
Depan ruang rawat naya...
" tidak hyung, aku tidak bahagia. Saat aku tidak bisa mencurahkan cintaku pada orang yang aku cintai, aku tidak bahagia. Saat aku tidak bisa memeluk nya saat ia menangis aku tidak bahagia. Kisahku lebih rumit hyung. Dia bisa ku cintai, bisa ku peluk, tapi aku tidak boleh melakukan nya karna terhalang janji. Tapi kamu berbeda. Ayanna bisa kau hujani dengan cintamu. Bisa kau peluk kapanpun, jika kamu memahami posisi nya"
" yang aku pikirkan sekarang hanya kesembuhan naya. Maaf kalau aku menyinggung mu, aku tidak bermaksud seperti itu"
" tidak papa hyung, aku memahami nya. Tapi kamu masih punya kesempatan. Buatlah pilihan terbaik. Aku hanya ingin kalian bahagia"
Jimin menepuk bahu namjoon dan pergi memanggil tata, lalu pergi dari ruangan di mana naya di rawat.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sore hari..
Depan rumah suga..
Listy pulang lebih awal dari biasa nya, dia sengaja pergi ke rumah suga dengan menyewa jasa taksi. Saat dia sampai di depan rumah suga, listy segera masuk setelah sesekali menoleh ke sana kemari.
kala itu suga baru saja selesai membereskan peralatan tato nya yang telah ia pakai. Bahkan berkas keringat yang bercucuran, membuktikan suga telah bekerja keras dalam membuat tato.
Sembari melepas sarung tangan karet, suga menghampiri listy yang berdiri di depan pintu. Sembari mengintip jendela rumah suga.
" kamu kesini, ada apa? Kenapa mengendap endap?"
" jhope oppa menyuruh teman nya mengawasiku di kantor tadi. Aku hanya takut dia mengikutiku pulang. Tapi seperti nya tidak, aku berhasil mengecoh nya" ujar listy sembari memperlihatkan gigi kelinci nya.
" kamu ada ada saja. Kamu terlihat lebih baik sekarang, kamu sudah berbaikan dengan jhope?"
" iya, tadi malam aku memang tidak pulang, tapi aku menyadari kesalahanku. Aku terlalu kekanakan, kamu dan jhope oppa benar"
" syukurlah kalau begitu"
" tapi oppa masih belum bisa menizinkanku dekat denganmu"
" tidak papa, aku akan berusaha membuktikan kalau aku bisa menjagamu"
" aaa kamu sangat mencintaiku oppa?"
" tidak juga, biasa saja. Tapi saat aku menginginkan sesuatu, aku akan berusaha mendapatkan nya. Aku menginginkanmu, menjadi pasangan hidupku"
" hmm romantis sekali pacarku ini. Oppa, aku tidak ingin menyakiti jhope oppa, tapi aku tidak bisa berpisah darimu. Aku punya satu cara agar kedua orang yang aku cintai bisa tetap di sampingku"
" rencana apa?"
" karna aku sudah menyetujui sandiwara menjadi kekasih jinan oppa, aku juga akan bersandiwara di depan jhope oppa. Kita bisa mengulur waktu agar jhope oppa tidak terlalu mengawasiku dan kamu punya waktu untuk membuktikan keseriusanmu padaku. Dengan cara itu, kita bisa terus bersama, dan jhope oppa tidak akan terluka"
" kamu memang sangat licik, aku harus berhati hati denganmu"
" hey bukan licik, aku cerdas. Aku hanya ingin melihat kedua pria yang aku cintai, selalu bahagia. Oppa peluk aku"
" manja sekali. Sudah sana pulang. Mata mata jhope pasti kebingingan mencari mu"
__ADS_1
" tidak, sebelum kamu memelukku"
" aku tidak mau memeluk mu" suga berlalu dari hadapan listy.
Tapi listy tak menyerah, listy mengejar suga dan memeluk nya dari belakang.
Meski suga tersenyum saat listy peluk, tetapi ia tetap berusaha melepaskan diri nya dari pelukan listy.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah jungkook...
Jungkook mengantar dokter keluar setelah memeriksa jang sehan.
" dia akan segera sadar. Dia hanya mengalami tarauma, dan daya tahan tubuh nya kurang bagus. Aku rasa dia juga belum makan beberapa hari. Aku sudah menyuntik nya. Dia akan sadar dalam beberapa jam. Kalau dia mengeluh sakit di beberapa tempat, dia bisa melakukan rongsen di rumah sakit"
" iya dok terimakasih"
" kenapa tidak langsung ke rumah sakit saja?"
" hmm aku punya alasan tersendiri dok"
" oh iya baiklah"
Setelah dokter berlalu, jungkook kembali masuk ke kamar nya.
Jungkook memainkan ponsel nya, dan beberapa saat kemudian, jang sehan tersadar dari pingsan nya.
Tuan jang sehan membuka mata nya perlahan, ia sempat terkejut dan ketakutan saat melihat jungkook dengan jalas.
" kau ingat dengan ku? Aku yang mengejarmu saat anak buah junhoo menculikmu" jelas jungkook.
" siapa kau?" Tanya jang sehan lirih.
" aku Yang jungkook. Aku seorang polisi, aku menangani kasus, pemenbakan dengan pistol yang terdaftar atas nama mu"
" bukan aku tidak melakukan apapun. Aku hanya menjual pistol, aku sungguh tidak terlibat dengan penembakan itu"
" aku tau. Tidak usah takut, aku hanya akan menjadikanmu saksi. Kamu harus memberikan kesaksianmu di kantor polisi"
" tidak, tidak, tolong jangan lakukan itu. Mereka pasti akan membuatku di penjara. Aku juga melakukan transaksi senapan ilegal. Mereka pasti akan menjebloskanku ke penjara"
" kamu tau itu ilegal, kenapa kamu melakukan nya? Kamu tetap harus mempertanggung jawabkan kesalahanmu, tuan jang sehan"
" tolong aku tuan yang, aku punya keluarga di busan. Anak anakku masih kecil kecil. Kalau aku di penjara anak anak ku akan makan apa? Bagaimana dengan sekolah nya"
Jang sehan memohon pada jungkook, bahkan jang sehan sempat berusaha menyentuh kaki jungkook, tetapi jungkook segera memegang kedua bahu jang sehan dan menyuruh nya duduk.
" tidak perlu seperti itu tuan, Aku mengerti. Aku akan mencari cara agar anda bisa bersaksi tanpa hanrus ke kantor. Tapi aku butuh kerja sama anda untuk itu. Sementara, anda harus tinggal di sini sampai aku mengumpulkan semua bukti. Kalau anda tidak bisa bekerja sama, aku akan membuat anda mendekam di penjara untuk waktu yang lama"
" iya aku berjanji akan membantu mu. Aku akan menuruti semua perintahmu"
__ADS_1
" baiklah. Aku akan menyiapkan semua nya. Beristirahatlah"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cafe jhope...
Sore itu yuri turun dari mobil mewah nya. Dengan gaya busana yang casual, dan rambut yang terurai, yuri berjalan masuk ke cafe.

Kala itu, jhope tengah membantu choi hana dan jessy melayani pelanggan cafe nya.
Kedatangan yuri langsung menatik perhatian semua pelanggan cafe, karna yuri terlihat begitu cantik dengan setelan dress mewah.
Rambut yuri yang terayun karna angin yang berhembus menyapu helai demi helai rambut panjang nya yang bergelombang.
Jhope berjalan menghampiri yuri dengan wajah yang masih kosong karna teralihkan oleh kecantikan yuri.
" oppa,.. oppa.." panggil yuri.
" hmm yuri. Kamu sangat cantik hari ini"
Yuri tersipu malu, dan segera meraih tangan jhope. Mereka duduk di depan rumah jhope.
Mereka duduk tanpa melepas pautan tangan mereka.
" ada apa? Kamu mau kemana? Kenapa kamu begitu cantik hari ini?"
" jadi biasa nya aku tidak cantik?"
" kamu terlihat berbeda. Kamu jarang memakai make up"
" kamu begitu memperhatikan ku?" Ledek yuri.
Jhope tersenyum sembari tertunduk.
" eomma dan appa akan datang ke sini. Hari ini oprasi ahjushi, appa nya jimin. Jadi eomma dan appa ku akan datang. Aku akan menjemput mereka di bandara, eomma paling cerewet kalau aku tidak memakai make up. Di australia, keluarga kami wajib memakai riasan wajah"
" oh begitu. Itu bagus, kamu terlihat lebih cantik"
" oppa, eomma dan appa ingin kamu ikut. Mereka ingin bertemu denganmu. Aku sudah menceritakan semua tentangmu"
" baiklah. Aku akan menemui mereka"
" kita akan mempererat hubungan kita, setelah eomma dan appa menemui mu. Mereka bahkan ingin kita segera bertunangan. Tapi bagaimana dengan dengan hubungan lama mu?"
" maksud mu?"
" listy dan suga"
" listy sudah memahami keputusanku" jawab jhope santai.
__ADS_1
Hal itu membuat yuri menatap tajam pada jhope. Gadis itu seakan tak percaya, kalau kekasih nya menjawab pertanyaan nya dengan semudah itu.