
Ruang kerja ayanna...
Meski sedikit ragu, namjoon tetap membuka lembar demi lembar kertas yang taehyung beri pada nya.
Beberapa menit setelah namjoon membaca kertas itu, semua nya diam tak satu pun membuka suara sebelum namjoon.
Sampai akhir nya namjoon menanyakan asal usul nya.
" kenapa aku bisa bersama tuan kim jaemin?" Tanya namjoon.
" kamu ingin menemui appa ku? Aku akan memintanya kesini. Kebetulan dia ada di sekitar sini. Dia akan menjelaskan semua nya, sedetail mungkin"
Mereka terdiam menanti kedatangan tuan jaemin setelah taehyung menelfon tuan jaemin.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah jhope..
Di hari minggu yang cerah listy berniat menghabiskan waktu dengan suga. untuk itu, listy telah meminta tolong pada jinan untuk menjemput nya seperti biasa.
Setelah bersiap dan memoles wajah dengan riasan sederhana, listy keluar dari kamar nya dengan memakai setelan santai dengan rok hitam dan coddie halus berwarna biru pastel.
Saat keluar, ternyata jinan, jessy dan jhope telah duduk berbincang di meja makan.
" itu dia kekasihmu datang" ledek jhope pada jinan.
" ah iya. Listy, kamu lama sekali" jawab jinan.
" sorry sorry, aku telat bangun. Kita pergi sekarang?" Tanya listy.
" eh nanti dulu, yuri juga akan ke sini. Kita sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama. Kita berlibur ajah hari ini. Jessy hubungi taehyung juga. Hari ini kita akan ke pantai" potong jhope.
" oppa, tapi aku ingin berdua.. hmm berduaan dengan jinan saja" protes listy.
" kalian sudah sering pergi bersama. Hari ini, mumpung kita libur, libur latihan juga. Jadi aku ingin kita menikmati liburan bersama" jelas jhope.
" tapi oppa, nani, katakan sesuatu" rengek listy.
" hmm jhope benar" jawab jinan yang masih sibuk menikmati sarapan nya.
" nani..."
" maksudku, hmm bagaimana kalau kita ajak semua nya saja. suga hyung, jimin, jungkook, jin hyung dan namjoon juga" usul jinan.
" itu ide bagus" sahut listy.
" baiklah, aku akan menghubungi mereka. Aku ke depan dulu" jawab jhope.
" aku akan menyiapkan bekal dan keperluan liburan kita" Ucap jessy dengan begitu antusias nya.
Jessy pun pergi ke dapur cafe, sedangkan Listy duduk di samping jinan dan mengambil beberapa potong roti yang berjejer di meja makan.
__ADS_1
" kamu tidak jadi ke daegu bersama suga?" Tanya jinan.
" jadi, saat jhope oppa lengah, aku dan suga oppa akan kabur"
" kenapa kalian berkencang sejauh itu, biasa nya kalian hanya berkeliling seoul saja. Apa ada yang istimewa?"
" hmm iya, hubungan suga oppa dan jhope oppa sudah baik sekarang, saat nya jhope oppa mengenal orang tua suga oppa. Jhope oppa harus tau kalau eomma suga, sangat baik. Aku harap jhope oppa bisa melupakan masalalu kelam dari ahjuma. Kami akan berusaha"
" dia akan datang? Nyonya min?" Tanya jinan.
Raut wajah jinan mulai berbeda, bahkan kini ia menghentikan sarapan nya.
" iya, kenapa memang nya? Kenapa kamu terkejut?" Tanya listy.
" hmm tidak tidak papa. Habiskan sarapanmu, aku mau ke kamar mandi dulu" pamit jinan.
" tunggu oppa, kamar mandi di dekat dapur air nya mati, pakai saja kamar mandi di kamarku"
" oh oke baiklah"
Jinan pun pergi ke kamar listy, sedangkang listy kembali menikmati sarapan nya.
Di sisi lain, jessy sibuk di dapur untuk menyiapkan bekal yang akan ia bawa. Dia terlihat begitu antusias menyiapkan liburan mereka.
Di tengah kesibukan nya, jessy teringat taehyung dan segera menghubungi nya.
Kala itu taehyung yang sedang menunggu kedatangan appa nya, segera mengangkat panggilan telefon dari jessy.
" oppa, listy eonnie dan jhope oppa mengajak kita ke pantai, semua juga akan ikut. Kamu ikut juga kan?" Tanya jessy dengan senyum nya yang mengembang.
" maafkan aku, aku ada urusan penting aku tidak bisa pergi hari ini. Kalau urusan ini selesai, aku akan menyusul saja"
" oh baiklah. Aku harap kamu bisa menyusul dan.."
Ucapan jessy terpotong saat jessy mendengar suara defy di ujung telefon.
" oppa, ahjushi datang" ucap defy.
Memang di saat itu, tuan kim datang, dan defy berniat memanggil namjoon yang masih tertunduk dengan tangan yang terus mengusap wajah nya.
Tetapi tentu saja jessy akhir nya tau bahwa taehyung tengah bersama defy.
" suara defy? Apa yang oppa lakukan dengan nya? Kenapa oppa tidak Memberi tau apapun padaku?" Batin jessy.
Beribu ribu pertanyaan memenuhi pikiran jessy. Apa lagi saat taehyung langsung menutup telefon jessy tanpa berpamitan karna ia ingin segera meminta tuan kim menjelaskan situasi yang terjadi pada namjoon.
Jessy sempat kesal mendapatkan perlakuan seperti itu dari taehyung, tapi jessy tetap diam dan hanya menggenggam tangan nya dengan kuat. Apa lagi saat listy datang dengan setumpuk piring kotor, jessy segera tersenyum palsu pada listy.
" jessy, kenapa?" Tanya listy setelah melihat genggaman tangan jessy.
" tidak ada eonnie. Aku hanya sedang mengingat apa saja yang harus kita bawa" elak jessy sembari menyembunyikan kedua tangan nya.
" Baiklah, aku akan membantumu setelah mencuci piring"
__ADS_1
" iya eonnie"
Sementara itu, ketika tuan kim datang semua orang langsung menatap tuan kim. Tuan kim segera menghampiri namjoon dan berlutut di depan namjoon yang masih duduk tanpa kata.
" maafkan aku nak, maafkan aku. Aku lah yang menyebabkan ini semua terjadi. Aku lah yang bersalah"
Meski namjoon masih kesal dan sedikit bingung, tapi dia masih tetap membantu membuat tuan kim bangun dan duduk di samping nya.
" ahjushi, aku hanya ingin tau apa yang terjadi. Dan kenapa aku sampai bisa berada di panti sendirian tanpa identitas?"
" ini semua berawal dari kebodohan ku, yang tidak mengira akan rencana jahat nyonya itu"
Tuan kim mulai menjelaskan rentetan kejadian yang menimpa namjoon, kehilangan appa nya, kehilangan ingatan nya, sampai ia harus hidup jauh dari keluarga nya dan tinggal di panti asuhan tanpa identitas.
Suasana haru sungguh membuat pagi itu banjir oleh air mata namjoon, defy, ayanna, taehyung, dan taun kim.
Setelah namjoon mendegar detail penjelasan dari tuan kim, namjoon pun memahami posisi defy. Namjoon menagis tersedu sedu menatap defy yang telah berurai air mata.
" defy, kemarilah, peluklah oppa mu" pinta namjoon sembari merentangkan kedua tangan nya.
" joon oppa..."
Defy segera menyambut namjoon dengan pelukan hangat dan tangisan yang menggema di ruang kerja ayanna.
" maafkan oppa, oppa berkata kasar padamu. Kamu dan eomma pasti sangat menderita karna hal itu kan? Maaf, maaf, harus nya oppa mencari identas oppa yang sebenar nya. Aku terlalu takut dengan kenyataan pahit. Itu sebab nya aku mengubur identitas ku dalam dalam"
" kami memahami nya oppa, itu bukan salah mu, tidak perlu meminta maaf"
" aku sangat merindukan kalian. Aku ingin sekali bertemu dengan keluarga kandung ku, tapi selama ini ternyata kalian begitu dekat. Bodoh nya aku"
" Sudahlah hyung. Sekarang waktu nya kalian berbahagia. Maafkan aku telah menyembunyikan hal ini" sahut taehyung.
" kenapa kalian tidak langsung memberitahuku?" Tanya namjoon.
" kami khawatir dengan sakitmu oppa, bahkan saat mendengar kata joon oppa saja sakit kepala mu kambuh. Lagi pula kami juga butuh waktu untuk mengumpulkan semua bukti bukti"
" ah iya kalian benar. Itu karna aku terlalu berusaha mengingat masalalu ku. Tapi aku sudah berusaha menahan abisiku untuk mendapatkan ingatanku. Itu berkat listy juga. Dia membantuku mengendalikan ambisi ku"
" tidak heran, dia memang psikolog. hmm oppa, sekarang kamu sudah mendapat kembali keluarga asli mu. Tapi bagai mana dengan cinta asli mu?" Tanya defy.
Semua perhatian pun terarah pada ayanna yang duduk dengan air mata yang membasahi pipi nya.
" ayanna, aku akan jujur padamu, sampai detik ini, bahkan aku masih sangat mencintamu. sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu. Tapi naya adalah tanggung jawabku, hidup naya tergantung padaku. Aku tidak bisa mengesampingkan hati naya. Sekali lagi aku minta maaf, aku akan tetap menikahi naya" ujar namjoon dengan wajah tertunduk.
Ayanna menyapu air mata nya dan berdiri di tempat nya.
" tidak papa aku mengerti, itu kewajiban mu. Aku sempat egois dengan membencimu. Tapi aku tau naya lebih membutuhkanmu sekarang" ujar ayanna.
Ayanna menangis sejadi jadi nya saat berusaha merelakan namjoon menikahi naya.
Meski dia sadar naya lebih membutuhkan namjoon tetapi ayanna tak mampu menahan kesedihan nya.
Melihat ayanna yang terisak isak, namjoon pun segera menghampiri ayanna dan memeluk nya dengan erat.
__ADS_1