
Percakapan telefon, jhope dan namjoon..
" hallo namjoon"
" hallo hyung, bagaimana keadaanmu dan listy? Taehyung bilang kalian pingsan"
" aku baik baik saja. Bahkan listy sudah berkeliaran entah kemana"
" syukurlah. Maafkan aku hyung. Aku belum sempat menjengukmu"
" tidak papa. Hmm taehyung pasti sudah mengatakan soal minhyuk. Dan aku punya berita bagus. Jimin dan jungkook telah berhasil mendapatkan bukti minhyuk masih hidup"
" benarkah? Itu berarti suga hyung bisa segera di bebaskan" jawab namjoon dengan penuh semangat.
" iya. Aku akan menyerahkan bukti itu besok pagi"
" jimin dan jungkook aman kan?"
" iya, aku sudah menghubungi mereka"
" bailah hyung, besok pagi aku akan ikut denganmu untuk menjemput suga hyung" ucap namjoon.
Mereka pun mengakhiri perbincangan mereka. Namjoo menceritakan semua yang jhope beritahu pada taehyung.
Mereka pun merasa sangat lega dan kini mereka kembali masuk ke rumah untuk berbincang dengan ayanna, tuan dan nyonya kim.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah jungkook.
Jungkook dan taemin telah sampai di rumah jungkook. Bahkan sindy dan tata juga tengah duduk di teras menanti kepulangan jungkook.
Mereka turun dari mobil, dan langsung menghampiri tata dan sindy.
" jungkook, apa yang terjadi? Tanganmu berdarah?" Tanya sindy dengan wajah paniknya.
" ini hanya luka kecil" elak jungkook.
" aku akan mengambil kotak P3K" ucap tata.
" dan oppa? Kenapa kalian datang bersama" tanya sindy.
" kebetulan kami bertemu di jalan" jawab taemin.
Skip.
Sindy telah memakaikan perbans pada jungkook dengan rapi. Sindy terus menatap jungkook dengan tatapan sendu. Dan jungkook tau benar sindy merasa sedih melihat nya terluka seperti ini.
Dengan lembut, jungkook mengusap rambut sindy dan tersenyum padanya.
Sindy segera memeluk jungkook yang duduk di samping nya.
Sindy menangis di pelukan jungkook, dan jungkook terus mengusap bahu sindy sambil tertawa.
" taemin hyung, adikmu sangat cengeng" tutur jungkook.
" kamu benar, dari kecil dia memang seperti itu"
" oh ya hyung, aku tidak pernah melihatmu sebelum nya. Bahkan sindy juga tidak menceritakan tentangmu" tanya jungkook.
" sindy, kamu tega sekali"
" oppa" protes sindy dengan suara manja nya.
" selama ini, aku memang tinggal di jepang. Baru beberapa hari aku pulang ke korea. Bahkan keluargaku juga di sana"
" jepang?"
" kookie. Taemin oppa yang memberiku kesempatan untuk menjadi ballerina" ucap sindy.
Seketika raut wajah jungkook berubah setelah mendengar kata jepang dan ballerina.
" oh, begitu" jawab jungkook pelan.
" hmm sindy sangat berbakat dalam ballet. Sayang saja, Kalau bakat nya hanya dia tunjukan di depan cermin bukan? Kamu tidak keberatan soal itu kan jungkook?"
__ADS_1
" hmm jujur saja, aku bukanlah pria yang bisa menjalani LDR, tapi aku juga tidak berhak melarang impian sindy. Aku akan selalu mendukung apapun yang sindy inginkan" jawab jungkook lemah.
" kookie, aku akan pergi besok. Visa ku juga sudah keluar" ucap sindy lirih.
Jungkook sangat terkejut dengan ucapan sindy. Mereka terus saling menatap tanpa kata.
Hal itu membuat taemin pun merasa canggung
Di tengah perbincangan sendu jungkook dan sindy, listy datang ke rumah jungkook dengan sepeda motor nya.
Listy masuk dan menyapa jungkook, sindy dan taemin.
" hai semua? Hmm apa aku mengganggu kalian?" Tanya listy, setelah melihat raut wajah jungkook dan sindy yang terlihat serius.
" listy, kamu datang" sapa tata yang baru saja masuk ke ruang tamu.
" iya eonnie, aku dari rumah suga oppa, jadi aku mampir kesini"
" hmm taemin hyung, listy dan noona, kami permisi dulu, aku ingin bicara berdua dengan sindy" pamit jungkook.
" baiklah" jawab listy.
" iya tidak papa. Pergilah" sahut taemin.
Jungkook dan sindy masuk ke rumah dan menuju kamar jungkook.
" eonnie, ada apa? Wajah mereka terlihat tegang" tanya listy.
" ini soal kepergia. Sindy ke jepang" sahut taemin.
" sindy ke jepan?" Tanya listy kembali.
" iya listy, sindy akan mengejar cita cita nya sebagai ballerina" jelas tata.
" owh begitu. Sebenar nya aku kesini untuk membicarakan hal penting dengan jungkook. Tapi waktu nya kurang tepat. Aku pulang dulu saja eonni, oppa, senang bertemu dengan mu" pamit listy.
" aku juga senang bertemu dengan mu"
" baikalah aku pulang. Dahh"
" hati hati di jalan"
Jungkook dan sindy terdiam beberapa saat, mereka terus tertunduk dan sesekali sindy menyapu air mata nya.
" kau benar akan pergi besok?" Tanya jungkook.
" kookie, jadwal nya di majukan. Aku benar benar harus pergi. Ini sungguh tidak mudah bagiku"
" kenapa kamu tidak memberitahuku sebelum nya?"
" aku menelfonmu, tapi kamu sibuk. Aku memintamu kerumah dan kamu masih tetap sibuk. Kamu tau? Bahkan aku sudah di rumah mu sejak siang tadi"
" setidak nya kamu mengirim pesan padaku. Aku pasti akan membaca nya. Sudahlah, aku tidak ingin berdebat. Mau tidak mau kamu harus pergi. Dan ini malam terkahir kita" ucap jungkook dengan mata yang mulai berkaca kaca.
" kookie. Hanya tiga bulan, aku berjanji akan selalu menghubungimu. Kita akan terus berkomunikasi"
" lalu saat aku merindukanmu? Tangan siapa yang harus aku genggam? Badan siapa yang akan aku peluk?"
" kamu kan sangat tampan. Carilah wanita lain untuk kamu peluk" sindur sindy dengan uraian air mata.
" kamu menyuruhku bersama wanita lain? Tapi aku akan membunuhmu kalau kamu dengan pria lain"
" kamu curang"
" biarkan saja"
Tatapan mata mereka membuat mata jungkook dan sindy tak dapat membendung lagi air mata mereka.
Sindy dan jungkook saling memeluk dan menangisi malam perpisahan mereka.
" aku akan sangat merindukanmu" tangis jungkook.
" aku juga akan sangat sangat sangat merindukan kookie ku"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Pagi hari..
Rumah jhope...
Pagi itu, bahkan sebelum matahari memperlihatkan sinar nya, listy telah beranjak dari tidur nya.
Listy menyibukan diri nya di dapur.
Beberapa bahan makanan berserakan di mana mana, dan wajah listy juga penuh peluh keringat.
" listy, apa yang kamu lakukan tengah malam begini?" Tegur jhope sembari menghampiri listy di dapur.
" oppa, ini sudah pagi. Sudah jam 4, aku hanya menyiapkan sarapan"
" apa yang kamu masak? Biasanya hanya roti bakar. Itu juga kadang gosong" ledek jhope dengan tawa khas nya.
" ah oppa mengganggu saja, pergilah mandi. Bukan kah kita akan ke kantor polisi? Kita tidak boleh terlambat" ucap listy sembari tersenyum malu.
Jhope pun menyadari apa yang membuat listy melakukan hal yang berbeda.
Bangun lebih pagi, memasak, dan wajah nya yang terlihat lebih bersinar.
" hmm baiklah. Ingatlah, jangan gosongkan masakanmu itu" ledek jhope kembali.
" oppa..."
Skip.
Listy, jhope dan jessy telah selesai menyantap sarapan Mereka.
" oppa, kita pergi ke kantor polisi sekarang? Bagaimana dengan vidio nya?"
" jam segini kantor polisi belum buka. Kalo soal vidio, aman, oppa sudah menyalin ke beberapa flashdish oppa, dan mengirim nya ke beberapa email. Bahkan email kalian juga" jelas jhope.
" eonnie bersabarlah sebentar, kamu pasti akan menemui pangeranmu. Dia tidak akan kabur dari mu eonnie" ledek jessy.
Tetapi ledekan jessy justru membuat raut wajah jhope menjadi serius.
Sedangkan listy tertunduk malu karna nya.
" jessy hentikan. Bicara yang sopan dengan eonnie mu" tegur jhope.
" iya oppa, eonnie maafkan aku" jawab jessy lemah.
" tidak apa apa. Oppa, kenapa. Jessy hanya bercanda. Bahkan aku sama sekali tidak tersinggung" tanya listy.
Di saat itu pula, suara klakson terdengar dari depan cafe. Perhatian listy, jhope dan jessy pun langsung tertuju ke suara itu.
" itu pasti namjoon dan ayanna. Ayo kita ke depan" ajak jhope.
Mereka pun keluar ke depan cafe. Dan benar saja, mobil namjoon lah yang terparkir di depan cafe.
Tetapi saat pintu mobil terbuka, bukanlah ayanna yang turun dari mobil, tetapi namjoon dan naya.
Kali ini, naya terlihat sedikit berbeda, sedikit senyum menghiasi wajah nya, saat bertemu tatapan dengan listy, jessy dan jhope.
" hai semua. Listy bagaimana keadaanmu?" Tanya namjoon.
" aku heran kenapa semua orang terus menanyakan keadaanku? Apa aku selemah itu? Aku bahkan bisa jungkir balik sekarang" protes listy.
" baiklah, coba lakukan" ledek namjoon.
" tidak perlu, lain kali saja" jawab listy singkat.
" sudah hentikan kalian ini. Siapa yang bersama mu ini namjoon?" Tanya jhope.
" oh ya, kenalkan, ini naya adik kesayanganku. naya, ini teman teman oppa, listy si jutek, jhope si dancer terkenal dan jessy si manis"
" haha kamu berlebihan" sahut jhope.
" hai naya, senang bertemu denganmu" sapa jessy.
" aku juga senang bertemu kalian. Semoga kita bisa berteman" ucap naya.
" namjoon oppa, kamu curang sekali. Berhubung mood ku baik. Aku memaafkanmu. Baiklah ayo kita pergi oppa, kantor polisi pasti sudah buka" ucap listy.
__ADS_1
" ayo, dengan mobilku saja" usul namjoon.
Mereka pun berjalan ke mobil. Tetapi jessy menghentikan langkah nya, saat melihat taehyung yang masuk ke tempat parkir cafe.