
Kamar jimin dan tata..
Jimin segera menuju kamar nya dengan tergesa gesa. Jimin membuka pintu kamar nya dan mendapati tata yang tengah berbaring di ranjang mereka.
" tata, kamu sakit?" Tanya jimin sembari duduk di ranjang.
" tidak aku hanya kurang enak badan. Kamu baru pulang? Mandilah, aku akan menyiapkan baju dan sarapan untukmu. Kamu harus ke kantor kan?" Tata mencoba beranjak dari ranjang, tapi jimin menghentikan tata dengan meraih kedua bahu nya, dan kini mereka duduk berhadapan.
" wajah mu sangat pucat, aku akan memanggil dokter. Bukan kah kamu sudah menerimaku sebagai suami mu? Tanpa ada nya sandiwara, jadi saat kamu sakit, katakan padaku. Jangan pernah sembunyikan sakit mu dari ku. Berbagilah apapun denganku, semua hal, tanpa terkecuali. Aku akan selalu menjadi tempat mu mengadu"
Tanpa menjawab perkataan jimin, tata langsung memeluk jimin perlahan. Meski masih sedikit kaku dan ragu ragu, tapi tata tetap merasakan kenyamanan saat memeluk tubuh atletis jimin.
Begitupun dengan jimin. Jimin membalas pelukan tata dengan mengusap lembut rambut tata.
Mereka tersenyum dengan mata tertutup merasakan kehangatan cinta yang sesungguh nya.
" sekarang istirahatlah. Aku akan menelfon dokter untuk memeriksa keadaanmu. Tapi sayang sekali, aku dan jin hyung harus meeting dengan klaien penting hari ini. Aku tidak bisa membebankan urusan ini pada jin hyung sendiri. Aku tidak bisa menemani mu hari ini"
" tidak papa, setelah dokter memeriksaku, aku akan sehat kembali. Hmm tapi, bolehkan aku menelfon dokterku saja? Aku sudah terbiasa dengan dia. Dia temanku" usul tata.
" baiklah tidak masalah. Kalau begitu aku mandi dulu. Aku akan usahakan bisa pulang lebih awal"
Sebelum jimin beranjak dari duduk nya, tata meraih tangan jimin dan menatap nya dengan penuh kasih sayang.
" hmm jimin, aku mencintai mu"
Jimin tak menjawab ungkapan cinta tata tetapi dia justru mengekspresikan cinta nya dengan sebuah kecupan manis di kening tata.
Mereka sama sama tersenyum setelah berpaling. Jimin masuk ke kamar mandi dan tata kembali berbaring di ranjang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ruang rawat listy..
Setelah istirahat beberapa jam, suga kembali ke ruang rawat listy. Kala itu defy telah pergi dari sana, dan hanya jhope seorang diri yang menunggu listy di ruangan nya.
Ketika suga datang, listy dan jhope tengah berbincang santai mengenai berbagai hal.
Mereka pun terhenti berbincang saat suga masuk. Merasa ada nya kecanggungan, listy mencoba mencairkan suasana dengan bersikap manja pada jhope.
" oppa, aku sangat lapar. Aku ingin makan rame dengan kimci pasti sangat enak yah" gurau listy.
__ADS_1
Mendengar gurauan listy, suga dan jhope langsung memasang wajah serius nya.
" tidak boleh!" Teriak suga dan jhope bersamaan.
Seketika listy terdiam karna terkejut. Kedua pria itu menatap listy dengan tatapan tajam.
" hemh, aku hanya bercanda" elak listy.
" baiklah, aku akan mengurus pembayaran obat obat listy dan biaya ruangan ini. Hyung, tolong jaga listy, dan jangan biarkan dia makan ataupun minum sebelum buang angin" ucap jhope.
" iya, tentu" jawab suga.
Setelah jhope keluar dari ruang rawat listy, suga berjalan ke arah ranjang listy dan duduk di ranjang listy.
Suga duduk tepat di samping kepala listy. Suga mengusap rambut listy perlahan dengan penuh kasih sayang.
" ada satu hal yang aku sesal kan" ucap suga
" apa?"
" biasa nya saat kamu bermanja manja di pangkuan ku, aku selalu menolakmu, tapi saat ini aku ingin sekali kamu tidur di pangkuanku. Sayang nya kepala mu masih terluka"
" kata siapa? Aku masih bisa bermanja manja di pangkuan mu. Tunggu sebentar"
" aku berjanji aku tidak akan menolak mu lagi. Aku sangat menyayangimu. Jangan pernah terluka lagi"
" embul, kamu sangat romantis pagi ini" ledek listy sembari melebarkan senyum nya.
Listy dan suga berbincang berbagai hal, bercanda dan saling merayu tanpa ada nya beban apapun. Bahkan mereka tertawa terbahak bahak saat perut listy terus berbunyi karna merasa lapar.
" oppa aku sangat lapar, kenapa kamu malah mentertawakanku?"
" suara perut sangat lucu, seperti suara dengkuran namjoon hyung"
Mereka terus tertawa dan saling mengejek
Tetapi di tengah perbincangan mereka, sebuah aroma semerbak tiba tiba terendus oleh listy dan suga.
" hmm apa kamu sudah buang angin?" tanya suga dengan sedikit terbata bata.
" hmm bukan, bukan aku. Aku tidak hmm belum buang angin"
__ADS_1
" oh oke, mungkin AC nya bermasalah, aku akan membuka jendela dulu"
" iya"
Suga membantu listy kembali berbaring di bantal lalu ia membuka jendela ruangan listy dan di saat itu pula, nyonya min dan jessy masuk ke ruang rawat listy.
" listy, sukurlah kamu sudah siuman nak. Eomma sangat khawatir melihat mu terluka" ujar nyonya min saat masuk.
" bagaimana keadaan eonnie sekarang?" Tanya jessy.
" kalian tidak perlu khawatir, aku baik baik saja sekarang. Ahjuma, maaf merepotkan mu. Apa kau baik baik saja?"
Nyonya min duduk di samping ranjang listy setelah meletakan rantang makanan di meja.
" kamu sudah menyelamatkan hidupku. Jadi jangan panggil ahjuma lagi, panggil saja eomma"
" nee eomma"
Nyonya min mengusap lembut rambut listy, yang membuat suga dan jessy tersenyum bahagia melihat kehangatan listy dan nyonya min.
" oya eomma membuatkan sup jamur, jessy bilang kamu sangat menyukai nya. Eomma juga membuat bubur nasi merah dan sayur cincang untuk memudahkan kamu memakan nya"
Nyonya min sibuk membuka kotak makan yang ia bawa. Listy pun terus tersenyum mendengar penjelasan nyonya min.
" jessy ternyata sangat pintar memasak, dia bilang kamu lah yang mengajari nya. Benarkah?"
" kami semua suka memasak eomma, tapi yang paling pandai memasak itu jhope oppa" ujar listy dengan senyum manis nya.
Tetapi senyum nya pudar saat jhope datang dan melarang nya makan.
" hmm maaf ahjumma, listy belum boleh makan ataupun minum sebelum buang angin. Listy apa kamu sudah buang angin?" Tanya jhope.
Listy begitu bingung menjawab pertanyaan jhope karna ia merasa malu pada suga. Tetapi sebelum listy menjawab, suga degan cepat menjawab pertanyaan jhope, setelah melihat listy tertunduk.
" sudah kok, biarkan dia makan. Dari tadi perut nya terus berbunyi" sahut suga.
" baiklah oppa akan menyuapimu" usul jhope.
" tidak oppa, biar aku saja, aku sangat merindukan eonnie, aku ingin berbincang dengan nya juga" protes jessy.
" Kalian ini kenapa? Aku hanya sakit, tapi kalian memperlakukan ku seprti kembali dari kematian. Biar aku yang putuskan. Dan aku ingin eomma yang menyuapiku"
__ADS_1
" baiklah" jawab nyonya min.
Nyonya min kembali duduk di dekat ranjang listy, dan bukan nya kesal, jessy dan jhope saling memeluk dan tersenyum menatap listy yang begitu lahap menikmati masakan nyonya min. Begitu pun suga yang tersenyum manis melihat kedua orang yang ia sayangi.