SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy's 2 Episode 43


__ADS_3

Kantor listy...


Setelah jinan pergi dari kantor listy, listy melanjutkan pekerjaan nya.


Listy mempromosikan jasa nya di berbagai media online. Dengan tekun listy mengoprasikan laptop nya dan sesekali mencoret coret buku catatan nya.


Listy terhenti saat seseorang mengetuk pintu ruangan nya.


" iya masuk" ucap listy.


" apa aku mengganggu?" Tanya pria yang tengah menunjukan sebelah wajah nya di pintu ruangan listy.


" suga oppa, masuklah" ucap listy sembari berdiri dan menghampiri suga di depan pintu.


Listy segera memeluk suga saat suga berdiri di depan nya. Meski sudah saling menyatakan cinta tetapi suga masih saja bersikap dingin dan cenderung cuek.


Bahkan suga tak membalas pelukan listy.


Tetapi listy tak tinggal diam, listy meraih tangan suga dan menempatkan nya di punggung listy.


" bersikaplah romantis mulai sekarang. Kamu sudah mempunyai kekasih" ucap listy.


" iya kamu selalu menang"


" jadi kamu tidak suka memelukku. Baiklah tidak usap memelukku"


Listy melepas pelukan nya. Tetapi dengan cepat suga menarik pinggul listy dan mengecup bibir listy dengan cepat.


" mesum" ledek listy.


" lihatlah, aku selalu salah di depanmu"


" baiklah baiklah. Ayo duduk, tempat ini tidak cocok untuk berpacaran"


Listy berjalan ke sofa nya dan duduk sembari menyeruput teh nya.


" oppa duduk lah"


" ada cangkir kosong disana, kamu sudah mendapat klaien pertama mu?" Tanya suga.


" hmm sudah, ada dua malah. Tapi itu punya jinan oppa bukan klaien ku, dia mengantarku ke kantor tadi pagi"


" kenapa?"


" kenapa apa nya? Dia memang sering menagantarku berpergian, dia sangat baik, hmm sebenar nya ada hal penting juga yang ia bicarakan denganku"


" apa?"


" dia meminta tolong padaku. Hmm dia.. memintaku berpura pura menjadi kekasih nya, agar oppa dan eomma nya tidak memaksa dia untuk menikah. Dia masih harus mengembangkan karir nya"


" oooh, lalu kamu menerima permintaan nya?"


" tentu saja aku belum memberi jawaban. Kalau kamu tidak keberatan, aku akan membantu nya. Dia pria yang baik, dan dia sudah sering sekali membantu kita. Bukan kah kita juga harus membantu nya? Tapi kalau kamu keberatan, aku akan menolak nya"


" kenapa aku harus keberatan?"


" ish oppa ini. Sekarang aku kekasihmu. Apa kamu tidak cemburu kalau jinan oppa nanti memelukku di depan eomma dan appa nya?"


" aku akan membunuh kalian. Tapi kan ini hanya sandiwara. Jadi jangan terlalu mendalami karaktermu"


" kamu setuju?"


" iya.."

__ADS_1


" wah kekasihku pria yang sangat baik"


" bukankah ini jam pulang kantor? Ayo kita pergi ke suatu tempat"


" kemana?"


" ikut saja"


Suga dan listy pergi dengan sepeda motor suga. Suga mengajak listy berkeliling di deretan pertokoan di kota seoul ini.


Listy dan suga membeli beberapa kantong makanan dan beberapa potong baju anak anak. Listy dan suga bersenang senang dan terus saling meledek.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kantor PG industri...


Defy mengetuk pintu ruangan jin, dan masuk tanpa mendengar jawaban jin.


Kala itu, jin tengah sibuk dengan laptop nya dan sesekali menyeruput secangkir kopi di meja nya.


" oppa, ada beberapa file yang harus ku kamu tanda tangani dan sore ini kita meeting bersama tuan charles di kantor nya"


" iya aku akan menandatangani nya sekarang"


Jin mengahmpiri defy setelah melog out laptop nya. Jin dan defy duduk di sofa dan mereka terus fokus pada beberapa file yang defy bawa.


" bahan meeting sudah kamu siapkan?"


" sudah. Kamu hanya perlu membaca nya ulang dan datang ke kantor beliau"


" kantor nya di dekat rumah sakit kan?"


" iya oppa, tempat naya di rawat"


" aku ikut"


" kenapa?"


" tentu saja menemui joon opp.."


" joon?"


" hmm maksudku naya"


Jin terdiam dan mulai menatap tajam pada gadis berambut panjang itu, sementara defy terus mencoba mengalihkan pandangan nya, dan sesekali melirik kekasih nya itu.


" apa yang kamu sembunyikan? Kamu tidak pernah bisa membohongiku" Tanya jin.


" hmm iya, namjoon oppa, adalah oppa ku. Dia itu park joon, yang selama ini aku cari. Aku yakin dia orang nya"


" kenapa kamu begitu yakin? Apa namjoon juga sudah mengatakan nya padamu kalau dia park joon?"


" dia bahkan tidak tau, dia kehilangan ingatan nya"


" lalu bagaimana kamu bisa seyakin itu?"


Defy menceritakan semua hal yang ia ketahui dari taehyung, lalu soal makanan kesukaan namjoon dan park joon yang sama, yaitu kue beras.


" tapi jangan terlalu yakin dulu, aku hanya takut kamu kecewa nanti nya"


" aku akan terus berusaha membuktikan bahwa namjoon oppa adalah joon oppa. Perasaanku tidak bisa membohongiku, dari awal aku bertemu dengan namjoon oppa, aku selalu merasa nyaman dan aman"


" baiklah, aku akan selalu mendukungmu"

__ADS_1


Defy memeluk jin setelah mendapatkan dukungan dari jin. Defy dan jin saling meledek dengan candaan mesra mereka.


Bahkan mereka terbawa suasana, jin membelai lembut wajah defy, dan perlahan mendekat pada defy yang duduk di sebelah nya.


Perlahan jin menutup mata nya dan membuka sedikit bibir seksi nya itu.


Saat defy mencoba menutup mata nya, sekilas defy melirik pintu dan ternyata yuri masuk ke ruangan jin tanpa mengetuk pintu ruangan jin.


Defy segera bangun dan jin justru tersungkur di sofa.


" yuri.. masuklah" ucap defy sembari merapikan rambut panjang nya.


" hmm apa aku mengganggu kalian? Oppa, apa yang kamu lakukan?" Tanya yuri saat melihat jin yang tengah tersungkur di sofa.


" tidak tidak" jawab defy.


" ada apa lee yuri yang cantik? Kamu dan jimin selalu membuat ku kesal" tanya jin, dengan membulatkan mata nya dan mengatupkan bibir nya rapat rapat.


" ih kenapa oppa marah marah, dan kenapa jimin. Ah sudah lah. Ini jam pulang kantor kan? Aku pulang sekarang ya" ujar yuri dengan senyum manja nya dan alis nya yang mulai naik turun.


" pergilah, pulanglah, jauh jauh lah lee yuri!!!"


" biasa ajah dong oppa, oppa sangat aneh"


" pergi sana, lee yuri"


" iya.. dah defy" ucap yuri sembari melempar senyum manis nya pada defy.


Defy pun membalas senyum yuri, dan melambaykan satu tangan nya.


Sepeninggal yuri dari ruangan jin, jin dan defy bersiap untuk pergi meeting. meski jin terus saja bermanja manja pada defy, tetapi defy hanya membalas jin dengan senyum manis nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Depan kantor PG industri..


Di sore hari yang cukup dingin ini, jhope menanti yuri di depan kantor PG industri, dengan sepeda motor listy.


Jhope tersenyum dan melambaikan tangan nya, saat melihat sosok gadis berambut panjang yang berjalan mendekati nya.


" kamu sudah lama menunggu?" Tanya yuri sembari mengulurkan jari jemari lentik nya.


Jhope pun menyambut jemari yuri dan terus mengusap nya lembut, Tanpa mengalihkan tatapan nya pada yuri.


" belum. Baru 15 menit yang lalu" jawab jhope.


" itu nama nya lama. Kamu pasti kedinginan. Maafkan aku"


" tidak papa, ayo pergi sekarang"


" menggunakan motor? Tapi sekarang sangat dingin oppa"


" makan nya, peluklah aku dengan erat, agar kamu tidak merasa kedinginan" rayu jhope dengan senyum nya yang melebar.


Yuri pun tersipu malu mendegar rayuan jhope.


" aku punya sesuatu untukmu"


Jhope mengambil sebuah tas kecil di depan kemudi motor dan mengambil sebuah syal dari wol yang nampak begitu lembut.


Jhope mengalungkan syal itu di leher jenjang yuri, dan menatap yuri dengan penuh kehangatan.


" syal ini bukan syal sembarangan. Aku membuat ini sendiri. Eomma yang mengajariku merajut. Terdengar aneh memang tapi aku berniat membuat syal ini untuk eomma. Dia bilang, sebuah hadiah mahal tidak lah lebih berharga dari pada buatan tangan kita sendiri"

__ADS_1


Jhope mulai tertunduk dan berusaha menahan emosi nya.


__ADS_2