baru melihat air. Yuri dan listy terus berlarian dan saling mencipratkan air.
" tunggu, listy, jhope oppa ada di sini, kasihan sekali gadis ini tidak bisa bermanja manja dengan kekasih asli nya" ledek yuri.
" diamlah jangan meledekku. Bantulah aku kabur, aku dan suga oppa akan pergi ke daegu. Untuk menemui calon mertuaku. Gara gara kekasihmu itu, kami telat. Bantu aku" pinta listy.
" baiklah, aku akan membuatnya sibuk. Tapi bagaimana dengan jinan oppa? Jhope oppa akan curiga kalau jinan oppa masih tetap di sini kan?"
" dia juga akan pergi. Aku sudah mengatakan rencana ku pada nya. Dan ternyata dia juga ada urusan. Kebetulan sekali kan. Semua nya beres"
" kamu memang sangat licik"
" apa kamu bilang? Aku Bukan licik tapi pintar. Lagi pula ini semua gara gara kekasihmu"
" kekasiku itu oppa mu wooy"
" itu benar, oppa yang memberi ilmu kecerdikan ini"
" bukan cerdik, kamu Licik, licik kamu licik"
Yuri terus meledek listy dan akhir nya mereka kembali berlarian saling mengejar di pinggir pantai.
__ADS_1