
Rumah namjoon..
Pemandangan di rumah namjoon kini terlihat lebih rapi dan bersih, beberapa cemilan juga telah tertata rapi di meja tamu. Bahkan hidangan makan malam juga telah tersedia di dapur.
Namjoon terlihat telah berpakaian rapi dan kini ia duduk sembari terus mencoba menghubungi eomma nya.
" oppa, aku sudah selesai memasak, dan sopir ku sudah sampai, aku pulang dulu" pamit ayanna saat keluar dari dapur.
" kamu tidak ingin menunggu eomma dan appa?" Sahut namjoon.
" ini sudah malam, tidak sopan kalau aku menyambut mereka malam malam begini"
Namjoon beranjak dari duduk nya, dan menghampiri ayanna yang tengah sibuk membereskan tas nya.
Namjoon memeluk ayanna dari belakang, dan menenggelamkan wajah nya di bahu ayanna.
" terimakasih. Entah bagaimana aku mengurus ini semua kalau kamu tidak membantuku malam ini" bisik namjoon.
" oppa, nanti naya melihat kita. Lepaskan"
Ayanna berbalik dan menghadap namjoon. Dengan lembut, ayanna mengusap rambut namjoon lalu turun membelai wajah namjoon.
Namjoon pun memejamkan mata nya, dan menunjukkan dimple nya pada ayanna.
" oppa, tolong jangan jual alat musikmu. Aku punya solusi untuk rumahmu. Besok aku akan memastikan nya, dan aku akan segera menghubungimu"
" apa? Apa yang akan kau lakukan?"
" tidak, kamu yang akan melakukan nya. Aku hanya memberimu sedikit jalan. Tapi entahlah, aku belum terlalu yakin, tapi kita akan mencoba nya, Tunggulah besok, aku akan segera menghubungimu"
" ayanna..." panggil namjoon manja.
" joon oppa.."
Secara tiba tiba, kepala namjoon mulai pusing, dan pandangan nya mulai buram.
Kata "joon oppa" terus saja terngiang di telinga namjoon.
Namjoon bahkan hampir kehilangan keseimbangan nya.
Hal itu tentu saja membuat ayanna mulai panik.
" oppa, oppa kenapa? Oppa" panggil ayanna sembari merangkul namjoon.
Mendengar suara ayanna yg semakin keras, naya pun keluar dari kamar nya, dan segera menghampiri namjoon dan ayanna yang tengah saling memeluk.
" ada apa? Oppa kenapa?" Tanya naya panik
" entahlah, cepat bantu aku membaringkan nya" pinta ayanna.
Dengan susah payah, ayanna dan naya berhasil membaringkan namjoon di sofa.
Keadaan namjoon masih saja setengah sadar, dan dia terus memegangi kepala nya.
" aku akan memanggil dokter?"
" tidak, oppa memang kadang seperti ini. Kita tunggu beberapa saat"
" apa maksudmu? Kenapa dia seprti itu? Aku tidak pernah melihat nya seperti ini sebelum nya"
__ADS_1
" saat remaja, dia beberapa kali mengalami hal ini. Itu karna luka di kepala nya saat kecil. Dia pernah kehilangan ingatan nya, saat usianya sekitr umur 11 tahunan"
" kenapa dia sampai kehilangan ingatan nya?"
Sebelum naya sempat menjawab, namjoon mulai kembali sadar dan meminta air.
" aiir..."
Dengan cepat naya berlari ke dapur, dan ayanna memeriksa keadaan namjoon.
" oppa, kamu baik baik saja? Apa yang terjadi?"
" aku baik baik saja. Aku hanya pusing saja"
" aku sangat takut melihatmu seperti ini"
Naya memberikan segelas air minum pada ayanna dan ayanna mulai memberikan nya pada namjoon.
Dalam keadaan duduk, namjoon mulai mengatur nafas nya dan sesekali memejamkan matanya dengan kencang.
" oppa, apa kamu mengingat sesuatu lagi?" Tanya nayeon.
" hmm oppa mengengingat seorang gadis kecil yang terus memanggilku 'joon oppa'. Suaranya terdengar jelas dia memanggilku dengan nama itu" jelas namjoon.
" pasti itu naya waktu kecil kan? Apa yang aneh?" Tanya ayanna dengan polos nya.
Namjoon dan naya saling menatap dan tertunduk sejenak, sampai akhir nya suara bel mengalihkan perhatian mereka.
" oppa, itu pasti eomma dan appa" ucap nayeon.
Mereka semua pun beranjak dan menyambut tuan dan nyonya kim di depan pintu.
Dan benar saja, dengan senyum yang mengembang, tuan dan nyonya kim memeluk namjoon dan nayeon untuk melepaskan rindu.
Setelah menyadari adanya seorang gadis cantik berdiri di belakang namjoon, nyonya kim pun menghampiri ayanna.
" siapa gadis manis ini?" Tanya nyonya kim.
" aku ayanna, senang bertemu dengan anda nyonya kim" sapa ayanna.
" oo jadi ini ayanna, dia lebih cantik dari yang namjoon ceritakan" ledek nyonya kim.
" oppa, apa yang kamu ceritakan pada nyonya kim?" Protes ayanna.
Namjoon hanya tersenyum melihat ayanna yang kini wajah nya memerah layak nya tomat matang.
" ayanna, panggil aku eomma. Itu lebih terdengar merdu" lanjut nyonya kim.
Kedekatan ayanna dan nyonya kim membuat semua orang tersenyum bahagia. Tapi tidak dengan nayeon, nampak begitu jelas dari wajah nayeon yang begitu marah melihat eomma nya terus saja memuji ayanna. Apa lagi saat nayeon pergi ke kamar nya tanpa berpamitan, mereka paham benar bahwa nayeon tak menyukai situasi ini.
Terutama ayanna, ayanna terdiam saat nayeon masuk ke kamar nya.
Melihat perubahan wajah ayana, nyonya kim pun segera menghibur ayanna.
" putriku, bisakan kita berbincang berdua? Eomma sangat ingin mengenalmu lebih jauh lagi" ucap nyonya kim.
" eomma, berbincanglah di halaman depan. Aku dan appa akan membereskan barang barang kalian" usul namjoon.
" baillah, ayo ayanna" ajak nyonya kim.
__ADS_1
" ayo eomma"
Nyonya kim dan ayanna pergi ke halaman depan, dan tuan kim masuk ke kamar namjoon untuk membereskan barang barang mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah Taehyung...
Taehyung duduk di halaman depan rumah nya tanpa berkutik sedikitpun.
Tak lama, tuan kim jaemin keluar dari rumah dan menghampiri taehyung.
" taehyung, kapan kamu pulang nak?" Tanya tuan kim.
" baru saja. Ku kira appa sudah tidur"
" belum. Appa menunggumu, ayo makan malam. Kamu pasti belum makan malam"
" tidak appa, aku tidak lapar"
" wajah mu terlihat lelah. Jangan sampai kamu sakit karna mengabaikan jam makanmu. Ada apa? Kamu bisa berbagi apapun dengan appa. Kita hanya berdua sekarang. Kalau bukan appa, pada siapa lagi kamu berkeluh kesah"
" appa. Aku hanya sedikit terganggu dengan sikap egoisku. Bagaimana aku mengatasi sifat egoisku ini appa?"
" hmm? Sifat egois? Sifat itu hanya bisa di lawan dengan rasa syukur nak. Syukuri apa yang kamu punya, apa yang telah di berikan sang pencipta. Dengan itu tak ada lagi yang menumbuhkan rasa ambisi mu yang berlebihan. Sebuah keegoisan datang karna ambisi yang memuncak. Kendalikan itu dengan rasa syukur. Kamu memahami yang appa katakan?"
" hmm iya, appa benar. Aku terlalu berambisi, itu sebab nya aku susah mengendalikan keegoisanku"
" ambisi bukan hal yang salah, tapi ambisi harus di imbangi dengan rasa syukur. Di usiamu, appa juga mengalami hal yang sama. Percayalah dengan takdir dari tuhan. Kamu tidak perlu egois untuk memenuhi ambisi mu"
" iya appa. Oh ya, bagaimana soal oppa nya defy?
" ada sedikit titik terang, besok appa akan menemui kepala panti dimana appa menitipkan park joon. Semoga beliau tau dimana park joon sekarang"
" itu berita bagus appa, aku akan menemani appa menemui beliau"
" iya. Sekarang masuklah, dan makan malam lah sebelum kamu tidur"
Taehyung menuruti perintah appa nya. Dia pergi ke kamar nya dan berganti pakaian. Saat ia melihat ponsel nya, gambar dirinya dan jessy nampak di layar ponsel taehyung.
Taehyung menatap potret mereka tanpa berkedip.
" jessy. Maafkan aku, aku lah yang bersalah. Aku tidak seharus nya bersikap sekasar itu padamu" gumam taehyung.
Di sisi lain,
Saat itu jessy duduk di kamar listy dan menatap ke luar jendela kamar listy.
Tanpa jessy sadari, air mata nya menetes membasahi pipi nya.
" kenapa aku ini? Aku lah yg bersalah, harus nya aku tau ini masa sulit nya. Tidak seharus nya aku menuntut nya seperti itu. Rasa cemburu ini benar benar menjijihkan. Seharus nya aku selalu percaya padanya. Lagi pula defy adalah gadis yang sangat baik. Kenapa aku harus cemburu padanya" sesal jessy.
Dengan air mata yang telah berlinan, jessy terus memukul dadanya sendiri berulang kali.
Jessy semakin tak dapat mengendalikan emosi nya, dan ia menangis tersedu sedu sembari menutup wajah nya.
Di saat itu pula, ternyata listy terus memperhatikan adik kesayangan nya itu dalam kegelapan, dan hanya diterangi cahaya lampu dari luar jendela kaca.
Listy terus menatap jessy, tanpa menegur kelakuan jessy saat ini.
__ADS_1
Air mata listy pun tak dapat ia bendung. Titik demi titik air mata mulai mengalir dari manik nya.
" jessy, apa yang bisa eonnie lakukan untukmu? Kenapa begitu sakit saat melihatmu menangis seperti ini?" Batin listy.