
Kediaman keluarga park...
Tuan lee tahu benar jimin masih tak mampu menahan emosi nya karna kebenaran yang sungguh menyakitkan ini.
Tuan lee menatap istri dan putri nya sesaat dan kembali menatap mata jimin yang benar benar kosong.
" aku dan keluarga ku telah membuat mu terluka, kata maaf tak akan bisa merubah apapun. Tetapi aku tau, keberadaan kami pasti akan membuat mu kembali mengingat luka ini" lanjut tuan lee.
" ahjushi apa yang kau katakan. Kita harus bersatu menghadapi ini semua. Yuri, tolong beri tahu appa mu" potong tata.
" maaf eonnie, aku pun berpikiran yang sama dengan appa. Kami harus pergi" sahut yuri.
" tapi..."
Sebelum tata menyelesaikan ucapan nya, jimin membuka suara dengan perkataan singkat, lalu ia berlalu begitu saja tanpa mendengar apa lagi menoleh pada mereka.
" tata, biarkan mereka pergi"
Semua tertunduk men dengar jawaban singkat jimin.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah jhope...
Pagi hari ini, listy telah di perbolehkan pulang. Dengan setia, jhope memapah listy masuk ke kamar nya. Jessy pun membawa barang2 listy dan obat obatan dari rumah sakit dengan Senyum nya yg mengembang.
Bahkan soni dan hanna pun turut menyambut listy pulang dengan riang.
Meski kaki listy masih di persban dan dahi nya pun masih menempel plester, tetapi listy terlihat ceria dan sumpringah.
Tetapi tak nampak sosok suga di sana, bahkan nyonya min pun sudah tidak lagi di sana. Hal itu membuat listy sedikit terpikir akan mereka.
Kamar listy..
" jessy, nyonya min sudah pulang? Beliau tidak datang?" Tanya listy
Nada listy terdengar lemah dan ada sedikit kekecewaan.
" suga oppa menjemput ahjuma tadi malam. Beliau bilang dia akan datang lagi eonnie. Sekarang istirahat saja dulu" jawab jessy.
Listy POV.
Aku bersandar pada sandaran ranjangku, sembari Mendengar suara jessy yang bergumam merdu di kamar ganti ku. Suara jessy memang sangat merdu.
Tetapi pikiran ku tak dapat terfokus pada merdu nya suara jessy. Pikiran ku mulai melayang jauh,
Apa yang terjadi pada nya?
Kenapa pria itu tak ikut menjemputku?
Bahkan dia tak datang ke rumah.
Aku teringat kembali kejadian tempo hari, yang aku pikir pasti menyakiti hati nya.
Tetapi apa dia marah hanya karna masalah sekecil itu.
__ADS_1
Lamunanku buyar saat jessy keluar dari kamar gantiku.
" eonnie, batu apa ini eonnie?" Tanya jessy.
Gadis tinggi semampai itu menunjukan sebuah batu pecah berwarna biru laut. Entahlah aku bahkan mengerutkan dahi ku, mencoba mengingat batu apa yang ada di tangan jessy.
" dimana kamu menemukan nya?" Tanyaku balik.
" di depan kamar mandi mu. saat aku keluar dari ruang ganti, aku menginjak ini. Sejak kapan eonnie menyukai batu batu seperti ini?" Tanya jessy.
Aku semakin penasaran di buat nya, ku gali memoriku, akan asal batu biru mengkilap itu.
Ahh
Aku ingat sekarang, jinan oppa pernah memakai kamar mandiku. Aku pikir ini memang punya nya.
" kemarikan. Aku rasa tau tau ini punya siapa"
Jessy menghampiriku dan mengulurkan batu tersebut padaku.
" ini, aku sudah menyimpan baju mu dengan rapi di ruang gantimu eonnie. Aku pergi dulu sebentar. Jhope oppa akan menjaga mu" pamit jessy.
" bilang saja mau menemui tae" sindir ku tanpa menatap jessy.
Jessy terkikih dan berlalu pergi tanpa menatap ku, bahan tanpa menutup pintu.
"Dasar gadis nakal" gerutu ku.
Aku rasa aku akan bosan di kamar. Tentu nya oppa akan melarang ku begini begitu. Jangan kesini, jangan kesitu.
Ah melelahkan.
" oppa, aku merindukanmu. Kenapa baru datang" rengek ku.
Rasa nya ingin ku sandarkan kepala ini pada bahu nya. Entah kenapa akhir akhir ini aku begitu ingin di manja nya.
" maaf, aku ada urusan penting tadi malam. Lagi pula jhope menjaga mu degan baik. Jangan manja"
Dia benar benar batu. Tapi itu hal biasa yang memang selalu ku dapat dari nya, so, what ever.
Kami berbincang di pagi itu, mungkin lebih tepat nya berdebat. Kami selalu berdebat karna hal apapun. Tapi itu yang membuat ku menyukai nya. Dia seperti diriku, dia mungkin listy dalam wujud seorang pria.
Dia selalu membuat ku kesal, tetapi dia juga yang memanjakanku setelah nya.
Seperti saat ini, saat aku memasang wajah cemberut, dia selalu menghampiri ku untuk menenggelamkanku di dada bidang nya.
Dia tau benar aroma tubuhnya selalu sukses membuat ku tenang. Kehangatan nya selalu membuat ku candu dan melepas kekesalan ku.
Tapi pelukan nya terasa berbeda kali ini, tatapan nya terlihat lain.
Apa yang terjadi padanya?
Ku tatap dalam dalam mata kecil nya, dan secara tiba tiba, satu kecupan manis mendarat di bibir ku. Kecupan yang singkat dan mengagetkan ku.
" jaga dirimu baik baik. Nanti sore, Aku harus pergi ke suatu tempat untuk beberapa hari." ucap nya.
__ADS_1
Dalam diam, hati ku terasa tertimpa batu besar. Sehari saja tak melihat nya terasa begitu berat. Apa lagi harus terpisah beberapa hari.
Siapa pun tolong ikat pria ini agar tetap di pelukan ku.
" kenapa?"
" ada hal penting yang harus ku lakukan. Jaga dirimu untukku, aku akan kembali secepat nya. Aku pasti akan sangat merindukanmu"
Hatiku terenyuh mendengar kata rindu terucap dari bibir tipis nya. Entah dari mana keberanianku ini muncul, tanpa ragu aku menarik tangan ku dari pinggang nya, dan melingkarkan kedua tangan ku di leher nya, ku dekat kan wajah ku pada nya, hembusan nafas hangat nya perlahan menyapu wajah ku, ku lihat kelopak mata nya mulai tertutup sedikit demi sedikit. Ku ikuti diri nya, aku menutup mataku saat permukaan bibir ku menyentuh bibir lembut nya.
Ku kecut puas bibir nya dan dia pun membiar kan lidah nya ku sentuh dengan lidah ku.
Tangan nya mengusap punggungku dengan apik.
Tentynya itu membuat ku tak mampu melepaskan tautan lidah kami.
Author POV.
Di saat kedua sejoli memadu kasih untuk perpisahan mereka, seorang pria berpaling dari sana. Wajah nya telah memerah dan mata nya kosong memutar jauh dari pintu kamar listy.
Bahkan hal itu di sadari oleh Suga, dari pantulan cermin besar di meja rias listy.
Pria itu berjalan menjauhi kamar listy, tetapi satu tepukan di bahu nya menghentikan langkah pelan nya.
" jinan. Kenapa tidak masuk, kamu bilang ada hal penting. Oh aku lupa mengatakan nya, suga juga di dalam" tegur jhope.
" ah iya aku baru ingat ponsel ku tertinggal di mobil" jawab jinan gugup.
" hai, kenapa kalian di luar?" Tanya suga saat keluar dari kamar listy.
Dengan wajah santai nya, suga menghampiri jhope dan jinan.
" tidak ada. Jinan bilang ada hal penting yang ingin dia bicarakan dengan listy. Ayo jinan masuk lah" ajak jhope.
" hmm aku juga ingin bicara hal penting dengan jinan. Kamu temui listy saja dulu. Aku ingin bicara empat mata dengan nya" sahut suga.
" tidak papa. Masuk lah dulu" ucap jinan pada jhope.
Kedua pria bermata tajam itu kini berhadapan dengan wajah serius nya. Tatapan mereka terlihat tegas dan penuh guratan keseriusan di sana. Tak seperti yang nampak selama ini.
" Hubungan selalu tercipta karna kepercayaan kan? Aku selalu ingin menjalin hubungan baik dengan siapapun. Aku harap tak ada penghianatan di antara kita" ucap suga membuaka percakapan.
" benar. Tapi bagaimana menurut mu, jika sebuah tali yang telah terputus bisa tersambung lagi tanpa ada hambatan? Tidak akan ada hubungan yang sama, jika sebuah hambatan menghentikan laju nya. Kamu bicara soal listy kan? Bagaimana bisa kamu berpikir aku rela mengantar listy berkencan dengan mu. Tak ada pria yang sepolos itu boy. Aku hanya mengulur waktu agar dia bisa melihat ku sepenuh nya. Hubungan mu dan listy penuh hambatan. Restu jhope. Hubungan kalian telah terputus dan akan terputus untuk selama nya"
Suga tertawa kecil mendengar pengakuan jinan yang terdengar begitu tiba tiba.
" Nampak juga ternyata sifat asli mu. Aku pun tidak sepolos itu. Aku selalu menunggu hal ini. Dimana tak ada lagi persona antara kita. Tapi yang aku yakini bukan karna listy saja. Ada persona lain di balik wajah mu yang ini"
Sekarang giliran jinan lah yang tersenyum kecut sembari mengalihkan tatapan nya sebelum ia menatap tajam pada Suga.
" persona apa yang kamu maksud? Semua orang punya persona. Kau pun tak luput dari itu. Kita tunggu saja. Persona siapa yang akan terbuka lebih dulu, dan siapa yang akan mengakhiri nya. Dan bagaimana itu terbuka. Tik tok, tik tok. Waktu terus berjalan boy, perhatikan langkahmu. Kita lihat siapa yang bisa kamu lindungi"
Jinan berlalu dari hadapan suga, tetapi ia terhenti saat ancaman keluar dari bibir suga.
" kamu akan habis jika kamu melukai listy. Ingatlah hal itu"
__ADS_1
Jinan kembali berlalu dengan bersenandung santai menuju kamar listy.
Tapi wajah suga justru kini telah memerah, tangan nya mengepal dan bergetar hebat.