
Ruang rawat jin..
Taehyung mengambil ponsel nya dan memberikan nya pada jin.
Dan Jin segera melakukan panggilan telefon pada defy.
Di saat itu defy baru saja terbangun dari tidur nya. Bahkan ia masih berbaring di ranjang nya. Tetapi ia segera beranjak saat melihat nama taehyung di ponsel nya.
" kim tae? Bagaiamana keadaan jin oppa? Dia sudah siuman? Apa yang terjadi pada nya" Tanya defy dengan penuh kepanikan.
" selamat pagi sayang. Yang kamu tanyakan sedang bicara padamu sekarang" ucap jin.
" oppa.. ini kau kah oppa?" Tanya defy yang mata nya mulai berkaca kaca.
" iya ini aku. Aku sudah siuman, dan aku saaaangat merindukanmu sekarang" rayu jin.
Defy tertawa sembari mengusap air mata nya. Sementara taehyung tertunduk mendengar percakapan antara defy dan jin. Tanpa berpamitan pada jin, taehyung keluar dari ruang rawat jin.
"Aku sangat lega. Setelah mendengar suaramu oppa, aku akan kesana sekarang" ucap defy.
" hey mandilah dulu, aku tau kamu baru bangun tidur"
" iya iya, aku bahkan akan berdandan lebih tebal hari ini"
Defy dan jin kembali tertawa, bahkan tawa jin bisa taehyung dengar dari luar ruang rawat jin.
Taehyung duduk melamun dan menyandarkan kepala nya di kursi.
Taehyung menatap gelang yang melingkar di tangan nya. Gelang sederhana, dengan satu bintang hijau yang terkait di sana.
Taehyung kembali teringat kenangan nya akan gelang itu.
Taehyung flash back on..
(2 hari setelah pernikahan jimin dan tata)
Sore itu, taehyung dan jessy berjalan di tepi danau sembari berbincang santai.
Di tengah perbincangan mereka, taehyung berhenti dan terdiam ketika satu tangan nya masuk ke saku celana nya.
Taehyung megeluarkan tangan nya, dan ada 2 gelang hitam, dengan satu bintang berwarna hijau yang terkait di masing masing gelang tersebut.
Taehyung menatap gelang itu dan berkata dalam hati nya.
" salah satu gelang ini, harus nya aku berikan pada defy. Tapi dia telah bersama jin hyung. Aku tak seharus nya menyimpan nya lagi" batin taehyung.
" taehyung oppa, kenapa melamun? Wah apa itu? Gelang? Coba ku lihat" tegur jessy.
Jessy mengambil sepasang gelang di tangan taehyung dan memeriksanya dengan penuh antusias.
" gelang ini sangat bagus. Bukan kah bintang ini hampir sama seperti gantungan kunci mu oppa. Apa sepasang gelang ini terhubung dengan bintang itu?" Tanya jessy dengan memperlihatkan senyum manis nya.
" kamu menyukai nya?"
" tentu saja. Ini sangat indah. Sederhana, tapi istimewa, sepertimu" jawab jessy dengan menatap mata taehyung.
__ADS_1
" apa aku harus memberikan satu gelang ini pada jessy? Apa tidak apapa? aku membeli nya untuk defy. Tapi Dia akan kecewa saat aku menolak nya, dan jessy memang akan menggantikan posisi defy di hatiku. Jessy lah yang pantas menerima gelang ini" pikir taehyung sembari menatap satu gelang lain ny di tangan nya.
Taehyung meraih tangan jessy yang sibuk membolak balik gelang di tangan nya dengan senyum polos nya.
" pakai lah gelang ini. Jangan sampai kamu menghilangkan nya" ucap taehyung sembari memakaikan satu gelang di tangan jessy.
" oppa.. gelang ini untukku?"
" gelang ini untuk pemilik hatiku. Kamu lah pemilik hatiku sekarang. Aku akan memakai yang satu nya"
" tunggu, aku akan memakaikan nya pada mu"
Jessy dan taehyung saling menatap setelah kedua gelang melingkar di tangan mereka.
" jangan pernah lepaskan gelang ini. Hati kita terhubung dengan gelang ini" ucap taehyung.
" aku tidak akan melepaskan gelang ini, apa lagi melepaskan dirimu" jawab jessy.
Taehyung tersenyum memperlihatkan senyum kotak nya. Dan mencium tangan jessy.
Mereka pun kembali berjalan menyusuri danau dengan tangan yang saling terkait.
Taehyung flash back off...
Taehyung, menatap gelang nya dan mengusap nya perlahan.
" jessy ssi. Maafkan aku, entah kenapa hatiku mulai menghianati diriku sendiri. Harus nya aku menjaga hatimu. Tapi, bahkan aku tak bisa menjaga hatiku sendiri" gumam taehyung.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Suga dan jhope duduk di ruang tamu. Tak seperti biasa nya, kini mereka lebih banyak terdiam.
Sampai akhir nya, jhope membuka percakapan mereka.
" suga hyung. Aku ingin membicarakan sesuatu yang penting. Maafkan aku, ini cukup mengganggu pikiranku"
" katakan lah"
" ini soal listy. Yang aku lihat, listy begitu memperhatiakanmu. Dia mengurus mu bukan seperti seorang teman. Maafkan aku, aku tidak bisa..."
" jhope ssi, aku akan menyerahkan diriku ke polisi. Aku tidak bisa seperti ini. Aku di hantui rasa bersalahku. Aku akan menebusnya di penjara" potong suga.
" hyung? Apa kamu sudah gila? Kamu akan di penjara dalam waktu yang lama hyung. Lagi pula junhoo tidak akan berani melaporkanmu kepolisi. Karna dia yang memulai semua ini"
" justru karna junhoo pula. Jin hyung akan mendapatkan keadilan dengan di sered nya junhoo ke penjara lagi. Kalau aku menyerahkan diriku ke polisi, polisi akan menyelidiki hal ini. Dan junhoo akan kembali masuk ke penjara"
" hyung, ini hal yg besar, kita bicarakan dulu dengan jin dan jimin dulu. Jangan ambil keputusan yang mendadak. Aku tidak ingin kamu menyesal nanti nya"
" aku sudah memikirkan nya. Aku akan tenang saat sudah menebus kesalahanku"
Jhope tak dapat berkata apapun lagi. Dia hanya terus tertunduk karna dia juga ingin jin mendapatkan keadilan karna ulah junhoo. Tetapi suga yang akan menjadi korban dari ini semua.
" Dan soal listy, kami tidak ada hubungan istimewa apa pun. Aku menyayangi listy seperti adikku sendiri. Kamu tidak perlu khawatir. Dan listy bahkan lebih dekat dengan jinan. Aku merasa mereka pasangan yang cocok. Mereka saling mencintai"
" benarkah? Aku juga berpikir seperti itu. Hmm suga hyung. Tolong pertimbangkan lagi keputusanmu untuk menyerahkan diri ke polisi. Kamu tak perlu berkorban sejauh ini"
__ADS_1
" aku akan baik baik saja. Dan ini bukan suatu pengorbanan, karna ini memang konsekuensi ku. Penjara bukan tempat yang menakutkan. Aku pernah mengalami banyak hal yang lebih menakutkan dari tempat itu" ucap suga dengan senyum kecil nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jalanan..
Tuan kim jaemin mengendarai taxi nya dengan kecepatan normal. Kali ini taxi nya masih kosong. Dia mencari penumpang, dan tetap menatap kesana kemari.
" harus kemana aku mencari mu park joon?" Batin nya.
" tuhan, tolong satukan kembali keluarga yang telah terlisah belasan tahun. Ijinkan aku agar terbebas dari rasa bersalahku" gumam nya.
Lamunan nya terpecah saat melihat seorang yang melambaikan tangan nya. Ia pun menepi, dan seorang wanita masuk ke taxi nya.
Wanita itu tak lain adalah nyonya jiwook, pengurus panti asuhan di samping rumah jungkook.
" panti asuhan kasih, tuan" ucap nyonya jiwook.
Mendengar nama panti asuhan, tuan jaemin merasa lebih bersemangat, dan ada sedikit harapan di sana.
" baik nyonya"
Skip.
Panti asuhan..
" terimakasih tuan, ini uang nya, sesuai argo" ucap nyonya jiwook.
Tuan jaemin mengambil uang dari nya. Dan nyonya jiwook langsung keluar setelah itu.
Tuan jaemin ikut turun dari taxi dan membuat nyonya jiwook terhenti, dan menatap nya.
" ada apa tuan?" Tanya nyonya jiwook.
" nyonya. Bolehkan aku bertanya sesuatu? Apa panti asuhan ini sudah cukup lama? Atau pindahan mungkin?"
" memang nya kenapa?"
" aku mencari seseorang nyonya. Seorang anak tapi belasan tahun yg lalu, aku sudah putus asa nyonya. Tolonglah bantu aku menemukan nya" ucap tuan kim dengan wajah memelas, dan air mata yg menggenang di pelupuk nya.
" taun masuklah dulu, siapa tau aku bisa membantumu" ucap nya.
Mereka pun masuk ke panti asuhan dan mereka duduk di sebuah kursi.
" panti asuhan ini baru beberapa tahun, aku rasa aku tidak bisa berbuat banyak. Tapi eomma ku seorang pengurus panti juga. Belasan tahun lalu, panti nya di gusur, di bubarkan secara paksa. Dan beberapa anak dari panti sebagian telah di pindahkan ke berbagai panti asuhan"
" siapa nama eomma nyonya? Nyonya jung gang geum?"
" tuan tau nama eomma saya?"
" beliaulah. Ia, aku menitipkan anak itu pada nyonya jung. Aku memang mendapat kabar bahwa panti nya di bubarkan. Nyonya tolong antar aku menemui nyonya jung. Siapa tau ia masih mengingatku. Tolonglah nyonya"
" Baiklah aku akan membantu anda menemui eomma ku. Datanglah besok ke sini tuan. Hari ini kami ada tamu, aku tidak bisa pergi hari ini. Aku akan mengantar anda besok pagi"
" iya nyonya, tidak papa, itu sangat berarti bagiku. Aku akan datang besok pagi. Sekarang aku permisi nyonya. Aku merasa sedikit lega sekarang" pamit tuan kim jaemin.
__ADS_1