
Rumah suga..
Taehyung tertidur beberapa jam. Suara pintu terbuka membuat nya terbangun. Taehyung mendapati suga keluar dari kamar nya. Sontak taehyung pun langsung menghampiri suga.
" hyung, kamu sudah rapi kemana?" Tanya taehyung.
" aku akan ke kantor polisi, untuk menyerahkan diriku" jawab suga singkat.
" tunggu tunggu tunggu hyung, kamu.. kamu tidak ingin pendapat kami? Setidak nya, tunggulah sampai besok pagi. Kita diskusikan ini lagi"
" apa lagi yang harus didiskusikan. Ini memang keputusan yang harus aku ambil, sebagai warna negara yang baik bukan? Sudah lah jangan halangi aku lagi"
" hmm tunggu sebentar. Hm pamitlah pada listy, iya listy. Bukan kah dia yang menjagamu semalam? Apa kamu tidak ingin berpamitan padanya? Aku akan menelfon nya. Dia pasti akan akan datang, tolong tunggulah sebentar"
" hmm baiklah" ucap suga lemah.
Taehyung mengambil ponsel nya dan menjauh dari suga yang duduk dengan tenang di ruang tamu nya.
Setelah beberapa detik menunggu telefon tersambung, suara listy pun terdengar.
" hallo, taehyung, ada apa?"
" listy ssi, suga hyung. Suga hyung akan menyerahkan dirinya pada polisi. Tolong bicaralah pada nya, bujuklah dia, selain kamu dekat dengan nya, kamu juga seorang psikolong, tolong tangani emosi nya saat ini" pinta taehyung.
" baiklah, aku akan datang. Tolong tahan dia sebentar. Aku akan segera sampai di sana" jawab listy.
Tanpa berganti baju, atau pun merapikan diri, listy keluar dari kamar nya. Kala itu dia hanya memakai celana pendek dan kaos biasa.
Penampilan listy membuat jhope terheran, karna listy selalu memakai pakaian rapi saat mau keluar rumah nya.
" listy, kamu mau kemana dengan pakaian seperti itu?" Tegur jhope.
" oppa, suga oppa akan menyerahkan diri nya pada polisi. Aku mohon biarkan aku bicara pada nya"
" ayo, oppa akan mengantar mu"
Jhope dan listy segera ke rumah suga menggunakan mobil jhope.
Karna jarak rumah mereka yang tak terlalu jauh, listy dan jhope pun sampai di rumah suga.
Listy dan jhope masuk ke rumah suga dengan tergesa gesa.
" suga hyung, apa ini? Kita belum selesai membahas ini" protes jhope.
" maafkan aku. Aku tidak tau lagi apa yang harus aku katakan. Tapi aku bener benar harus melakukan ini" jawab suga dengan melirik ke arah listy.
__ADS_1
" tapi setidak nya, tunggu sampai anggota kita lengkap, jin hyung bahkan masih di rumah sakit. Kamu tidak ingin mengetahui pendapat nya?"
" aku sudah memikirkan nya matang matang, dan aku memang harus melakukan ini"
" suga oppa, kamu juga tidak ingin mendengar pendapatku?" Sambung listy.
" jhope, boleh kah aku bicara sebentar dengan listy, empat mata?" tanya suga.
" baiklah" jawab jhope.
Suga menarik tangan listy dan membawa listy masuk ke kamar nya.
Suga menutup pintu kamar nya dan mulai menatap listy.
Beberap detik mereka hanya terdiam dan saling menatap.
Perlahan listy mendekat dan membelai kemeja suga.
" kenapa? Kenapa kamu melakukan nya?" Tanya listy
" apa kamu mencintaiku?"
" kamu pikir apa? Apa aku tipe wanita yang mudah mencium lelaki meski aku tidak mencintai nya?"
" tapi tidak harus seprti ini. Kita saling mencintai kenapa harus terpisah? Kamu tau kan hukuman mu pasti akan sangat lama, bagaimana aku melewati hari tanpamu?" Tangis listy.
Entah sejak kapan, air mata listy telah membanjiri pipi nya. Dan suga terus berusaha mengusap air mata listy dengan tangan nya.
" ini pasti berat bagimu, dan percayalah, ini juga sangat berat bagiku. Tpi mengertilah, aku ingin merasa pantas untuk kamu cintai. Biarkan aku melakukan kewajiban ku sebagai warga negara yang baik, dan menebus kesalahanku"
" oppa,.."
" listy ssi, aku... men.. cintaimu" bisik suga sembari memeluk listy.
Tangisan listy pun pecah, dia tak dapat menahan emosi nya. Listy menangis dalam dekapan suga dan terus memukuli pungung suga.
" kenapa seperti ini? Kamu selalu pergi saat aku benar benar mencintaimu. Aku membencimu suga ssi!" Maki listy.
Mendapat pukulan dan makian dari listy, justru semakin membuat suga mendekap listy lebih erat lagi.
Dua menit sudah listy menumpahkan air mata nya dalam dekapan suga.
Suga melepas pelukan nya, dan mengambil kemeja nya di meja samping nya, lalu megikat nya di pinggang listy yang kala itu masih sibuk mengusap airmata nya.
" jangan pernah memakai pakaian seperti ini lagi saat kamu keluar rumah. Selain dingin, pasti banyak lelaki yang berpikir mesum. cukup aku saja" ledek suga.
__ADS_1
Suga tertawa kecil dan kembali memasang wajah serius.
" aku akan pergi sekarang, jaga dirimu selama aku pergi" ucap suga sebelum mengecup kening listy dengan lembut.
Suga keluar dari kamar nya dan menghampiri jhope dan taehyung.
" aku tau kalian enggan mengatarku. Jadi aku akan pergi dengan taksi. Sampai jumpa, aku pergi sekarang. Jaga diri kalian" pamit suga.
" hyung, hyung aku mohon pikirkan lah lagi" paksa taehyung.
Taehyung terus mengejar suga, tetapi suga tetap tak mau merubah keputusan nya.
Sementara jhope masuk ke kamar suga, dan mendapati listy yang tengah duduk di ranjang suga sembari mengusap air mata nya.
" aku baik baik saja oppa, ayo pulang. Dia tidak mau mendengar kan pendapatku. Biarkan saja" elak listy.
Listy mencoba mengatur emosi nya dengan menghebuskan nafas kasar nya, setelah menarik nya dalam dalam. tetapi tangisan nya kembali pecah saat jhope menarik kepala nya ke bahu nya, tanpa mengatakan apapun.
" tanpa kamu katakan, oppa tau apa yang kamu rasakan. sebesar itukah cintamu pada suga?" Batin jhope.
Jhope terus mengusap rambut listy, ia berusaha membuat listy tenang. Listy terus menumpahkan semua kegelisahan nya di bahu jhope.
" menagislah, keluarkan airmata mu. Keluarkan emosimu. Oppa tau ini menyakitkan bagimu. Tapi ini tidak akan berlangsung lama. Oppa tidak akan membiarkan kamu tersakiti" ucap jhope pada listy, yang tak henti nya membanjiri bahu jhope.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah sakit..
Defy duduk di ranjang jin dan menyuapi potongan buah pada jin, meski jin terus menolak, defy terus membujuk jin dengan penuh kesabaran. Sesekali defy juga meledek jin dan membuat jin tertawa terbahak bahak.
Dan saat jin tertawa, defy langsung memasukan potongan buah pada mulut jin.
Seketika jin langsung terdiam dengan wajah cemberut nya. Dan sekarang defy lah yang tertawa terbahak bahak.
Jin menggelitiki defy dan defy juga membalas jin karna kejailan nya.
Saat itu juga, jin berpura pura kesakitan, dan membuat defy sangat panik melihat jin kesakitan.
" oppa, apa yang terjadi? Hmm aku akan memanggil dokter"
Defy segera turun dari ranjang, tapi tiba tiba, jin kembali memeluk defy dari belakang.
Sontak defy pun terdiam dan menyadari bahwa sakit jin hanya sandiwara saja.
" oppa, kamu membohongiku? Ini tidak lucu"
__ADS_1