
Cafe...
Pada saat Listy menelfon jhope, jhope tengah membantu jimin dan hana, merapikan cafe nya.
Setelah mendengar ponsel nya berdering, jhope pun menghampiri ponsel nya.
Nama listy tertera di ponsel nya, tanpa pikir panjang, jhope mengangkat panggilan telefon dari listy.
" hallo listy, ada apa? kamu mau oppa jemput?" Tanya jhope santai, bahkan senyum masih mengembang di wajah nya.
" oppa, yuri..., yuri di culik oppa, tolong yuri" keluh listy dengan tersedu sedu.
" yuri? Yuri di korea? Sekarang kamu dimana? Katakan?" Tanya jhope yang kini wajah nya berubah panik.
" aku di kantor"
" kamu tenang dulu, tunggu oppa di sana, oppa akan segera datang"
" jhope hyung, ada apa?" Tanya jimin.
" jimin, yuri di culik, aku akan menemui listy"
" aku ikut"
" tidak perlu, ini pasti ulah junhoo. Aku yang akan menghadapi junhoo"
" tapi yuri itu adikku"
" hmm baiklah, ayo"
jhope dan jimin segera berlari keluar cafe dan mengendarai mobil nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Listy duduk di depan kantor nya dengan wajah panik nya, sembari terus mengusap air matanya.
Tak lama, suga sampai di depan kantor listy. Suga segera turun dari motor nya dan menghampiri listy. Listy begitu lega saat melihat suga. Listy beranjak dari duduk nya dan segera memeluk suga yang berdiri di depan nya.
Listy menagis tersedu sedu dalam dekapan suga. Sementara suga terus membuat listy tenang dengan mengusap rambut listy.
" ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya suga, tanpa melepas dekapan nya.
" oppa, yuri di culik. Apa yang harus aku lakukan. Teman macam apa aku ini? Aku tidak bisa menolong yuri. Yuri menangis memanggilku" keluh listy sembari membenam kan wajah nya di bahu suga.
" tenanglah. Semua nya akan baik baik saja. Yuri akan baik baik saja, tunggu, apa kepala mu berdarah?"
Suga menatap tangan nya yang berdarah setelah mengusap rambut listy.
Suga melepas pelukan nya, suga menatap listy dan memegang wajah listy.
" kepala mu terluka, ayo kita ke rumah sakit"
" oppa, aku tidak mau kerumah sakit, aku mau yuri. Aku ingin menolong yuri"
" tapi kamu terluka"
" aku baik baik saja"
Di tengah perdebatan listy dan suga, jhope dan jimin datang dengan mobil nya.
Jhope dan jimin segera berlari menghampiri listy dan suga.
" Listy, kamu baik baik saja?" Tanya jhope.
" Kemana mereka membawa yuri?" Sambung jimin.
" aku baik baik saja oppa, mereka membawa yuri ke gedung tua di dermaga. Mereka bilang, oppa dan jin oppa harus kesana, untuk membebaskan yuri. Mereka akan mencelakai yuri kalau kita menghubungi polisi" jelas listy dengan air mata yang terus membanjiri wajah nya.
" baiklah, kamu tenang saja, oppa akan menghungi jin hyung. Oppa janji oppa akan menyelamatkan yuri. Suga hyung, tolong antar listy pulang" ucap jhope.
" tidak oppa, aku akan ikut. Biarkan aku ikut" ucap listy
" listy kamu terluka!" Bentak suga.
" listy kamu terluka?" Tanya jhope dengan tatapan sendu, menatap listy.
Jhope memeriksa luka di kepala listy.
" tidak ini hanya luka kecil. Oppa mengertilah, aku ingin ikut. Cepatlah, yuri membutuhkan kita" elak listy.
__ADS_1
" tidak, kamu tidak boleh ikut, ayo aku akan kamu pulang" tegas suga.
" tidak aku akan ikut" bantah listy.
" jhope bagaimana bisa kamu mengijinkan adikmu ikut? Dia terluka" maki jimin.
" Listy, suga benar. Kamu hanya akan memperlambat pekerjaan kita. Jangan seperti anak kecil, pulanglah. Oppa berjanji, yuri akan selamat. Tolong lah, demi yuri. Pulanglah sekarang juga" ucap jhope sembari memegang kedua bahu listy.
Dengan berat hati, listy menuruti perkataan jhope dan suga.
Suga mengantar listy pulang dengan motor nya, sedangkan jhope dan jimin pergi ke dermarga yang di maksud listy, dermaga tempat yuri di sekap.
Setelah menghubungi jin, mereka melaju dengan kecepatan penuh.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah jungkook..
Sore itu, Tata tengah menanti jimin di depan rumah nya. Dengan wajah khawatir, tata terus mondar mandir dan sesekali memeriksa ponsel di tangan nya.
Tak lama, jungkook pulang setelah bekerja. Jungkook begitu bingung melihat noona nya berdiri di depan rumah dengan wajah panik nya.
Begitu turun dari mobil nya, jungkook segera menghampiri noona nya.
" noona? Ada apa? Kenapa berdiri di luar?" Tanya Jungkook.
" jungkook, jimin juga belum pulang, ini sudah waktu nya cafe tutup kan? Harus nya jimin sudah pulang sekarang" keluh tata.
" noona, mungkin cafe hari ini sangat ramai, atau jimin hyung langsung ke rumah namjoon hyung. Kami memang banyak sekali pekerjaan akhir akhir ini"
" entah lah, perasaanku tidak enak. Aku juga tidak bisa menghubungi jimin sejak tadi"
" tenanglah noona, aku akan menghubungi namjoon hyung, aku bahkan akan ke cafe mencari jimin hyung. Noona tenanglah, ayo masuk"
Tata menuruti ajak jungkook, mereka pun masuk ke rumah.
" sebenarnya aku juga khawatir noona, aku belum bisa menghubungi jimin hyung. ponsel namjoon hyung juga sedang sibuk. Tapi aku tidak ingin kamu khawatir noona" batin jungkook.
Jungkook langsung masuk ke kamar nya, dan mengganti seragam nya.
Setelah memakai baju santai, jungkook mengambil ponsel nya dan menghubungi namjoon.
Saat itu namjoon dan ayanna tengah berjalan di pinggiran toko di dekat toko bunga ayanna.
Namjoon pun selalu mencurahkan perhatian nya pada ayanna, meski hanya sekedar mengusap rambut ayanna, dan tersenyum manis pada nya.
Namjoon dan ayanna berniat menghabiskan waktu berdua saja, karna memang mereka telah lama sibuk dengan pekerjaan masing masing dalam satu tahun terakhir.
" maafkan aku, selama beberapa bulan, aku selalu sibuk dengan musikku. Kita sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama"
" sudahlah. Aku selalu berusaha memahami nya. Sekarang kita ke taman biasa saja. Aku ingin mengenang masa2 kita dulu di taman itu"
" ayo. Sore ini, sampai malam nanti, aku hanya milik mu tuan putriku"
Ayanna dan namjoon tertawa terbahak bahak, lalu mereka kembali berjalan menuju taman.
Tapi di tengah jalan, ponsel namjoon berdering. Tentu itu panggilan dari jungkook. Awal nya, namjoon menolak panggilan dari jungkook, Tapi jungkook terus menghubungi namjoon.
" angkat saja. Mungkin penting" usul ayanna.
" ini dari jungkook" jawab namjoon.
" siapa tau penting angkatlah dulu"
Namjoon mengangkat panggilan telefon dari jungkook.
" iya jungook, ada apa?"
" hyung, apa jimin hyung sudah di rumahmu?"
" aku di luar sekarang, aku rasa jimin tidak ke rumahku. Dia pasti menghubungiku kalau dia datang"
" oh baiklah. Sebenar nya kami tidak bisa menghunginya, dia belum juga pulang"
" mungkin masih di cafe. Coba hubungi jhope"
" nomer jhope hyung juga tidak aktif. Aku akan ke cafe sekarang. Baiklah hyung maaf, mengganggumu"
" tidak, tidak papa. hubungi aku kalau jimin ada di cafe. Aku juga ikut khawatir"
__ADS_1
" iya hyung"
Jungkook menutup ponsel nya, dan pergi ke cafe dengan berjalan kaki.
" Ada apa?" Tanya ayanna.
" jungkook tidak bisa menghubungi jimin, dia belum juga pulang dari cafe"
" mungkin saja jimin ke rumah suga oppa, bukan kah mereka sangat dekat?"
" oh ya, kamu benar juga, ya udah lah, ayo kita ke taman sekarang"
Namjoon dan ayanna kembali melanjutkan perjalanan mereka dengan terus bergandengan tangan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah defy..
Defy dan sindy tengah bersantai di rumah defy. Mereka berbincang dengan eomma defy, nyonya park eun soo.
Mereka duduk di depan rumah defy dengan di temani 3 cangkir teh di meja mereka.
" ahjuma, aku sangat senang ahjuma sudah sehat sekarang" ucap sindy.
" ini berkat defy, defy mengurusku dengan sangat baik" jawab nyonya park eun soo.
" tidak eomma, ahjuma lah yang merawatmu" elak defy.
" defy, eomma harus segera pulang ke kampung, eomma merindukan suasana kampung" ucap nyonya eun soo.
" lho ahjuma, ahjuma kan baru sembuh, kenapa mau ke kampung?" Sambung sindy.
" iya eomma, bagaimana denganku. Aku akan sendiri di sini kalau eomma kembali ke kampung" keluh defy sembari memeluk eomma nya.
" defy ssi, kamu tau kan masalalu eomma. Eomma merasa tidak nyaman berada di kota. Eomma lebih nyaman tinggal di desa. Kamu bisa menemui eomma saat kamu libur kerja" jawab nyonya eun soo.
" eomma" rengek defy.
" mengertilah sayang. Eomma juga berat untuk meninggalkanmu sendiri, tapi eomma benar benar harus kembali ke kampung"
" Baiklah eomma, kapan eomma akan kembali ke kampung?" Tanya defy.
" secepatnya. Tapi eomma ingin bertemu tenaggamu yang kamu bilang selalu menolongmu. Pria itu, siapa nama nya?" Tanya nyonya eun soo.
Seketika defy terdiam, defy ingat benar taehyunglah sering ia ceritakan pada eomma nya.
Tapi setelah kejadian pagi tadi, defy serasa enggan menemui taehyung lagi.
" nama nya Taehyung, eomma. Dia bekerja di mini market di depan jalan sana" jelas defy lemah.
Sesekali defy menatap sindy. Sindy pun turut terdiam karna mengingat hubungan antara defy dan taehyung.
" pantas saja, kemaren eomma ke rumah nya, tapi sepi. Apa dia tinggal sendiri?"
" dia tinggal dengan appa nya. Appa nya mungkin sedang bekerja juga" sahut sindy.
" oo begitu, defy, ayo kita temui taehyung, dia pasti udah pulang bekerja bukan?" Ajak nyonya eun soo.
" hmm eomma tapi, aku.." elak defy.
" udah ayo, eomma belum tenang sebelum berterimakasih pada nya. Dan eomma ingin meminta tolong pada nya untuk selalu mejagamu"
" eomma, jangan seperti itu, dia sudah mempunyai kekasih, aku juga sudah punya jin. Jin yang akan menjagaku"
" ah eomma tidak bisa percaya pada jin, kalian sudah pacaran satu tahun lebih, tapi dia belum juga melamarmu" ucap nyonya eun soo.
" eomma, jangan katakan itu"
" hmm ahjuma, mereka kan masih muda, mereka harus mengurus karir mereka juga kan? Aku dan jungkook juga belum ada ikatan resmi" sambung sindy.
" iya kamu benar juga. Jadi kapa kalian akan bertunangan sindy?"
" entahlah ahjuma, aku dan jungkook ingin menata karir kami dulu"
" ah padahal eomma ingin segera menimang cucu.
sudalah ayo defy, sindy, kita ke rumah taehyung"
" eomma.."
__ADS_1
" udah ayo"
Nyonya park eun soo menarik tangan kedua gadis itu, dan mengajak nya ke rumah taehyung. Meski sedikit ragu, tapi sindy dan defy tetap menuruti ajakan nyonya eun soo.