
Kantor appa jinan KOG (kim official group)..
Di kantor besar ini, jinan dan jin berjalan melewati aula sembari berbincang santai.
Sesekali para karyawan kantor pun menyapa jinan yang notabene nya adalah putra tunggal dari tuan kim dahnte, CEO dari KOG ini.
" aku tidak menyangka rupanya kamu seorang pewaris tunggal dari KOG ini. Kenapa kamu tak pernah bercerita hal ini?" Tanya jin.
" ah ini kekayaan appa. Aku bukanlah siapa siapa hyung. Itu ruangan appa, ayo masuk, appa pasti senang melihat mu"
Kedua pria bervisual luar biasa itu kini memasuki sebuah ruangan mewah dan di hiasi sentuhan klasik di sana.
Seorang pria paruh baya nampak berdiri tegak di depan jendela dengan map di tangan nya.
" appa, apa kami mengganggu mu?"
" jinan, kemarilah. Appa sudah menunggu mu. Appa sangat senang kamu mau bergabung dengan perusahaan appa"
" belum appa, aku ke sini untuk mengenalkan teman ku, Jin. Dia arsitek yang sangat terkenal. Cuma dia mengurus perusahaan appa nya di bidang industri. PG industri"
Senyum mulai mengembang dari pria paruh baya tersebut. Dengan menatap jin, ia menjabat tangan jin.
" wah benar kah? Hallo jin. Aku sudah sering mendengar tentang PG group. Aku dengar putra CEO PG group sangat hebat"
Jin dan tuan kim dahnte saling berbincang dan memuji satu sama lain.
Mereka bahkan berbincang berbagai hal dan juga menandatangani kontrak untuk pekerjaan jin.
Jinan pun turut berbincang bersama mereka. Tetapi di tengah perbincangan mereka, jinan berpamitan untuk mengangkat telefon dari seseorang.
" appa, hyung, maaf aku harus mengangkat telefon sebentar"
Jinan keluar dari ruangan appa nya dan berjalan ke sudut jendela di kantor itu.
Jinan mengambil ponsel nya dan menekan nama "hyung"
Tut
Tut
Tut
Tak lama telefon pun tersambung...
" hyung, dia sudah menyetujui tawaran ku. Dan soal suga, aku akan mempercepat rencana kita. Aku akan menebus kecerobohanku" ucap jinan.
" bagus, lakukan rencana kita segera. Aku tidak akan mau menerima alasan lagi dari mu. Jangan bersikap bodoh lagi!"
" iya hyung. Maafkan aku, aku tidak akan mengilangi kesalahan itu. Aku tutup dulu, banyak yang harus ku urus"
Telefon pun terputus, jinan kembali ke ruangan appa nya dan melanjutkan perbincangan santai mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam hari...
__ADS_1
Daegu...
Suga dan jungkook sampai di kantor polisi daegu, kedua pria tampan itu masuk ke dalam kantor dan mencoba berbincang dengan kepala polisi di sana.
Dengan posisi jungkook sebagai polisi, jungkook meminta bantuan dari kepala polisi di daegu.
" aku mohon tuan, kami harus mengetahui data dari beberapa warga di daegu ini. Ada orang yang harus kami cari" terang jungkook.
" tolong tuan, ini menyangkut keselamatan beberapa orang. Kami hanya ingin memastikan sesuatu. Kami tidak akan menyalah guna kan info kependudukan" tambah suga.
Kedua wajah tampan itu terlihat penuh harap, menanti persetujuan kepala polisi daegu.
Pasal nya, meski jungkook sama sama polisi, tetapi polisi tetap saja tak bisa langsung memberikan informasi warga nya pada orang asing. Itu sebeb nya kepala polisi terdiam sesaat setelah mendengar permintaan dari jungkook dan suga.
" tuan, ini soal sodara sodara tiriku. Aku harus mendapat info dari mereka, karna aku pikir mereka akan membahayakan eomma ku dan beberapa orang di sekitar ku. Sebelum ini terlambat, aku harus tau keberadaan mereka. Hanya anda yang bisa membantu kami" bujuk suga lagi.
Setelah mendengar kejujuran dari suga, kepala polisi mulai yakin dan memahami penting nya info kependudukan dari warga daegu.
" baiklah, aku akan memberi surat rujukan untuk mendapat info kependudukan di kantor kependudukan daegu. Tapi sayang nya kantor kependudukan tutup di jam ini. Mungkin kalian bisa datang besok pagi"
" tapi kami dari seoul tuan. Kami hanya punya waktu malam ini" desak suga.
" kalian menginaplah di hotel depan kantor kependudukan. Kalian bisa ke sana besok pagi" usul kepala polisi.
" hyung, sabarlah. Ahjuma aman bersama nyonya jung di panti. Kamu tidak perlu khawatir. Kita lanjutkan besok pagi" tambah jungkook sembari menepuk bahu suga.
Hembusan nafas kasar suga menandai kegelisahan yang ia tengah kendalikan.
" baiklah"
" tolong tunggu sebentar. Ini perlu waktu beberapa saat, silahkan tunggu di ruang tunggu" pinta kepala polisi di sana.
Tetapi rasa penasaran jungkook membuat nya tak bisa diam saja.
" hyung, ku pikir kamu mencari sodara tirimu untuk berkumpul kembali dengan mereka. Tapi aku masih bingung, apa maksud mu dengan bahaya. Siapa yg dalam bahaya? Ahjuma?"
" orang orang di sekitarku, Terutama eomma. Aku harus memastikan kalau sodara tiri ku itu benar benar dia"
" siapa hyung?"
" jinan"
Suga POV.
Berawal dari malam itu, malam dimana ku lihat jinan memeluk wanita yang teramat berarti di hidup ku.
Bukan karna kecemburuan ku, tetapi pemandangan yang membuat ku tertegun dan memudarkan senyum ku yang awal nya mengembang untuk listy. Yaitu sebuah luka yang terlihat di lengan jinan, di bagian bawah.
Luka yang sama yang di alami sodara tiriku waktu appa megusir dia beserta eomma nya dan hyung nya.
Aku masih mengingat nya dengan jelas, luka nya terlihat dalam karna terkena belahan batu. Darah nya pun mengalir begitu banyak.
Luka itu pasti membekas besar saat ia dewasa.
Letak luka yang sama dan ancaman jinan, semakin membuat ku yakin akan identitas jinan yang sebenarnya.
__ADS_1
Terutama, setelah melihat pecahan batu yang listy perlihat kan padaku. Batu berwarna biru terang, seperti batu yang appa berikan pada aku dan yoonji.
Memang appa orang yang sangat keras, atau bisa di bilang jahat. Tetapi ia sempat memberikan batu berharga ini saat eomma sakit. Dia memintaku menjual nya. Tetapi itu tidak ku lakukan, aku bekerja untuk membeli obat untuk eomma di usiaku yang masih sangat muda.
Batu itu masih ku simpan sampai sekarang.
Ku tatap kembali sebuah kalung dengan batu biru yang sama dengan yang listy temukan.
Dan yang paling mengejutkan ku ketika listy menerangkan asal batu itu.
" jessy yang menemukan batu ini di depan ruang gantiku. Aku pikir ini milik jinan oppa, sebelum aku pergi dengan mu dan mengalami kecelakaan, jinan oppa sempat memakai kamar mandi ku. Karna kamar mandi di luar air nya tidak menyala" terang listy.
Hal itu semakin meyakin kan ku, dan satu lagi, ancaman jinan. Ancaman itu tidak mungkin sekedar rasa cemburu nya pada ku dan listy.
Setelah mendapatkan info pasti bahwa jinan memang sodara tiriku, aku akan segera melaporkan dia kepolisi karna yang aku dengar dari eomma, anak laki laki appa lah yang terakhir menemui nya. Sampai appa mengalami serangan jantung.
Yang sebenar nya aku memang takut kalau jinan menyakiti eomma. Aku tau benar baik dia, oppa nya atau eomma nya pasti sangat membenci aku dan eomma.
Tunggu,
Apa kecelakaan itu juga jinan lah yang melakukan nya? Eomma pernah bilang, listy mencoba menyelamatkan eomma. Apa sasaran jinan justru mengenai listy?
Jinan juga pastu tidak segan untuk melukai listy. Cinta nya pada listy itu palsu.
Sial,
Listy dalam bahaya.
Aku segera mengambil ponsel ku dan mencoba menelfon listy.
Berkali kali ku coba menelfon nya. Tetapi gadis cerewet itu tak juga mengangkat panggilan ku. Tapi aku tak bisa menyerah. Aku mencoba menghibungi telfon rumah listy, tetapi soni lah yang menjawab panggilan telefon itu.
" hallo" ucap seorang lelaki dari ujung telefon.
" hallo, ini soni?"
" iya aku soni"
" listy di rumah? Kenapa dia tak menjawab telfon ku?" Tanya ku tanpa berbasa basi.
" listy dan jhope tidak di rumah, cuma ada jessy dan hanna. Jessy di kamar nya, apa mau ku paggilkan?"
" listy pergi dengan jhope?"
" entahlah, tadi cafe ramai. Aku tak sempat melihat mereka pergi"
" baiklah"
Setelah menutup telefon, aku segera beralih ke nomer jhope.
Ada apa dengan manusia manusia ini, kenapa mereka tidak juga menjawab panggilan ku!
Author POV.
Satu tepukan mendarat di bahu suga, setelah jungkook melihat perubahan wajah suga yang terlihat memucat.
__ADS_1
" tenanglah hyung. Semua akan baik baik saja, listy aman bersama jhope hyung dan ahjuma aman bersama nyonya jung di panti"
" aku harap begitu" jawab suga singkat.