SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy's 2 Episode 7


__ADS_3

Rumah jhope...


Suga dan listy sampai di rumah. Suga membantu listy berjalan masuk ke rumah nya.


Jessy yang kala itu tengan menutup cafe, dia segera berlari menghampiri listy dan suga, ketika melihat suga yang tengah memapah listy.


" Eonnie? Eonnie kenapa?" Tanya jessy.


" aku tidak papa" jawab listy lemah.


" jessy, ambilkan air es dan kotak P3K. Kepala listy berdarah. Cepatlah obati dia" perintah suga.


" baik oppa" jawab jessy.


Suga mengantar listy ke kamar nya, dan membaringkan listy di ranjang nya.


" istirahatlah. Aku akan ke dermaga. Siapa tau mereka membutuhkan bantuanku" ucap suga.


" suga oppa.." panggil listy sembari meraih tangan suga.


" apa?"


" jaga dirimu. Aku tidak ingin kamu terluka lagi. Dan tolong selamatkan yuri" pinta listy.


" aku akan baik baik saja. Dan aku berjanji, akan membawa yuri pulang dengan selamat"


Dengan berat hati, listy melepas pegangan tangan nya pada suga.


Listy kembali teringat luka di lengan suga karna terkena tembakan satu tahun lalu.


Suga pergi dari kamar listy dan berpapasan dengan jessy.


" oppa mau kemana?" Tanya jessy.


" aku harus pergi, cerita nya panjang. jessy ssi, tolong jaga listy. Jangan biarkan dia pergi, dan satu lagi, kalo dia merasa pusing, tolong panggil dokter secepatnya"


" baik oppa"


Jessy masuk ke kamar listy, setelah suga pergi keluar.


Dan saat suga di depan rumah jhope. Jungkook menghentikan suga dengan memanggil suga yang tengah memakai helm nya.


" suga hyung. Kamu disini?" Tanya jungkook.


" iya, maaf jungkook aku harus pergi"


" tunggu tunggu, apa jimin hyung di dalam? Dari tadi aku tidak bisa menghubungi nya"


" jungkook ssi, kamu bisa beladiri?"

__ADS_1


" hagh? Apa yang kamu tanyakan hyung? Aku seorang polisi, tentu saja aku bisa beladiri"


" ayo ikut aku"


" kemana?"


" menemui jimin"


" jimin hyung dimana?"


" udah ikut saja"


Dengan wajah bingung, jungkook menuruti ajakan suga. Mereka pergi menggunakan sepeda motor suga dengan kecepatan tinggi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dermaga...


Jhope, dan jimin telah sampai di dermaga yang listy maksud, mereka berdiam diri di mobil jhope.


Jimin nampak begitu gelisah. Bahkan jhope juga terlihat sama gelisah nya, tapi ia mencoba untuk tetap tenang.


" hyung, ayo kita ke gedung itu, aku yakin yuri ada di gedung tua itu" usul jimin.


" tunggulah sebentar, kita tunggu jin hyung"


" kenapa harus menunggu? Yuri di sana. Aku takut mereka melukai yuri"


" maafkan aku. Aku begitu menghawatirkan yuri"


" aku tau itu. Kebetulan jin hyung ada di sekitar sini. Dia pasti akan segera sampai.


Dan benar saja, tak butuh waktu lama, Jin sampai di sana dengan mobil nya.


Jin pun langsung masuk ke mobil jhope.


" dimana yuri?" tanya jin.


" jin hyung, yuri di salah satu gedung itu. Ada dua gedung di sana. Aku yakin, yuri berada di gedung tua di sana" jawab jimin sembari menunjuk ke salah satu gedung yang berjejer di dekat dermaga.


" jin hyung kita bagi tugas, kamu dan jimin, masuk ke kegedung tua itu. Dan aku akan masuk ke gedung di sebelah nya. Aku takut mereka menjebak kita. Listy memang mengatakan bahwa kita harus ke gedung tua. Tapi gedung di sebelah nya juga ada pernjaga di sana" tambah jhope.


" apa kamu akan baik baik saja? Kamu yakin akan masuk sendiri ke sana?" Tanya jin.


" iya hyung. Aku akan berhati hati"


Mereka pun keluar dari mobil, dan berpencar sesuai rencana.


Jimin dan jin dengan santai masuk ke gedung tua di sana.

__ADS_1


Kedua penjaga segera menodongkan pistol pada jimin dan jin.


" ayo cepat ikut kami menghadap bos"


Jimin dan jin hanya diam dan mengangkat tangan nya, saat kedua penjaga mendorong mereka masuk ke gedung tua tersebut.


Sementara, jhope mengendap endap memasuki salah satu gedung, sesuai rencana mereka.


Dengan diam diam, jhope berhasil melumpuhkan kedua penjaga yang tengah berjaga. Meski mereka sempat melawan, tapi jhope berhasil memenangkan perkelahian tersebut.


Jhope pun mengambil dua pistol yang penjaga itu pengang.


Jhope masuk ke dalam gedung tersebut dengan mengendap endap, sesekali jhope juga menodongkan pistol yang ia bawa. Tapi jhope sama sekali tidak menemukan penjaga lain nya di gedung tersebut.


" apa ini hanya jebakan? Tak ada seorang pun yang berjaga di sini. Jadi apa yang di jaga kedua pria di depan tadi?" Gumam jhope.


Gedung tua.


Jimin dan jin sampai di sebuah ruangan gelap. Di sana duduk lah seorang pria yang memunggungi mereka.


" kami sudah datang. Cepat bebaskan yuri" ucap jin.


Pria itu tertawa dan berbalik menatap jimin dan jin. Pria itu tak lain adalah salah satu anak buah min junhoo. Lebih tepat nya tangan kanan junhoo, yg bernama Gong minhyuk


Jin sangat mengenal pria itu, karna pria itu selalu berada di dekat junhoo.


Dia bahkan selalu ikut, saat mereka meeting Dengan jin.


" haha, tidak semudah itu. Tunggu, dimana jhope?" Tanya pria tersebut.


" dia tidak datang. Cepat bebaskan yuri. Anggap kami sebagai ganti nya. Dan katakan pada junhoo, dia begitu kekanakan" jawab jin.


" dimana pria brengsek itu. Apa dia tidak berani menghadapi kami?" Tambah jimin.


" kalian ingin yuri? Ah sayang sekali. Kalian hanya punya waktu dua puluh menit. Tik tok tik tik" ucap pria itu sembari memperlihatkan tab nya yang berisis rekaman yuri yang di sekap di sebuah ruangan tertutup dengan bom yang terakit di badan yuri.


" cepat tangkap kedua pria sombong ini, dan kirim mereka bersama gadis tadi" lanjut minhyuk kepada para anak buah nya.


Dengan saling melirik, jimin dan jin memberi isyarat untuk menyerang secara bersama sama.


Jimin dan jin berpegangan tangan dan berputar. Mereka menendang tangan kedua pria yang memegang senjata. Kemudian mereka melempar pistol itu ke luar jendela.


Mereka pun kini tak lagi memegang senjata. Mereka berkelahi dengan tangan kosong.


Jimin dan jin saling bahu membahu menyerang para penjahat itu.


Jin hampir saja terkena pukulan kayu dari salah satu penjahat itu, untung saja jimin segera menarik jin dan menendang pria itu dengan satu kaki nya.


Saat itu yuri duduk dengan tangan terikat dan bibir yang tertutup lakban. Dalam rekaman itu, yuri terus menangis dan menoleh ke samping kanan dan kiri nya.

__ADS_1


" tolong aku, siapa pun tolong aku" tangis yuri dalam batin nya.


__ADS_2