SEVEN BOY'S SEASEON 2

SEVEN BOY'S SEASEON 2
Seven Boy's 2 Episode 48


__ADS_3

Rumah jhope...


Setelah selesai memasak sarapan, jhope duduk di meja makan dan masih saja memasang wajah serius nya.


Ketika jessy datang dan duduk di samping jhope, jhope mulai merubah raut wajah nya, dan menunjukan fake smile nya pada jessy.


" jessy, apa eonnie mu makan dengan baik tadi malam?"


" oppa, eonnie tidak mau makan. Maafkan aku, aku tidak bisa membujuk nya"


" dia pasti kelaparan, dia tidak bisa menahan lapar, oppa akan membawakan sarapan untuk nya"


" oppa, tunggu, eonnie.."


" listy kenapa? Ada apa?"


" eonnie tidak ada di kamar nya" ucap jessy sembari tertunduk


Jessy tak berani menatap mata jhope karna memang jhope tak pernah marah sebelum nya, jadi saat jhope terlihat emosional, jessy tak akan berani menatap jhope.


Tanpa menjawab perkataan jessy, jhope beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju kamar listy.


Jessy mencoba menghentikan jhope tetapi jhope masih saja enggan menghentikan langkah nya.


" oppa, oppa tenanglah dulu"


Jhope membuka kamar listy dan memang benar, listy tak ada di kamar nya.


Lalu jhope segera menuju ke depan cafe setelah mengambil kunci mobil nya.


Dan di saat yang sama, mobil jinan terparkir di depan cafe.


Jhope terdiam ketika melihat listy turun dari mobil jinan.


Listy menghampiri jhope tanpa sepatah katapun terucap dari bibir nya.


Setelah berdiri tepat di depan jhope, listy langsung memeluk jhope dengan begitu erat.


Jhope pun menyambut pelukan listy dengan usapan hangat di punggung listy.


" oppa, maafkan aku" tangis listy.


" sudahlah. Ayo masuk dulu, kita bicara di dalam" ujar jhope.


Listy, jhope, jessy dan jinan duduk di ruang tamu rumah jhope.


" apa yang terjadi? Kamu kabur dari rumah?" Tanya jhope pada listy, yang tengah duduk di samping nya sembari tertunduk.


" maaf oppa, aku tau aku salah. Harus nya aku tidak berbuat senekat itu"


" apa kamu sangat kesal pada ku?"


" maaf, aku tidak memahami posisi mu. Harus nya aku sadar oppa selalu menyayangiku dan jessy lebih dari apapun. Aku berjanji tidak akan mengulangi nya lagi" ujar listy dengan nafas yang masih tersengal sengal usai menangis.


" aku juga minta maaf, aku belum bisa memposisikan diriku dengan benar. Harus nya aku juga memahami posisi mu"


" tidak papa oppa"


" meski begitu, tetap saja oppa tidak bisa membiarkanmu dekat dengan suga hyung. Oppa harap kamu bisa memahami keputusan oppa"


" hmm aku akan berusaha selalu menghargai keputusanmu oppa"


" hmm baiklah semua nya, sudah cukup dengan drama hari ini, sungguh aku tidak suka melihat kalian berderai air mata seperti ini" potong jinan.

__ADS_1


" ah iya sudahlah. Aku sudah menyiapkan sarapan, ayo kita sarapan bersama" ajak jhope.


Jhope, jessy, listy dan jinan menikmati sarapan mereka bersama.


Mereka berbincang berbagai hal sembari bersenda gurau pagi itu.


Mendadak, telefon rumah berdering, listy pun segera menuju telefon dan mengangkat panggilan masuk.


" hallo"


" hallo listy, jessy di rumah?" Tanya seorang pria dari ujung telefon"


" taehyung? Kenapa tidak menelfon ponsel jessy? Jessy ada di rumah, dia bahkan sarapan sembari memainkan ponsel nya"


" hmm ada sedikit kesalah pahaman. Bisa tolong panggil jessy? Tapi jangan beritahu dia, kalau aku yang menelfon" pinta taehyung.


" baiklah, aku akan memanggil nya. Aku harap kesalah pahaman kalian juga cepat terselesaikan"


" semoga"


" aku akan memanggil nya"


Listy meninggalkan telefon dalam keadaan terbalik, listy kembali duduk di samping jessy dan menyuruh jessy menganggkat telefon.


" jessy, telfon itu untuk mu, angkatlah" ucap listy.


" dari siapa?" Tanya jessy.


" hmm angkat saja" jawab listy santai"


" jessy pergilah sana, dia menunggumu. Siapa tau penting" sahut jhope.


Jessy pun beranjak dari duduk nya, dan berjalan ke telefon.


" hallo"


Tanpa mendengar jawaban jessy, taehyung meakhiri panggilan telefon.


Jessy pun terdiam, karna dia paham benar itu suara taehyung.


Jessy kembali ke meja makan, dan berpamitan pada listy, jhope dan jinan, yang masih sibuk menikmati sarapan sembari berbincang.


" maafkan aku, aku harus pergi sekarang, ada urusan penting"


" siapa yang menelfonmu jessy?" Tanya jhope.


" hmm itu.."


" oppa, aku juga harus ke kantor sekarang. Aku akan berganti baju" potong listy.


" listy, aku akan mengantarmu. Aku juga harus ke kantor" sahut jinan.


" baiklah, pergi saja semua. Pergi pergi" usir jhope.


Listy, jessy dan jinan tertawa mendengar makian jhope. Lalu mereka berlalu pergi meninggalkan jhope di meja makan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah defy..


Setelah selesai memasak, namjoon dan nyonya park duduk di meja makan sederhana sembari menunggu defy.


Mereka berbincang dengan penuh kasih sayang, bahkan sesekali nyonya park membelai rambut namjoon.

__ADS_1


Nyonya park pun teringat park joon, Yang selalu ia rindukan selama ini.


Lamunan nyonya park buyar saat sebuah ketukan terdengar dari pintu ruang tamu.


Kala itu defy telah selesai bersiap dan segera menuju pintu rumah nya.


Saat membuka pintu defy begitu terkejut, karna ayanna telah berdiri di depan pintu dengan senyum manis nya.


" ayanna, wah ini kejutan yang menyenangkan" ucap defy.


" defy, maaf aku tidak memberitahumu sebelum nya. Apa aku mengganggu?" Tanya ayanna saat mereka telah saling memeluk.


" tidak. Tentu tidak, hmm kamu mencari namjoon oppa?"


Sebelum ayanna menjawab pertanyaan defy, namjoon menghampiri ayanna dan defy.


" tadi nya aku ke rumah namjoon oppa, tapi dia bilang dia di rumah mu, jadi aku ke sini. Sudah lama juga aku tidak berkunjung ke rumah mu. Hmm defy, bagaimana keadaan nyonya park?"


" dia sehat, ayo bergabunglah. Kita sarapan bersama" ajak defy.


" hmm nanti saja aku ingin bicara sebentar dengan mu ayanna. Ayo kita kedepan" ajak namjoon.


" oppa, biarkan ayanna menemui eomma dulu" pinta defy.


" tidak papa defy, aku juga ingin bicara hal penting dengan namjoon oppa. Ayo oppa" potong ayanna.


" baiklah"


Ayanna menggandeng tangan namjoon dan mereka pun duduk di depan rumah defy.


Dengan wajah sumpringah, ayanna menggenggam tangan namjoon.


" oppa, aku sudah bicara pada pemilik apartemant baru, dia mengijinkan mu pindah sebelum rumahmu terjual, kamu hanya perlu menyerahkan sertifikat rumahmu" jelas ayanna dengan senyum manis nya.


" aku belum bisa pindah, naya masuk rumah sakit. Eomma dan appa juga sekarang ada di rumah sakit"


" astaga, kenapa kamu tidak mengabariku? Apa yang terjadi pada naya? Dia sakit apa?"


" dia menderita kanker. Dan dia akan segera menjalani kemo"


" naya pasti tersiksa karna hal ini. Aku turut sedih untuk nya. Kamu akan ke sana nanti? Aku akan ikut denganmu"


" ayanna, ada satu hal yang harus kamu tau"


Wajah namjoon mulai memerah padam. Bahkan namjoon tak berani untuk menatap mata ayanna.


" kenapa wajah mu terlihat serius begitu? Naya akan baik baik saja kan?" Tanya ayanna.


Namjoon memberanikan diri untuk menatap mata ayanna, lalu namjoon mulai menggenggam tangan ayanna dengan kedua tangan nya.


Dengan mata yang mulai berair, dan bibir yang bergetar, namjoon mengungkapkan janji nya pada naya.


" keadaan naya sangat parah, bahkan kemo terapi pun tidak menjamin kesembuhan naya. Dokter tidak bisa memberikan kepastian akan kesembuhan naya. Awal nya naya tidak mau melakukan kemo terapi. Tapi dia menyetujui nya dengan satu syarat"


" syarat apa?"


" aku,.. aku harus menikah dengan nya"


Ucapan namjoon seperti petir yang menyambar hati ayanna. Seketika ayanna melepas genggaman tangan namjoon dan beralih dari tatapan namjoon.


Air mata ayanna mulai menggenang di pelupuk mata nya.


" lalu? Apa kamu menyetujui nya?" Tanya ayanna dengan suara bergetar.

__ADS_1


" aku sangat ingin menolak nya. Karna hanya ingin menikah dengan mu. Tapi aku tidak bisa egois, mereka memberiku kehidupan, jadi aku ingin memberi naya kehidupan"


Ayanna menutup mata nya, dan seketika deraian air mata terus mengalir deras dari manik nya.


__ADS_2